Find The KEY

Find The KEY
Ep. 13



Tibalah hari yang dinanti. Aby and the geng sudah datang pagi-pagi sekali. Mereka sudah menempati kursi yang disediakan di dalam aula tempat perlombaan dilaksanakan.


"Kalian sudah siap anak-anak?" tanya guru pembimbing.


"Sudah Pak" jawab mereka serentak.


"Kenapa bibir kamu Dis?" tanya Guru terkejut melihat ujung bibir Disil sedikit bengkak dan di plaster.


"Dicium Ela tadi malam Pak" jawab Disil seenaknya saja.


"Disiil" teriak Ela.


Ditha dan Sintia sepontan menutup mulut Ela.


"Kemarin Ela sama Disil bercanda Pak, gak sengaja Ela memukul bibir Disil sebagai tanda sayang" jawab Rafa.


"Bercanda kalian jangan ekstrim gitu" ucap Guru mengingatkan.


"Iya Pak" jawab Ela dan Disil bersama.


"Ya sudah, anak-anak kalian bersiap ya. Sebentar lagi babak final akan dimulai" perintah Guru Pembimbing.


Babak final pun dimulai, Tim Aby sudah mengambil tempat. Ada tiga sekolah yang lolos ke babak final dan mereka akan bertanding memperubatkan sang juara pada perlombaan cerdas tangkas hari ini.


Tim Aby dan sekolah XYZ sangat ketat bersaing, skor mereka saling mengejar. Kini tinggal babak rebutan. Semoga anggota tim bebas memencet bel dan siapa saja bebas menjawab, tidak perlu ketua tim yang berbicara.


Pertanyaan bergulir satu persatu. Semua tim saling rebutan memencet bel dan menjawab pertanyaan juri dengan benar. Skor Tim Aby dan SMU XZY seimbang.


Hingga tibalah pertanyaan terakhir.


"Siapa nama Kaisar Mughal yang membangun Taj Mahal dan berapa lama waktu membangun bangunan itu?" tanya pembawa acara.


Teeeeet.... Ela langsung memencet bel.


"Ya silahkan SMU XXX" ucap pembawa acara.


"kaisar Mughal bernama Shah Jahān dan Taj Mahal dibangun selama 22 tahun" jawab Ela cepat.


"Ya benar... dengan begitu skor SMU XXX bertambah dan berakhirlah babak final kita hari ini. Sebagai pemenangnya adalah SMU XXX" teriak pembawa acara.


"Horeeeee....." teriak Disil, Ditha dan Sintia, juga Guru Pembimbing.


Babak final berakhir dan tibalah waktunya penerimaan piala. Aby, Ela dan Rafa sudah berdiri diapit oleh dua SMU yang menjadi juara dua dan tiga.


Setelah mereka menerima piala masing-masing seluruh peserta dipersilahkan untuk saling berjabat tangan.


Aby, Ela dan Rafa bergantian jabat tangan dengan perwakilan SMU lain yang menjadi lawan mereka. Pada saat berjabat tangan dengan SMU XYZ terlihat Aby seperti grogi dan Ela melihat tingkah kakak kembarnya itu.


Tidak seperti biasanya kakak kembarnya bertingkah seperti ini. Ela menyenggol lengan kakaknya membuat Aby tersadar dan segera berjabat tangan dengan Keysha.


"Selamat ya" ucap Keysha lembut.


"Terimakasih" jawab Aby.


Pada saat Ela hendak menjabat tangan dengan teman Keysha yang kemarin lawan tanding taekwondo di Dojang lagi-lagi Ela mendapat penolakan.


Dengan sangat kesal Ela melirik pria itu.


Huuuh pria aneh, akut banget sifat pendendamnya. Gak benget deh, jadi cowok gak gentle gitu. Umpat Ela dalam hati.


Tim Aby kembali ke tempat duduk mereka semula disambut oleh guru dan sahabatnya yang lain.


"Selamat ya buat kalian sudah memenangkan perlombaan cerdas tangkas ini. Kalian telah berhasil membawa nama baik sekolah kita" puji Guru Pembimbing.


"Selamat ya buat kalian" ucap Ditha dan Sintia bergantian.


"Selamat ya Hon, ada gunanya juga kita berantem kemarin gara-gara Taj Mahal. Aku gak nyangka pertanyaan itu yang terakhir keluar dan membawa sekolah kita menjadi pemenangnya" ucap Disil tulus.


