Find The KEY

Find The KEY
Ep. 264



"Ya Allah selamatkan istriku" ucap Rafa sambil menangis terisak.


Ryza yang tadi keluar kamar istrinya di rawat, melihat Rafa sedang menangis di depan ruang pemulihan Catherine.


Ryza segera berlari dan menghampiri Rafa.


"Ada apa Raf, mengapa kamu menangis?" tanya Ryza terkejut.


"My Cat... My Cat Ry. Barusan dia kejang Ry" ucap Rafa sambil terisak.


"Astaghfirullah.. Ya Allah Keeet... " Ryza melihat ke dalam ruangan melalui pintu kaca.


Dokter sedang memeriksa keadaan Catherine.


"Kamu harus kuat Raf, aku yakin Keket akan baik - baik saja" ucap Ryza mencoba menghibur.


"Aamiin... semoga itu benar Ry" balas Rafa.


Beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruang pemulihan.


"Bagaimana Dok keadaan istri saya?" todong Rafa.


"Tekanan darah Bu Catherine naik lagi Pak, ini sangat berbahaya. Dengan berat hati saya mengatakan saat ini keadaan Ibu Catherine tidak baik. Beliau sedang koma Pak dan akan segera dipindahkan ke ruang ICU" lapor Dokter.


"Oh Ya Allaaaaah... " Rafa tiba-tiba limbung untung ada Ryza di sampingnya yang memegang tubuhnya.


"Raf kamu harus kuat" ucap Ryza membantu.


"Keket Raf, dia... " Rafa menangis tersedu-sedu.


Ryza segera memeluk Rafa yang saat ini terlihat sangat lemah.


"Kamu harus kuat Raf demi anak kamu, demi Keket. Teruslah berdoa. Biar Dokter yang memberikan penanganan terbaik untuk Keket. Semoga Allah memberikan kesembuhan untuk Catherine" hibur Ryza.


"Aamiiin. My Caaaaat" ucap Rafa lirih.


Tak lama kemudian sesuai dengan perkataan dokter, Catherine di pindahkan ke ruang ICU untuk dipantau lebih lanjut perkembangan kesehatannya.


Saat ini Catherine sedang dalam keadaan kritis. Rafa menunggunya semalaman di depan pintu ICU. Ryza sudah bulak balik mengajaknya tidur di kamar rawat inap yang sudah mereka pesan untuk Catherine dan Sintia tapi Rafa tidak mau jauh dari istrinya.


Sedetikpun Rafa tidak bisa tertidur, selain menangis Rafa tak berhenti berdoa dan mengaji. Meminta doa terbaik untuk istrinya, untuknya dan untuk anaknya.


Malam itu berlalu dengan sangat menegangkan.


*******


Subuh di RS. Ibu dan Anak.


Mr dan Mrs Wolter yang sudah sampai di Indonesia langsung meluncur ke Rumah Sakit. Mereka tidak tau kabar terbaru tentang anaknya.


Dengan tidak sabar mereka berlari menuju ruang ICU sesuai dengan pesan Rafa tadi.


Mereka menjadi bertanya-tanya apa yang sedang terjadi dengan putri semata wayang mereka. Mengapa kini putri mereka berada di ICU.


Dari kejauhan mereka melihat Rafa sedang duduk di depan ruang ICU sambil memegang Al-qur'an di tangannya.


"Rafaaaaaa... " panggil Mrs. Wolter.


"Mommy... Daddy... " balas Rafa.


Rafa memeluk mertuanya dan kembali menangis, padahal tadi dia sudah sempat berhenti menangis.


"Apa yang terjadi, mengapa Catherine di rawat di ICU?" tanya Mrs. Wolter.


"Tekanan darah My Cat naik lagi Mom, dia mengalami kejang dan koma. Kata dokter Catherine sedang dalam penanganan untuk menstabilkan tekanan darahnya dan menunggu reaksinya 1x24 jam. Saat ini dia sedang dalam keadaan kritis" jawab Rafa.


"Oh My God, My honey Catherine... " balas Mrs. Wolter.


"Kapan dia masuk ICU?" tanya Mr. Wolter.


"Sekitar jam tujuh malam Dad" jawab Rafa.


"Iya Dad.. Silahkan duduk Mom, Dad" ucap Rafa kepada mertuanya.


Kedua mertua Rafa duduk disamping kursi yang tadi Rafa duduki.


"Apakah tekanan darah Catherine selalu tinggi saat dia hamil?" tanya Mrs. Wolter.


