
"Gawat Mas... " ucap Ditha.
"Apa yang gawat?" tanya Disil cuek.
"Kalau Sitha sakit gimana?" tanya Ditha.
"Jangan terlalu khawatir yank, kalau lapar dia pasti makan" jawab Disil.
"Tapi Maaaas" balas Ditha.
"Sudah kamu makan aja, habisin makanan kamu. Percaya deh sama Mas" ujar Disil.
Ditha mengikuti perkataan suaminya dengan rasa khawatir. Malam ini pasti Sitha kelaperan. Fikirnya.
"Yank" panggil Disil.
"Ya Mas" jawab Ditha.
"Makanan coba kamu kosongkan dari lemari dan kulkas" perintah Disil.
"Untuk apa Mas?" tanya Ditha bingung.
"Kita tes, sekuat apa anak - anak itu melaksanakan rencana mereka. Aku akan bicarakan ini sama yang lainnya" jawab Disil.
"Baiklah" sahut Ditha walau hatinya tak tega.
Ditha memerintahkan asisten rumah tangganya untuk mengosongkan makanan di lemari dan kulkas. Untung memang besok hari jumat dan jadwal belanja mingguan menjelang akhir pekan.
Isi kulkas dan lemari memang sudah habis semua persediaan makanan. Jadi hanya sedikit yang harus dikeluarkan.
Di kamarnya Disil mengirim pesan ke Group ERASADIS.
Disil
Guys anak kalian pada mogok makan gak?
Rafa
Mogok makan kenapa Dis?
Aby
Iya nih, Shaby juga mogok makan
Disil
Gara-gara anak kamu Raf. Kata Sitha, Fathir dan Ryntia akan ke London setelah selesai ujian merayakan ulang tahun mereka. Anak-anak yang lain pada minta ikut dan kalau tidak dipenuhi mereka akan mogok makan.
Fajar
Anak-anakku di undur mogok makannya. Tadi mereka makan yang banyak, besok baru mulai mogok makan.
Aby
Wah anakku di kibulin Si Triplet
Disil
Pasti si Elfa nih yang punya Ide
Ela
Sepertinya nggak Dis, tadi dia yang tenang - tenang saja dan makan paling banyak.
Keysha
Tapi tadi Opa malah nyuruh dikabulin aja
Disil
Gak bisa, kantor gimana By?
Aby
Kata Papa biar mereka para tetua yang turun tangan selama kita pergi. Aku tadi bilang sama Papa, aku bicarakan dulu dengan Disil dan Rafa. Eeeh malah kamu udah duluan Dis.
Catherine
Seru juga kalau kita liburan bareng ke London. Udah lama banget kan gak liburan rame - rame?
Sintia
Iya, terakhir ke London waktu nemanin Keysha dan Ditha honeymoon, itupun minus Rafa dan kita belum kenal sama Keket.
Keysha
Iya Mas, seru juga kalau kita pergi. Hitung honeymoon ke dua.
Ela
Betul, siapa tau pulang dari sana Kak Key hamil, seperti waktu hamil Shaby. Produksi luar negeri.
Disil
Kayak kamu gak aja. Yang produk dalam negeri cuma Raga doank.
Ryza
Tapi malah anaknya yang bule
Disil
Wong istrinya bule, gak mungkin anaknya seperti bli - bli dari Bali π
Aby
Gimana Fa? Dari tadi kamu diam aja
Fajar
Aku lagi mikir, perusahaan kamu mah aman karena para tetua turun tangan. Lah perusahaan kami bagaimana?
Keysha
Kita minta para tetua juga Fa yang turun
Ryntia
Demi cucu pasti mereka mau π
Ela
Ayuk lah Mas, ploduksi ploduk-ploduk lual negeli
Fajar
Aby
Awas ya kalau triplet lagi. Tiga yang ini saja sudah buat pusing. Jangan kalian dengan tiga yang baru. Puyeng aku π₯Ά
Ela
Hahaha... kok Kakak yang protes π
Rafa
Jadi deal kan semua setuju
Ela
Eh guys.. anak - anak jangan tau dulu. Kita goyahkan dulu aksi mereka. Aku sudah gak sabar pengen menguji keimanan mereka besok π
Ditha
Ealaaaah emak sama anak sama usilnya. Kami malah kasihan lihat Sitha gak makan tadi. Pasti malam ini dia kelaperan π
Disil
Tenang yank cuma gak makan malam aja anak kamu gak akan koit
Ditha
Huuus.. Mas ini π€
Keysha
Baiklah kalau begitu mereka punya rencana kita juga. Kita lihat siapa yang menang π
Aby
Kamu kok ketularan usilnya si Ela sih yank?
