
Sesuai permintaan Ela terakhir saat Rafa main ke rumahnya hari minggu Rafa akan menemani Ela ke Bandara untuk menjemput Keket alias Catherine sang manager Princess.
Jam sembilan pagi mereka sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta di kedatangan Internasional. Ela sengaja membawa papan nama Catherine yang di tulis di karton ukuran besar.
Catherine tidak sulit untuk menemukan Ela karena dia membaca namanya yang di pegang Ela.
"Hey Ela sayaaaang" ucap Keket sambil mereka berpelukan.
"Kekeeeeet aku kangen banget sama kamu" balas Ela.
"Baru juga dua minggu honey kita gak ketemu" ucap Catherine.
"Iya tapi rasanya sudah dua tahun" canda Ela.
"Bisa aja kamu. Btw siapa cowok tampan ini?" bisik Catherine.
"Eh kenalkan ini Rafa. Rafa ini Catherine sahabat merangkap manager aku di sana" Ucap Ela pada kedua sahabatnya.
Catherine dan Rafa saling berjabat tangan dan saling melemparkan senyum.
"Rafa"
"Catherine"
"Yuk kita pulang ke rumahku ya. Kak Aby kan sudah pindah sejak menikah jadi rumah Mom dan Dad sepi, kamu tinggal di rumahku saja ya" pinta Ela.
"Gak masalah asal gratis" canda Catherine.
Mereka tertawa bersama. Rafa membantu membawa barang - barang Catherine.
"Banyak banget barang kamu Cath?" tanya Rafa.
"Iya isinya wine dan sabu - sabu" canda Catherine.
"Ow yah.. serius? Kok bisa lewat ya?" tanya Rafa polos.
"Cowok ini lugu apa stupid El?" tanya Catherine.
"Kalau lugu nggak Ket, secara dia sudah pernah pacaran, aku yakin hatinya sudah gak bersih lagi. Sepertinya yang ke dua stupid" jawab Ela.
Catherine dan Ela kembali tertawa.
Sepertinya mereka sama gilanya. Batin Rafa.
Mereka masuk ke dalam mobil Rafa dan mobil pun mulai meluncur.
"Kamu bawa semua pesanan aku kan?" tanya Ela.
"Bawa donk Ibu Designer. Ini proyek pertamaku di Indonesia. Aku gak mau gagal, kalau tidak nama baikku sebagai manager akan tercoreng" jawab Catherine.
"Bagus kamu emang the best" puji Ela.
"Oh iya aku lupa kabari kamu via telephone, satu hari setelah kamu pulang ada pria datang ke apartemenku namanya kalau gak salah Fajar Barrakh GM TBF Hotel. Dia cariin kamu katanya kamu sangat penting buat masa depannya. Dia ngaku kalau dia punya penyakit aneh. Masak ada cowok alergi sama cewek. Awalnya aku gak percaya trus dia buktikan padaku. Waow... amazing tuh cowok muntah - muntah pas aku sentuh. Kasihan aku lihat wajah pucatnya. Jadi aku kasi alamat ADS Butik. Apa cowok itu sudah jumpai kamu?" cerita Catherine.
"Sudah, sebenarnya kami sudah kenal lama tapi dia nya cari - cari Princess, dia gak nyangka kalau Princess itu aku. Sama seperti kamu aku juga percaya sama penyakitnya tapi memang aneh sama cewek lain dia mual dan muntah tapi padaku nggak" ungkap Ela.
"Jodoh kali beib.." potong Catherine.
Rafa diam mendengarkan obrolan dua sahabat yang sudah dua minggu tidak bertemu.
"Aku gak percaya ah Ket. Oh iya kamu mau makan apa?" tanya Ela.
"Aku mau coba makanan Indonesia. Sudah lama aku pengen, kamu selalu cerita masakan Indonesia itu enak - enak. Bawa aku makan mmmm... bakso" pinta Catherine.
"Owkeh.. kemon Raf kita makan bakso langganan kita" ajak Ela.
"Baik Tuan Putri" jawab Rafa.
Rafa kemudian mengarahkan mobilnya menuju Tukang Bakso langganan mereka.
"Eh Neng Ela dan Den Rafa datang bawa bule lagi" sapa si Bapak Tukang Bakso.
