Find The KEY

Find The KEY
Ep. 101



"Tidak bisa" ucap mereka bersama - sama.


Sang pegawai langsung lemas mendengar perkataan sepasang manusia yang ternyata bukan merupakan pasangan kekasih malah terlihat seperti musuh bebuyutan. Idenya gagal untuk membuat mereka berdamai.


"Jadi bagaimana, kalian sama - sama menginginkan jam ini. Bukankah lebih baik kalian saling berbagi? Lagian kalau salah satu yang membeli ini jam, apakah akan dipakai pada kedua tangan orang yang berhasil membelinya. Tidak kan? Lebih baik kalian saling berbagi. Jadi kedua jam tangan ini bisa digunakan dua - duanya" lerai pegawai toko.


Ela dan Fajar saling pandang, mereka sama - sama berfikir.


"Bagaimana?" tanya pegawai toko lagi.


"Baik" jawab mereka bersama - sama.


"Nah kalau kompak kan lebih bagus. Damai itu indah" puji pegawai toko.


"Aku mau jamnya di beli terpisah. Aku beli jam tanganku sendiri" ucap Ela sambil menyodorkan kartu kredit miliknya.


"Tidak bisa Bu, kami tidak bisa membuat nota terpisah. Jam tangan couple hanya memiliki satu nota jadi memang tidak bisa dijual terpisah" jawab pegawai toko.


Fajar tersenyum, sepertinya dia yang akan memenangkan pertengkaran mereka kali ini.


"Ini biar saya saja yang bayar. Kamu berikan saja jam tangan itu padanya" ucap Fajar. Fajar langsung memakai jam tangan couple yang untuk pria.


Sang pegawai langsung menerima kartu kredit milik Fajar.


"Tak sudi aku menerima pemberian dari kamu" ucap Ela.


"Kalau begitu kamu tidak bisa memiliki jam tangan bagus ini. Waaah keren banget jam ini di tanganku" Fajar mencoba memanas - manasi Ela.


Ela melirik ke arah tangan Fajar yang sudah memakai jam tangan couple yang dia suka.


Sial pengen banget nolaknya tapi aku suka jam tangan itu. Jamnya memang sangat bagus. Ucap Ela dalam hati.


"Beneran gak mau? Ya udah Pak tolong jam yang satunya lagi di bungkus saja. Saya bisa memberinya pada orang lain" ucap Fajar.


"Enak saja. Ini jam tanganku. Aku yang pertama melihatnya. Enak saja kamu mau kasi jam tangan ini sama orang lain" Ela langsung meraih jam tangan yang satunya dan memasangnya di tangannya sendiri.


Pegawai toko tersebut tersenyum melihat sepasang manusia yang di hadapannya ini sudah berdamai. Dia langsung membuat transaksi pembelian jam tangan couple tersebut.


"Waaah memang bagus jam tangan ini" puji Ela ketika melihat jam tangan itu sudah terpasang di tangannya.


"Kalian sudah terlihat seperti pasangan. Kalau saja kalian bisa sedikit akur kalian terlihat seperti pasangan yang serasi" puji pegawai toko.


Ela langsung melirik ke arah Fajar.


"Amit - amit" ucap Ela dan pergi berlalu meninggalkan Fajar sambil terus menatap jam tangan yang ada di pergelangan tangannya.


"Wanita jadi - jadian tak tau berterima kasih. Itu barang mahal bukannya ngucapin makasih karena sudah aku belikan" umpat Fajar.


Setelah pegawai toko selesai membuat traksaksi pembelian jam tangan couple tersebut Fajar kembali berkeliling toko. Tapi matanya selalu mencari - cari sosok Ela.


Dia penasaran apa yang sedang dilakukan wanita jadi - jadian itu. Rupanya Ela sedang melihat gaun wanita yang sedang di pajang dibeberapa manekin.


Ela terlihat tersenyum - senyum melihat patung - patung tersebut. Fajar penasaran apa yang membuat Ela terlihat begitu bahagia.


Waaah ternyata ini buatan wanita yang aku cari - cari itu. Wanita yang hebat, hasil designnya ada di tempat seperti ini.


