Find The KEY

Find The KEY
Ep. 255



"Apa? Tidak mungkin...... " teriak Mama Lisa.


"Kami sudah mengecek hasil rekaman CCTV dan penculiknya memang Lisa. Kami mengenalnya" tegas Aditya.


"Maaaas, anak kita Mas" ucap Mamanya Lisa.


"Bagaimana Farhan, apakah Lisa ada di rumah?" tanya Reza.


"Begini Reza biar kami jelaskan dulu" ucap Papa Lisa.


Aditya dan teman-temannya mulai menyimak penjelasan orangtua Lisa.


"Dua bulan yang lalu Lisa melahirkan prematur karena dia pendarahan akibat benturan saat jatuh di kamar mandi sepulang dia dari rumah sakit. Sayangnya anaknya meninggal dunia. Dan sejak saat itu jiwanya terguncang" ungkap Farhan.


"Kalau boleh kami tau, siapa suami Lisa?" tanya Reza pura-pura tidak tau.


"Lisa menikah dengan Rudy Kuswoyo, atasannya di PT. ABC. Kami tidak tau apa yang terjadi pada Lisa semenjak putusnya hubungan dia dengan Rafa. Sejak saat itu Lisa menjadi wanita yang tidak kami kenal. Wanita yang ambisius" ungkap Farhan.


"Kamu salah Han, sebelum putus dengan Rafa dia sudah menjadi wanita yang seperti itu. Kalian tidak tau penyebab putusnya mereka?" tanya Reza.


"Lisa bilang katanya Rafa menyukai wanita lain yang tak lain adalah sahabat Rafa sendiri" jawab Istri Farhan.


"Kalian salah, kenyataan yang sebenarnya adalah dia merayu putra saya yang tak lain adalah sahabat Rafa sejak kecil. Tapi perbuatannya itu di lihat langsung oleh Rafa sehingga mereka bertengkar dan putus" ungkap Aditya.


"Astaga Maaaas, putri kita" ucap Mama Lisa terkejut.


"Setelah itu dia berusaha merayu dan menjebak menantu saya Fajar Barrakh dengan memberikan obat tidur dan dia memesan satu kamar hotel" sambung Aditya.


"Tidak Dit, Lisa juga di jebak Bosnya. Bosnya ingin memisahkan anak kamu dengan calon suaminya dengan cara menjebak Lisa dan Fajar dalam satu kamar hotel setelah itu dia menjerat putri kamu agar mau menikah dengannya" sanggah Farhan.


"Terus kamu percaya begitu saja semua yang putri kamu katakan?" tanya Reza.


"Siapa lagi yang akan mendengar cerita anaknya kecuali orangtua sendiri" jawab Farhan.


"Tapi bukan percaya seratus persen seperti itu harus ada filternya juga. Secara logika kenapa Lisa mau menikah dengan Rudy atasannya yang jelas - jelas menyukai Ela sampai ingin menjebak dan memisahkan Ela dengan calon suaminya saat itu?" tanya Reza.


Kedua orangtua Lisa terdiam.


"Lisa mencintai suaminya, walaupun statusnya adalah tahanan saat ini" jawab Farhan.


"Kalian mengizinkannya menikah dengan seorang narapidana?" tanya Reza


"Dan membiarkannya nencintai pria yang jelas - jelas menyukai wanita yang lain?" tanya Aditya.


Dia tidak menyangka dua orangtua di hadapannya ini begitu mudahnya tertipu semua ucapan anaknya.


Gila, benar - benar gila tuh anak. Batin Aditya.


"Kami memang terlalu memanjakannya selama ini karena dialah anak kami satu - satunya. Kami selalu menuruti apapun keinginannya. Membuat dia tumbuh menjadi gadis yang manja" ucap Farhan lemas dan tertunduk malu.


"Makanya saat kami mengetahui hubungannya dengan Rafa, dan kenal dengan keluarganya kami sangat senang dan menaruh harapan besar akan kebahagiaan putri kami. Entah apa yang dia fikirkan saat itu mengapa dia bisa bertindak seperti itu. Kami tidak menyangka anak kami bisa berbuat begitu" sambung Papanya Lisa.


"Sekarang yang terpenting dimana keberadaan Lisa saat ini?" desak Aditya.


"Sejak melahirkan dan kehilangan anaknya Lisa mengalami depresi. Di bulan pertama setelah melahirkan dia sering menjerit dan berteriak juga menangis. Kami membawanya ke psikiater. Alhamdulillah dia mengalami perubahan yang positif. Bulan selanjutnya dia masih rutin untuk periksa ke dokter. Kemarin adalah jadwal dia periksa" ungkap Farhan.


