Find The KEY

Find The KEY
Ep. 256



"Baiklah. Coba kalian cari ke alamat ini" jawab Farhan.


Alamat memberikan sebuah alamat yang kemungkinan besar didatangi Lisa saat ini.


"Kalau dia sedang sedih atau sedang banyak masalah dia akan menyendiri di sana. Itu adalah tempat Lisa bersantai. Lisa sangat menyukai tempat itu, makanya aku membeli Villa di sana" jawab Farhan.


"Baik. Terimakasih Han" balas Reza penuh semangat.


"Tunggu... " cegah Mama Lisa.


"Ada apa Ma?" tanya Farhan.


"Mas lebih baik kita ikut, mungkin kalau kita bujuk dia mau Mas menyerahkan bayi itu" jawab Mama Lisa.


"Iya benar Ma. Kita akan bujuk Lisa di sana" balas Farhan.


"Za, lebih baik kita kumpul dulu di rumah Omar merencanakan matang - matang bersama Omar dan Fajar" ucap Aditya.


"Baik kalau begitu kita ke rumah Omar sekarang. Coba kamu kabari Omar" perintah Reza.


Aditya kembali menghubungi Omar.


"Hallo Dit ada kabar terbaru?" tanya Omar langsung.


"Hallo Mar, aku dapat alamat baru, kemungkinan besar Lisa datang ke sana. Lebih baik kita bicarakan di rumah dan rencanakan dengan baik bersama Fajar dan lainnya" ucap Aditya lewat telepon


"Baik, Dit. Tapi kita harus gerak cepat. Hari ini kita harus mendapatkan Elfa, aku tidak mau Elfa kenapa - kenapa. Untuk saat ini waktu sangat berharga" tegas Omar.


"Iya, aku mengerti. Sampai ketemu di rumah kamu" balas Aditya.


"Oke" sambut Omar.


Semua kembali ke rumah Omar Barrakh. Mereka kembali mengadakan rapat. Kali ini kedua orang tua Lisa ikut bersama mereka dan akan pergi bersama - sama ke tempat perkiraan Lisa berada.


"Siapa mereka Mas?" tanya Jasmine.


"Mereka orang tua Lisa yank" jawab Omar.


"Jadi mereka orang tua wanita jalang itu" Oma Zahra terlihat sangat emosi.


"Maaaaa" cegah Omar


"Om, Tante... Apa salah anakku? Mengapa harus anakku yang menjadi korbannya" tangis Ela.


"Maafkan kami Ela. Kami sama sekali tidak menduga Lisa akan berbuat seperti itu" Ucap Farhan.


"Maaf kan Lisa Ela, saat ini dia sedang depresi karena kehilangan anaknya" sambung istri Farhan.


"Tapi jangan anakku yang jadi korbannya Tante hiks.. hiks.. " tangis Ela semakin pecah.


"Ya Allah.. Elfa masih sangat kecil, apalagi Lisa sedang depresi" sambung Sintia.


"Jadi gimana Pa rencana kita?" tanya Fajar sambil mencoba menenangkan istrinya.


"Gus gimana orang suruhan kamu?" tanya Omar.


"Sebentar Mar" Jawab August.


August segera menelepon anak buahnya yang sedang mencari informasi mengenai villa yang dikatakan Rafa sebelumnya.


"Halooo.. gimana keadaan di sana?" tanya August.


"Apaaa? Baru saja ada mobil sedan biru masuk ke dalam area villa?" tanya August pada orang di seberang.


"Itu mobil Lisa" jawab Fajar.


"Ya Allah anak kita Maaaaas" istri Farhat juga menangis mengingat kenekatan anaknya itu.


"Apa kalian lihat wanita itu masuk?" tanya August.


"Dia masuk dengan seorang wanita yang sedang menggendong bayi?" tanya August lagi.


August menutup teleponnya.


"Seperti yang kalian dengar Lisa datang ke Villa itu bersama seorang wanita yang sedang menggendong Elfa. Aku rasa dia sengaja membayar seseorang untuk mengasuh Elfa. Setidaknya kita bersyukur bukan dia sendiri yang mengasuh Elfa. Karena dengan kondisi dia yang sedang depresi bisa saja dia berbuat sesuatu hal yang tidak masuk akal" ungkap August.


"Kalau begitu ayo kita bergerak sekarang" ajak Fajar.