Keysha
Gemesh aja Mas lihat Shaby pura-pura ngambek, lucu seperti kamu
Disil
Cie... cie.. Aby lucu π
Aby
βΊβΊπ
Akhirnya malam itu anggota Geng ERASADIS berencana untuk membalas serangan dari F3STER. Mereka tidak mau kalah dengan ide anak - anak mereka.
Lihat saja pembalasan kami besok. Batin para Mamud ( Mama Muda ).
Keesokan harinya Ela sudah bangun pagi sekali. Dia sengaja mengangkat senjata berperang di dapur.
Ela dulu sangat berbeda dengan Ela sekarang. Dulu Ela selalu membuat pertikaian di dapur dengan akhir dapur akan porak poranda seperti baru gencatan senjata.
Lima tahun tinggal di rumah mertua membuat Ela menjadi Ibu Rumah Tangga seutuhnya. Percuma donk punya Ibu Mertua yang sangat pintar memasak kalau tidak dimanfaatkan untuk menjadi guru gratis.
Kini Ela sudah sangat lihai bekerja di dapur. Dengan ayunan tangannya dan goyangan pinggulnya bisa menciptakan masakan terenak di dunia bagi si Triplet.
"Let's go penggorengan. Saatnya kita bertempur dengan mereka. Aku yakin kamu mau bekerjasama denganku pagi ini" ucap Ela di depan penggorengan.
Aneh kan? Yah dari dulu Ela emang aneh sodaraaaah π
Pagi ini rencananya Ela akan masak nasi goreng spesial. Spesial pakai telur, sosis, seafood dan terakhir spesial cinta.
Sebenarnya bumbu yang terakhir itu yang paling penting karena Ela sangat yakin bila dia masak nasi goreng pakai bumbu kecap dan garam aja pasti makannya akan habis di sikat si Triplet plus Bapake.
Ya iyalah.. kalau gak dimakan mereka, itu sama artinya membangunkan singa betina uang yang sedang tidur π€£π€£
Hanya tiga puluh menit hidangan sudah tersaji di meja makan.
"Taraaaa.... " teriak Ela puas dengan hasil masakannya.
"Eh iya ada jamur nih. Aku goreng pakai tepung sampai jadi krispi pasti anak - anak tambah ngiler. Yakin masih mau nolak pesona Ela di dapur" Ela tersenyum bangga pada kemampuannya sendiri.
Tak lama Fajar datang di ruang makan dengan membawa dasi di tangannya. Sudah menjadi kebiasaan setiap hari, Ela akan memasangkan dasi di leher suami tercinta.
"Hemmm.. wangi sekali sayang. Kamu masak apa pagi ini" ucap Fajar sambil memeluk istrinya dari belakang.
Pemandangan romantis setiap paginya. Walau mereka sudah menikah sebelas tahun tidak menghilangkan sisi romantis diantara mereka berdua.
"Aku masak nasi goreng favourite anak - anak Mas. Kita lihat apakah mereka langsung menyerah pada serangan pertamaku pagi ini" ucap Ela tersenyum penuh keyakinan.
Ela selesai memasang dasi di leher suaminya. Kemudian merapikan kemeja suaminya. Fajar mengecup lembut pipi istrinya dan kemudian duduk di meja makan.
"Fael, Fel, Elfaaa makan yuk. Mama masak sesuatu spesial untuk kalian" teriak Ela.
Tak lama Triplet keluar dari kamar mereka dan duduk di meja makan. Tapi mereka hanya diam saja sambil menatap ke arah hidangan.
"Kalian tidak makan?" tanya Fajar.
"Enggak. Kami kan lagi mogok makan" jawab Elfa.
"Yakin gak mau makan? Emmmm... enak banget lho nasi goreng buatan Mama.. " Fajar memanas - manasi mereka.
Fael, Fela dan Elfa terlihat sangat tertarik untuk makan tapi mereka mencoba melawannya.
Ela tersenyum memandangi tiga anak - anaknya.
"Yah sayaaaang padahal tadi Mama masukin banyak sosis, udang dan cumi lho Pa" Ela ikutan menggoda putra - putrinya.
Elfa berdiri dari kursinya diikuti Fael dan Fela.
"Papa cepetaaaan.. kami tunggu di mobil" ucap Elfa.
"Iya Pa, Ge Pe El ya Pa" sambut Fela.
"GPL?" Tanya Fajar masih dengan senyum menggodanya.
"Gak Pakai Lama" tegas Fael.
Mereka bergegas meninggalkan Fajar dan Ela di meja makan dan segera masuk ke dalam mobil.
Fajar dan Ela tertawa melihat tingkah ketiga anaknya.
.
.
BERSAMBUNG