Find The KEY

Find The KEY
Ep. 99



"Kamu..." ucap mereka bersamaan.


"Ngapain kamu di sini?" tanya Ela.


"Hei apa kamu lupa, aku GM di Hotel ini. Suka - suka aku donk, aku mau keliling, aku mau cek keadaan. Mau aku tutup Hotel ini juga bisa" jawab Fajar kesal.


Mati... aku lupa kalau Hotel ini milik keluarganya. Batin Ela.


Sial.. ketemu lagi sama cewek jadi - jadian ini. Ngapain dia ada di sini? Batin Fajar


"Kamu ngapain di sini?" tanya Fajar.


"Aku.. eh.. mau ketemu kakak dan teman - temanku tapi mereka tidak ada di kamanya, ketepatan lewat di sini ketemu kenalan jadi aku masuk" jawab Ela.


Huft.. hampir saja. Sepertinya dia tidak mengenaliku tadi. Fikir Ela.


Setelah pagelaran busana selesai Ela langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian bebas yang sesuai dengan fashion dia sehari - hari sehingga tidak ada orang yang mencurigai kehadirannya.


"Mereka tadi aku undang ke acara ini, dua teman wanita kamu katanya ingin melihat pagelaran busana jadi Keysha meminta undangannya padaku" ucap Fajar.


Ngapain aku melapor padanya? Batin Fajar.


"Oh pantas saja saat aku ke kamar, mereka semua tidak ada" balas Ela.


"Ya sudah aku pergi dulu. Daaah cowok pendendaaaam" teriak Ela sambil berlalu.


"Dasar wanita jadi - jadian" umpat Fajar kesal.


Mengapa aku harus selalu bertemu wanita jadi -jadian itu. Mana kami tabrakan lagi. Untung saja dia itu wanita jadi - jadian. Coba kalau dia wanita tulen pasti alergiku kumat. Batin Fajar.


Ela berlalu dari hadapan Fajar dan segera pulang ke apartemennya dengan mengendarai mobilnya. Dia harus istirahat yang cukup malam ini karena besok dia sudah berjanji akan jalan - jalan bersama kakak dan teman- temannya setelah itu malamnya mereka akan berangkat pulang ke Indonesia.


Sesampainya Ela di apartemennya dia segera membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian. Lalu berbaring di atas tempat tidur sambil berfikir.


Ingatannya kembali saat dia sedang di atas pentas. Aby terus menatapnya. Wajah kakaknya kembali terbayang.


Apakah dia marah? Ataukah dia kecewa? Apa yang harus aku katakan padanya besok. Kak maafkan aku.. ucap Ela lirih.


Ela pun terlelap dalam mimpinya.


Ke esokan harinya Ela dibantu oleh managernya memasukkan ke dalam mobil. Nanti Ela akan meminta seseorang untuk membawanya ke bandara saat dia akan pulang nanti malam.


Setelah di pastikan semua barangnya sudah masuk semua Ela masuk ke dalam mobilnya dan segera melajukan mobilnya ke TBF Hotel.


Ting... tong... Ela memencet bel kamar Kakak kembarnya.


"Siapa yank?" tanya Aby kepada Keysha.


"El Mas" jawab Keysha kepada Aby sambil membuka pintu kamarnya.


"Pagi Kakak Ipar, apakah honeymoon kalian berjalan lancar?" sapa Ela begitu dia masuk ke dalam kamar suite room Kakak kembar dan istrinya.


"Alhamdulillah lancar El, mengapa lama sekali kamu datang? Kami sudah sangat menunggu kedatangan kamu" jawab Keysha.


"Maaf ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan terlebih dahulu" balas Ela.


Aby berjalan dari kamar menuju ruang tamu di kamar hotelnya.


"Key, kamu bisa bersiap - siap. Aku ingin berbicara di luar sebentar dengan Ela, ada hal yang ingin kamu bicarakan. Tidak apa kan sayang?" tanya Aby.


"Tidak apa Mas, kalian bisa pergi. Aku akan bersiap - siap ya" jawab Keysha.


Tak lama Ela dan Aby keluar dari kamar hotel dan berjalan menuju taman yang ada di lantai dasar hotel.


"Sekarang bisa kamu jelaskan apa yang terjadi tadi malam?" tanya Aby langsung tanpa basa basi.


