Find The KEY

Find The KEY
Ep. 21



"Jadi gimana guys, besok kalian nginap dirumah kami ya. Aku mau buat pesta perpisahan buat kita" pinta Ela.


"Aku gak mau, sedih aku El" tolak Disil.


"Oke, kalau kamu gak mau ya gak apa-apa. Berarti hari inilah perpisahannya" balas Ela.


"Elaaaaa" teriak Disil.


"Apalagi sih Dis? kamu mau gimana pun pokoknya aku berangkat titik" ucap Ela.


"Kalau aku kangen bertanding dengan kamu gimana?" tanya Rafa.


Nyeeees... tatapan Rafa ini yang rasanya membolak balik dan memporak-porandakan hati Ela. Tapi Ela harus kuat.


"Ya kamu tanding aja sama kak Aby, aku dan Kak Aby kan mirip cuma beda kelamin aja. Tinggal kamu suruh Kak Aby pakai jilbab, dah beres" jawab Ela seenaknya.


"Hahahahah bener-bener. Guys kalau kita kangen Ela kita suruh aja Aby pakai jilbab" goda Disil.


"Apaan sih kamu El, kasi ide yang nggak-nggak" ucap Aby kesal.


"Sorry kak keceplosan tadi, kata-katanya lompat aja tadi dari biburku tanpa bisa di rem" Ela nyengir kuda.


"Ya udah besok malam kita nginap di rumah kalian. Aku akan izin bonyok" ucap Ditha.


"Aku sih iyeeees" sambut Sintia.


"Suaaaamaaaa" balas Rafa.


Disil tetap diam.


"Udah clear ya, besok kita ngumpul minus Disil. Dis karena ini perpisahan terakhir denfan kamu aku kabulin kalau kamu pesan baksonya dua mangkok" ucap Ela.


"Aaaah Ela babang kan sedih mau pisah sama kamu" teriak Disil.


"Sabar ya bambang" jawab Ela.


"Babang Elaaaa bukan bambang" protes Disil.


"Hahahaha" yang lain pun tertawa melihat tingkah mereka yang tak pernah akur.


*************


Esok harinya seperti renacana mereka semua ngumpul dirumah Aby dan Ela. Mereka sudah membawa perlengkapan untk menginap.


Malam ini Alexa menghidangkan steak ala Mama kembar dan disambut dengan ceria oleh anggota geng ERASADIS.


Setelah menyantap hidangan makan malam, mereka duduk santai di ruang keluarga lantai dua. Tempat mereka biasa ngumpul untuk belajar ataupun mengerjakan tugas saat mereka sekolah.


Kali ini mereka hanya berbincang dan bersenda gurau. Aby dan Ela mengeluarkan gitarnya. Mereka bernyanyi bersama-sama dan juga bergantian sambil menikmati cemilan yang disediakan Alexa.


Rafa mulai memetik gitar dan mereka bernyanyi bersama.


Dua tiga kapal berlayar di samudera


Ayo sahabatku kita bergembira


Bermain, bernyanyi bersama


Menikmati indahnya dunia


Kerna


Sahabat untuk selamanya


Bersama untuk selamanya


Kau dan aku sahabat


Untuk selamanya, setia


Oh, oh


Oh-oh, oh


Oh, oh


Berakit-rakit kita ke hulu


Berenang-renang kita ke tepian


Kita berbeda, untuk saling mengisi


Segala kekurangan kita menjadi


Sahabat untuk selamanya


Atasi semua perbedaan


Kau dan aku sahabat


Untuk selamanya


Selama-lamanya, setia


Tak ada bukit yang terlalu tinggi


Untuk kita daki bersama


Dan tak ada laut yang terlalu dalam


Untuk diselami


"Atok, atok cari apa ni?" ucap Disil dengan suara ala upin ipin.


"Bah, cari ayam atok" jawab Ela menirukan suara Atok dalam film upin ipin


"Ooh" balas Disil.


"Dah berhari-hari dia tak balik, risau atok" ucap Ela.


"Kesiannya" balas Disil lagi


"Hm, kesian, kesian, kesian" sambung Ditha dan Sintia


Sahabat untuk selamanya


Bersama untuk selamanya


Kau dan aku sahabat


Untuk selamanya, oh


Sahabat untuk selamanya


Kau dan aku sahabat


Untuk selamanya


Selama-lamanya


Untuk selamanya, setia


Setia, setia


"Betul, betul, betul" ucap Disil sambil mempraktekkan gaya ipin upin.


Sontak yang lain tertawa...


"Kamu belum pergi aja aku udah mewek El" ucap Ditha.


"Iya, rasanya nanti pasti akan sepi gak ada kamu" sambung Sintia.


"Aku akan sering kasi kabar" jawab Ela.


"Promise?" tanya Ditha dan Sintia bersamaan.


"Promise" balas Ela.


Mereka bertiga berpelukan. Disil pun tak kalah sedihnya, dia memeluk tiga sahabat wanitanya itu dari belakang.


"Aji mumpung lo" ucap Aby sambil menendang manja pantat Disil.


"Biarin, sirik lo" balas Disil.


Rafa tertawa melihat tingkah sahabat-sahabatnya.


Malam semakin larut. Ditha dan Sintia sudah terlelap dikamar Ela, begitu juga Aby dan Rafa sudah masuk ke kamar Aby. Tinggal Disil dan Ela yang masih ngobrol santai.


