
"Lho Raf kamu belum tidur?" tanya Disil yang hendak masuk ke dalam kamar.
Ela yang ada di sebelah Disil juga menatap wajah Rafa curiga.
"Kalian mau kemana?" tanya Rafa serba salah.
"Mau tidur, emang mau ngapain lagi bro? Udah malam, aku udah ngantuk. Makanya mau masuk kamar. Ela juga mau masuk ke kamar" jelas Disil.
Rafa melirik ke arah Ela yang sedang membuka pintu kamarnya yang berada tepat di sebelah kamar Aby.
"Aku duluan ya friends... udah ngantuk nih. Besok mau ke Butik memulai pekerjaanku" ucap Ela sambil masum ke kamar.
"Dah Ela mimpi indah yaaaa" goda Disil.
Ela cuma nyengir lalu menutup pintu kamarnya.
"Kamu mau ke mana Raf?" tanya Disil penasaran.
"Aku mau ambil hpku tinggal di meja tadi" jawab Rafa.
Rafa keluar kamar Aby dan meraih hpnha setelah itu menyusul Disil yang sudah masuk dan berbaring duluan di samping Abg yang sudah terlelap.
Disil menutup matanya tanpa rasa curiga pada Rafa. Dia segera tertidur. Sementara Rafa masih belum bisa membujuk matanya untuk tertidur.
Rafa memainkan hpnya, setelah tiga puluh menit barulah rasa ngantuk menghampiri Rafa dan dia pun tertidur.
*******
Ke esokan harinya terjadi sebuah keributan di rumah Aditya. Siapa lagi kalau bukan Ela biang keroknya. Kalau sudah ada Ela suasana rumah kembali ramai.
"Kita jadikan ke Butik?" tanya Sintia.
"Jadi donk, kan mau beres-beres. Aku mau lihat ruang kerjaku" ucap Ela.
"Kalian para cowok bantuin kami ya beresin ruang kerja Ela" pinta Ditha.
"Beres sweetheart" jawab Disil.
Wajah Ditha jadi memerah karena malu mendengar jawaban Disil.
"Aku jemput Keysha dulu ya, kan mau ketemu kamu El. Mau ukur badan dan ngerancang gaun pengantin" ucap Aby.
"Tapi jangan lama-lama ya kak? Jangan lari dari tanggung jawab" ancam Ela.
"Iya sayaaang" jawab Aby sambil mengelus kepala adik kembarnya itu.
"Udah rame aja ya" sapa Aditya.
"Biasalah Pa, kalau ada Ela kan emang selalu rame" jawab Alexa sambil mengambilkan sarapan buat Aditya.
"Udah pada bersiap semua? emang mau ke mana?" tanya Aditya.
"Mau ke Butik Pa, Ela sama teman-teman mau beresin ruangan Ela di sana. Kan Ela mau rancang dua baju pengantin" jawab Ela.
"Oooh.. Papa senang lihat kalian kumpul lagi seperti ini, sudah lama rumah ini gak rame" ucap Aditya.
Mereka melanjutkan sarapan pagi bersama setelah itu melanjutkan rencana mereka yang sudah disusun tadi malam.
Ela, Rafa, Disil, Ditha dan Sintia berangkat dengan menaiki mobil Disil sedangkan Aby berangkat sendiri menjemput Keysha baru menyusul yang lain ke Butik.
Hampir satu jam akhirnya mereka sampai di ADS Butik.
"Waaaah senengnya akhirnya aku bisa datang ke sini, bisa lihat secara langsung. Biasanya cuma lihat foto dan video doank" oceh Ela sambil melihat sekeliling ADS Butik.
Sintia menyuruh semua karyawan Butik untuk berkumpul di lantai dasar.
"Hari saya ingin memberkenalkan seseorang pada kalian yang pastinya kalian sudah sangat familiar mendengar namanya tapi belum pernah melihat orangnya secara langsung, ini adalah Ariella. Dia baru pulang dari London dua hari yang lama. Ayo El kenalkan diri kamu pada seluruh karyawan" ucap Sintia.
