Find The KEY

Find The KEY
Ep. 232



Di apartemen Rafa.


"Maaaas" panggil Catherine.


"Ya sayang" jawab Rafa sambil membelai lembut perut istrinya yang masih rata.


Itu sekarang sudah menjadi rutinitas Rafa menjelang mereka tidur.


"Aku mau lihat upin ipin" pinta Catherine.


"Upin ipin? Untuk apa?" tanya Rafa heran.


"Ya mau di lihat" jawab Catherine kesal.


Tadi kan aku udah bilang pengen lihat lho Maaaaaas. Batin Catherine.


"Kenapa tiba-tiba kamu pengen lihat? Dan dari mana kamu tau upin ipin?" tanya Rafa penasaran.


"Dari tadi sore Sintia selalu bilang betul.. betul.. betul... dan Keysha selalu tertawa. Katanya lucu, Sintia seperti upin ipin" ungkap Catherine.


"Hahaha.... upin ipin itu film kartun sayang. Gak usah deh, anaknya jelek, botak" ujar Rafa.


"iissssh.. Maaaaas. Aku kan pengen lihat, penasaran sama upin ipin" balas Catherine merengek dan akan mulai menangis.


"Oke.. Oke.. jangan nangis ya. Haaah upin ipin besok aku akan jadi Kak Roos. Aku akan beli minyak firdaus untuk menumbuhkan rambut botak kalian" Rafa menggerutu sendiri sambil duduk di dinding tempat tidur dan meraih ponselnya.


Dalam khayalan Rafa



Rafa membuka aplikasi youtube dan mengetik nama upin ipin. Tak lama musik pun berbunyi dan Rafa memperlihatkan ponselnya kepada istrinya.


"Nih kamu tonton film kartunnya" ujar Rafa sambil menyerahkan ponselnya kepada Catherine.


Catherine ikut duduk di dinding tempat tidur dan bersandar di dada bidang suaminya sambil memegang ponsel Rafa.



"Ini tokoh utamanya Mas?" tanya Catherine penasaran.


"Iya" jawab Rafa singkat.


"Mereka kembar?" tanya Catherine lagi.


"Iyaaa" jawab Rafa lagi.


"Hihihi mereka lucu Maaaaas" tawa Catherine ketika mulai menonton film kartun upin ipin di layar ponsel milik suaminya.


"Jangan lama - lama nonton film begituan yank" ucap Rafa mengingatkan.


"Emang kenapa? Dokter tadi tidak menyebutkan pantangan untukku tidak boleh menonton upin ipin" ungkap Catherine.


"Ya dokter emang gak bilang gitu sih tapi menurut aku kalau kamu terlalu lama nonton film kartun itu akan membahayakan bayi kita yank" ujar Rafa.


"Kok bisa, apa hubungannya?" tanya Catherine bingung.


"Aku takut kamu jadi penggemar film kartun upin ipin. Dan anak kita jadi mirip sama mereka" jelas Rafa.


"Hahaha... Mas.. Maaas.. ada - ada saja. Anak kita sudah di produksi lebih dulu sebelum aku menonton film ini, trus itu anak - anak kita pasti mirip kita donk masak mirip film kartun. Lagian upin ipin itu dunia kartun Mas bukan dunia nyata. Aneh kamu bisa percaya sama hal yang begituan" ungkap Catherine.


Rafa menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Mas mau tidur aja deh, udah ngantuk" jawab Rafa.


Mereka merubah posisi, sekarang Rafa sudah berbaring di tempat tidur dan Catherine juga menemaninya dengan setia di sampingnya.


"Jangan lama - lama ya nontonnya. Jangan begadang" ucap Rafa memberi peringatan.


"Iya Mas, sebentar aja kok" jawab Catherine.


Rafa mulai memejamkan matanya dan mulai tertidur.


Satu jam kemudian.


"Hiks.. hiks.. hiks.. " suara Catherine menangis.


Perlahan Rafa mulai tersadar dari tidurnya karena mendengar suara tangisan istrinya tepat di sampingnya. Rafa segera membuka matanya dan melirik ke arah istrinya.


"Kamu nangis yank, ada apa?" tanya Rafa bingung.



"Ya Allah... kamu masih nonton yank?" tanya Rafa terkejut sambil melirik jam sudah menunjukkan jam sebelas malam.


