
"Kalian kenapa gak cerita ke Mama dulu rencana kalian nambah momongan ini? Pokoknya Mama gak mau tau. Mulai besok kalian kembali tinggal di rumah Mama dan Papa ya. Biar Mama bisa mengatur makanan yang sehat untuk kamu, ti... tik... tidak ada bantahan" tegas Lidya.
"Ha...... " Rafa dan Catherine saling pandang. Mereka tidak menduga dan tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya.
"Maaaa.... gak bisa semendadak itu donk. Kami bicarakan dulu ya hal ini berdua. Dan please... jangan bebani Catherine dengan fikiran - fikiran yang berat. Kata dokter dia harus enjoy menjalani kehamilan ini agar tekanan darahnya stabil" ungkap Rafa.
Catherine menyenggol tubuh suaminya.
Lidya terdiam sejenak mendengarkan penjelasan Rafa.
"Maaf, mungkin Mama terlalu khawatir. Kalian fikirkan dulu ya apa yang Mama katakan tadi. Karena menurut Mama kalau kalian tinggal bersama kami, kita kan bisa sama - sama menjaga dan menemani Catherine menjalani kehamilannya ini. Dengan begitu kan jadi lebih mudah bagi kita semua untuk saling jaga. Maaf ya Catherine sayang jangan terlalu kamu fikirkan. Semua terserah kamu kok" ujar Lidya.
"Iya Ma, aku mau kok Ma tinggal kembali di rumah Mama. Aku rasa Fathir juga akan sangat senang karena bisa tinggal dekat dengan Shaby. Jadi dia punya teman juga" jawab Catherine.
"Kamu serius sayang?" tanya Rafa tak percaya dengan apa yang baru dikatakan istrinya.
"Iya Mas, aku mau tinggal di rumah Mama lagi" jawab Catherine lembut.
"Kamu gak terpaksa kan?" tanya Rafa meyakinkan.
"Nggak Mas. Aku dengan senang hati mau kembali ke rumah Mama" balas Catherine.
"Syukurlah sayang" ucap Lidya.
Setelah selesai mengabari orang tuanya Raga dan Catherine memberitahukan kabar gembira ini kepada teman - temannya.
Rafa
Mohon doanya ya, saat ini My Catherine sedang mengandung anak kedua kami. Tolong do'akan semoga Ibu dan bayinya sehat - sehat sampai lahiran 🙏🙏
Ela
Kamu serius Raf? 😱
Disil
Bro jangan main-main ah. Gimana keadaan Keket?
Sintia
Ket benarkah? Apa gak berbahaya? 😰
Keysha
Serius Raf? 😲
Aby
Kamu yang benar Raf? Ini bukan becanda kan?
Ryza
😱😱😱
Rafa
Serius dan tidak bercanda. My Cath memang sedang hamil saat ini. Hamil anak kedua kami
Ditha
Tidak berbahaya Raf, Ket?
Catherine
Alhamdulillah semuanya normal, janinnya juga sehat. InsyaAllah tidak ada apa - apa. Mohon doanya ya dari kalian semua.
Fajar
Selamat ya Raf, Ket atas kehamilan anak ke dua kalian. Semoga Ibu dan Cadebay sehat sampai lahiran.
Ela
Aamiin
Keysha
Sehat - sehat ya Ket. Semangaat!!! Kan asik ada teman yang hamil juga.
Ditha
Sintia
Aku dukung Keket deh. Sehat - sehat ya bumil selama hamil. Lancar sampai lahiran.
Catherine
Terimakasih ya teman - teman semuanya atas dukungan dan doa kalian 😘😘
Catherine dan Rafa ingin memberitahu berita gembira ini kepada putra mereka sekaligus ingin mengabarkan kalau dalam waktu dekat ini mereka akan pindah ke rumah Opa Reza.
Mereka masuk ke kamar Fathir yang lagi asik belajar.
"Daddy.. Mommy... Kok tumben main ke kamar aku. Ada apa?" tanya Fathir heran.
"Ada sesuatu yang ingin Mommy dan Daddy sampaikan sayang" ucap Catherine.
"Oh ya, kabar apa itu?" tanya Fathir penasaran.
"Beberapa hari ini kita akan pindah ke rumah Opa dan Oma, mungkin untuk satu tahun ke depan" ungkap Rafa.
"Kenapa? Kan kita sudah punya rumah sendiri. Masak mau di tinggalin?" tanya Fathir bingung.
"Karena Mommy kamu saat ini sedang hamil, sebentar lagi kamu akan punya adek" jawab Rafa.
"Apa, Mommy hamil?" tanya Fathir terkejut.
"Iya" jawab Catherine.
"Nggak... aku gak mau Mommy hamil lagi. Papa bilang, waktu Mommy melahirkan aku Mommy hampir saja meninggal dan dua hari koma. Aku gak mau Mommy meninggal. Aku gak mau Mommy hamil" tolak Fathir.
