
Akhir pekan pun tiba..
Fajar baru saja tiba di rumah calon mertuanya setelah sepulang dia dari kantor.
"Assalamu'alaikum" sapa Fajar ketika masuk ke rumah Ela.
"Wa'alaikumsalam. Lho Fajar baru pulang kantor? Keysha udah pulang dari tadi" tanya calon Mama Mertuanya.
"Iya Ma, aku dan Ryza agak lama pulangnya ada kerjaan dikit tadi. Nanggung kalau disambung lagi hari senin. Ela sudah pulang Ma?" Fajar balik bertanya.
"Sudah, dia juga baru pulang satu jam yang lalu. Katanya baru selesai nyiapin gaun dia, gaun Mama dan gaun Mama kamu. Tinggal gaun adik kamu dan Keysha juga gaun yang lainnya" jawab Alexa.
"Sebentar Mama suruh bibi panggil dia ya" sambung Alexa.
Alexa pergi ke dapur untuk menyuruh asisten rumah tangga memanggil Ela di kamarnya di lantai dua. Sedangkan Fajar duduk di ruang keluarga bersama Aditya.
"Duduk Fa" ucap Aditya.
"Iya Pa" balas Fajar dan dia duduk tak jauh dari Aditya.
"Kata Keysha pembangunan hotel di puncak tinggal sebentar lagi selesai ya?" tanya Aditya.
"Iya Pa, tinggal finishing. Setelah pembangunan selesai baru menyiapkan semua isinya" jawab Fajar.
"Waaah gak terasa ya Fa sebentar lagi akan kelar" sambut Aditya.
Tak lama Ela turun dari lantai atas.
"Udah lama nyampenya Fa?" tanya Ela.
"Baru kok El. Lagi cerita - cerita sama Papa tentang pembangunan hotel di puncak. Besok ada waktu gak? Aku mau ajak kamu ke puncak lihat hotel yang tinggal finishing. Setelah kita nikah aku pengen lukisan kamu yang di pajang di hotel" ucap Fajar.
"Mmmm... besok aku kabari ya. Malam ini aku bicarakan sama si Keket dulu soal gaun yang besok akan di kerjain" jawab Ela.
"Oh iya kamu mau lukisan yang baru atau yang lama?" tanya Ela.
"Yang mana aja boleh asal sesuai dengan konsep hotel, yang penting semuanya lukisan kamu. Emang lukisan kamu ada di mana?" Fajar balik bertanya.
"Di apartemen aku di London tapi kan bisa minta bawain asisten kamu yang di London. Nanti pas kita nikah Mom and Dad si Keket kan ikut jadi bisa minta bawakan sekalian" jawab Ela.
"Iya bener juga ya. Oke nanti aku hubungi Jimmy" balas Fajar.
"Yuk kita makan dulu Mas, Fajar" ajak Alexa yang baru keluar dari dapur.
"Ela panggil kakak kamu dan Keket biar kita makan malam bareng" perinta Alexa.
"Oke Ma, sebentar ya Fa" jawab Ela.
Aditya, Alexa dan Fajar berjalan menuju dapur tak lama Aby, Keysha, Ela dan Catherine menyusul mereka di dapur.
Malam itu Fajar makan malam bareng bersama keluarga Ela.
******
Keesokan harinya...
Hp Ela bergetar tanda pesan masuk.
Pria Menyebalkan 😈
My Princess siap - siap ya, aku sudah jalan menuju ke rumah kamu.
My Princess 💖
Oke aku juga sudah mau siap nih 😊
Ela tersadar melihat nama Fajar yang dia simpan di dalam memory hpnya. Ela kemudian mengganti nama Fajar dalam hpnya.
My Imam Wannabe 😍
Tiga puluh menit lagi aku sampai
Ela tersenyum melihat pesan dari Fajar yang sudah berganti nama di dalam ponselnya. Ela kemudian melanjutkan kegiatannya berdandan tipis karena dia akan pergi bersama Fajar pagi ini jalan - jalan melihat pembangunan hotel di puncak.
Tiga puluh menit kemudian Ela turun dari lantai dua dan pamit pada kedua orangtuanya.
"Pa, Ma, Ela berangkat dulu ya ke puncak sama Fajar" ucap Ela.
"Iya, hati - hati ya sayang. Bilang sama Fajar pelan - pelan aja bawa mobilnya. Seminggu lagi kalian nikah lho" ucap Aditya mengingatkan.
"Oke Pa" balas Ela.
"Nih bawa bekal makanan untuk di jalan sayang. Mama sudah siapkan" sambut Alexa.