"Iya Dis, aku juga gak nyangka. Untung kemarin kamu ngotot ya aku jadi tidak melupakannya" jawab Ela.


"Itulah Hon, ada gunanya juga kan berantem samaku. Walau aku dijadikan sansak tinjumu aku rela" gombal Disil.


"Anak-anak ayo kita pulang" ajak Guru Pembimbing.


Aby and the geng segera menuju mobil Disil. Sebelum masuk ke dalam mobil terlihat Aby seperti sedang mencari cari seseorang. Sikapnya itu terekam oleh adik kembarnya.


"Ayooo kakak mencari kunci ya?" tanya Ela.


"Kunci apa? Aku gak membawa kunci apa-apa" jawab Aby.


"Key lho kaaaaak. Keyshaaaaa" Ela berbisik agar teman-temannya yang lain tidak dengar.


"Ooooh Keysha. Nggak aku tidak mencarinya" elak Aby.


"Udah ngaku aja, sejak dalam kandungan aku udah tau lirikanmu kemana. Kakak tau, tarikan nafas kakak saja sudah mencurigakan?" goda Ela.


"Ada-ada saja kamu" balas Aby.


Apa benar ya tarikan nafasku sudah mencurigakan. Apa aku harus tahan nafas agar tidak terendus si Ela. Batin Aby.


"Si Kunci udah pulang sama cowok pendendam dan temannya satu lagi itu" ucap Ela.


"Cowok pendendam mana?" tanya Aby penasaran.


"Itu lho cowok yang lawan aku bertanding di Dojang. Tadi selesai perlombaam cerdas tangkas dia tetap tidak mau berjabat tangan denganku. Sudah dua kali dia seperti itu. Apa coba namanya kalau gak pemdendam. Keren sih anaknya tapi gak banget deh pendendam gitu" jelas Ela.


"Aku gak merhatiin tadi" balas Aby.


"Ya iyalah wong kakak ngelirik si Kunci itu terus" ucap Ela.


"Jangan menyebutnya kunci Ela, dia punya nama" Aby mengingatkan.


"Cieee...cie.. kesal dia weweknya di ejek. Ssst ini rahasia kita aja kak, biar yang lain gak tau. Kakak gak asik ah, gak bisa pakai kode rahasia" balas Ela.


"Oke.. aku ngerti sekarang" sambut Aby.


"Nah gitu donk, saling dukung" Ela merangkul bahu kakak kembarnya


"Tumben kalian mesra?" tanya Disil.


"Kami emang selalu mesra. Dalam kandungan aja kami udah mesra, kalau berantem udah habis kami impit-impitan di dalam perut" jawab Ela.


"Biasanya kan kamu gak mau digituin By" ucap Disil.


"Iri bilang aja" elak Aby.


"Ya iyalah... gua kan mau dirangkul cem ngono By" ucap Disil melihat rangkulan Ela.


"Sorry Dis kagak bisa. Selain papaku hatiku sudah diisi kak Aby. Gak muat lagi untuk kamu" tolak Ela.


"Entar kan hati kamu mengembang El, pasti muat untuk aku masuki" Disil masih berusaha.


"No.. no.. no.. kamu kegedean gak muat" tolak Ela.


"Sampai kapan ngobrol terus diluar, kami kepanasan nih di dalam" teriak Rafa yang udah masuk ke dalam mobil.


"Sorry guys lupa ngidupin mobil" ucap Disil.


Disil, Aby dan Ela masuk kedalam mobil. Mobil bergerak menuju rumah Aby dan Ela. Mereka pulang dengan hati riang dan plong karena piala kemenangan telah berada dalam pangkuan Aby. Itu artinya mereka lah pemenangnya hari ini.


Tidak sia-sia mereka menjalani karantina seminggu untuk belajar bersama, walau diisi dengan pertikaian antara Ela dan Disil tetapi mereka tetap semangat belajar. Orangtua mereka pasti sangat senang mendengar kabar gembira ini.


Dan mereka sudah tidak sabar untuk membuat party atas kemenangan mereka hari ini. Dengan hati riang mereka bernyanyi di dalam mobil. Mobil melaju dengan kecepatan sedang menembus padatnya lalu lintas siang hari ini.


.


.


BERSAMBUNG