"Tidak Mom, selama ini selalu normal. Kemarin pagi Keket dan teman-teman yang lain janjian ketemu di Butik. Siang harinya ketuban Keket pecah dan Ela membawanya ke Rumah Sakit. Sampai rumah sakit Keket tidak merasakan kontraksi. Dokter takut ketubannya habis karena Keket tidak merasakan sedikitpun kontraksi. Akhirnya Dokter memberikan suntik perangsang. Sejak itu Keket mulai merasakan sakitnya kontraksi. Semakin lama semakin sakit yang dia rasakan. Dugaan Dokter Keket tidak kuat menahan rasa sakit yang berlebihan sehingga mengakibatkan tekanan darahnya tinggi. Akhirnya Dokter mengambil tindakan operasi, karena akan berbahaya bagi Keket dan anak kami jika Keket bersalin secara normal. Setelah habis shalat maghrib aku menemuinya di ruang pemulihan dan sempat bercerita tentang bayi kami tiba-tiba dia kejang dan seperti yang kalian lihat sekarang, beginilah keadaannya" ungkap Rafa.


"Ya Tuhan Catherine.... " ucap Mr. Wolter.


"Sayang apakah semalaman ini kamu menunggu Catherine seperti ini di sini?" tanya Mrs. Wolter.


"Iya Mom, aku menunggunya di sini" jawab Rafa.


"Kamu tidak tidur dan istirahat?" tanyanya lagi dengan lembut.


Raga menggelengkan kepalanya.


"Oh Rafaaaa, kami tau kamu sangat mencintai Catherine tapi jangan sakiti dirimu sendiri nak. Kamu butuh tidur dan mengistirahatkan tubuh dan fikiranmu. Kalau kamu sakit bagaimana dengan putra kalian?" nasehat Mrs. Wolter.


"Tapi Mom, Catherine sedang berjuang demi kita saat ini" jawab Rafa.


"Ya benar, dia sedang berjuang disana. Tapi kalau kamu menyiksa diri seperti ini dia juga pasti akan sedih" balas Mrs. Wolter.


"Tidurlah nak beberapa jam saja untuk mencharger tenagamu. Setelah kamu tidur sebentar kamu pasti akan merasa segar dan bisa berfikir sehat, langkah apa selanjutnya yang akan kita ambil untuk Catherine dan putra kalian" sambung Mr. Wolter.


"Pulanglah ke rumah biar kami yang jaga Catherine di sini" suruh Mrs. Wolter.


"Aku gak mau Mom. Aku gak mau meninggalkan Rumah Sakit ini. Kalau ada apa - apa dengan Catherine aku bisa apa? " airmata Rafa kembali menetes.


"Tidak akan ada apa-apa dengan Catherine. Kami sudah datang ke sini, dia akan baik-baik saja" balas Mr. Wolter.


"Pergilah sayang, kamu harus istirahat" desak Mrs. Wolter.


"Aku akan ke ruang rawat inap Catherine yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Ryza dan keluarganya juga ada di sana karena Sintia juga melahirkan kemarin bersamaan dengan Keket" ungkap Rafa.


"Ya sudah, kalau begitu kamu istirahat di sana saja. Nanti kalau butuh sesuatu kami akan ke sana mencari kamu" ucap Mrs. Wolter.


"Baiklah Mom, Dad, aku pergi dulu. Nanti agak siang kita lihat putraku di ruang bayi ya. Kalian pasti sudah tidak sabar. Cucu kalian sangat tampan, wajahnya mirip sekali seperti My. Cat" ucap Rafa sambil tersenyum lemah.


"Iya nak. Kami sangat ingin sekali melihatnya tapi nanti saja. Yang paling penting sekarang kamu istirahat ya" sambut Mrs. Wolter.


"Terimakasih Mom" balas Rafa.


Rafa meninggalkan ruang ICU dan berjalan menuju kamar rawat inap yang sudah dipersiapkan untuk istrinya sebelumnya.


Dia melihat Satria, August dan Ryza tidur di sofa yang bed tambahan. Pasti Oryza dan Cinta yang tidur di dalam menemani Sintia dan bayinya.


Rafa masuk ke kamar yang akan Catherine tempati kalau dia sadar nanti. Dengan perlahan Rafa merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur di sebelah tempat tidur pasien.


Perlahan mata Rafa menutup dan dia terhanyut dalam alam mimpi.


Disebuah taman yang indah, dia melihat ada sebuah pohon yang sangat rindang di tepi sungai. Rafa melihat dari kejauhan seorang wanita berpakaian putih sedang duduk di atas ayunan kayu yang talinya terikat di salah satu dahan yang kokoh.


Wanita itu terlihat sangat bahagia dan tersenyum sambil bersenandung. Pelan- pelan Rafa berjalan mendekati wanita itu.


Semakin dekat semakin dia bisa melihat jelas wajah wanita itu.


"My Cat. My caaaaaat" Rafa berlari sambil terus memanggil istrinya.


"Keeeeeeeeeeet..... "


.


.


BERSAMBUNG