Find The KEY

Find The KEY
Extra Part



Tujuh tahun kemudian.


"Elfaaaa cepat nanti kamu terlambat.. " panggil Fael.


"Iya Kaaaak tunggu sebentar" jawab Elfa.


"Elf... bisa gak kamu urungkan niat kamu. Aku pasti kesepian kalau kamu pergi. Kak Aby akan kuliah di Bandung, kamu ke London. Aku sendirian di sini" bujuk Fela.


"Maaf Kaaaaak.. aku gak bisa. Ini sudah cita - citaku sejak kecil. Kak Fael mengikuti Opa Adit belajar tekhnik, Kakak memilih di sini untuk kuliah sambil meneruskan usaha Mama. Aku juga punya keinginan untuk meneruskan usaha Papa. Aku ingin kuliah dan mempelajari perhotelan Kak. Aku juga ingin belajar memasak makanan dari berbagai dunia. Kakak sabar ya, kita kan bisa ketemuan kalau liburan atau juga bisa telepon dan video Call" jawab Elfa.


"Aku akan merindukan kamu. Walau kita sering bertengkar tapi kan kita saudara Elf" ucap Fela sedih.


"Aku juga akan merindukan kalian di sini. Aku sayang Kakak" Elfa memeluk kakak kembarnya.


"Aku lebih sayang kamu" balas Fela.


"Yuk kita turun. Papa dan Mama sudah menunggu di bawah. Nanti kami terlambat berangkat. Bisa - bisa Uncle Jimmy marah nanti kalau aku terlambat sampai London" Ucap Elfa.


"Ya sudah, ayo aku antar sampai Bandara" ajak Fela.


Mereka berdua turun dari lantai dua dimana kamar mereka berada.


"Sudah siap semuanya Elfa? Gak ada lagi yang tertinggal sayaang?" tanya Ela.


"Gak ada Ma. Yuk kita berangkat" ajak Elfa.


"Fael nanti sepulang dari Bandara kalian jangan kemana-mana lagi ya. Papa dan Mama hanya seminggu di London mengantar adik kalian" ujar Fajar.


"Iya Pa" jawab Fael.


"Yuk kita berangkat" ajak Fajar.


Mereka masuk ke mobil dan Fael yang menyetir mobilnya. Di sampingnya ada Fajar. Sedangkan Mamanya Fela dan Elfa duduk di kursi belakang.


Mereka akan pergi ke Bandara mengantar Papa, Mama dan Elfa untuk berangkat ke London. Karena Elfa akan kuliah di sana sekaligus belajar ilmu perhotelan di bantu Jimmy dan Andre.


Itu adalah cita - cita Elfa sejak kecil dan semua orang sudah mengetahuinya. Jimmy dan Andre juga sudah lama menantikan hal ini. Mereka sangat tidak sabar menunggu kedatangan Nona Cilik mereka yang kini sudah remaja.


Fela, Sitha dan Ryntia kuliah di Universitas Indonesia mengambil jurusan Ekonomi dan mulai ikut berperan di ADS Butik. Fela yang mempunyai hobby dan bakat dari Mamanya mulai mendapatkan ilmu design dari Mamanya seorang designer terkenal di London pada masanya.


Sedangkan Fael lebih suka kuliah jurusan tekhnik. Dia bersama Shaby dan Fathir mengambil kuliah di ITB Bandung dengan jurusan teknik pertambangan mengikuti jejak Opanya.


Begitulah kehidupan, setelah melahirkan dan membesarkan anak - anak kita harus siap untuk berpisah dengan mereka karena tak selamanya mereka akan selalu berada di sisi kita.


Hal itu sudah dipersiapkan oleh pada personil Geng ERASADIS. Menginjak dewasa mereka harus berpisah dengan anak-anak mereka. Walau berat tapi harus mereka lalui demi masa depan anak - anaknya.


Tujuh anak remaja yang tergabung dalam Geng F3STER kini diuji untuk berpisah. Tetapi walaupun mereka berjauhan mereka akan tetap saling dukung karena sejatinya mereka sudah bersahabat sejak mereka dalam kandungan dan bukan hanya mereka saja yang bersahabat. Orangtua bahkan Opa dan Oma mereka juga bersahabat.


Kini F3STER akan memulai kisah kehidupan mereka, belajar mengejar cita - cita juga meraih mimpi dan masa depan mereka.


Sesampainya di Bandara sudah ada Shaby, Fathir, Sitha dan Ryntia sudah menunggu kedatangan mereka.


"Selamat jalan Elfa, kami akan merindukan kamu" peluk Sitha dan Ryntia.


Sedangkan Fela sudah mulai menangis. Mereka semua memeluk Elfa bersama - sama. Fael, Fathir dan Shaby juga memeluk mereka dari sisi paling luar.


Tujuh anak remaja saling melepas kepergian sahabat mereka untuk menuntut ilmu di luar negeri.


Walau mereka bersahabat tapi tujuan hidup mereka tetap berbeda dan tak mungkin selamanya akan bersama - sama.


"Kamu baik - baik ya di sana" ucap Ryntia.


"Kalau musim dingin jangan lupa pakai jaket tebal" sambut Sitha.


"Harus sering telepon ya" ujar Fathir.


