Find The KEY

Find The KEY
Ep. 121



Di luar para lelaki sedang asik geser sofa dan lemari. Setelah semua selesai Fajar membantu Aby menyusun buku - buku di rak ruang kerjanya.


Tanpa sengaja Fajar membuka album foto Aby waktu kecil. Saat melihat foto Aby dan Ela alangkah terkejutnya Fajar.



"By ini foto kamu dan Ela waktu kecil?" tanya Fajar.


"Iya, itu foto waktu liburan di Bandung" jawab Aby.


"Ini kamu dan Ela By?" tanya tak percaya.


"Ya iyalah emang kembaran aku siapa lagi kalau bukan Ela" jawab Aby bingung.


"Ya Tuhaaaa... ternyata anak yang aku temui dulu itu Ela" ucapnya masih tak percaya.


"Maksud kamu dulu kamu pernah ketemu Ela waktu kecil?" tanya Aby penasaran.


"Iya, kami terjebak di lift hotel keluargaku di Bandung. Aku kira anak yang bersamaku waktu itu laki - laki By" jawab Fajar.


"Serius kamu Fa? Ela dari kecil emang tomboy. Dia paling marah kalau baju aku dan dia gak kembar. Karena kami anak kembar jadi baju kami harus sama. Padahal dia perempuan tapi gak mau pakai rok atau gaun" ucap Aby.


"Serius, waktu itu anak itu sedang membawa kertas dan alat gambar mencari - cari Papa dan Mamanya. Dia bilang kamarnya ada di atas, jadi aku temani dia naik ke lantai atas pakai lift. Rupanya liftnya macet dan kami terjebak di dalam lift berdua. Dia menangis ketakutan. Aku kira dia laki - laki karena aku sempat ledekin dia cengeng. Anak laki - laki kok nangis. Dia memang ngaku kalau dia perempuan tapi aku tidak percaya. Habis tampilan dan pakaiannya seperti laki - laki. Karena sangkin takutnya akhirnya dia pingsan. Untung bantuan segera datang dan lift pun terbuka" ungkap Fajar.


"Jadi kamu anak laki - laki yang terjebak bersama Ela di lift. Kamu yang menemani bahkan melindungi dia di dalam lift?" Aby sangat terkejut mendengar cerita Fajar.


"Aku kasihan By lihat dia lemas di dalam lift, jadi aku peluk dia saat dia pingsan dan aku berteriak meminta tolong" jawab Fajar.


"Ya ampun Fa ternyata kamu sudah dua kali menyelamatkan hidup Ela. Karena kejadian itulah Ela jadi trauma naik lift. Papa Mama sampai membawa dia berobat ke psikiater untuk menghilangkan traumanya" ungkap Aby.


"Ada apa sih kalian ngobrol sampai ribut seperti itu?" tanya Keysha yang tiba - tiba masuk ke ruang kerja suaminya.


"Kamu ingat Key kejadian waktu kita kecil liburan di Hotel keluarga kita. Saat aku terjebak di lift sama anak laki - laki?" tanya Fajar.


"Mmm.. iya, anak itu pingsan kan? Papa aku sampai panggil dokter untuk memeriksanya.


"Ternyata anak itu bukan laki - laki Key, dia perempuan. Dia Ela?" ungkap Fajar.


"Ada apa nih namaku di sebut - sebut?" tanya Ela yang mendengar namanya di sebut.


"Ini foto kamu waktu kecil kan?" tanya Fajar sambil membawa album foto Aby.


"Iya. Itu foto aku dan kak Aby saat liburan di bandung" jawab Ela bingung.


"Dan saat itu kamu terjebak di lift dengan seorang anak laki - laki. Waktu itu kamu sedang membawa alat melukis dan mencari keberadaan Papa dan Mama kamu. Lalu anak laki - laki yang bersama kamu menawarkan kamu untuk mengantarkan kamu sampai ke kamar kamu yang ada di lantai atas. Makanya kamu naik lift" jelas Fajar.


"Betul. Kamu kok tau?" tanya Ela heran.


"Ya jelas aku tau. Karena akulah anak laki - laki yang menemani kamu di dalam lift itu" jawab Fajar senang.


"Jadi kamu yang sudah nyelamatin aku di dalam lift. Kata Mama aku pingsan dalam pelukan kamu?" tanya Ela terkejut.


