Find The KEY

Find The KEY
Ep. 159



Keesokan harinya.


"Kamu siap meeting pagi ini Fa?" tanya Keysha.


"Kenapa nggak, yuk" ajak Fajar.


Fajar, Keysha dan Ryza berjalan ke ruang meeting, sesuai jadwal hari ini adalah meeting pertama mereka sebagai petinggi Barrakh Corp.


Saat mereka masuk ke ruangan meeting Lisa beserta CEO tempat dia bekerja sudah tiba di perusahaan mereka.


"Selamat pagi Pak Rudi" sapa Fajar sambil menjabat tangan CEO PT. XXX. Tetapi tidak dengan Lisa, Fajar hanya mendekapkan tangannya ke dada padahal Lisa sudah menyodorkan tanganny dengan pedenya ke arah Fajar.


"Selamat pagi Pak Fajar, senang berkenalan dengan anda CEO baru Barrakh Corp" balas Rudi.


"Sebelumnya anda sudah berhubungan dengan Keysha dan Om saya Kevin Barrakh tapi perkenalkan mulai hari ini saya akan turun langsung menggantikan beliau berhubung Keysha saat ini sedang dalam keadaan hamil jadi untuk urusan kerjasama dan dinas luar saya dan asisten saya Ryza yang akan turun langsung untuk selanjutnya" ucap Fajar.


"Baik saya mengerti" balas Rudy.


"Oke kita mulai pembahasan kerjasama perusahaan kita selanjutnya Pak Rudy" tegaz Fajar.


Mereka melakukan meeting sekitar satu jam dan mereka sepakat untuk menjalin kerjasama dalam proyek pembangunan hotel di Puncak Bogor.


"Saya ingin konsepnya nanti di hotel ada di pajang beberapa lukisan. Dan saya sudah putuskan sebelumnya saya akan meminta seseorang membuat lukisan khusus untuk di pajang di hotel kita ini" perintah Fajar.


"Baik Pak, konsepnya akan saya catat. Karena memang pembangunan hotel ini hanya tinggal finishing jadi saya harap Bapak sudah bisa mempersiapkan pelukisnya untuk segera memulai lukisan yang akan kita pakai di hotel. Maaf kalau saya boleh tau apakah Bapak menggunakan jasa pelukis terkenal?" tanya Rudy.


"Tidak, dia bukan pelukis terkenal tapi saya menyukai lukisannya" jawab Fajar.


"Boleh saya tau siapa orangnya? Siapa tau saya juga mengenal beliau?" tanya Rudy.


"Ariella Putri Gunadi, beliau adalah adik ipar dari Keysha" balas Fajar.


"Oh seorang wanita? saya kira laki - laki" ujar Rudy.


"Ya dia seorang wanita yang cantik" Fajar tersenyum memuji kecantikan calon istrinya.


Lisa terlihat tidak suka saat nama Ela disebut.


Cih.. kenapa sih selalu saja ada wanita itu dimana mana. Dulu Rafa, ternyata diam - diam Rafa menyukai wanita itu. Dan sekarang pria ini, sepertinya dia punya perhatian juga pada Ela. Dia sangat memuji kecantikan wanita itu. Huh cantik apaan, cewek kasar dan bringas seperti itu dibilang cantik. Cantikan juga aku. Batin Lisa.


"Waaah dari kata - kata dan senyuman Bapak sepertinya dia wanita yang spesial. Bisa donk dalam beberapa waktu kedepan beliau datang memantau langsung ke lokasi pembangunan hotel. Agar beliau bisa merencanakan lukisa apa yang sesuai dengan konsep hotel kita" ujar Rudy.


"Sepertinya beberapa waktu ke depan dia sangat sibuk tapi akan saya usahakan bicara dengannya siapa tau dia punya waktu luang" jawab Fajar.


"Baik Pak, saya tunggu kabar dari Bapak" balas Rudy.


"Oke deh saya rasa pembahasan kita sudah cukup. Kalau ada yang ingin ditanyakan langsung hubungi asisten saya karena seperti yang saya ucapkan di awal meeting tadi Keysha sekarang hanya bertugas urusan intern perusahaan saja" tegas Fajar.


"Iya saya mengerti. Kalau begitu kami pamit undur diri. Senang bekerjasama dengan Bapak" ucap Rudy sambil menyodorkan tangannya dan berjabat tangan dengan Fajar mengakhiri meeting mereka.