"Di rumah sakit mana Lisa rutin melakukan pengobatan?" tanya Reza.


"RS. Ibu dan Anak" jawab Farhan.


"Di rumah sakit mana Lisa melahirkan?" tanya Disil.


"RS. Ibu dan Anak" jawab istri Farhan.


"Pas sekali. Pantas saja" timpa Satria.


"Maksudnya?" tanya Farhan bingung.


"Dua bulan yang lalu menantuku melahirkan di Rumah Sakit itu dan Anakku Ela sempat melihat Lisa di parkiran Rumah Sakit. Tiga hari yang lalu Ela juga melahirkan di rumah sakit itu bersamaan dengan Lisa juga berobat ke rumah sakit itu" ungkap Aditya.


"Oh ya Tuhan, Lisaaaa" ucap istri Farhan.


"Lisa belum pulang dari kemarin?" ucap Farhan.


"Apa kalian tau dimana keberadaan Lisa saat ini?" desak Aditya.


"Iya benar, aku takut nanti Elfa diapa- apain dia" sambung Dimas.


"Ya Allah naaaak" istri Farhan menangis mengingat putri tunggalnya itu.


"Gimana Han, apa kalian tau kemana kemungkinan Lisa pergi saat ini?" tanya Reza.


"Aku hanya tau sebuah apartemen milik suaminya" jawab Farhan.


"Dimana alamatnya?" desak Aditya.


Farhan menyebutkan alamat sebuah apartemen di tengah pusat kota Jakarta. Alamatnya persis sama seperti yang di dapatkan Omar dan saat ini Omar dan kawan - kawannya sedang dalam perjalan menuju alamat tersebut.


"Gimana Za?" tanya Sandy penasaran.


"Alamatnya sama?" Satria penasaran.


"Iya sama" jawab Reza.


"Cepat hubungi Omar" ucap Dimas.


Aditya segera menghubungi besannya.


"Hallo Dit bagaimana?" tanya Omar langsung.


"Lisa tidak ada di rumah orangtuanya. Tapi mereka memberi alamat apartemen Rudy" jawab Aditya.


"Dimana alamatnya?" tanya Omar langsung.


"Alamatnya sama dengan yang kamu pegang. Apa kalian sudah sampai ke alamat itu?" tanya Aditya lagi.


"Sudah kami sudah menemui pengelola apartemen dan sudah melihat rekaman CCTV apartemen" jawab Omar.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Aditya penasaran.


"Lisa datang ke apartemen jam sepuluh pagi" jawab Omar


"Apa? Lisa ke apartemen tadi pagi?" Aditya tampat terkejut begitu juga semua orang yang ada didekat Aditya dan mendengar perkataan Aditya.


"Iya. Dia terlihat sedang menggendong bayi tapi tiga puluh menit setelah itu dia pergi dengan membawa koper bersamanya" jawab Omar.


"Kemana dia pergi?" tanya Aditya.


"Dari rekaman CCTV yang kami lihat dia pergi keluar gedung mengendarai mobilnya" jawab Omar.


"Baik Mar, aku akan tanyakan lagi kepada orang tuanya kemana kemungkinan dia pergi membawa Elfa" balas Aditya.


"Baik. Aku akan menghubungi Fajar apakah mereka menemukan jejak Lisa" ucap Omar.


"Oke" telepon terputus.


"Bagaimana Dit?" Tanya Satria tak sabar.


"Lisa ke apartemen tadi pagi jam sepuluh. Dia membawa Elfa ke sana" jawab Aditya.


"Ya Allah Lisaaaa" Mama Lisa menangis kencang meratapi kelakukan anaknya yang sudah kelewat batas.


"Tapi dia hanya sebentar di sana. Tiga puluh menit kemudian dia pergi meninggalkan apartemen dengan membawa koper" sambung Aditya.


"Kemana lagi dia pergi? Apa kalian tau tempat lain yang mungkin Lisa datangi. Atau tempat favoritnya untuk menenangkan fikirannya?" tanya Reza pada mantan calon besannya yang tak jadi.


"Maaas bagaimana ini?" isak tangis istri Farhan.


"Tolong Han, bekerjasama lah dengan kami sebelum ada korban. Kasihan Elfa masih terlalu kecil. Dia baru berumur tiga hari. Ela juga sangat shock saat ini karena kehilangan anaknya" bujuk Reza.


Farhan yang masih memeluk dan mencoba memenangkan istrinya kemudian menarik nafas panjang.


"Baiklah. Coba kalian cari ke alamat ini" jawab Farhan.


.


.


BERSAMBUNG