Fajar tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Waaaah ternyata kalian punya kisah masa lalu ya. Sudah jodoh kali, makanya ketemu terus tanpa sengaja" goda Keysha.


"Apaan sih" Ela malu dan meninggalkan Aby, Keysha dan Fajar di ruang kerja Kakaknya.


"Yaaah marah dia Mas" ucap Keysha merasa tak enak hati.


"Sudaaah Ela gak marah kok. Dia cuma malu. Nanti juga balik lagi" ucap Aby.


Ela berjalan ke balkon yang terletak di dekat pintu ruang TV. Dia duduk menatap pemandangan Kota Jakarta siang hari. Fikirannya melayang pada kejadian di hotel saat mereka liburan ke Bandung.


Flash Back On.


"Kamu sedang apa?" tanya anak laki - laki yang sedang mendekati Ela melukis.


"Aku sedang melukis" jawab Ela.


"Bagus ya lukisan kamu" puji anak tersebut.


"Emangnya tadi kamu ke sini bersama Papa dan Mama kamu?" anak laki - laki itu balik bertanya.


"Iya, tadi aku bareng mereka ke sini. Karena kami nginap di hotel ini" jawab Ela.


"Kamar kamu di lantai berapa?" ucap anak itu.


"Kamar kami ada di lantai empat" jawab Ela.


"Kalau begitu yuk aku antar. Hotel ini punya Papaku" ajaknya.


Akhirnya Ela dan anak laki - laki teman baru Ela masuk ke dalam lift. Tiba - tiba saja liftnya mati. Ela ketakutan dan mulai menangis.


"Jangan menangis, kata Mamaku anak laki - laki tidak boleh cengeng" ucap anak tersebut.


"Aku bukan laki - laki, aku ini perempuan" jawab Ela.


"Mana mungkin kamu perempuan. Kalau kamu ini perempuan pasti alergiku akan kumat. Aku itu tidak bisa dekat - dekat dengan perempuan" jawab teman Ela itu.


"Mama... aku takuuut. Tolong aku rasanya sulit bernafas" ucap Ela semakin lemah.


"Toloooooong.... tolooooong kami" anak tersebut menekan tombol speaker di dekat tombol lantai di dalam lift.


Ela semakin lemah dan akhirnya pingsan dalam pelukan teman barunya. Setelah itu dia tidak ingat apa - apa lagi.


Flash Back Off.


Ternyata dia sudah menjadi penyelamatku, bahkan sudah dua kali. Apa benar yang Keysha katakan tadi. Apa dia yang di kirim Tuhan untuk menjadi pelindungku? Karena di saat aku sedang dalam bahaya selalu dia yang datang menyelamatkan aku.


Batin Ela berperang melawan akal fikirannya.


Tapi dia cowok nyebelin selalu membuat aku kesal. Apalagi setelah kejadian di Butik tempo hari sepertinya dia sering memperhatikan aku diam - diam sambil tersenyum. iiiih udah kayak orang gila aja dia. Umpat Ela.


"El makan yuk..." panggil Ditha dan Sintia.


"Iya.. aku datang" jawab Ela.


Ela menyudahi lamunannya dan kembali bergabung dengan teman - temannya. Semua sudah berkumpul di ruang TV untuk menikmati makan siang mereka.


"Nih makanan kamu" ucap Rafa sambil memberikan nasi kotak dengan menu kesukaan Ela.


"Isi apa Raf?" tanya Ela.


"Rendang" jawab Rafa.


"Kamu yang pesanin?" tanya Ela kembali.


"Iya aku yang pesanin tadi. Udah makan gih" perintah Rafa.


"Weeiiiissh... kamu emang tau aja seleraku apa" ucap Ela gembira.


Lagi - lagi Fajar merasa Rafa memiliki perhatian khusus pada Ela. Radarnya sebagai laki - laki langsung konek melihat ada saingan di depan mata.


Keysha yang sudah tau cerita antara Ela dan Rafa ikut memperhatikan interaksi mereka berdua. Tanpa sengaja Keysha melirik Fajar dan dia melihat ada raut cemburu di wajah Fajar.


Waaah gawat ini. Batin Keysha.


.


.


BERSAMBUNG


Bonus Up nya aku percepat sebelum tidur ya... Selamat menikmati..


Tidurnya yang nyenyak ya, besok aku janji akan up yang lebih seru lagi. Oke???


Kembang dulu donk sebelum tidur... 😍😍