"Sama - sama Pak Rudy" balas Fajar, lagi - lagi Fajar bersikap hangat dengan Rudy tapi tidak dengan Lisa.


Wajah Lisa terlihat cemberut karena perlakuan Fajar.


"Oh iya saya baru ingat Pak Rudy" ucap Fajar sebelum mereka bubar


"Saya tunggu kabar dari Bapak" balas Rudy.


"Terimakasih" sambung Fajar.


"Permisi Pak Fajar, Bu Keysha dan Pak Ryza" Rudy memberikan salam hormat kepada merek, Lisa kemudian jug mengikuti Bosnya dari belakang.


Rudy dan Lisa segera meninggalkan ruang meeting dan keluar untuk kembali ke kantor mereka. Kini hanya tinggal Fajar dan para sahabatnya di ruang meeting.


"Mengapa kamu mengenalkan Ela sebagai adik iparku bukan sebagai calon istri kamu?" tanya Keysha heran.


"Kamu seperti gak kenal Ela Key, waktu aku ajak dia ke kantor kemarin saat pelantikan kita dan mengenalkannya sebagai calon istriku di depan para karyawan saja dia sangat keberatan. Ela kan tipe orang yang tidak suka terkenal dengan alasan biar dia lebih leluasa bergerak jadi diri sendiri di luar sana tanpa membawa embel - embel prestasi ataupun latar belakang siapa dirinya. Makanya tadi aku berkata demikin, biar mereka tau dengan sendirinya. Nanti saat pesta pernikahanku juga mereka akan tau. Kan mereka juga akan di undang" jelas Fajar.


"Iya juga ya Fa, aku lupa kalau Ela memang tidak suka hal - hal seperti itu. Jadi Princess aja dia sampai pakai topeng padahal itu prestasi yang membanggakan lho" ujar Keysha.


"Itu salah satu yang aku suka dari dia, sehebat apapun dia, dia tidak pernah sombong atas apa yang sudah dia raih dan dia selalu berpenampilan apa adanya tanpa harus melebih - lebihkan" puji Fajar.


"Halaaah kalau sudah cinta semuanya suka Bro, lihat jigongnya juga kamu pasti suka alasannya itu hanya hiasan pagi hari di wajahnya" sindir Ryza.


"Yoi tau aja kamu. Kamu kan lebih berpengalaman dari aku. Ya gitu - gitulah, ngerti sendiri kalian. Gak perlu kan aku perjelas lagi" jawab Fajar.


"Dasar kamu" umpat Keysha.


"Btw nanti kalian honeymoonnya mau kemana Fa? sekalian donk aku dan Sintia ikut. Kemarin kan kami belum honeymoon" tanya Ryza.


"Kalau kita pergi si Keysha siapa yang bantuin di sini? Kamu mau di tendang Aby. Lagian kalian sebelum nikah juga sudah honeymoon duluan" jawab Fajar.


"Hey itu bukan honeymoon, itu kan jalan - jalan. Lagian mereka itu bersaudara kok sukanya main tendang sih. Salah profesi mereka, harusnya jadi pemain sepak bola aja" balas Ryza.


"Sssst... nanti anak aku dengar kamu ejekin papanya" Keysha menutup perutnya yang masih terlihat rata.


"Sorry Key, aku hanya heran. Dua anak kembar beda jenis kelamin kok bisa punya hobby sama. Ngidam apa tuh Tante Sandra waktu hamilin mereka?" ucap Ryza.


"Yang jelas Mamanya yang ngidam Bro bukan seperti Mama kamu waktu hamilin kamu. Yang ngidam kok malah Om August" ledek Fajar.


"Itu namanya kerjasama yang baik bro, masak pas proses pembuatannya aja yang kerjasama. Setelah itu juga donk" balas Ryza.


"Ya sudah kamu juga harus siap - siap kalau begitu. Kata orang penyakit orangtua bisa turun ke anaknya. Seperti Fajar tuh" goda Keysha.


Jleeeeeb....


"Duuuh gawat kenapa aku bisa lupa ya" ucap Ryza.


"Hahaha... rasain kamu. Baru tau rasanya gimana enaknya mabuk darat" balas Fajar.


Fajar dan Keysha tertawa melihat sajah Ryza yang tiba - tiba terlihat pucat.


.


.


BERSAMBUNG