Find The KEY

Find The KEY
Ep. 63



"Aku saja yang bertanding melawannya......" Teriak Ela yang baru datang ke Dojang tempat Aby bertanding.


"Elaaaaaaa........" Teriak Disil, Ditha dan Sintia.


Sontak semua mata tertuju kepada Ela yang datang tanpa diduga. Dia sudah menggunakan pakaian lengkap taekwondo.


Cih wanita ini lagi... Ternyata dia rupanya wanita yang dulu. Wanita yang selalu bersama Aby calonnya Keysha. Wanita ini juga yang sudah mengalahkan aku tujuh tahun yang lalu. Batin Fajar.


"Bagaimana Aby siapa yang akan bertanding mewakili Tim kamu?" tanya Kevin.


"Aku saja Kak, kamu mundur saja Rafa. Urusanku sama cowok pendendam ini belum selesai. Sudah tujuh tahun tapi tetap saja menyimpan dendam di hatinya" ucap Ela.


"Maaf Aby pesertanya tidak boleh wanita. Tidak seimbang" tolak Kevin.


"Hei Pak Tua, bukannya kamu bilang sama Kakak saya bebas menunjuk siapa saja perwakilan dari Timnya. Jangan buat peraturan baru donk. Jadi laki-laki kok gak gentlemen gitu. Ingat umur, anda sudah tua tidak boleh berbohong. Nanti kuburannya sempit baru tau rasa" umpat Ela.


August dan Omar tersenyum melihat wanita ini bisa melawan Kevin yang keras kepala.


"Kena batunya si Abu. Di semprot sama anak ingusan hahaha" ucap August.


"Dia siapa Ry?" tanya Omar.


"Aku rasa dia adalah adik kembarnya Aby Om. Wajah mereka mirip. Dialah wanita yang dulu bertanding melawan Fajar dan Fajar kalah" jawab Ryza.


"Waktu mereka bertanding apa alergi Fajar kumat?" tanya Omar penasaran.


"Seingat aku tidak Om. Tapi Fajar emang berusaha menjauh dan mengelak setiap wanita itu menyerang" jawab Ryza.


"Trus bagaimana Fajar bisa kalah?" tanya August.


"Kena tendangan wanita itu. Dia pinter dan kuat sekali. Bahkan sepertinya diantara Aby, Rafa dan wanita ini. Wanita inilah yang paling kuat. Aku tidak mengenalnya dan juga tidak tau siapa namanya karena selama ini dia kuliah di London" ungkap Ryza.


"London? Mengapa dia menyebut Fajar cowok pendendam?" tanya Omar penasaran.


"Karena Fajar tidak mau berjabat tangan dengannya. Dia kira karena Fajar dendam karena kalah tanding dengannya sehingga Fajar tidak mau menjabat tangannya" jelas Ryza.


"Wah menarik ini bro. Mending kita lihat aja anak kamu bertanding, pasti seru" ucap August.


Mereka kembali menyaksikan perdebatan antara Ela dan Kevin.


"Maaf kan adik saya Pak, dia baru saja pulang dari London kemarin jadi dia tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di sini" ucap Aby hormat kepada Kevin.


Kevin menatap ke arah Ela. Dengan sangat kesal akhirnya dia berkata..


"Hei anak ingusan dimana-mana orang pelit baru kuburannya sempit. Mana ada azab seperti itu bagi orang yang berbohong. Kamu jangan nakut-nakuti ya" ucap Kevin.


"Makanya Pak Tua terima saja tantangan dari Tim kami. Jangan ada pilih kasih karena gender. Wanita laki-laki sama. Jangan anggap remeh padaku hanya karena aku ini perempuan. Gini-gini aku sudah pernah mengalahkannya tujuh tahun yang lalu" jawab Ela tegas.


Waduh bisa gawat ini. Apa benar Fajar pernah kalah melawan anak ingusan ini? Bisa gawat ni. Tadi Aby yang menang, kalau kali ini gadis ini lagi yang menang itu artinya Tim aku kalah donk. Batin Kevin.


"Gimana Pak Tua, jangan kelamaan mikir, mumpung masih panas nih, udah semangat banget pengen ngehajar cowok pendendam ini" sindir Ela.


Kevin menatap wajah Fajar.


"Gimana Fa, apa kamu bersedia?" tanya Kevin.


