
"Moooom, Daaaad" teriak Ela ketika kedua orangtua Catherine tiba di rumah mereka.
Ela memeluk Mom Catherine dan menjabat tangan Dadnya dengan hormat.
"Kamu semakin cantik sayang" puji Mama Catherine.
"Senang bertemu dengan Anda Mr dan Mrs. Wolter" sapa Aditya, Papanya Ela.
"Senang bertemu Anda Mr. Aditya" balas Dadnya Catherine.
"Silahkan duduk" sambung Alexa.
"Apa kabar Mr dan Mrs. Wolter?" sapa Aby.
"Baik. Kamu pasti saudara kembar Princess?" tebak Dad Catherine.
"Iya Mr. Wolter" jawab Aby.
"Dan perkenalkan ini istri saya" ucap Aby memperkenalkan Keysha kepada kedua orangtua Catherine.
Keysha menjabat tangan kedua orangtua Catherine dengan ramah.
"Yuk langsung ke ruang makan, kita makan siang bareng ya. Semua sudah siap di hidangkan" ajak Alexa.
"Mari Mr dan Mrs Wolter" sambut Aditya.
Keluarga Ela dan keluarga Catherine siang itu makan siang bersama di rumah Ela.
Aditya dan Alexa mengucapkan terimakasih kepada Mom dan Dad Catherine yang telah menganggap Ela sebagai anak mereka sendiri dan sudah membantu Ela saat di London.
Mereka berbincang-bincang dengan akrab dan kekeluargaan. Rafa memperhatikan interaksi kedua orangtua Catherine, sepertinya mereka adalah keluarga yang hangat.
Pasti asik mempunyai mertua seperti mereka. Duh.. kenapa aku jadi mikir kesitu terus ya. Rafa memukul kepalanya.
"Kamu kenapa Raf?" tanya Catherine.
"Pusing" jawab Rafa asal.
"Kalau pusing mending kamu istirahat" balas Catherine.
"Aku harus kembali ke kantor, Disil pasti sedang repot aku belum masuk kantor dan Aby libur hari ini" ungkap Rafa.
Setelah selesai makan siang Rafa pamit kepada kedua keluarga yang sedang bercengkrama di ruang keluarga.
"Om, Tante, Mr dan Mrs Wolter aku pamit ke kantor dulu ya" pamit Rafa.
"Hati - hati ya Raf" jawab Alexa.
"Terimakasih Rafa sudah bersedia menjemput kami bahkan kamu sampai harus telat ke kantor" ucap Mama Caterine.
"Tidak apa - apa Mrs. Wolter. Senang bertemu dengan kalian" balas Rafa.
Rafa segera meninggalkan rumah Ela kemudian melaju menuju kantor dan melanjutkan aktivitas hari itu.
Malam harinya keluarga Ela sudah sampai di hotel. Untuk menjaga hal - hal yang tidak di inginkan mulai malam ini sampai besok mereka akan menginap di hotel.
Dengan alasan agar besok tidak telat saat acara akad berlangsung karena rencananya akad akan diselenggarakan pagi hari dan dilanjutkan dengan resepsi siang harinya.
Mereka tiba di hotel sekitar jam tujuh malam dan langsung dua keluarga besar berkumpul di ruangan yang di sulap khusus untuk dua keluarga besar Ela dan Fajar untuk menikmati hidangan makan malam.
Kecuali Ela. Ela disimpan di kamarnya karena sesuai peraturan besok hari baru dia boleh bertemu dengan Fajar setelah ijab kabul di uvapka.
Malam ini tidak ada perasaan kesal yang dirasakan Ela karena tidak bisa makan malam bersama dengan keluarga besarnya.
Ela sadar dia memang harus belajar bersabar sampai hari esok tiba. Tapi tidak dengan Fajar. Dia tau saat ini Ela sudah berada di kamar pengantin mereka.
Fajar mulai memikirkan cara untuk bisa segera melihat kekasih hatinya itu walau sebentar.
Tapi sepintar - pintarnya Fajar tetap saja gerak - geriknya di jaga ketat oleh Trio Ambisi.
Fajar tak henti - hentinya mengumpat dalam hati karena merasa seluruh langkahnya sudah terkepung. Dia tidak bisa bergerak lagi.
Fajar memainkan Hpnya dan mengirim pesan kepada Jimmy.
BOS
Jimmy kamu naik ke Penthouse dan berikan Hp kamu ke Princess. Malam ini aku ingin video call dengannya sebelum akad nikah besok
Jimmy
Kangen ya Bos?
BOS
Jimmy
Baik Bos.