"Waaaah Mamaku emang hebat tau aja apa yang anaknya butuhkan" puji Ela.
"Ya taulah namanya juga orangtua. Nanti saat kamu menjadi orangtua kamu pasti mengerti apa yang Mama lakukan untuk kamu" balas Alexa.
"Terimakasih Ma" Ela mencium pipinya Mamanya kemudian mencium tangan Papanya dan berlalu dari hadapan mereka.
Sekitar dua jam perjalanan mereka sudah sampai di lokasi pembangunan hotel Barrakh Corp.
"Lokasinya asik ya, udara di sini juga sangat bersih" ucap Ela ketika baru keluar dari mobil.
"Kamu suka?" tanya Fajar lembut.
"Suka... aku suka tempat yang sejuk. Pemandangan di sini juga bagus, banyak view untuk melukis di sini" ucap Ela senang.
Ela mengeluarkan tas berisi perlengakapan melukisnya.
"Fa kamu keliling aja dulu, tiba - tiba aku mendapat inspirasi utuk melukis di sini" ucap Ela.
"Semudah itu membuat kamu senang My Princess dibawa ke sini aja kamu sudah senang sekali dan langsung mood untuk melukis" ucap Fajar.
Ela terlalu asik mempersiapkan semua peralatannya untuk melukis. Diam - diam Fajar memotret Ela yang sedang mulai asik melukis.
"Wanita yang cantik" ucap Rudi.
Fajar tersenyum sambil melihat hasil jepretannya.
"Dia pelukis yang Bapak sebutkan kemarin waktu kita meeting kan?" tanya Rudi.
"Iya dia orangnya" jawab Fajar tersenyum menatap Ela dari kejauhan.
"Dia kakak kelasku saat di SMU" ucap Lisa yang berdiri di samping Fajar.
"Oh ya?" tanya Rudi terkejut.
"Iya, dia beserta sahabat - sahabatnya yang lain" jawab Lisa.
"Wanita seperti apa dia, sepertinya dia wanita yang menarik?" Rudi bertanya penasaran.
"Wanita tomboy dan seperti preman. Dia dan sahabatnya yang lain membentuk sebuah Geng yang dinamakan ERASADIS dan dia ketua gengnya" balas Lisa.
"Benar - benar unik" puji Rudi.
Fajar dan Rudi menatap ke arah Ela penuh mendamba.
Tak lama Ela telah menyelesaikan lukisannya dan menatap hasil lukisannya tersebut.
Fajar, Rudi dan Lisa berjalan mendekati Ela.
"Kamu sudah selesai melukisnya?" tanya Fajar.
"Sudah, gimana kamu suka?" Ela balik bertanya.
"Suka. Apapun yang kamu lukis aku suka" jawab Fajar lembut.
Ela tersenyum menatap Fajar
"Oh iya kenalkan ini Pak Rudi CEO PT. XXX. Perusahaan kami bekerjasama untuk pembangunan hotel ini" ucap Fajar memperkenalkan Ela dengan Rudi.
"Rudi" Rudi tersenyum dan menyodorkan tangannya ke arah Ela.
"Ela" jawab Ela dan menyambut uluran tangan Rudi, mereka saling berjabat tangan.
"Dan ini sekretaris saya, apakah kamu mengenalnya?" tanya Rudi.
"Iya saya mengenalnya, dia Lisa adik kelas saya plus mantan pacar dari sahabat saya" jawab Ela sambil tersenyum ke arah Lisa.
"Oh ya, pantesan dia bilang kalau dia sangat mengenal kamu ternyata Lisa pernah pacaran dengan sahabat kamu rupanya" balas Rudi.
"Iya dan kami putus juga karena dia" ucap Lisa.
"Oh ya?" tanya Rudi penasaran.
"Karena dia diam - diam telah merebut hati pacar saya" jawab Lisa.
Ela menatap Lisa dengan geram.
"Kamu salah, aku tidak pernah merebut pacar kamu. Bukannya kamu yang mengkhianati sahabat aku dan mencoba merayu kakak kembarku?" sindir Ela.
"Benar dan tuduhan kamu salah Nona. Ela tidak pernah merayu mantan pacar kamu seperti yang kamu katakan tadi" bela Fajar.
"Kamu belum mengenalnya Tuan" ucap Lisa.
"Aku cukup mengenalnya karena dia adalah calon istriku dan minggu depan aku akan menikah dengannya" tegas Fajar.
Seketika Lisa dan Rudi terkejut mendengar perkataan Fajar.
.
.
BERSAMBUNG