Find The KEY

Find The KEY
Ep. 17



Setiap hari hubungan Rafa dengan Lisa semakin dekat dan Ela menyaksikannya sendiri kedekatan mereka setiap harinya.


"El, Rafa sepertinya pacaran ya dengan adik kelas kita?" tanya Sintia.


"Kalau pacaran atau tidak aku gak tau pasti, tapi dia memang dekat dengan Lisa belakangan ini" jawab Ela.


"Jadi namanya Lisa?" tanya Ditha.


"Iya namanya Lisa anak kelas 2 unggulan" balas Ela.


"Cantik ya El, anggun banget gayanya. Anaknya lembut banget sepertinya. Ternyata Rafa suka cewek seperti itu" ucap Sintia.


Hati Ela semakin sakit melihat jauhnya perbedaan dia dengan Lisa. Teman-temannya saja semua memuji keanggunan Lisa. Jika dibandingkan dengan penampilan Ela jauh banget. Seperti langit dan bumi.


Kenyataan ini menambah pahitnya kisah cinta Ela. Cinta pertama yang sepertinya harus kandas tanpa tersampaikan.


Ela harus mengubur rasa ini serapat mungkin agar tak ada yang mengetahuinya kecuali Aby kakak kembarnya.


"Honeeeey..." panggil Disil sok manja.


"Aku sudah sering bilang sama kamu Dis, jangan panggil aku seperti itu aku tidak suka" teriak Ela kesal.


"Eh kok honeyku cepat banget marahnya. Lagi PMS ya, langsung ngegas" goda Disil.


"Udahlah Dis, aku lagi gak mau di ganggu, kepalaku lagi mumet" elak Ela.


"Honey bunny sweety.... cantik banget kalau lagi marah" goda Disil sambil mencolek pinggang Ela.


Ela yang lagi tidak semangat dan kesal sontak terkejut dan meninju wajah Disil.


"Ela..." teriak Ditha dan Sintia.


Ela langsung tersadar dengan apa yang baru saja dia lakukan pada Disil. Sebenarnya Disil tidak bersalah atas kegalauan hati Ela. Ela merasa sangat bersalah pada Disil.


"Aw... sakit El" ucap Disil sambil memegang wajahnya yang sakit kena bogem mentah Ela.


"So... sorry Dis, aku gak sengaja karena tadi kamu colek pinggangku. Aku terkejut dan refleks memukul kamu. Sekali lagi maaf" ucap Ela.


"Gak apa-apa El, udah biasa kok di tinju kamu. Bagiku tinjumu adalah wujud rasa sayang kamu padaku" goda Disil.


"Cowok aneh, sejak kapan tinju itu adalah wujud rasa sayang" oceh Ela.


Ditha dan Sintia tertawa mendengar perdebatan mereka.


"Eh Guys kalian tau gak kalau Rafa baru jadian?" tanya Disil.


"Ow yaaah? berarti kita punya saudara ipar donk?" tanya Ditha.


"Ya begitulah. Gak nyangka Rafa lebih garcep diantara kita" jawab Disil.


"Dia takut kamu tikung duluan" ledek Sintia.


"Ye gak mungkinlah, wong yayangku honey bunny sweety kok" balas Disil.


"Mau aku tonjok lagi tuh muka" ancam Ela.


"Eh nggak... El ampun gua" jawab Disil.


"Kamu dapat info dari mana Dis?" tanya Ditha.


"Ada deeeeh" jawab Disil sok rahasia.


"Banyak gaya lo" umpat Sintia.


"Gua mah banyak sumber informasinya. Dinding aja bisa berbisik" Ucap Disil bangga.


"Lebay" jawab Ditha.


"Gelay" sambut Sintia.


"Anzay" balas Ela.


"Hahahaha... kalian gak percaya sama babang Disil. Bener banyak sumber yang kasi tau, dan spy gua dimana-mana" oceh Disil penuh percaya diri..


"Belagu amat bang?" sindir Ditha.


"Kalau gak coyo tanya Aby noh" tunjuk Disil kearah Aby yang datang mendekat kearah mereka.


"By, si Rafa mana?" tanya Disil.


"Ke kelas 2 unggulan nemuin Lisa" jawab Aby datar.


