
Dua bulan kemudian di rumah keluarga Kevin Barrakh.
"Yank.. ini air apa di lantai? Nanti kalau Keysha menginjaknya dia bisa kepleset lho" ucap Kevin yang sangat over protect pada kehamilan putrinya. Maklum putrinya itu sedang mengandung baby twins dimana di dalam keluarga intinya baru kali ini mendapatkan keturunan kembar
Kalau di keluarga besar sudah ada Omar yang lebih dahulu memiliki cucu kembar tiga. Oleh sebab itu sangkin senangnya Kevin mendapatkan cucu kembar membuat dia sangat cerewet terhadap kesehatan Keysha.
"Tidak ada yang menumpahkan air di lantai Mas. Air dari mana ini?" tanya Sheila heran.
"Mamaaa.... " Panggil Keysha yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Hari ini Keysha meminta pada suaminya untuk main ke rumah orang tuanya karena dia merasa bosan menunggu hari lahiran hanya berjalan - jalan di seputaran rumahnya yang tak lain adalah rumah mertuanya.
Karena itu pagi - pagi sekali Aby membawa Keysha dan Shaby main ke rumah mertuanya. Mungkin itu bisa menebus kebosanan Keysha sambil menunggu hari lahiran baby twins mereka.
Sudah seminggu juga Keysha dan Aby membawa semua peralatan lengkap untuk lahiran di bagasi mobilnya. Menjaga kalau kapan saja Keysha mengalami kontraksi mereka bisa langsung pergi ke Rumah Sakit.
"Kenapa sayang?" tanya Sheila yang terkejut melihat perubahan wajag Keysha.
Keysha terlihat pucat dan wajahnya meringis menahan sakit.
"Mama... ketubanku sudah pecah" jawab Keysha.
"Apa, Mas cepat panggil Aby di kamar mereka. Kita harus segera ke Rumah Sakit ketuban Keysha sudah pecah, sebentar lagi Keysha akan lahiran" perintah Sheila.
Kevin terlihat shock dan terdiam di tempat.
"Maaaas" panggil Sheila yang sudah berdiri di dekat Keysha dan membantu Keysha untuk keluar dari kamar mandi.
"Aaa... apa yang harus aku lakukan sayang?" tanya Kevin bingung. Tiba - tiba saja fikirkannya kosong dan dia tidak tau harus melakukan apa..
"Bibiiiiiiii....." panggil Sheila.
"Iya Nyaaa.... " jawab Bibi asisten rumah tangga di rumah Kevin.
"Tolong panggil Aby dan Shaby di kamarnya. Bilang Nonton Keysha mau lahiran. Cepaaat" perintah Sheila.
"Ba.. baik Nya... " jawab di Bibi dan dia segera berlari melaksanakan perintah majikannya.
"Ayo sayang kita tunggu saja suami kamu di depan. Papa kamu payah, tidak bisa diharapkan" ujar Keysha.
Kevin hanya bisa mengikuti istri dan anaknya dari belakang dengan wajah linglung, tidak tau harus berbuat apa.
Aby dan Shaby berlari dari kamar mereka.
"Ada apa Ma, kata Bibi Keysha mau lahiran?" tanya Aby.
"Iya, cepat buka pintu mobil kamu. Lihat ketuban Keysha sudah pecah" jawab Sheila.
Aby melihat istrinya sudah meringis kesakitan.
"Sabar ya yank, tarik nafas panjang seperti intruksi dokter sebelum melahirkan" perintah Aby.
"Iya Mas" jawab Keysha.
Aby langsung meraih kunci mobil dan memapah Keysha berjalan menuju mobil.
"Opa mau ikut atau tinggal?" tanya Shaby.
Dia pusing melihat opanya hanya mondar mandir dan tidak tau apa yang sedang dilakukan opanya.
"Opa ikuuuuut" jawab Kevin.
Kevin segera naik ke mobil Aby dan dia duduk di kursi supir.
Aby yang baru saja meletakkan istrinya di bangku penumpang heran melihat mertuanya sudah duduk di kursi supir tanpa memegang kunci.
"Papa yang mau bawa mobilnya? Yakin Papa bisa?" tanya Aby yang dari tadi sudah melihat mertuanya itu kebingungan.
"Ha... ah tidak.. tidak.. kamu saja yang bawa" tolak Kevin.
"Kalau begitu kamu pindah duduknya Mas. Cepaaaaat anak kamu sudah kesakitan ini. Kalau kita kelamaan sampai rumah sakit ketubannya bisa kering, bisa berbahaya untuk Keysha dan anaknya Mas. Cepat pindaaaaah" teriak Sheila kesal dengan tingkah suaminya.