"Kamu suka juga pakaian - pakaian itu?" tanya Fajar penasaran.


Ela hanya tersenyum dan tidak menjawab ucapan Fajar.


"Hey pakaian itu tidak cocok untuk kamu. Kamu itu wanita jadi - jadian. Mana cocok pakai gaun yang anggun seperti itu. Apalagi itu buatan designer terkenal. Tadi malam aja designernya membuat pagelaran busana di TBF Hotel" ucap Fajar panjang lebar.


Apa sih nih cowok dari tadi ngikutin aku terus. Bisanya muji - muji Princess tapi ngejekin aku, kamu gak tau ya Princess itu aku. Batin Ela.


"Woi cewek jadi - jadian, kamu tu cocoknya pakai baju itu tuh" tunjuk Fajar ke arah pakaian pria.


"Dengar ya cowok pendendam yang paling ngeselin sedunia. Aku ini wanita tulen hanya saja aku memang suka beberapa pernak pernik ataupun hobby yang disukai laki - laki. Tapi bukan berarti aku bisa berubah jadi laki - laki. Gini - gini ada ya cowok yang suka sama aku bukan seperti kamu yang dingin, datar dan arogan. Aku yakin pasti sampai saat ini kamu belum punya pacar. Mana ada wanita yang mau sama cowok seperti kamu" ejek Ela.


"Enak ajaaa, banyak wanita di luar sana yang mengharapkan aku tapi aku yang menolak mereka. Aku ingin mencari wanita spesial yang anggun, lemah lembut dan keibuan" jawab Fajar.


"Ya gampang tinggal cari janda anak satu. Jamin pasti wanita itu lemah lembut dan keibuan secara dia sudah punya anak. Gitu aja kok repot" balas Ela.


"Masih banyak perawan ngapain cari janda" sambut Fajar.


"Kamu gak pernah dengar ya kata - kata seperti 'Janda selangkah lebih di depan' yang artinya lebih berpengalaman. Kalau gak percaya coba deh sekali - sekali sama janda. Buktikan apa yang aku bilang" ucap Ela.


"Kamu aja yang coba sendiri jadi janda. Dan buktikan apa yang kamu bilang itu" balas Fajar.


"Enak aja nyuruh aku jadi janda nikah aja belum" bela Ela.


"Apasih kalian ini dari tadi bertengkar melulu gak ada damai - damainya" tiba - tiba Keysha datang dari arah belakang bersama Aby.


"Ini nih Kakak ipar masak cowok pendendam ini nyuruh aku jadi janda" ucap Ela.


Keysha menatap Fajar dengan tatapan heran, gak biasanya saudara sepupu jauhnya ini bicara hal - hal receh seperti ini. Apalagi bertengkar membahas hal yang nggak penting.


"Habis kamu sendiri yang bilang janda itu selangkah lebih di depan. Ya buktikan sendiri, jadi janda sono" sambut Fajar.


Keysha tersenyum melihat tingkah Fajar, jadi ingat perkataan Papa dan Om Omar dan Om August saat mereka meminta bantuan Keysha menjebak Ela dan Fajar di lift.


Benar kata mereka, sepertinya alergi Fajar gak kumat saat bersama Ela, buktinya beberapa kali mereka jalan dan berdekatan tapi Fajar terlihat biasa saja. Gak ada tanda - tanda alerginya kumat.


Tapi antimo yang diceritakan Fajar selama ini juga nyata karena tadi malam Keysha sudah melihatnya dan sepertinya wanita itu memang wanita yang hebat, cantik dan anggun. Persis seperti wanita idaman Fajar selama ini.


Dari remaja Fajar memang sudah mengidam - idamkan wanita cantik, anggun, lemah lembut dan keibuan seperti Mamanya. Wanita seperti itulah yang dia cari sampai sekarang dan sepertinya itu ada di diri Princess seperti yang Keysha lihat tadi malam.


Trus apa artinya dengan yang terjadi antara Ela dan Fajar saat ini? Apakah mungkin bisa ada dua antimo untuk Fajar?


.


.


BERSAMBUNG