Semua bersiap - siap hendak pergi.


"Gus hubungi polisi setempat" perintah Omar.


"Jangan Paaaaak, tolong jangan tangkap anak saya. Saya yakin dia tidak akan berbuat jahat pada cucu anda. Saya yakin dia berbuat itu karena baru saja kehilangan bayinya" cegah Istri Farhan.


"Mohon maaf, biar polisi nanti yang menentukan. Kami tidak mau bertindak sendiri karena resiko sangat berbahaya. Lebih baik polisi tau dan memantau keadaan disana. Menjaga Lisa tidak berbuat yang membahayakan nyawa cucu saya" tegas Omar.


"Ma.. biar saja. Gak apa - apa, kamu tenang ya. Semua demi kebaikan Lisa" Farhan mencoba membujuk istrinya.


"Maaaas aku ikuuuut" pinta Ela.


"Yank kamu di rumah saja. Kamu kan masih dalam masa pemulihan pasca melahirkan. Lagian anak - anak kita yang lain butuh kamu di sini" larang Fajar.


"Aku tidak bisa tenang di sini Mas, fikiranku tetap saja memikirkan keadaan Elfa. Anak - anak titip ke Mama dulu ya. Nanti begitu Elfa ditemukan dia pasti sangat butuh aku Maaad" rengek Ela.


"Bagaiamana Pa?" Fajar meminta persetujuan Papa dan mertuanya.


"Gak apa - apa Fa, Mama yakin Ela kuat ke sana. Anak - anak kamu biar kami yang jaga di sini. Stok ASI Ela cukup. Lagian ada Keysha di sini. Kalau butuh ASI bisa langsung minta bantuan Keysha" ucap Alexa.


"Iya Fa, Mama akan jaga mereka. Kalau itu bisa membuat Ela lebih tenang pergilah. Tapi kamu harus janji Ela. Jangan bertindak sendiri, fikirkan kondisi kamu yang belum pulih betul dan juga fikirkan keselamatan Ela" nasehat Jasmine.


"Iya Ma, aku akan menunggu di mobil saja sampai semuanya aman" jawab Ela meyakinkan.


"Sayang, bawa beberapa perlengkapan Ela, mungkin dia membutuhkannya nanti" Oma Zahra mengingatkan.


"Iya Oma, terimakasih sudah mengingatkan" ucap Ela.


Ela segera ke kamarnya dan membawa beberapa perlengkapan untuk Ela berupa selimut, pakaian, pampers dan yang lainnya.


Dengan bantuan Sintia dan Catherine tas bayi segera terisi.


"Kami pergi dulu ya Ma, Oma dan yang lainnya. Doakan Elfa ya... " ucap Ela sedih.


"Iya sayang, kamu harus kuat" ucap Oma Zahra dan yang lainnya.


Ela segera masuk ke dalam mobil bersama suami, Papa dan Mertuanya. Rafa, Reza dan kedua orangtua Lisa satu mobil. Ryza satu mobil dengan Kevin dan August sedangkan Disil, Dimas, Sandy dan Satria satu mobil.


Mereka segera berangkat menuju Villa keluarga Lisa yang terletak di Bogor. Menjelang senja mereka sudah sampai di Bogor.


Mereka menyusun rencana, sementara Farhan dan istrinya yang masuk ke dalam villa terlebih dahulu. Sedangkan yang lainnya menunggu di luar. Polisi dan beberapa anak buah August.


Dipakaian Farhan dan istrinya di pasangan alat penyadap untuk mendengar pembicaraan di dalam villa.


Jaringan CCTV juga sudah diambil alih oleh polisi, sehingga polisi bisa memantau keadaan di dalam sana.


Farhan dan istrinya masuk ke dalam Villa dengan sikap biasa saja. Seolah - olah tidak terjadi apa - apa.


"Lho Sa kamu di sini rupanya?" tanya Mama Lisa.


"Mama Papa ngapain ke sini?" Lisa balik bertanya.


"Kami mau jalan - jalan ke sini. Sudah lama gak main ke Villa" jawab Papa Lisa.


Lisa sedang duduk santai sambil menonton TV. Tak lama terdengar suara tangisan bayi.


"Sayang ini anak siapa?" tanya Mama Lisa hati - hati sambil mendekat ke arah Elfa anaknya Fajar dan Ela.


.


.


BERSAMBUNG