"Pacaranya Neng Ela mana, kok gak ikut?" tanya istri tukang bakso.
"Tapi serasi lho Neng, guanteng lagi. Ibu aja kalau belum punya Bapak mau Neng di suguhin cowok kayak gitu" celetuk istri tukang bakso.
"Ehm.. Ibuuuuu" paggil tukang bakso.
"Eh si Bapak cemburu, bercanda Pak" ucap istrinya.
"Siapa El yang kamu bawa kemari?" tabya Rafa penasaran.
"Fajar, kemarin jalan bareng trus aku bawa makan di sini" jawab Ela.
"Oooo..." jawab Fajar. Ada rasa nyeri di dadanya mendengar Ela sudah sering jalan bareng Fajar.
"Pesan bakso yang biasa Neng? Tuh Neng Bulenya di pesanin apa?" tanya si Bapak.
"Kami seperti biasa Pak, kalau buat si Keket mie putih bakso aja" jawab Ela.
"Sebentar ya Neng" ucap si Bapak.
Rafa, Ela dan Catherine menunggu bakso datang sambil berbincang - bincang.
"Sudah berapa persen gaun teman kamu selesai?" tanya Sintia.
"Sudah 80%, tinggal menunggu pernak - pernik yang kamu bawa buat di pasang di gaunnya, aku perkirakan tidak sampai seminggu harus sudah kelar kalau bisa kita selesaikan dalam beberapa hari ini. Selanjutnya baru kita buat gaun untuk keluarga dan bridesmaid. Sketsanya sudah ada, bahan juga sudah di potong tinggal jahit dan fitting baju" jelas Ela.
"Syukurlah, waktu kamu telephone aku sempat merasa hal itu akan mustahil El. Tapi kamu emang designer hebat dalam waktu satu bulan kamu bisa membuat gaun sebanyak itu" puji Catherine
"Namanya harus Ket, lagian aku sudah memakai banyak penjahit buat ngerjain gaun - gaun yang lain. Kalau gaun pengantin aku pegang sendiri biar sesuai dengan yang aku rencanakan" jawab Ela.
"Keren.. keren... Kemarin kita dapat tawaran dalam pameran busana di kerjaaan. Kita di minta mengisi beberapa gaun untuk acara kenegaraan di kerajaan" ungkap Catherine.
"Trus sudah kamu terima?" tanya Ela.
"Gila kamu El, mana mungkin aku terima gitu aja tanpa aku diskusikan terlebih dahulu sama kamu. Aku masih minta waktu. Aku katakan pada mereka kalau kamu lagi sibuk di kampung halaman" jawab Catherine.
"Boleh juga kita pertimbangkan untuk menerimanya. Tiba - tiba aku punya ide untuk memperkenalkan batik ke dunia. Seru sepertinya, kalau batik sudah menembus pasar internasional" jawab Ela.
"Batik?" tanya Catherine bingung.
"Batik itu jenis kain tradisional Indonesia tapi sekarang sudah lebih di kembangkan. Sekarang batik sudah nasional. Dimana - mana sudah mudah ditemukan. Dan dengan motif yang beraneka ragam. Tuh seperti yang di pakai si Bapak tukang bakso" Ela menunjuk ke arah Bapak tukang bakso.
"Waooow keren El" sambut Catherine.
"Hebat banget ide kamu El" puji Rafa.
"Dia emang gila kalau udah punya ide di kepalanya. Kamu tau? Dia bisa menyiapkan enam gaun cantik dalam waktu hanya dua hari" puji Catherine.
"Biasa aja lho Ket" balas Ela.
Istri tukang bakso datang membawa mangkok bakso untuk Ela, Rafa dan Catherine.
"Lho Neng Bule pinter bahasa Indonesia toh?" tanya si Ibu.
"Iya bu, enam tahun belajar dari anak ini" jawab Catherine sambil menunjuk ke arah Ela.
"Hebat banget Neng, kapan - kapan Ibu mau donk di ajarin bahasa Inggris" ucap si Ibu.
"Nanti saya kasih les privat ya bu" jawab Ela.
"Because karena selalu always selamanya forever kan neng?" ucap si Ibu.
"Good itu baik selamat tinggal goodbye" Catherine mengacungkan jempolnya.
Dan mereka tertawa bersama.
.
.
BERSAMBUNG