
Tok.. tok.. tok..
"Elaaaa...... " panggil Alexa dari luar kamar.
"Udah ya Mas, Mama manggil aku" Ela menutup teleponnya dan melemparkan Hpnya kepada Catherine.
"Ya Ma" jawab Ela segera.
Alexa masuk ke dalam kamar Ela.
"Ket, Mama bisa bicara berdua saja sama Ela" pinta Alexa.
"Bisa Ma" jawab Catherine dan dia segera meninggalkan kamar Ela.
Alexa duduk di tepi ranjang Ela.
"Sayang maafkan Mama ya" ucap Alexa memulai pembicaraan.
"Mama gak adil padaku. Kak Aby dan teman - temanku tidak ada mengalami seperti yang aku rasakan" protes Ela.
"Mama sudah janji sama Mamanya Fajar sayang, lagian tujuan kami agar hubungan kalian terjaga. Mendekati hari pernikahan godaan setan banyak lho. Kami tidak mau kalian melakukan hal - hal yang belum pantas kalian lakukan" jawab Alexa.
"Mama gak percaya padaku?" tanya Ela.
"Mama percaya, Mama hanya ingin kalian lebih bersabar dan bisa menahan gejolak perasaan kalian. Mama juga pernah muda, yakinlah kalau kalian sabar semua terasa akan lebih indah. Kan Papa sudah cerita kalau Papa dan Mama puasa dua bulan setelah menikah dengan Mama karena pada saat itu Mama cidera, gak bisa bergerak. Kaki dan tangan Mama di gips. Papa sangat sabar mengurus Mama dan semua kebutuhan Mama. Setelah kami sama - sama bersabar akhirnya kami mendapatkan kalian anak kembar yang sangat dinanti - nantikan semuanya" ungkap Alexa.
Ela terdiam mendengar penjelasan Mamanya. Walaupun dia masih kesal dan tidak setuju dengan peraturan Mamanya tapi dia tidak mau melawan perkataan orangtua apalagi itu dari Mamanya.
"Iya deh Ma, Ela akan nurut sama perintah Mama" jawabnya.
"Tapi boleh gak hpnya Ela pegang kembali?" Ela memohon.
"Kamu lupa siapa Mama sayang? Sekali Mama memutuskan pantang bagi Mama untuk menariknya kembali. Hp kamu akan kembali ke tangan kamu di hari pernikahan kamu" tegas Alexa.
"Baiklah" jawab Ela tanpa semangat.
"Semangat donk jangan lesu gitu. Kalau kalian saling merindu nanti pas hari H pernikahan kalian pasti rasanya lebih menggebu-gebu. Kalau gak percaya buktikan aja sendiri" goda Alexa.
"Ah Mamaaaa" jawab Ela.
"Anak Mama ini harus jadi wanita yang penyabar, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang istri. Walaupun kamu adalah wanita yang mandiri tapi kamu harus sadar tugas dan kedudukan kamu dalam rumah tangga. Jangan pernah memutuskan suatu hal sendiri. Semua harus dengan izin suami. Jangan bepergian sendiri tanpa pamit pada suami" nasehat Alexa.
"Iya Ma, Ela mengerti" jawab Ela.
"Dan yang paling penting perbaiki sifat sembrono kamu dan mulai rajin memasak ya, malu tau sama mertua kamu. Kata Keysha mertua kamu itu pinter banget memasak bahkan dia punya toko kue. Jangan segan - segan minta di ajarin sama mertua kamu. Kamu juga jangan malas membantu dia di rumah. Nanti kan kamu akan tinggal bareng mereka. Mertua yang baik itu adalah suatu anegerah lho, jadi kamu harus syukuri itu. Dimana - mana mertua perempuan sulit akur dengan menantu perempuannya karena mereka berebut kasih sayang. Si Ibu merasa akan kehilangan kasih sayang anak lelakinya sedangkan si Menantu takut hidupnya dan suaminya diatur dan suaminya lebih sayang pada ibunya dari pada dirinya. Sebenarnya kalau masing-masing mau mengalah dan tau porsi kasih sayang mereka masing-masing itu tidak akan sulit. Asal sama - sama mau mengalah. Anggap mertua kamu adalah ibu kandung kamu sendiri ya" nasehat Alexa.
"Iya Ma, terimakasih ya Mama. Mama sudah memberikan pencerahan kepadaku" Ela memeluk erat Mamanya dan Alexa membalasnya.
"Walaupun Mama akan kehilangan kamu tapi Mama ikhlas, kami sebagai orangtua pasti akan melepas anak wanitanya untuk ikut bersama suaminya sebagai balasannya kami juga akan mendapatkan anak wanita yang lain sebagai menantu di rumah ini. Mama akan berlaku adil menyayangi Keysha menantu Mama sebagai anak Mama sendiri dan Mama berharap begitu juga dengan kamu diperlakukan yang sama oleh mertua kamu" doa Alexa.
"Aamiin.. Semoga aku bisa melakukan apa yang Mama ajarkan. Aku sayang Mama" ungkap Ela.