"Maaf kak, aku merahasiakan semuanya dari Kakak, Papa dan Mama dan teman - teman semua" ucap Ela dengan wajah penuh penyesalan.


"Mengapa kamu merahasiakannya El? Itu bukanlah prestasi buruk? Kamu sudah menjadi designer terkenal di negeri orang. Tapi kakak tidak mengerti dengan sikap kamu?" tanya Aby penasaran.


"Maaf Kak, awalnya aku hanya ingin mengembangkan keahlianku, aku bersama managerku Catherine mengikuti beberapa perlombaan design fashion di London dan aku tak menyangka rancanganku menang. Sejak saat itu aku jadi sering ikut dalam acara besar seperti tadi malam. Banyak orang yang menyukai designku. Kakak pasti tau bagaimana sifatku. Bagiku design fashion adalah karier dan cita - citaku tapi aku punya hobby dan kehidupan pribadi. Aku tidak ingin karierku merusak privasiku. Sehingga aku memutuskan untuk menyembunyikan semua informasi pribadiku. Aku membuat nama panggung Princess yang berasal dari nama tengahku 'Putri'. Mereka hanya menikmati hasil karyaku saat peragaan busana setelah itu semuanya di atur Catherine. Aku tetap bisa melakukan hal - hal yang aku sukai di sini. Aku bebas melukis dan melakukan apapun tanpa gangguan dari siapapun. Itu membuat aku nyaman. Itulah alasan mengapa aku merahasiakan semuanya dari kalian. Hanya manager dan beberapa teman di sini yang tau akan hal itu" ungkap Ela.


Aby menarik nafasnya panjang.


"Jadi apa yang kamu rencanakan sekarang? Kamu akan mengubur semua cita - cita kamu? Seandainya kamu jujur pada Kakak, Papa dan Mama. Kami pasti akan mengerti dengan pekerjaan kamu. Pasti kami tidak akan memaksa kamu pulang?" tanya Aby sedih.


"Kak... Kalian tidak memaksaku. Aku yang memutuskan untuk pulang. Memang sudah waktuku untuk kembali ke Indonesia. Lagian cita - citaku tidak berakhir. Aku masih bisa berkarya dari Indonesia. Nanti kalau ada undangan aku akan berkunjung lagi ke sini" jawab Ela.


Aby merangkul bahu adik kembarnya.


"Apakah kamu bahagia dengan keputusan kamu ini? masih ada waktu untuk kamu mundur" ucap Aby.


"Tidak kak, kakak kenal aku kan? jika aku sudah memutuskan maka aku tidak akan pernah mundur. Sama seperti saat aku memutuskan untuk kuliah di sini.Satu lagi kak, aku bahagia dengan keputusanku. Yakinlah semua kulakukan memang benar - benar berdasarkan keinginanku tidak ada yang memaksanya" jelas Ela.


Aby menatap dalam ke manik mata Ela, ada kesungguhan di sana persis sama seperti enam tahun lalu saat Ela memutuskan untuk kuliah di sini. Tidak ada yang bisa menghalagi dan meruntuhkan keinginannya.


"Kamu juga kenal kakak kan? Kakak akan tetap mendukung apapun keputusan kamu" sambung Aby.


"Terimakasih kak" jawab Ela.


"Sekarang kita ke loby yuk, semua udah nungguin kita di sana. Kan kita mau cari oleh - oleh sebelum balik ke Indonesia" ucap Aby.


"Oke, yuk kak" bapas Ela.


Ela berjalan persis di samping Aby sambil merangkul lengan Aby mesra. Sudah lama mereka tidak berjalan berduaan seperti ini.


Di loby teman - temannya sudah menunggu mereka.


"Semua sudah siap?" tanya Ela.


"Sudah. Kamu ikut kan EL?" tanya Ditha.


"Ikut donk" jawab Ela.


"Nah kalau ada lo kan rame El" sambung Disil.


Mereka naik ke dalam mobil yang disediakan pihak hotel. Mereka duduk berpasangan hanya Ela yang yang duduk sendiri di baris paling depan dalam mobil.


"Yuk kita go..." teriak Ela.


"Tunggu...."


.


.


BERSAMBUNG


Hay readers... maaf ya beberapa hari tidak up karena ada berita duka dari keluarga dekat dan aku kurang sehat beberapa hari ini.


InsyaAllah diusahakan normal kembali..


Terimakasih kalian sudah setia nungguin upnya. 🙏🙏