
Sabtu siang mereka semua sudah berkumpul di depan kolam renang.
Fela, Sitha dan Ryntia menggunakan baju renang anak-anak yang cantik dan imut - imut sedangkan Shaby, Fael dan Fathir memakai baju renang cowok.
"Lho mana Elfa?" tanya Fajar.
"Fela mana adik kamu?" tanya Ela pada anak tengahnya.
"Tadi terakhir aku lihat dia di kamar ganti Ma" jawab Fela.
"El nanti si Elfa di culik lagi" ucap Catherine.
"Ih Kekeeeet jangan nakut - nakuti ah. Kamu buat aku jantungan nih" balas Ela.
Tak lama Elfa keluar dari kamar ganti sambil berlari memakai baju renang cowok lengkap dengan pistol airnya.
"Elfa kamu kok pakai baju renang itu sayang? Mama kan udah bawa baju renang kamu" ucap Ela.
"Aku gak suka Ma baju renang seperti mereka, genit" Elfa menunjuk ke arah Fela, Sitha dan Ryntia.
"Gak apa - apa sayang, kalian kan masih kecil. Lucu tauuuuk" balas Ela.
"Gak mau ah aku gak suka. Lebih keren juga baju ini" Elfa membanggakan baju renang yang dia pakai.
"Kamu memakai baju renangku lagi Elf?" tanya Fael.
"Yoi Kak" jawab Elfa tanpa rasa bersalah.
"Kamu selalu saja seperti itu. Meminjam sesuatu tanpa pamit" balas Fael kesal.
"Habisnya kalau aku pamit pasti kakak gak kasi pinjam, mending aku pinjem diam - diam" jawab Ela.
"Sudah - sudah, ya udah deh Fael gak apa - apa pinjamin adik kamu baju. Nanti kalau Mama beli baju renang lagi Mama akan tanya Elfa bajunya mau seperti kamu atau mau yang seperti Fela" ujar Ela.
"Ayo anak-anak berbaris" perintah Fajar.
Anggota Gengs F3STER berbaris dengan baju renang mereka.
"Udah bisa Mas diambil foto mereka" ujar Keysha pada fotografer.
"Ayo anak-anak senyuuuum" perintah Ela.
"Maaf Bu yang ini laki-laki atau perempuan?" tanya Fotografer menunjuk ke arah Elfa.
"Perempuan Mas tapi tingkahnya persis cowok. Maklum kembar tiga dia lebih suka bersaing dengan kakaknya yang cowok dari pada yang cewek" jawab Ela.
"Oh pantesan mirip rupanya kembar tiga ya" ungkap Fotografer.
Kalau begitu tiga cowok duduk di sebelah kanan kemudian tiga cewek duduk di sebelah kiri. Trus adik cantik yang pakai pistol air berdiri dengan gagah di tengah - tengah ya" perintah sangat Fotografer.
Elfa langsung mengambil gaya seperti superhero berdiri dengan gagahnya sambil memegang pistol airnya. Senyumnya merekah mengikuti intruksi sang fotografer.
"El, si Elfa benar-benar mirip kamu banget. Aku jadi ingat waktu dulu kita kecil liburan di hotel gaya kamu itu lho cowok banget, tengil lagi suka usil" ucap Sintia.
"Hahaha... Ela gitu loh" balas Ela.
"Sangkin tengilnya sampai ketinggalan rombongan alhasil kejebak di lift sama Fajar" sambung Aby.
"Itu sudah takdir kak, di situlah jodoh kami bermulai. Ya gak yank" ucap Ela pada Fajar.
"Yoi My Princess" jawab Fajar.
"Si Bambang mana Tha?" tanya Ryza
"Tadi masih di loby, gak sengaja ketemu sama client katanya" jawab Ditha.
"Kok cuma Disil aja yang nyangkut. Aby dan Rafa nggak?" tanya Fajar penasaran.
"Biasalah client masa lalu bro" jawab Rafa .
"Maksudnya?" tanya Catherine.
"Mantan pacar" balas Ela.
"Kamu gak cemburu Tha?" tanya Keysha.
"Kak Key si Bambang itu dari orok emang udah gatel. Mantan bertebaran dimana-mana" ungkap Ela.