"El" panggil Disil.


"Heeem" jawab Ela sambil memetik gitar.


"Ada yang mau aku bilang sama kamu" ucap Disil.


"Apaan Dis. Serius amat kayaknya?" tanya Ela.


"Iya serius. Makanya kamu dengerin donk aku cerita jangan sambil gonjrang ganjring gitar gitu" Disil menarik gitar yang ada dalam pelukan Ela.


"Oke... kamu mau cerita apa hem?" tanya Ela serius.


"El, mungkin semua perkataan aku selama ini dan perhatian aku ke kamu, kamu anggap hanya candan. Tapi aku serius El. Aku suka dan sayang sama kamu bukan sebagai sahabat. Tapi antara pria dan wanita" ucap Disil sambil menatap dalam ke mata Ela.


"Dis... maaf aku gak bisa membalasnya. Selama ini aku hanya menganggap kamu sebagai sahabat, gak lebih. Maaf ya" tolak Ela lembut.


"Kenapa El, apa kamu sudah menyukai laki-laki lain?" tanya Disil.


"Dis rasanya gak pantas kalau aku cerita ke kamu soal perasaan aku sementara mungkin saat ini kamu terluka atas penolakan aku" jawab Ela.


"Gak apa-apa El, aku sadar aku tidak bisa memaksakan perasaan aku ke kamu. Sebenarnya aku tau kamu pasti akan menolak aku tapi rasanya gak enak aja kalau kata sayang aku ke kamu tidak aku ucapkan langsung pada kamu. Aku takut aku akan menyesal nanti. Cerita aja El, santai aja lagi. Aku kan cowok, masak cinta di tolak dukun bertindak" ucap Disil.


"Kamu, masih aja bisa bercanda" balas Ela.


"Serius, kamu mau curhat ke aku aja aku sudah sangat senang" ucap Disil.


Ela terdiam.


"Bener kan El, kamu sudah suka sama seseorang?" desak Disil.


"Iya Dis" akhirnya Ela menjawab jujur.


"Siapa? Boleh aku tau namanya?" tanya Disil.


"Maaf biarlah hanya kusimpan di dalam hati. Saat ini perasaan kita sama Dis. Menyukai seseorang yang sudah menyukai orang lain. Perasaan tak berbalas" jawab Ela sedih.


"Kalau kamu sedih nangis aja El, aku siap kok jadi tisu kamu. Dadaku lebar dan empuk untuk menghibur kamu" hibur Disil.


"Apaan sih" elak Ela.


"Bagaimanapun kamu kan cewek El, walau kamu tomboy tetap aja kamu itu wanita punya perasaan yang lembut dan pasti sangat sakit apa yang kamu rasakan, karena aku juga merasakan hal yang sama dengan kamu" ucap Disil.


"Kamu jangan berkata seperti itu ah Dis, rasanya aku jahat banget sama kamu" balas Ela.


"Hey... di delapan belas tahun usia kita baru kali ini kan kita bicara serius gak pakai berantem. Sebentar lagi kamu akan pergi jauh, aku gak mau berantem lagi sama kamu. Aku ingin menikmati hari-hari indah sebelum berpisah dengan kamu" tutur Disil.


"Kok berasa seperti aku mau mati ya" canda Ela.


"Husss.. jangan ngomong gitu ah, pantang" ucap Disil.


"Ayo donk cerita ke aku. Gak apa-apa kalau kamu gak mau menyebut merknya" desak Disil.


"Merk... merk apaan?" tanya Ela.


"Label lho El alias nama, kamu pura-pura begok" jawab Disil kesal.


"Hahahahaha" Ela tertawa melihat wajah kesal Disil.


"Ih ni anak malah ketawa bukannya cerita" Disil semakin tidak sabaran menunggu Ela bercerita.


"Oke aku akan cerita. Aku suka sama tuh cowok tapi sekarang cowok itu sudah punya pacar, ya sudah tamat. Cintaku tak berbalas dan kandas" jawab Ela santai.


"Trus kamu terima gitu aja, kamu gak mau usaha apa gitu, ngomong ke dia kek atau rebut dia kek dari pacarnya atau apalah" Jawab Disil penuh semangat.


"Woi.. woi.. kok kamu yang panas. Lah kamu juga sama kan terima penolakan aku tadi dengan ikhlas dan lapang dada. Sama Dis, cinta gak bisa dipaksakan. Aku tidak mau jadi perusak hubungan dia dan aku sangat sadar bukan wanita seperti aku yang dia cari. Aku dan pacarnya jaaaauh bedanya Dis. Pacarnya itu cantik, lembut dan anggun banget" ucap Ela.


"Kamu paling cantik dan aku tau hati kamu itu sebenarnya sangat lembut walau kamu emang gak anggun sih. Tapi aku suka" puji Disil.


"Yeeee.... udah ah segitu aja ceritanya. Masuk gih ke kamar. Aku masih mau disini menyendiri" perintah Ela.


"Okelah, selamat malam Ela cantik" sapa Disil.


"Malam Disil tampaaaan" balas Ela.


Disil masuk ke kamar Aby tapi saat dia masuk alangkah terkejutnya dia ternyata ada seseorang yang mendengarkan pembicaraan dia dan Ela diluar.


.


.


BERSAMBUNG


Tinggalkan jejak kalian yaaaa... like banyak-banyak biar aku tambah semangat upnya 😍😍