Find The KEY

Find The KEY
Ep. 18



Tanpa terasa waktu terus berjalan. Mereka sudah selesai menjalani ujian terakhir di sekolah. Tinggal menunggu pengumuman hasil ujian mereka. Apakah mereka lulus atau tidak dan berapa nilai yang mereka raih.


Tibalah saatnya mereka mendapatkan hasil dari kerja keras mereka selama ini. Kini mereka sudah semakin dekat menuju pintu masa depan untuk meraih impian dan cita-cita mereka.


Geng ERASADIS lulus dengan hasil memuaskan. Peringkat pertama tetap di pegang oleh Aby disusul Rafa dan Ela setelahnya dan diapit rapat oleh nilai Ditha, Sintia dan terakhir Disil.


"Yes... kita lulus" teriak Ditha.


"Alhamdulillah" ucap yang lain berbarengan.


"Kita jadikan dengan rencana semula. Kita tetap kuliah dikampus yang sama walau beda jurusan?" tanya Sintia.


"Yup" jawab Rafa.


Mereka memang sudah janji sebelumnya. Mereka akan ikut ujian masuk perguruan tinggi negeri. Renacan mereka akan kuliah di UI.


Aby dan Disil akan kuliah di teknik mengikuti jejak orangtuanya karena kelak mereka akan jadi penerus di perusahaan orangtua mereka. Sedang Rafa memang tidak mau berpisah dengan kedua sahabat laki-lakinya.


Sedangkan para wanita akan mengambil jurusan ekonomi di fakultas yang sama.


Kabar kelulusan mereka sudah sampai kepada orangtua mereka masing-masing dan seluruh keluarga menyambut kabar kelulusan mereka dengan sangat bangga dan bahagia.


"Selamat ya sayang untuk kalian berdua atas kelulusannya" ucap Aditya saat makan malam keluarga dirumah.


"Selamat, anak-anak Mama dan Papa sudah tamat SMU dengan nilai terbaik. Mama dan Papa sangat bangga atas prestasi kalian" sambung Alexa.


"Terimakasih Pa, Ma" ucap Aby dan Ela bersamaan.


"Kalian jadi kuliah sesuai rencana kalian bersama teman-teman yang lain?" tanya Aditya.


"Jadi Pa. Aku bersama Rafa dan Disil akan ambil jurusan teknik di UI" jawab Aby.


"Kamu El?" tanya Alexa.


"Maaf Pa, Ma. Boleh gak Ela meminta sesuatu?" tanya Ela pada kedua orangtuanya.


"Kamu mau minta apa sayang?" tanya Aditya lembut pada putri kesayangannya.


"Ela mau kuliah diluar negeri. Boleh kan?" tanya Ela tiba-tiba.


"Sayaaang... sebelumnya kamu tidak pernah mengutarakan keinginan kamu ini. Mama dan Papa sangat terkejut mendengarnya" ucap Alexa tak kalah lembutnya.


"Iya Ma. Baru setahun belakangan ini Ela memikirkannya. Ela sudah mencari informasi melalui internet tentang kampus yang akan Ela tuju nanti" ucap Ela meyakinkan keluarganya.


"Papa tidak akan melarang keinginan kamu, selama itu untuk hal yang baik. Itu adalah keinginan dan cita-cita kamu. Kami sebagai orangtua akan mendukungnya asal kamu janji kamu akan sungguh-sungguh dan belajar yang baik disana" ucap Aditya bijaksana.


"Kamu juga harus janji kepada Papa dan Mama, kamu bisa mandiri disana nak. Disana kamu akan sendiri tanpa keluarga dan teman-teman kamu. Apa kamu bisa?" tanya Alexa berat. Bagaimanapun Ela adalah anak perempuan, walau dia tomboy tapi tentu sangat berat melepas putri kesayangan mereka pergi jauh dari sisi mereka.


Hanya saja ini adalah permintaan putri mereka dan permintaannya itu adalah untuk masa depannya kelak. Rasanya tidak adil kalau mereka menahan ataupun mencegah juga melarang keinginan putri mereka.


"Ela janji Ma akan mandiri disana. Ela akan belajar dan hidup sendiri dengan baik disana" jawab Ela.