"Hiks.. hiks.. kasihan Mas opahnya si upin ipin sakiiiiit. Kalau opahnya meninggal mereka tinggal sama siapa donk. Ayah ibunyakan sudah meninggal sejak mereka kecil. Huuu uuu... " tangis Catherine semakin kencang.


"Sayaaaaang itu cuma film kartun. Jadi kamu jangan nangis" ucap Rafa sebisa mungkin lembut. Padahal dalam hati luar biasa kesalnya.


Besok akan aku tuntut tuh sutradara upin ipin. Gara-gara dia buat episode opah meninggal istriku jadi nangis. Batin Rafa.


"Udah donk yank, udah jam sebelas malam. Besok bukannya kamu harus ke Butik? Kalau kamu begadang gak baik untuk pertumbuhan bayi kita" ujar Rafa lembut.


"Tapi opahnya upin ipin meninggaaaal" isak Catherine masih terdengar pelan.


"Iya.. ya.. besok akan aku cari sutradaranya biar opahnya di hidupkan kembali" jawab Rafa asal.


"Bener ya Maaas" desak Catherine.


"He.. eeem" Rafa hanya berani bergumam.


Mana berani aku mengiyakannya. Aku gak kenal seorang pun sutradara kecuali author Find The Key, selebihnya yang aku kenal hanya tukang bor minyak di ADS Corp. Mungkin aku hubungi author itu aja kali ya biar bisa buat opahnya si upin ipin hidup lagi di novel ini. Batin Rafa.


Rafa menarik ponselnya dan menyimpannya di nakas samping tempat tidur. Kemudian dia memeluk lembut istrinya sambil mengelus punggung istrinya seperti seorang ibu berusaha membujuk anaknya yang rewel gak mau tidur.


Tak lama Catherine pun tertidur mungkin dia sudah terlalu lelah menangis tadi. Rafa kini bisa bernafas lega.


Sial, gara-gara upin ipin istriku jadi nangis. Awas author ya, kalau anakku cengeng setelah lahir aku akan mengibarkan bendera peperangan padamu. Batin Rafa kesal (kesal pada author 🤣🤣).


***********


Esok harinya di ADS Butik.


"Mata kamu bengkak Ket, kenapa? Kamu nangis tadi malam?" tanya Ela penasaran.


Apa Keket dan Rafa bertengkar ya tadi malam gara-gara Lisa muncul lagi? Ela yang dari tadi malam tak bisa berhenti memikirkan Lisa langsung saja menebak seperti itu.


"Iya karena opah meninggal" jawab Catherine kembali sedih.


"Opah meninggal, opah siapa?" tanya Sintia terkejut.


Apa iya si Keket punya Opah? Ni Opah maksudnya Kakek apa Oppa Korea. Kalau Opah Kakek pasti si Keket nyebutnya GrandPa. Lah kalau Oppa Korea, sejak kapan si Keket doyan nonton drama Korea? Batin Sintia.


"Opahnya upin ipiiiiin" Catherine jadi kembali menangis.


"Oalaaaah Keeeet... Keet... aku kira siapa yang meninggal" jawab Ditha.


"Iya aku kira Oppa korea Keket, sejak kapan juga kamu doyan drakor" sambung Sintia.


"Aku kira malah Opa maksudnya kakek atau nenek si Keket" potong Sintia


"Gak mungkin Sin. Kalau kakek si Keket pasti dia sebut grandpa sedangkan si Rafa panggil kakeknya ya oppung" ujar Ela.


"Jadi kamu udah kenal sama upin ipin?" tanya Sintia.


"Udah, tadi malam dikenalin Mas Rafa" jawab Catherine mulai berhenti tangisnya.


"Teruuuus?" tanya Ditha penasaran.


"Hihihi... mereka lucu. Dua anak kembar yatim piatu berkepala botak yang selalu ceria. Doyan makan ayam goreng dan sangat sayang sama opahnya. Walau mereka punya kakak yang cerewet tapi sangat sayang pada mereka" ungkap Catherine ceria.


"Waaaah... ada tontonan baru nih sepertinya" goda Ela.


"Iya donk, aku udah tonton beberapa filmnya di youtube" balas Catherine.


"Seru kan?" tanya Ditha.


"Betol.. betol... betooool" jawab Catherine dan Sintia kompak.


"Hahahahaha...... " mereka berempat tertawa


.


.


BERSAMBUNG