Jimmy bangkit dari kursinya dan berjalan menuju lantai paling atas tempat kamar Ela dan Fajar setelah menikah nanti.
Walau bisa dipastikan Jimmy kamar tersebut tidak akan dipergunakan oleh pengantin baru itu besok karena setelah resepsi pernikahan selesai Bos beserta istrinya akan segera terbang honeymoon menuju tempat yang telah mereka rencanakan dengan sangat rahasia.
Sampailah Jimmy di lantai paling atas dan dia segera memencet bel kamar tersebut.
Ting.. Tong..
Ela mengintip dari balik kamar dan bicara dari layar monitor.
"Kamu siapa?" tanya Ela.
"Saya Jimmy, asistennya Pak Fajar" jawab Jimmy.
"Ada apa kamu ke sini?" tanya Ela.
"Saya diperintahkan oleh Pak Fajar untuk memberikan ponsel pribadi saya kepada Anda Nona karena sebentar lagi Bos Fajar akan melakukan panggilan video call kepada Anda" ungkap Jimmy.
"Baiklah, kalau begitu tunggu sebentar" balas Ela.
Ela segera membenahi jilbabnya kemudian membuka pintu kamarnya dan menerima ponsel Jimmy sang asisten Fajar di London.
"Terimakasih sudah meminjamkan ponsel kamu malam ini pada saya" ucap Ela.
"Sama - sama Nona, semoga Anda senang malam ini. Permisi" balas Jimmy.
Setelah memberikan ponselnya Jimmy kembali undur diri dan turun ke lantai dasar untuk ikut bergabung dengan keluarga besar Bosnya.
Jimmy memberikan kode kepada Fajar bahwa misi yang telah diberikan Fajar telah selesai dia laksanakan.
Fajar menganggukkan kepalanya dan melanjutkan makan malamnya.
Kedua keluarga besar sedang asik berbincang-bincang. Mereka sangat bahagia sekali karena untuk yang ketiga kalinya anak mereka berjodoh dengan keluarga besar Aditya dan para sahabatnya.
Bahkan dua diantara mereka adalah anak kandung Aditya sendiri. Dan karena ini bukanlah yang pertama keluarga besar sudah sangat akrab berbincang-bincang dan bercanda.
Fajar terlihat lebih pendiam karena dia sedang membaca situasi kapan waktu yang tepat untuk dia melarikan diri dari ruangan ini karena dia sudah sangat tidak sabar untuk menghubungi Ela.
"Kamu kenapa jadi pendiam Fa?" tanya Jasmine pada putra sulungnya.
"Kangen sama Ela Ma" jawab Fajar.
"Sabar sayang tinggal selangkah lagi menuju halal" Jasmine memberi semangat.
"Kalian di sini sedang berbahagia bersama pasangan kalian masing-masing. Sedangkan aku dan Ela malah kesepian karena tidak bisa bertemu" protes Fajar.
"Sayaaaang kamu mau kalah malam ini? Beberapa hari terakhir kamu sudah sangat bersabar tapi tinggal sedikiiiit lagi, tinggal di ujung kamu kalah dalam ujian kesabaran ini" nasehat Jasmine.
Fajar tersadar dengan apa yang di katakan Mamanya dan dia sangat malu pada dirinya sendiri. Benar kata Mamanya, kesabarannya beberapa hari ini tidak ada artinya jika malam ini dia melakukan kecurangan.
Itu artinya dia dan Ela akan gagal dalam ujian kesabaran sebelum mereka menikah.
Jasmine menepuk lembut tangan Fajar. Dia sangat mengerti kegelisahan yang dialami putranya. Tapi ini memang harus dilalui putranya agar mereka lebih sabar. Ini baru langkah awal setelah menikah akan banyak cobaan yang mereka hadapi.
Kalau mereka tidak bisa bekerjasama dan saling sabar tentu akan sulit menjalankan biduk rumah tangga mereka nanti.
"Aku ke kamar mandi dulu ya Ma" ucap Fajar.
Fajar memberi kode kepada Jimmy untuk mengikutinya ke kamar mandi.
"Ada apa Bos?" tanya Jimmy.
"Kamu sudah bisa ambil Hp kamu sama Princess. Sampaikan padanya aku tidak bisa menghubunginya malam ini. Aku akan menepati janjiku pada Mama dan Mertuaku. Setelah ijab kabul baru kami akan bertemu" tegas Fajar.
Jimmy tersenyum samar mendengar penjelasan Bosnya.
"Baik Bos" jawab Jimmy.
.
.
BERSAMBUNG