Kevin memikirkan pasti Fajar akan kalah karena Fajar kan alergi sama wanita. Kevin sudah pasrah pada hasil akhir pertandingan ini. Karena dia sudah janji pada istrinya, menang atau kalah dia akan memberikan restunya kepada Aby untuk menikahi putrinya.


"Tidak masalah Om. Memang masih ada permasalahan yang belum selesai diantara kami" Jawab Fajar.


"Nah gitu donk, ayo kita mulai" ucap Ela cuek.


"Hey cewek tengil kali ini aku tidak akan mengalah pada kamu. Terimalah jurus-jurusku" teriak Fajar kesal karena setiap bertemu dengan wanita ini selalu saja terjadi hal-hal yang menjengkelkan.


"Baiklah kalau begitu, kalian bersiap-siap" teriak Kevin.


Rafa mundur dari arena pertandingan karena yang bertanding mewakili Tim mereka adalah Ela yang akan menggantikannya bertanding dengan Fajar.


Rafa sempat memperhatikan wajah Ela. Wajah yang sudah lama sangat dia rindukan tiba-tiba muncul tanpa ada pemberitahuan. Sungguh membuatnya sangat terkejut. Begitu juga dengan para sahabat Ela.


Ela dan Fajar mengambil posisi mereka kemudian saling menunduk memberi hormat.


"Ela... Ela... Ela..." teriak Disil, Ditha dan Sintia.


"Mulai.." ucap Kevin.


Ela dan Fajar mulai mengambil kuda-kuda.


Kali ini Fajar yang mulai menyerang Fajar memakai jurus Pyojeok Jireugi \= Pukulan dengan Sasaran. Secepat mungkin di tangkis Ela dengan jurus Palkup Pyojeok Chigi \= Sabetan Siku Tangan dengan Sasaran.


Fajar melakukkan tusukan dengan telapak tangan mendatar lagi-lagi Ela menangkis dengan melakukan sabetan memutar dengan siku tangan.


"Lihat Mar gadis itu memang cekatan, beberapa kali serangan Fajar dapat dia tangkis" ucap August.


Omar tidak memperhatikan jurus yang dikeluarkan Fajar tetapi Omar memperhatikan interaksi putranya dengan gadis itu.


Omar terus tersenyum melihat Fajar bertanding.


"Mas, apa tidak apa-apa putra kita bertanding dengan gadis itu?" tanya Jasmine khawatir.


"Tenang sayang... kamu perhatikan saja sejauh ini Fajar baik-baik saja kan? Setelah pertandingan ini berakhir aku akan memberi tahu kamu satu rahasia" bisik Omar pada istrinya, Jasmine.


Kali ini gantian Ela yang melakukan penyerangan. Ela mengeluarkan jurus Sip Chagi An Chagi \= Tendangan yang dilakukan sambil melompat. Fajar langsung menangkis dengan jurus tangkisan ke arah bawah untuk menangkis tendangan.


Fajar belajar dari pengalaman. Sepertinya wanita jadi-jadian ini memang ahli dalam tendangan. Aku harus lebih berhati-hati dengan tendangannya.


Ela kembali mengambil kuda-kuda kemudian dia mengeluarkan jurus Deol Chagi \= Tendangan mencangkul ke arah kepala menggunakan tumit. Fajar menangkisnya dengan jurus Eolgol Makki \= Tangkisan ke arah kepala.


Pertandingan berlangsung sangat menegangkan. Baik Ela maupun Fajar sama-sama kuat. Dan tidak ada yang mau mengalah diantara mereka.


"Mas ternyata Ela masih sangat kuat ya. Aku tidak menyangka putri kita masih hebat seperti dulu" ucap Alexa.


"Mas rasa di sana dia sering latihan yank. Buktinya tendangannya tadi terlihat sangat kokoh dan kuat" puji Aditya.


Kini Ela dan Fajar sama-sama mengambil kuda-kuda untuk melakukan serangan.


Fajar mengeluarkan jurus Twieo Ap Chagi \= Tendangan depan yang dilakukan sambil melompat sedangkan Ela juga tak mau kalah dia melakukan jurus Dubal Dangsang Chagi \= Tendangan dengan dua target sasaran.


Terjadilah aksi saling tendang hingga...


Brak.... @#&%€£₩£@^#€$&,'


.


.


BERSAMBUNG


Hai readers.... Semangat Pagiiiiiii.....


Selamat baca ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian...


Like dan minum kopi lah kita pagi2 🤣