"Rafa jadian ya By sama cewek yang namanya Lisa itu?" tanya Sintia penasaran.


"Tuh benar kan apa yang babang Disil bilang? Gak caya sih ama gua" ucap Disil.


"Wah pulang sekolah harus makan-makan nih" teriak Ditha.


"Iya bener juga kamu bilang ya Tha. Ntar kita tagih Rafa ya" balas Disil.


"Masuk yuk, sebentar lagi bel" ajak Ela tak bersemangat.


Tak lama bel berbunyi dan Rafa masuk ke dalam kelas menyusul teman-temannya.


"Raf ntar pulang sekolah anak-anak nagih makan-makan perayaan lo baru jadian" bisik Disil sebelum guru datang.


"Oke siapa takut, aku traktir kalian semua" jawab Rafa.


"Cieeee yang baru jadian senang banget" goda Sintia.


Aby dari tadi hanya melirik kearah adik kembarnya yang terlihat sangat sedih. Walau teman-teman mereka tidak menyadari perasaan Ela tapi Aby tau saat ini pasti adik kembarnya itu terluka.


"Selamat ya Raf" ucap Ela sambil menunjukkan wajah bahagianya yang Aby tau itu sangat dipaksakan.


"Makasih El. Kamu emang sahabat aku yang paling baik. Disaat yang lain nagih traktiran, kamu yang ngucapin selamat duluan" balas Rafa tersenyum bahagia.


Sebahagia itu kamu Raf, hatiku sakit sekali. Rintih batin Ela.


"Iya deeeh. Selamat ya Raf" ucap Disil merasa tersindir.


"Selamat Rafa" ucap Ditha dan Sintia berbarengan.


"Selamat ya bro, status jomblo kamu pecah telur" ledek Aby.


"Hahaha... makasih teman-teman semua" jawab Rafa senang.


Seperti janji mereka setelah pulang sekolah Geng ERASADIS makan bakso di tempat langganan baru mereka.


Terlihat sepasang pasutri penjual bakso menyambut kedatangan mereka dengan sangat bahagia.


"Eh aden dan neng sekalian, mau makan bakso ya?" tanya tukang bakso.


"Ya iyalah Pak, masak kami mau makan gorengan datang kemari" jawab Disil.


"Hus..." sikut Ditha kearah Disil.


"Pak pesan baksonya enam ya, seperti biasa. Udah tau kan?" tanya Ditha.


"Beres neng, bapak udah punya kisi-kisi ujiannya dari neng kemarin" balas si bapak penjual bakso sambil melirik catatan pesanan mereka terakhir kemarin waktu makan bakso di warung si Bapak.


Benar saja catatan pesanan mereka sudah dilaminating sama si bapak penjual bakso dan di tempel di dinding kaca steling baksonya.


Rafa tertawa melihat catatan itu.


"Napa kamu ketawa?" tanya Aby penasaran.


"Tuh lihat, catatan pesanan kita dilaminating dan di tempel sama si bapak" tunjuk Rafa


Sontak mereka semua melirk kearah yang ditunjuk Rafa dan mereka semua tertawa.


"Pantas saja si Bapak bangga sudah mengetahui semua pesanan kita" jawab Disil.


Sementara si Bapak tukang bakso sibuk menyediakan semua pesanan mereka dibantu oleh sang istri.


"Bener kan Pak saran Ibu, mereka datang kemari lagi. Untung catatan pesanan mereka kemarin kita simpan" bisik si Istri.


"Iya bu, untung udah bapak laminating biar awet dan gak basah" jawab si Bapak.


"Mudah-mudahan mereka jadi langganan di warung bakso kita ya Pak" doa sang istri.


"Aamiin" sambut si Bapak tukang bakso.


Tak lama bakso sudah selesai di racik dan dihidangkan kepada mereka. Geng ERASADIS langsung menyantap dengan lahap bakso sesuai dengan pesanan mereka.


Ketepatan emang udah jam makan siang dan mereka sangat lapar karena tadi di sekolah ada pelajaran PJOK. Rasa lapar mereka jadi double karena tenaga mereka habis terkuras hari ini.


Sepasang pasutri penjual bakso sangat senang dan bangga atas upaya mereka melayani pelanggan setia warung bakso mereka.


.


.


BERSAMBUNG