"Kamu akan meninggalkan kakak? kenapa kamu gak pernah cerita sebelumnya pada kakak?" tanya Aby yang akan merasa sangat kehilangan atas kepergian adik kembarnya.


"Maaf Kak aku tidak bisa cerita sama kakak sebelum aku bisa meyakinkan diri aku sendiri bahwa aku akan benar-benar bisa hidup sendiri disana tanpa kalian. Malam ini di depan kalian semua aku sudah mengambil keputusan bulat. Aku sangat yakin dan ingin sekali kuliah di luar negeri. Mengenai negara mana masih belum pasti karena aku mendaftar di beberapa universitas dan belum mendapat jawaban" jawab Ela tegas.


"Kami sangat bangga padamu sayang" ucap Aditya memberi semangat.


"Kami sangat menyayangi kamu" sambung Alexa.


"Dan kami sangat kehilangan kamu disini" ucap Aby sedih.


Semua tau kalau Ela sudah mempunyai keinginan yang kuat seperti ini tidak akan ada yang bisa merubahnya. Aditya dan Alexa hanya bisa membuka jalan untuk masa depan putri kesayangan mereka.


"Kalau ada kesulitan bilang sama kakak ya, kakak akan bantu kamu" ucap Aby lembut.


"Iya Kak" ucap Ela sambil tersenyum.


Malam itu Ela mendapat restu dari keluarganya untuk kuliah ke luar negeri tinggal dia mencari universitas yang bagus untuk tempat dia mencapai cita-citanya.


Setelah makan malam bersama keluarganya selesai Ela kembali ke kamarnya. Ternyata Aby mengikutinya dari belakang. Ada sesuatu yang mengganjal perasaannya tadi saat makan malam.


Sepertinya dia bisa menebak tujuan Ela kuliah ke luar negeri tapi Aby tidak mau bermain tebak tebakan. Dia harus memastikannya dengan menanyakan langsung kepada adiknya.


Tok..tok...tok..


"Boleh aku masuk?" tanya Aby dari luar kamar Ela.


"Masuk aja kak" teriak Ela dari dalam.


Aby masuk ke kamar Ela dan duduk di sudut tempat tidur Ela. Sedangkan Ela sendiri sedang duduk di kursi meja belajarnya.


"Kamu lagi ngapain?" tanya Aby.


"Lagi cari-cari informasi mengenai universitas favourite kak diluar negeri" jawab Ela sambil menatap layar laptopnya.


"El, kakak mau tanya sesuatu pada kamu" ucap Aby menatap adik kembarnya.


Ela menghentikan aktivitasnya dan segera menghadap kakaknya. Ela sudah bisa menebak kemana arah pembicaraan mereka saat ini.


"Kakak mau tanya apa?" tanya Ela.


"Mengenai keputusan kamu yang tiba-tiba untuk kuliah ke luar negeri" jawab Aby.


"Aku gak tiba-tiba kak, sudah hampir satu tahun aku memikirkannya" jawab Ela.


"Tapi apa alasan kamu sebenarnya sehingga kamu merubah keinginan kamu untuk kuliah diluar negeri?" tanya Aby.


"Aku ingin lebih mandiri kak dan ganti suasana. Gimana ya rasanya aku jauh dari keluarga dan sahabat aku" jawab Ela.


"Kakak gak percaya kalau itu alasannya. Kamu tidak bisa berbohong pada kakak. Kita sudah bersama sejak dalam kandungan Mama. Kamu tidak bisa menyembunyikan sesuatu kepada kakak" balas Aby.


"Kaaak serius, aku ingin mandiri dan mencari suasana baru. Pengen ngerasain kuliah di universitas favourite diluar negeri. Gimana ya rasanya jauh dari kalian semua? Apakah aku kuat menahan rindu" ucap Ela meyakinkan.


"Elaaaaa... tatap mata kakak" perintah Aby.


Ela berusaha menghindari tatap mata kakak kembarnya. Orang yang paling tau isi hatinya melebihi kedua orangtuanya.


"Kamu bohongkan. Kamu bukan ingin mandiri tapi kamu ingin lari" ucap Aby.


"Lari? Lari dari apa kak?"


.


.


BERSAMBUNG


Jangan lupa like dan kembangnya ya... aku tuh suka banget kalau kalian kasi aku kembang 😍😍😍