
Tak lama Keysha keluar dari kamar Sheila setelah mereka ngobrol dan curhat panjang, Kevin sampai dirumahnya dan langsung menuju kamar.
Dia sudah tidak sabar untuk bertemu istrinya tercinta.
"Sudah pulang Mas, kok gak ngabarin biar aku sambut kamu di bawah?" tanya Sheila.
"Tidak apa sayang, sudah malam juga" jawab Kevin.
"Ya sudah Mas mandi dulu biar aku siapkan baju kamu. Mas udah shalat?" tanya Sheila.
"Sudah sayang tadi sebelum makan malam kami shalat dulu" jawab Kevin.
Kevin melangkah menuju kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya. Tak lama dia keluar dan berganti pakaian dengan pakaian yang sudah dipersiapkan Sheila.
Setelah itu Kevin duduk bersandar di dinding tempat tidurnya dan mulai mengistirahatkan tubuhnya.
"Mas capek?" tanya Sheila memulai pembicaraan santai mereka sebelum tidur.
"Biasalah sayang. Kenapa? ada yang ingin kamu sampaikan?" tanya Kevin.
"Begini Mas, tadi Keysha datang ke sini, dia cerita semua tentang apa yang sedang terjadi antara Keysha, Mas dan Abyasa" ucap Sheila.
Kevin menarik nafasnya panjang.
"Trus???" tanya Kevin penasaran.
"Maaaas tolong jangan terlalu keras pada pria itu. Aku sudah mencari informasi tentang dia. Feelingku mengatakan dia anak yang baik. Kasi kelonggaran untuk dia mendekati Keysha. Lagian kata Keysha dia juga tidak mau main-main. Maunya segera melamar Keysha" jawab Sheila.
"Mas melakukan juga tidak main-main sayang. Mas punya alasan untuk melakukan semuanya" bela Kevin.
"Aku tau apa yang Mas rasakan, apa yang Mas fikirkan. Semua demi kebahagiaan Keysha kan? Tapi cocok menurut kita belum tentu cocok untuk Keysha Mas. Dia yang nanti akan menjalani hidupnya, biarlah dia memilih sesuai kata hatinya. Jangan Mas paksakan ataupun Mas halangi" pinta Sheila.
"Mas tidak menghalanginya sayang. Mas hanya sedikit mengujinya. Apakah dia memang pria yang tepat untuk putri kita" jawab Kevin.
"Tapi aku mohon cukup, jangan Mas perpanjang lagi" Sheila memohon kepada suaminya demi kebahagiaan putrinya.
"Haaaaaah" Kevin menghempaskan nafasnya sedikit kasar.
"Baiklah, itu akan menjadi syarat terakhir dari Mas untuk Aby. Kalah ataupun menang Aby dalam pertandingan taekwondo melawan Fajar dan Ryza, Mas akan menerima Aby dengan tangan terbuka. Mas hanya ingin melihat keseriusannya dan sekuat apa keinginannya untuk mendapatkan putri kita" ucap Kevin.
"Terimakasih sayang.. Kamu sudah melembutkan hati kamu. Kita sebagai orangtua hanya membimbing dan mengajarkan kepada mereka mana yang baik dan mana yang buruk. Selebihnya biar mereka memilih jalan hidup mereka Mas. Doa kita sebagai orangtua pasti inginnya anak kita memilih yang baik tapi seandainya dia salah memilih kita tidak akan pernah meninggalkan atau menyalahkannya. Sebaliknya, kita akan membantu dan mendorongnya untuk bangkit dan maju" ucap Sheila.
"Iya sayang Mas akan melakukannya" Kevin mengecup kening istrinya.
Kemudian mereka istirahat dan tidur, karena malam semakin larut.
********
Sudah hampir dua minggu Aby dan Rafa berlatih taekwondo di teras belakang rumah Aby. Aditya dan Alexa merasa ada sesuatu yang sedang dihadapi putra mereka ini.
Dengan rasa penasaran mereka menghampiri Aby dan Rafa yang sedang melakukan pendinginan.
"Papa perhatikan hampir dua minggu ini kalian sangat giat latihan taekwondo. Apa ada masalah yang mengancam keselamatan kalian?" tanya Aditya.
"Iya sayang, jangan ada yang kamu sembunyikan. Mari kita hadapi bersama. Walau Mama sudah hampir tua tapi Mama masih kuat lho. Sekali dua kali tendang masih bisa membuat lawan KO" sambung Alexa.
