
Pukul sebelas siang Fajar dan Ela sudah sampai di London, dari Bandara mereka akan langsung berangkat mengendarai mobil menuju Lake District National Park.
Supir sudah menunggu mereka di Bandara dan siap mengantarkan mereka ke sebuah Villa.
Lake District Park adalah tempat favourite Fajar melepaskan hobby memotretnya dan ketepatan juga ini adalah tempat favourite Ela untuk melukis.
Bahkan satu tahun yang lalu tanpa disengaja sebenarnya di tempat inilah mereka bertemu dan Fajar sempat mengabadikan potret Ela sedang melukis.
Setelah melewati perjalanan yang panjang dan melelahkan akhirnya mereka tiba di sebuah villa yang memang sudah khusus di pesan Jimmy.
Setelah sampai di Villa sang supir kembali ke kota London. Kini hanya Ela dan Fajar berdua yang tinggal di Villa.
Villa tersebut tidak jauh dari kota dan juga Danau Windermere.
Udaranya sangat sejuk sekali walaupun saat ini sedang musim panas tapi udara disekitar pegunungan masih sangat sejuk.
"Waaaah cantik sekali pemandangan di Villa ini Mas" ucap Ela.
"Kamu menyukainya sayaaang" ucap Fajar.
"Aku sangat menyukainya Mas" balas Ela.
"Syukurlah. Aku sangat bahagia jika istriku tercinta menyukainya" ujar Fajar.
"Kalau begitu aku mandi dulu ya Mas, tubuhku sudah gerah dari tadi malam" ucap Ela.
"Oke sayang, aku istirahat sebentar mengecek email dan pesan di hpku" balas Fajar.
Ela segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Setelah puas mandi akhirnya Ela keluar dengan menggunakan bethrobes yang tersedia di kamar mandi.
Ela membuka koper mereka yang tadi malam dibawa Jimmy dari hotel.
"Astaga... " ucap Ela terkejut.
"Ada apa yank?" tanya Fajar.
"Kemana semua pakaian kita Mas? Mengapa hanya ada pakaian dalam, baju tidur, kain dan mukena?" ucap Ela bingung.
Fajar bangkit dari tempat tidur dan menghampiri istrinya. Kemudian dia juga ikut memeriksa isi koper yang mereka bawa dari Indonesia.
"Sebentar, coba aku hubungi Jimmy" ucap Fajar.
Fajar meraih ponselnya kemudian mencoba menghubungi Jimmy yang masih ada di Indonesia.
HP Jimmy berdering, mereka sedang menikmati makan malam bersama keluarga Fajar dan juga para sahabat Ela.
"Gawat Bos menelpon" ucap Jimmy.
Ryza uang yang mendengar ucapan Jimmy langsung mendekat.
"Terima saja Jim dan coba kamu speakerkan agar kami semua mendengar" sambut Ryza.
Seketika semuanya diam dan suasana pun hening.
"Hallo Bos" ucap Jimmy memulai pembicaraan.
"Hallo... Jim kamu membawa koper dari kamar siapa?" tanya Fajar.
"Dari kamar Bos" balas Jimmy.
Aby dan para sahabatnya sudah mulai senyum - senyum mendengar pertanyaan Fajar.
"Kamu yakin Jim?" Fajar balik bertanya.
"Yakin Bos" balasnya singkat
Ela sudah tidak sabar dan dia meraih ponsel Fajar.
"Jim, koper yang mana yang kamu ambil?" tanya Ela setelah itu.
"Koper yang mana Nona? Kopernya cuma ada satu Nona dan hanya itu yang aku bawa sesuai perintah Bos" jawab Jimmy.
"Apa?" teriak Ela mulai mengerti.
"Kenapa sayang, ada apa?" tanya Fajar bingung.
"Huahaaa.." tawa anggota Geng ERASADIS kencang.
"Selamat honeymoon El Fa... Ela dan Fajar.. Anget - angetan ya selama seminggu ini kalau kalian tidak mau masuk angin huahahaha" tawa Disil pecah.
"Disiiiiill... awas kalian ya" teriak Ela.
"Hahahaha rasain kamu" balas Aby.
"Kak Aby juga ikutan? aku sumpahin anak - anak kalian mirip aku biar kalian tidak bisa pernah melupakan kejadian ini" ancam Ela kesal.
"Kenapa kamu marah? Bukankah ini adil? Selama ini kan kamu yang selalu punya ide buat ngerjain kami. Sekarang gantian donk" protes Disil.
"Awaaas ya kalian" ancam Ela.