Bisa - bisanya suaminya itu kumat lemotnya saat darurat seperti ini. Sebenarnya Sheila sudah tidak heran lagi melihat tingkah suaminya ini. Karena dulu setiap kali Sheila akan melahirkan, suaminya akan bersikap hal yang sama.
Bukannya malah membantu mempercepat proses lahiran anaknya. Malah jadi lebih merepotkan seperti saat ini.
Kevin keluar dari pintu depan dan masuk ke pintu mobil bagian tengah dimana Keysha, Shaby dan Sheila duduk.
"Opaaaa... Opa duduk di depan di samping Papa. Di sini sudah tidak muat lagi" ujar Shaby.
"Ya ampun Maaaaaas... Kamu ini selalu saja seperti itu disaat saat genting" ucap Sheila kesal.
"Ayo Pa, cepat naik" ajak Aby.
"Kalau kamu lama kami tinggal nih" ancam Sheila.
"O.. oke aku pindah ke depan" jawab Kevin.
Kevin segera masuk dari pintu depan dan duduk disamping Aby yang mengemudikan mobil. Mobil meluncur menuju Rumah Sakit.
"Pa minta tolong teleponkan Papaku Pa. Kabari kalau kita sedang menuju Rumah Sakit mengantar Keysha yang akan melahirkan" suruh Aby.
"Baik, Papa akan telepon Aditya" jawab Kevin.
Kevin segera maraih hpnya dan mencari nama besannya di daftar teleponnya.
"Halo... " ucap Kevin.
"Assalamu'alaikum Om" jawab Ela yang ketepatan sedang berkunjung ke rumah orang tuanya. Mereka ingin melihat keadaan Keysha rupanya Kak dan Kakak iparnya pergi ke rumah orang tuanya.
"Lho Dit, suara kamu kok berubah jadi perempuan. Apa aku salah pencet nama kamu ya" Kevin melihat ke layar ponselnya dan nama Aditya yang tertulis disitu.
"Benar kok namanya" ucap Kevin lagi.
"Halo Om ini Ela, Papa sedang di kamar mandi, hpnya tinggal di ruang TV. Saat ponsel Papa berdering langsung aku angkat karena itu telepon dari Om siapa tau ada berita penting" jawab Ela.
"Oh tidak.. tidak... Om hanya ingin menanyakan kabar Papa kamu saja" ucap Kevin.
Ela merasa heran, tumben Kevin menelepon Papa nya hanya untuk menanya kabar. Bukannya Kakaknya ada di rumah mertuanya. Kan bisa mertuanya ini menanyakan kabar Papanya dari Kakaknya.
Dasar, mertua kakaknya ini memang sangat aneh. Oleh sebab itu Ela selalu bertengkar dengan mertua kakaknya.
"Papa sangat sehat Om tidak kurang suatu apapun" jawab Ela sopan.
"Syukurlah. Kamu ngapain di rumah Papa kamu?" tanya Kevin.
"Yah suka - suka aku donk Om mau ngapain di rumah Papaku. Masak aku harus lapor sama Om dulu kalau mau ke rumah Papa. Om ini semakin aneh saja" jawab Ela kesal.
"Jangan marah El nanti kamu cepat tua" balas Kevin.
"Ya kalau aku ngobrol sama Om seperti ini selama satu jam bisa dipastikan aku akan lebih cepat tua. Habis Om ngeselin deh" ucap Ela masih kesal.
"Om kan cuma bercanda El. Kamu ini cepat sekali marah. Ya sudah Om tutup teleponnya ya" ujar Kevin.
"Ya sudah Om. Wassalam" balas Ela.
Ela langsung menutup teleponnya dan menggaruk kepalanya yang tak gatal karena kesal dengan perkataan Kevin barusan.
Om Kevin ini seperti orang yang gak punya kerjaan saja. Tiba-tiba telepon Papanya berbunyi lagi. Dan kembali, nama Kevin yang tertera di layar ponsel Papanya.
Apalagi sih maunya orangtua satu ini? Tanya Ela dalam hati.
"Halo, apalagi Om? Ada yang ketinggalan mau Om tanyakan lagi?" tanya Ela kesal.
"Halo El, Keysha mau melahirkan. Saat ini kami sedang menuju ke rumah sakit" jawab Kevin dengan suara panik dari seberang.
"Apa..... "
.
.
BERSAMBUNG
Hai readers.. sorry hari ini agak telat upnya. Ini aku tambahin upnya lagi. Dan bersiap untuk kisah selanjutnya ya yang tak kalah lebih seru. 😍🥰
Jangan lupa Like, koment dan kembangnya ya.
Terimakasih