"Video Call juga" sambung Shaby.


"Kalau libur harus pulang" ujar Fela.


"Kalau pulang harus bawa oleh - oleh" tegas Fael.


"Iya.. Iya... iyaaaaaa" jawab Elfa.


"Yang banyak yaaaaaaa..... " jawab mereka kompak.


"Hahahahaha....." mereka tertawa bersama.


Dasar anak - anak, baru juga sedih dan tangis - tangisan ini udah tertawa lepas. Padahal cuma gara - gara minta oleh - oleh yang banyak.


Elfa dan Fajar tersenyum dan saling pandangan. Mereka menyaksikan tujuh sahabat saling menyayangi harus rela berpisah demi masa depan mereka.


"Aku pergi ya, kalian baik - baik di sini. Kak Fael, Fathir dan Shaby juga baik - baik di Bandung ya. Nanti kalau aku pulang liburan aku akan masakan kalian makanan yang paling ueeeenak" ucap Elfa.


"Janji" tegas Elfa.


"Masaknya yang banyaaaak" sambung Fael lagi.


"Hahahaha.... kakak ya apa - apa semuanya harus banyak" Potong Fela.


"Harus jauhi laki - laki ya disana" nasehat Shaby.


"Iya, disana kan tidak ada kami yang jagain kamu dari laki - laki" sambut Fathir


"Tenang di sana ada Celine yang akan menggantikan kalian menjaga aku dari laki - laki" balas Elfa.


Benar kata Elfa, jauh - jauh hari Fajar sudah berpesan kepada Jimmy untuk mempersiapkan Celine sebagai sahabat plus penjaga Elfa di London.


Celine sangat senang menunggu kedatangannya Elfa karena sejak kecil mereka sudah sangat akrab berteman. Bahkan mereka memiliki hobby dan sifat yang sama.


Ela dan Fajar jadi lega dan lebih tenang melepas kepergian putri bungsu mereka. Putri kesayangan Elfa dan Fajar yang pemberani sejak dia lahir.


"Sudah perpisahannyaaaaa?" tanya Ela.


"Sudah waktunya berangkat ini" sambung Fajar.


"Elfaaaaaa" mereka kembali berpelukan.


"Daaaah semua, aku harus pergi sekarang. Tenang aku pergi bukan untuk selamanya. Aku pergi untuk kembali dan kalian tunggu ya kepulanganku. Para pria bersiaplah untuk lomba renang dan beladiri sedangkan para wanita aku kasih kalian satu kali kesempatan untuk mendandani aku menjadi seorang wanita tulen" ujar Elfa.


"Benar Elfa? " tanya Sitha, Ryntia dan Fela bersemangat.


"He emmmm... " Elfa menganggukkan kepalanya.


"Ingat janjiku. Kalian harus berlatih yang keras ya. Buat aku secantik mungkin. Ingat hanya ada satu kesempatan dan aku akan menagihnya pada kalian jika waktunya sudah tiba" tegas Elfa.


"Aassshiaaap... " kami akan sering berlatih. Kamu akan berubah menjadi Princess yang tercantik di dunia" janji Fela.


"Oke Kak.. aku tunggu" tagih Elfa


"Ayo Elf kita naik" ajak Fajar.


Elfa melambaikan tangannya kepada para sahabatnya. Sudah tiba saatnya dia akan meninggalkan semuanya. Keluarga, sahabat dan semua fasilitas yang disediakan keluarganya di Indonesia.


Di London Elfa sudah bertekad akan menjadi diri sendiri. Dia akan mandiri dan lepas dari semua latar belakang keluarganya. Dia akan hidup menjadi dirinya sendiri dan tidak ada yang bisa mencegah dan melarangnya.


London aku dataaaaang... Aku akan memulai kisah hidupku di sana... Teriak Elfa dalam hati.


.


.


SELESAI


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Terimakasih buat suami tercinta yang selalu setia menemaniku dalam menghasilkan karya keempat ini.


Terimakasih buat keluarga besar yang selalu mendukung dan memberi semangat untuk terciptanya hasil karya ini.


Terimakasih buat teman teman dan pembaca yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk membaca novel keempat saya.


Buat sahabat setia yang membaca semua novel-novelku, terimakasih yang tak terhingga buat kalian semua ya...


Doakan agar aku mendapatkan ide-ide untuk menghasilkan karya-karyaku berikutnya. Senang rasanya bisa bermanfaat bagi orang lain.


Mudah-mudahan disetiap novelku kalian bisa memetik hikmah dari ceritanya, sebisa mungkin aku akan menuliskan cerita yang bermanfaat, bukan hanya menghibur kalian tapi bisa menyajikan novel yang kaya dengan pengalaman dan pelajaran hidup.


Akhir kata... maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan, kesamaan nama, tempat dan kejadian bukan unsur kesengajaan.


Ide cerita murni dari fikiran saya sendiri dan saya mohon maaf jika ada novel yang isi ceritanya hampir sama dengan novel ini.


Kesempurnaan hanya Milik Allah, kekhilafan adalah milik saya.


Nantikan karya-karya saya selanjutnya ya....


Jangan bosan-bosan untuk mampir ke novel saya.


Terimakasih


by


Winda Siregar