"Maaaas" ucap Ela manja.
"Jimmy aku kan sudah bilang kalau sampai rencana ini terbongkar kamu akan dapat hukuman. Awas kamu kalau kita ketemu nanti" ancam Fajar pada Jimmy.
"Tidak ada hukuman untuk Jimmy. Malah kalian yang sedang di hukum saat ini. Awas kalau Papa dengar kalian menghubungi seseorang untuk menolong kalian. Semua kebutuhan makanan sudah dipersiapkan Jimmy untuk satu minggu dan maaf kalian terkunci di villa. Satu minggu lagi baru supir datang menjemput kalian sekalian membawa pakaian kalian. Kalau sampai satu bulan nanti kami tidak mendengar kabar menggembirakan dari kalian akan kami kirim honeymoon kedua selama satu bulan penuh" ancam Omar.
"Papa? Papa ikutan mereka juga?" Fajar terkejut mendengar suara Papanya.
"Ya, Papa ada di pihak mereka, kenapa? apa ada masalah?" tanya Omar mengancam.
"Eh nggak Pa, Papa emang kreatif ngerjain kami seperti ini. Aku jadi tidak bisa kemana-mana selama satu minggu. Kami hanya tinggal di kamar saja berdua. Semua berkat Papa dan teman-teman. Terimakasih ya Pa" ucap Fajar membalas hukuman Papanya.
"Apaaan sih Maaaaas" ucap Ela kesal.
"Boleh tidak Pa kami meminta satu permohonan?" pinta Fahar.
"Asal kalian tidak meminta kunci villa dan pakaian akan Papa kabulkan" jawab Omar.
"Aku meminta cameraku dan meminta peralatan melukis lengkap untuk Princess" ucap Fajar.
"Baik, akan Papa suruh Jimmy mempersiapkannya" balas Omar.
Omar menyerahkan hpnya kepada Geng ERASADIS.
"Hallo El.. selamat menjalani honeymoon ya" goda Disil.
"Bambaaaaang, awas kamu ya. Aku sumpahin anak kamu mirip akuuuu" teriak Ela kesal.
"Gak mempan, elo bukan emak gua main sumpah - sumpah. Lagian anaknya aku dan Ditha yang cetak kok bisa mirip sama kamu. Aku gak percaya hahahaha" Jawa Disil puas.
"Awas kalian ya, aku pastikan tidak akan ada oleh-oleh untuk kalian.
"Udah El gak usah mikirin oleh-oleh yang penting nikmati aja honeymoon kamu. Fokus biar hasilnya anak bule, kata orang proses pembuatan anak, tempat produksi juga mempengaruhi lho untuk pertumbuhannya. Siapa tau produksinya di London anaknya jadi bule hehehe" ucap Ryza.
"Kamu juga ikut kerjasama ya Ry" balas Fajar.
"Yoi Bro.. aku cuma mau mengucapkan terimakasih yang terdalam pada istri kamu karena dia sudah sangat berjasa dalam proses malam pertama kami. Aku sangat menikmatinya jadi selayaknyalah aku harus balas budi atas jasanya. Kini giliran kalian. Santai aja dan nikmati tanpa beban" nasehat Ryza.
"Hahahaha... kalau aku sih gak masalah, kalau bisa setahun kalian lakukan seperti ini. Aku bebas tugas urusan kantor dan menikmati surga dunia" balas Fajar.
"Dasar kamu ya Mas" Ela mencubit pinggang suaminya kesal.
"Aaaw sakit yank" ucap Fajar
"Waaah ternyata mereka sedikit arogan kuy, foreplaynya pakai kekerasan hahaha" goda Disil.
"Sudah Mas matikan saja teleponnya dan jangan menghubungi mereka lagi. Aku mogok telepon sama mereka" ucap Ela.
"Dah teman - teman, My Princess sudah kedinginan dia mau di angetin dulu. Dah dulu ya" ucap Fajar.
"Dasar Fajar buciiin" teriak Keysha.
Semua yang mendengar omongan Fajar lewat telepon jadi tertawa. Mereka sangat puas sudah membuat Ela kesal. Terbayar sudah, pembalasan mereka berhasil. Untung ada andil Para Tetua Barrakh Corp kalau tidak pasti pembalasan mereka tidak akan se dahsyat ini. Mereka hanya melakukan rencana untuk satu malam tapi oleh Omar rencana jadi berlanjut selama satu minggu. Hitung - hitung rapel pembalasan dari semua teman - teman yang pernah dia kerjain.
.
.
BERSAMBUNG