Find The KEY

Find The KEY
Ep. 215



Terakhir mereka semua berdiri diatas pentas. Omar menggandeng tangan Jasmine dan berdiri di tengah.


Di sebelah kanannya berdiri Ela dan Fajar, walau sedikit kesulitan berjalan tapi Fajar berusaha tetap tersenyum demi istri dan anak - anaknya.


Di sebelah kiri Omar berdiri August dan Kevin mereka masing-masing memperagakan tingkah Jin dan Monyet.


"Benar - benar mendalami perannya ya" ucap Disil.


"Husss.... gak enak ngetawain orangtua Dis" potong Rafa.


"Tapi mereka beneran lucu lho Mas" sambut Catherine.


"Iya tapi kita sebaiknya jaga diri cukup tertawa saja kalau tidak sanggup menahannya tapi jangan ditambah dengan kata - kata seperti meledek mereka" nasehat Rafa.


"Iya Dis, ingat istri kita lagi hamil entar mirip me... " sambung Aby.


"Amit-amit... " potong Disil.


"Ayo semua berdiri sejajar, biar aku abadikan pertunjukan ini. Untuk kenangan saat si kembar lahir dan besar nanti. Biar mereka tau perjuangan dua kakeknya yang ini begitu besar" sindir Ryza


"Aduh Sena perutku sakit karena kebanyakan tertawa" ucap Oma Zahra.


"Iya pipiku sampai keram karena ketawa terus" sambut Oma Sena.


Ryza mengambil potret para pemeran Parade Aladin. Mereka bergaya dengan beberapa fose.


Tersenyum dan bergaya membuang rasa malu jauh - jauh, terlebih August dan Kevin yang sedang terinjak - injak harga dirinya.


Tapi apa mau di kata, mereka tidak bisa berbuat apa-apa, hanya pasrah di hadapan Oma Zahra, Oma Sena dan anggota Geng ERASADIS.


Selesai sudah sesi pemotretan mereka serentak turun dari pentas dan berjalan menuju meja makan.


Setelah pertunjukan selesai mereka menyantap makan malam bersama. Saat Kevin hendak berlari ke kamar tamu untuk berganti pakaian tiba - tiba saja para tetua melarangnya.


"Kevin makan dulu" teriak Oma Zahra.


"Jangan coba - coba mengganti pakaian kamu sebelum makan malam selesai" ancam Sena.


"Tadi cucu yang belum lahir yang mengerjainku, sekarang malah nenek - nenek yang menghukumku" protes Kevin kesal.


"Kamu juga sebentar lagi akan menjadi kakek - kakek Mas" jawab Sheila.


"Aku kan Pampan" balas Kevin.


"Pampan apaan?" tanya Sheila.


"Opa tampan" jawab Kevin.


"Mual aku dengarnya" potong Omar.


Kevin mengurungkan niatnya untuk berganti pakaian. Dengan pasrah dia mengambil makanan di meja.


"Om pisangnya di sana" tunjuk Ryza.


"Sialan kamu" umpat Kevin.


"Hahahaha.... bener tuh, Abu makanannya pisang bukan ayam" Ledek Jasmine.


"Mine perasaan waktu kamu hamil yang pertama dulu aku sudah meminta maaf pada kamu dengan tulus. Tapi kok hukumanku gak ada habisnya ya" ucap Kevin.


"Karena dosa kamu banyak bro" potong August.


"Aku juga sudah minta maaf pada istriku dan berhenti menjadi Sangat Casanova" balas Kevin.


"Mungkin masih ada yang sakit hati sama perbuatan Om dulu" celetuk Ela.


"Aaah kamu anak sableng, sok tau" balas Kevin.


"Hihihi.. Kak Kevin ekornya megal megol. Kayak bebek" ucap Oryza.


"Kamu lagi kunti ikut - ikutan ledekin aku" protes Kevin.


"Maaaas" ucap Oryza manja pada suaminya.


"Apa yank?" tanya August.


"Pengen elus kepala kamu yang botak hihihi" ledek Oryza.


"Buahahahaha... Maaf Om dari tadi aku udah nahan tawaku" ucap Fajar yang masih kesulitan berjalan karena lampu raksasa masih ada di pinggangnya.


"Dia sendiri masih menderita tapi bisa - bisanya ledekin nasib orang lain. Harusnya kamu itu tertawain diri kamu sendiri Lampu Aladin. Lihat leher teko kamu panjang udah kayak belalai" ejek August.