"Lho sayang kamu gak boleh bicara seperti itu. Pantang... Ada Allah yang menentukan hidup dan mati kita. Semua sudah di tetapkan, jadi kita gak boleh takut. Kalau memang sudah waktunya Mommy meninggal, gak hamil juga Mommy pasti akan meninggal" jelas Catherine.
"Nggak... pokoknya aku gak mau Mommy hamil lagi. Titiiiiiiik... " teriak Fathir kesal. Dan dia pergi keluar dari kamar meninggalkan Catherine dan Rafa yang masih berada di kamar Fathir.
"Fathiiiir... sayaaaang" panggil Catherine.
Tapi Fathir tidak mau mendengar, dia terus saja berjalan menjauh dari kamarnya.
"Maaaas" ucap Catherine.
"Sudah sayang, kamu tenang saja. Gak usah di fikirin. Kamu balik ke kamar saja dan istirahat. Biar Mas yang akan bicara dengan Fathir dan memberi dia pengertian" balas Rafa.
"Baiklah Mas, tapi Mas janji ya bicara baik - baik sama Fathir. Dia pasti takut aku kenapa - kenapa Mas makanya dia menolak keras aku hamil lagi" ungkap Catherine.
"Iya, Mas paham kok. Kamu gak usah khawatir ya. Mas menemui Fathir dulu ya" ucap Rafa.
Rafa keluar dari kamar Fathir dan menyusul Fathir yang sedang duduk di gazebo belakang yang terletak di dekat kolam renang.
"Fathir..... " panggil Rafa lembut
"Daddy jahaaat.. Apa gak ngelarang Mommy hamil lagi. Aku gak mau Mommy meninggal" ucap Fathir sambil menangis.
Rasa takut akan kehilangan Mommynya sangat menghantuinya sehingga dia tidak bisa menerima penjelasan Rafa dan Catherine tadi di kamar.
"Kamu fikir cuma kamu saja yang takut kehilangan Mommy kamu? Papa juga sama sayang. Tapi bagi seorang wanita hamil itu adalah suatu anugerah yang tak ternilai harganya. Saat hamil juga seorang wanita akan mendapatkan pahala yang sangat besar setiap hari" ungkap Rafa.
"Setiap hari gimana Dad?" tanya Fathir mulai mereda tangisnya.
"Semua penderitaan dan kesusahan seorang wanita yang dia rasakan akan di catat sebagai pahala nak. Semua kesabaran dan ketabahannya juga mengalir pahala. Menjadi seorang Ibu itu sangat besar pengorbanan dan perjuangannya sayang setimpal dengan pahala dan kebahagiannya. Itu makanya setiap wanita sangat ingin menjadi seorang Ibu. Mommy kamu sudah lama sekali ingin hamil lagi tapi Daddy selalu melarangnya. Alasannya sama seperti kamu. Daddy takut kehilangan Mommy kamu. Bertahun-tahun Daddy berfikir, kalau Daddy melarang Mommy kamu malah Daddy menjadi orang jahat. Daddy melarang Mommy kamu meraih surga yang di janjikan Allah untuk setiap wanita. Melahirkan itu jihad nak, dan balasannya adalah surga. Mommy kamu ingin mendapatkan surganya Allah masak Papa melarangnya" jelas Rafa.
Fathir terdiam.
"Walau berat kita harus mendukung Mommy. Karena semakin banyak yang mendukung Mommy kamu dia akan semakin bahagia menjalani kehamilannya dan itu sangat mempengaruhi tekanan darah Mommy kamu. Kita buat Mommy senyaman mungkin, jangan tambah beban fikirannya. InsyaAllah Mommy kamu akan baik - baik saja. Saat ke London bulan lalu Daddy dan Mommy sudah konsultasi ke dokter kandungan dan hasilnya Mommy kamu sehat dan sangat siap untuk bisa hamil lagi. Dan tadi saat kami ke dokter Mommy kamu di periksa, semua hasil pemeriksaannya bagus dan Mommy kamu sangat senang. Papa harap kamu mengerti sayang. Kita boleh menyayangi Mommy tapi Allah lebih sayang. Sekuat apapun kita melarangnya kalau Allah berkata lain kita tidak akan bisa melawannya. Yang harus kita lakukan saat ini ya kita harus membujuk Allah dengan doa. Semoga Mommy dan adik kamu sehat - sehat sampai lahiran. Apakah kamu mau?" tanya Rafa dengan penuh kasih sayang.
Fathir tertunduk lama kemudian dia menganggukkan kepalanya.
"Iya Pa, maaf mungkin tadi kata- kataku sudah membuat Mommy bersedih. Aku janji aku akan membantu Mommy dan menghibur Mommy agar Mommy dan adik bayi senang dan sehat sampai lahiran" jawab Fathir.
"Terimakasih sayang kamu sudah mau mengerti apa yang saat ini sedang terjadi dengan keluarga kita. Mari kita saling menguatkan ya dan tetap berdoa. InsyaAllah Allah akan mendengar dan mengabulkannya" sambung Rafa.
"Aamiin....... "
.
.
BERSAMBUNG