"Mama bisa aja" ucap Aby.
"Tidak ada apa-apa Pa, Ma" jawab Aby.
"Kamu jangan bohong sayang. Kamu tidak pinter melakukannya. Dari lirikan mata kamu saja Mama tau kamu sedang menyembunyikan sesuatu" ucap Alexa.
"Bagini Pa, Ma. Beberapa minggu yang lalu aku melamar seorang wanita tapi wanita tersebut meminta aku untuk melamar dia langsung kepada Papanya. Jadi dengan berani aku menemui Papanya. Papanya memberikan syarat berupa beberapa tes dan ujian padaku. Salah satu ujiannya ya ini. Aku harus bertanding melawan tim yang akan dia sediakan untuk bertanding dengan aku dan Rafa. Aku harus menang Pa agar aku bisa melamar putrinya" ucap Aby penuh semangat.
"Papa jadi penasaran gadis mana yang sudah mencuri hati kamu itu dan siapa orangtuanya yang memberikan syarat konyol di zaman seperti ini?" tanya Aditya penasaran.
"Iya ya Pa, belum tau mereka siapa keluarga kita. Jangankan kamu By, Papa dan Mama juga mau bertanding melawannya" sambung Alexa.
"Sayang ingat umur" ucap Aditya mengingatkan istrinya. Dari dulu gak pernah berubah kamu sayang. Kalau diajak tanding pasti semangat banget. Batin Aditya.
"Maaf Mas, aku terlalu bersemangat" ucap Alexa malu-malu.
"Dia berasal dari keluarga Barrakh Corp" jawab Aby.
Sontak Papa dan Mamanya terkejut.
"Perusahaan Barrakh Corp? Bukannya perusahaan itu sedang menjalani kerjasama dengan perusahaan kita?" tanya Aditya.
"Iya Pa, disitulah aku mengenal wanita yang bernama Keysha. Sebenarnya dulu waktu SMU pernah bertemu Pa tapi hanya sebentar" balas Aby.
"Jadi namanya Keysha? Namanya aja cantik lho Mas, apalagi orangnya. Mama jadi gak sabar pengen ketemu" jawab Alexa dengan semangat membara.
Aby tersenyum melihat tingkah Mamanya.
"Sabar ya Ma, nanti pasti akan aku kenalkan Mama dengan dia" ucap Aby.
"Jadi kapan kalian akan bertanding?" tanya Aditya.
"Beberapa hari lagi Pa. Waktu dan tempat nanti akan di informasikan oleh Pak Kevin Barrakh" jawab Aby.
"Nanti kalau mereka bertanding kita ikut ya Mas. Mama mau lihat calon menantu dan calon besan Mama" pinta Alexa kepada Aditya dan Aby.
"Iya sayang. Mas juga pengen melihat Aby dan Rafa tanding. Sudah lama banget rasanya gak lihat pertandingan taekwondo apalagi ke Dojang. Udah lama banget kan? Mas jadi kangen" ucap Aditya.
"Jadi ingat waktu kita tanding ya Mas" Alexa mengingat kembali kenangan mereka dulu sebelum menikah.
"Ya sudah kalian berlatih lagi. Yang semangat latihannya biar menang. Jangan sampai kalah, harga diri kamu di pertaruhkan. Tunjukkan pada calon mertua kamu kalau kamu pria yang hebat dan pantas menjadi menantunya" Aditya memberikan semangat pada Aby dan Rafa.
Aditya berdiri dan melangkah masuk ke dalam.
"Ayuk yank" ajak Aditya.
"Mau kemana Mas?" tanya Alexa penasaran. Alexa juga berdiri dan segera berjalan menyusul Aditya masuk ke dalam rumah.
"Ke kamar, Mas mau ajak kamu bertanding di kamar" bisik Aditya ke dekat telinga istrinya.
"Ah Mas ini ada-ada saja omongannya" Alexa memukul dada suaminya dengan lembut.
"Usaha yank, siapa tau Aby dan Ela bisa punya adik lagi" goda Aditya.
"Huss... udah tua. Mana bisa lagi Mas" ucap Alexa.
"Kalau Allah mau memberi apapun tidak ada yang mustahil yank" Aditya memeluk istrinya dan mengecup keningnya lembut.
Alexa tersenyum bahagia. Mereka berjalan menuju kamar mereka untuk beristirahat.
.
.
BERSAMBUNG