"Iya Om dari tadi aku juga mikirnya gitu" timpa Aby.


"Hey Kakak ipar, ini semua kemauan adik kamu" protes Fajar.


"Bukannya itu kemauan anak - anak kamu?" balas Aby.


Fajar menggaruk kepalanya yang tak gatal, tak tau harus membalas perkataan Aby seperti apa karena semuanya memang benar adanya.


"Asem lu Bro" umpat Fajar.


Fajar berusaha hendak mengeluarkan ceret raksasa dari tubuhnya tapi langsung di tahan Ela.


"Jangan Mas, kamu gak dengar tadi Oma bilang apa?" cegah Ela.


"Emangnya Oma bilang apa yank?" Fajar balik bertanya


"Kostum tidak boleh di ganti sebelum makan malam selesai" jawab Ela.


Dengan berat hati Fajar harus menerima perintah Omanya. Saat hendak makan Fajar duduk di sofa tapi sayangnya hal mudah itu sangat sulit dia lakukan.


"Oma boleh ya aku lepas lampu ajaib raksasanya ya" rengek Fajar pada Omanya.


"Eits.. harus adil donk Tante, jangan karena Fajar cucu Tante di bolehin lepas kostum sementara aku selesai makan baru diperbolehkan lepas kostum" protes Kevin.


"Masalahnya aku susah duduknya nih Oooom... Gimana mau makan?" tanya Fajar memelas.


"Ya sudah lepas lampunya saja, kostum yang lainnya nanti saja di lepas" perintah Oma Zahra.


"Makasih Omaaa" Fajar segera menghampiri Omanya dan ingin memeluk tapi terhalang oleh belalai lampunya.


"Iiih lampu kamu di lepasin dulu Fa, Oma kan jadi kena seruduk" protes Oma Zahra.


"Eh iya Oma" Fajar segere melepas lampu ajaib raksasa yang bertengger di pinggangnya.


"Fiuuuuh leganya. Kalau gini kan aku bisa peluk Omaku tersayang" Fajar langsung memeluk Omanya.


"Makasih Oma" ucap Fajar.


"Sama - sama sayang" balas Oma Zahra.


Fajar kembali duduk di dekat istrinya.


"Tante aku boleh donk lepasin kostumnya? gerah ni makan pakai pakaian begini" protes Kevin.


"Nggak Vin, kamu tinggal turunin dikit resleting monyet kamu" jawab Oma Sena.


"Mama senang banget lihat anaknya tersiksa iiiih.. " ucap Kevin pada Mamanya.


Sementara August yang sedang asik mengambil makanan di meja makan langsung duduk di sofa tak jauh dari para sahabatnya yang lain.


Dia dan yang lainnya lupa kalau saat itu August masih memakai topeng Jin. Tiba - tiba August menyendok nasinya dan ingin memakannya.


Plek..... ayam yang ada di sendok August langsung jatuh.


"Ya ampun... Ayamnya masih hidup Mas?" tanya Oryza sambil melirik ke arah suaminya.


"Astaga... aku lupa buka topeng sialan ini" umpat August.


Sesaat suasana langsung riuh karena lucu melihat August kesal.


"Ya Allah Maaaaas beneran pikun kamu ya, sampai lupa buka topeng Jinnya hihihihi" tawa Oryza pecah melihat ke lakukan suaminya.


"Hahahaha.... ternyata bukan aku saja yang tersiksa di sini. Rasain kamu Jin iprit" ledek Kevin.


"Diam kamu nyet" balas August.


August langsung membuka topeng Jin dari wajahnya.


"Gust jangan dilepas. Kata Tante Zahra nanti saja setelah selesai makan" cegah Kevin.


"Yang benar aja Bu, kalau gak di buka gimana aku mau makan" protes August.


August membuka topeng Jinnya tanpa ada larangan dari siapapun. Setelah itu baru dia merasa sangat lega.


"Alhamdulillah akhirnya aku bisa bernafas dengan lega" ucap August.


Semuanya kini bisa menikmati makan malam dengan tenang tanpa ada gangguan.


Kenangan malam itu tidak akan pernah dilupakan terlebih untuk Ela yang malam itu menjadi ratunya.


Dengan penuh bahagia Ela makan dengan lahapnya karena saat ini dia sedang mengandung tiga calon bayi penerus keluarga Barrakh.


.


.


BERSAMBUNG


Guys jangan lupa like dan komentnya ya...


Semoga weekend kalian menyenangkan.


Selamat libur readers... 😍😍😍