"Terus kamu tenang aja Tha? wah kalau aku mah udah naik alisku tiga meter" ucap Catherine.
"Tinggi amat yank" ledek Rafa.
"Client yang ditemui Mas Disil itu mantannya waktu SMU. Aku tau betul dia kurang suka sama cewek itu. Cewek itu aja yang kecentilan deketin dia terus. Tadi Mas Disil gak enak nolak dia mentah-mentah secara udah lama gak ketemu. Dia ngajak makan di restoran hotel sebentar sambil ngobrol lepas kangen" jawab Ditha.
"Ckckck... salut liat kamu Tha. Emang soulmatenya si Bambang banget lo Tha. Kamu bisa tenang walau tau kenyataannya" ucap Catherine tak percaya.
"Tenang aja Ket, dia gak bakalan macem-macem. Dia percaya hukum karma dan dia takut akan hal itu" balas Ditha.
"Hukum karma gimana?" tanya Catherine bingung.
"Kalau dia bertingkah macam - macam akan dibalas ke anaknya. Nah ketepatan anaknya cewek. Dia kan takut nanti anaknya yang di gituin cowok. Makanya aku bisa tenang. Lagian dia sudah berkomitmen sebelum menikah boleh main- main tapi kalau sudah menikah stop sampai di situ aja" ungkap Ditha.
"Tapi kalau cewek itu masih ada rasa sama Disil gimana Tha. Disil kan pria normal. Kalau di rayu terus pasti klepek-klepek?" tanya Catherine.
"Tenang Ket, aku punya solusinya" ucap Ela memberi ide.
"Apaa?" tanya Catherine penasaran.
"Lihat aja nanti. Kamu pasti senang melihatnya" jawab Ela.
Pemotretan anak - anak berlangsung sekitar tiga puluh menit tetapi sampai pemotretan selesai Disil belum muncul juga.
Ela mendekati tujuh anak kecil itu.
"Hai anak-anak kalian senang dengan pemotretan tadi?" tanya Ela ceria.
"Senang Ma" jawab triplet.
"Senang aunty" jawab yang lainnya.
"Kalian mau makan gak?" tanya Ela
"Mauuuuuuu" jawab mereka serentak.
"Okey kalau begitu Mama punya tawaran untuk kalian semua tapi janji ya kalian harus ikuti intruksi dari Mama" ucap Ela.
"Oke Maaa... " jawab triplet.
"Oke Aunty" jawab Sitha, Fathir, Shaby dan Ryntia.
"Sini merapat, biar Mama bisikin sesuatu" ucap Ela.
Sontak tujuh anak - anak itu mendekati Ela dan mendengar intruksi dari Ela.
Anggota Geng ERASADIS hanya bisa diam dan menyaksikan apa yang sedang direncanakan Ela.
"Pasti nih si sableng punya ide topcer" ucap Rafa.
"We will see.. " sambut Catherine.
"Mengerti?" tanya Ela pada ketujuh anak - anak yang imut - imut itu.
"Mengerti" jawab mereka serentak.
"Now.... Let's go.... " teriak Ela.
Ketujuh anak - anak itu berlari masuk ke dalam hotel dan berlari menuju restoran hotel dengan menggunakan baju renang mereka yang lucu.
Tidak ada yang berani melarang karena mereka tau anak- anak tersebut adalah anak-anak dari pemilik hotel ini.
Malah semua karyawan hotel menyambut mereka dengan sangat ramah.
"Adik-adik mau kemana?" tanya karyawan hotel ramah.
"Kami mau ke restoran Tante, Mama bilang kami boleh meminta apapun di sana" jawab Fael.
Semua tau Fael sangat mirip dengan Fajar, anak itu pasti Putra pemilik hotel ini.
"Baik, kalau begitu ikut Tante ya. Jalan yang rapi dan jangan lari - lari nanti kalian bisa jatuh" ucap karyawan hotel tersebut.
"Oke Tante" jawab mereka kompak.
Mereka berjalan mengikuti karyawan hotel ke arah restoran sambil mencari sosok target mereka.
Begitu mereka melihat Disil sedang duduk berdua di sebuah meja dengan seorang perempuan cantik, mereka langsung menjalankan aksinya.
"Papaaaaaaaaaaa"
.
.
BERSAMBUNG