"Mama juga sayang kamu Ela" balas Alexa.
"Ya sudah kalau begitu Mama turun dulu ya, Papa sudah menunggu di bawah. Kamu mau makan malam lagi?" tanya Alexa.
"Aku sudah kenyang Ma tadi makan bakso bareng Fajar dan yang lainnya" jawab Ela.
"Ya sudah, ganti baju dan istirahat. Calon pengantin harus cukup istirahatnya biar kamu tambah cantik saat menikah" nasehat Alexa.
Alexa keluar dari kamar Ela. Ela segera masuk ke kamar mandi untuk mandi ganti baju dan shalat Isya.
Setelah itu sesuai dengan pesan Mamanya, Ela mencoba untuk istirahat dan tidur. Walau dia masih kefikiran sama Fajar tadi teleponnya terputus karena Mamanya datang.
Tapi seperti kata Mamanya, Ela harus belajar bersabar dan semoga hasilnya seindah yang Mamanya katakan. Perlahan Ela menutup matanya dan terlelap dalam mimpi indah.
Sementara di rumah Keluarga Barrakh.
Fajar keluar dari kamarnya dan mencari keberadaan Mamanya di sekeliling rumah.
"Oma lihat Mama gak?" tanya Fajar pada Omanya Zahra.
"Mama kamu? Di dapur mungkin" jawab Zahra.
Fajar berjalan menuju dapur dan benar saja Mamanya sedang menyiapkan makan malam dibantu dengan asisten rumah tangga keluarga mereka.
"Ma, kenapa sih Mama dan Mama Alexa membuat satu peraturan? Kenapa aku dan Ela harus di pingit sampai hari pernikahan?" Protes Fajar pada Mamanya.
"Agar kalian lebih bersabar sayaaang" jawab Jasmine.
"Lho selama ini kami kan tidak melakukan apapun?" tanya Fajar.
"Memang tidak tapi hampir kan?" balas Jasmine.
"Maksud Mama?" tanya Fajar bingung.
"Waktu Ela ngantar kamu setelah kejadian di hotel siang itu. Ela membantu Mama di dapur. Kamu pasti mengatakan sesuatu kan sampai wajah Ela merah padam seperti itu?" Tanya Jasmine.
"Mengatakan sesuatu bagaimana?" tanya Fajar pura-pura.
"Kamu fikir Mama tidak melihat perbuatan kamu? Kamu berbisik kepada Ela tepat ditelinganya. Ayo kamu mengatakan apa sampai wajah Ela memerah seperti itu?" goda Jasmine.
"Gak ada. Ela bilang cakenya wangi. Aku cuma jawab kamu lebih wangi" jawab Fajar jujur.
"Kamu emang cuma jawab itu tapi pasti fikiran kamu sudah bertamasya kemana-mana. Kalau mau menikah itu godaannya banyak nak. Setan menari - nari dari segala penjuru arah. Kalau kalian bersabar pasti lebih indah nanti saat kalian menikah. Percaya deh sama Mama. Kamu akan merasa lebih rindu dan menggebu-gebu. Setelah halal terserah kalian mau melakukan apapun semua sudah sah tidak akan ada yang melarang" nasehat Jasmine.
Fajar terdiam mendengar nasehat Mamanya.
"Sebentar lagi kamu akan menikah kan? mulailah bersabar dari hal yang kecil. Karena menikah itu tidak semudah yang kamu bayangkan. Menikah itu menyatukan dua karakter manusia yang berbeda. Dua sifat, kebiasaan dan latar belakang yang berbeda. Kamu tau kan kalau Ela itu gadis mandiri? Nih ya Mama kasih tau sedikit bocoran. Wanita yang mandiri itu sedikit lebih egois, karena dia merasa semua akan bisa dia selesaikan sendiri tanpa bantuan siapapun termasuk suaminya. Kamu harus bersiap akan hal itu. Menyatukan dua karakter yang berbeda itu sangat sulit butuh kesabaran. Oleh sebab itu Mama dan Mama mertua kamu memutuskan untuk kalian agar terlebih dahulu belajar bersabar. Kamu mengerti sayang?" Jasmine menjelaskan dengan panjang lebar.
Fajar terlihat sedang mencerna semua ucapan Mamanya.
"Baiklah kalau menurut Mama dan Mama Alexa itu yang terbaik untuk kami. Aku dan Ela akan menjalaninya dan kami akan belajar bersabar seperti yang kalian pinta. Mudah - mudahan hasilnya indah seperti yang Mama katakan" sambut Fajar.
"Aamiin.. Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil sayaaaang. Kalau hasilnya tak seindah impian kamu mungkin belum cukup bersabar dan Allah menginginkan kamu untuk lebih bersabar lagi" nasehat Jasmine.
"Iya Ma, aku akan menuruti apapun yang Mama katakan" Fajar memeluk Mamanya dari belakang.
"Terimakasih ya Ma. Love you" ungkap Fajar.
"Love you too my son" balas Jasmine.
.
.
BERSAMBUNG