"Hai semua... aku Ariella, kalian bisa panggil aku Ela. Satu bulan ke depan aku akan bekerja di sini untuk merancang gaun pernikahan Ditha dan juga gaun calon istrinya kakakku Aby, sebentar lagi mereka juga akan menyusul ke sini. Aku harap kerjasama tim yang baik untuk merancang gaun pernikahan yang cantik buat mereka. Aku rasa itu aja perkenalan singkat dari aku" Ela memperkenalkan dirinya kepada seluruh karyawan.
Seluruh karyawan menjabat tangan Ela dan berkenalan langsung pada mereka. Sintia dan Ditha mengenalkan pada Ela bagian dan tugas dari seluruh karyawan secara detail.
"Okey sekarang di mana ruang kerjaku? Aku sudah tidak sabar ingin melihatnya" ucap Ela.
"Kita naik ke lantai empat yuk" ajak Ditha.
Mereka menaiki lift yang ada di sudut gedung. Sampailah mereka di lantai empat. Sintia membuka kunci pintu yang ada tepat disebelah ruang kerjanya.
Ruang kerja Ela diapit oleh ruang kerja Sintia dan musholla. Ruang kerja yang tidak terlalu besar tetapi cukup untuk dia bekerja merancang pakaian di dalamnya.
"Bagus... aku suka" puji Ela sambil memperhatikan ruang kerjanya.
"Ruang jahit di mana?" tanya Ela.
"Ruang jahit ada di sebelah ruang kerjaku El" jawab Ditha.
Rafa dan Disil duduk di sofa yang ada di ruang kerja Ela.
"Guys kalian duduk manis di sini dulu ya. Aku mau keliling dulu" ucap Ela pada Rafa dan Disil.
"Kamu kayak satpol PP mau sidak El" ledek Disil.
"Anggap sajalah seperti itu hehe... Mau pengenalan denah bangunan dulu Dis, takut salah kamar. Entar aku masuk ke ruang kerja Ditha saat kalian sedang mesra-mesra kan bisa bahaya. Nanti mataku yang suci ini ternoda hahahaha" ucap Ela sambil tertawa.
"Huuss.. enak aja, belum halal" tolak Ditha.
"Eh iya ya.. aku cuma ngetes aja apa Disil senackal dulu" sindir Ela.
"Babang udah tobat Elaaaa" teriak Disil.
"Lupa adek klo Bambang udah baik budi" goda Ela.
"Ish kalian, selalu salah kalau panggil nama babang. Baaaabang bukan bambang" jawab Disil kesal.
Rafa tersenyum melihat keributan antara Disil dan Ela. Sudah lama sekali suasana tidak seramai hari ini.
"Udah ah El, kita tinggalin aja si Disil dan Rafa di sini. Kita keliling dulu yuk" ajak Sintia.
"Guys kami tawaf dulu ya. Daaaah..." ucap Ela.
"Tawaf pala lu El" potong Disil.
"Ya gak salah donk tawaf kan artinya berkeliling. Ni mau sekalian campur Sai biar seru berkeringat. Habis itu baru lontar jumroh. Ada batu kan Tha, aku mau lempar Disil" celetuk Ela.
"Woy... emangnya aku setan" potong Disil kesal.
"Nah itu ngerti. Kamu sendiri yang ngaku setan hahaa" Ela segera lari dari ruang kerjanya. Sementara yang lain tertawa melihat tingkah Ela dan Disil.
"Dari dulu gak pernah berubah, selalu saja berantem" ucap Ditha.
"Jangan cemburu ya sweetheart" goda Disil.
"Gak cemburu Dis tapi makan hati weeek" ucap Ela yang tiba-tiba nongol kembali dengan setengah badan.
"Nih anak minta di smackdown kali ya" Disil mengambil ancang-ancang ingin mengejar Ela.
"Ada juga kamu yang di smackdown sama dia Dis" cegah Ditha.
"Untung ada kamu sweetheart, hati babang kembali adem deh lihat wajah kamu" gombal Disil.
"Najis gua" sindir Sintia yang langsung meninggalkan ruang kerja Ela.
"Receh bambang" ucap Ditha singkat dan segera menyusul Sintia.
"Hahaha.... rasain lu bambang haha" ejek Ela dari luar.
.
.
BERSAMBUNG