
Pesta berlangsung dengan meriah, satu persatu acara telah selesai dilaksanakan. Tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu. Satu persatu tamu undangan sudah undur diri dan pamit pulang kepada seluruh keluarga.
Keluarga besar juga satu persatu sudah meninggalkan lokasi pesta dan masuk ke kamar mereka masing-masing.
Keysha dan Ditha yang sedang hamil juga sudah lebih dulu naik ke kamar mereka karena wanita hamil akan lebih mudah merasa ngantuk dan letih.
Kini tinggal para sahabat yang lain dan juga sepasang pengantin yang sedang duduk bercerita.
"Sudah jam sebelas malam El, Fajar sudah waktunya kalian masuk ke kamar dan istirahat. Kalian pasti lelah kan?" perintah Jasmine.
"Benar Mbak, pengantin baru tidak boleh lama - lama diluar kan?" sambut Alexa sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Jasmine dan mereka tersenyum jahil.
"Baik Ma, sebentar lagi kami akan naik" jawab Fajar.
"Tidak ada sebentar lagi, cepat naik sekarang" desak Alexa.
"Ya sudah Mas, yuk kita naik ke kamar kita" ajak Ela.
"Mama titip sesuatu ya" ucap Jasmine.
"Apa Ma?" tanya Fajar bingung.
"Titip cucu - cucu yang lucu dan imut" goda Jasmine.
"Mamaaaaaa" sambut Ela.
"Oke Ma, tunggu saja kabar beritanya" balas Fajar.
Fajar menggenggam erat tangan istrinya dan mereka melangkah meninggalkan semua keluarga dan para sahabat yang masih ada di situ.
Semua tersenyum jahil kepada mereka.
"Sekarang rasakan pembalasan kami Ek, besok kita harus siap - siap tutup telinga, pasti dia akan protes saat kita sarapan pagi" ucap Disil.
Perkataan Disil disambut tawa oleh teman - temannya yang lain.
Sesampainya di depan lift Fajar dan Ela melirik sekeliling. Saat mereka merasa aman, mereka segera berjalan dari lorong sepi yang telah di rencanakan Jimmy.
Fajar meraih ponselnya dan menghubungi Jimmy.
"Halo Jim mobil sudah ready?" tanya Fajar.
"Sudah Bos, mereka sudah menunggu tepat di depan pintu lorong yang Bos jalani" jawab Jimmy.
"Bagus Jim, terimakasih atas semua bantuan kamu" ujar Fajar.
"Sama-sama Bos, selamat honeymoon dan selamat bersenang-senang. Semoga pulang langsung menghasilkan ya Bos" goda Jimmy.
"Kamu tenang saja, bersiaplah akan menjadi Paman segera" sambung Fajar.
Fajar dan Ela berjalan sampai ujung lorong, benar saja di depan pintu sudah menunggu supir dengan sebuah mobil yang akan mengantar mereka ke Bandara dan mereka akan terbang menuju tempat honeymoon yang mereka rencanakan.
Fajar dan Ela masuk ke dalam mobil dan segera bergerak meninggalkan hotel tempat mereka melaksanakan pernikahan hari ini.
Ela dan Fajar saling tatap dan tersenyum, akhirnya mereka bebas dari ancaman gangguan para sahabat Ela.
Mereka akan menjalani honeymoon di luar negeri dengan perasaan tenang tanpa takut akan di usik oleh siapapun.
Karena jalanan sudah sepi mereka tidak lama tiba di Bandara. Di sana pesawat keluarga Barrakh sudah siap menanti dan membawa mereka terbang.
Fajar dan Ela disambut hangat oleh semua kru di pesawat tersebut. Semua mengucapkan selamat atas pernikahan mereka yang dilaksanakan tadi pagi.
Sebelum pesawat berangkat terlebih dahulu Ela dan Fajar berganti pakaian santai untuk bepergian. Karena pakaian yang mereka pakai sebelumnya memang sangat tidak nyaman untuk melakukan perjalanan jauh.
Setelah mereka selesai berganti baju barulah pesawat berangkat meninggalkan Indonesia.
*******
Keesokan harinya di ruang makan hotel yang cukup menampung seluruh keluarga besar Barrakh dan Gunadi.
Mereka sudah mulai menyantap sarapan pagi mereka. Begitu juga para anggota Geng ERASADIS.
"Kelihatannya pengantin baru telat nih turunnya" ucap Keysha.
"Biasalah yank, kamu kayak lupa aja apa yang kita lakukan saat malam pertama" jawab Aby.
"Pasti Ela udah kesal banget pakaiannya diantar pagi hari" sambung Sintia.
Jimmy yang mendengar pembicaraan para sahabat Bosnya tersenyum dalam hati.
Kalian tidak tau mereka sudah terbang tadi malam dan sebentar lagi juga mereka akan sampai di negara tujuan mereka honeymoon. Batin Jimmy.
Tak lama salah satu pegawai hotel datang menghampiri Sintia.
"Maaf Nona kami sudah bulak balik memencet bel kamar Penthous tapi tidak ada sahutan dari dalam. Sepertinya mereka belum bangun" lapor pegawai tersebut.
"Ah gak mungkin, Ela pasti tidak akan lupa shalat subuh" jawab Sintia.
"Ada apa kalian ribut - ribut?" tanya Omar.
"Mmm.. anu Om barusan pegawai hotel mengabarkan kalau kamar Fajar dan Ela dari tadi di bel tapi tidak ada jawaban dari dalam. Kami bingung apakah mereka belum bangun atau bagaimana?" jawab Ryza.
"Kalian tidak usah bingung, mereka sudah pergi ke London tadi malam begitu pesta usai" ungkap Omar.
"Apa?" teriak anggota Geng ERASADIS bersama.
"Kenapa ekspresi kalian seperti itu?" tanya Kevin penasaran.
"Gagal deh kita ngerjain mereka" ucap Disil kesal.
Yang lain juga tiba-tiba lemah dan lesu. Tidak ada lagi semangat membara menunggu reaksi Ela.
"Waaaah kalian tidak lapor pada kami sih, soal kerja mengerjain itu keahlian kami" ungkap Kevin, ide jahilnya tak pernah padam walau umur sudah banyak.
"Maaas" ucap Sheila mengingatkan.
"Tunggu... koper Ela jadi kamu ganti Sin?" tanya Disil.
"He.. eh. Jadi, emang kenapa? Sebelumnya ada dua koper di situ trus kopernya aku buka dan kosongkan yang satu trus aku isi sesuai dengan rencana kita" jawab Sintia masih bingung.
"Koper yang satunya lagi dikemanain Yank?" tanya Ryza.
"Aku suruh dikeluarkan sama para pelayan hotel" jawab Sintia cepat.
"Haaaa bagus. Malah rencana kita tambah seru" ucap Ryza senang dengan mata berbinar.
"Bener Ry, kata Om Omar tadi mereka ke London kan?" tanya Disil sambil tersenyum devil.
"Betul" jawab Sintia masih bingung.
"Rasain mereka kedinginan di sana uhuuuuy... rencana kita berjalan mulus" sorak Disil.
"Tapi tunggu dulu, ada biang kerok nih di sini. Nanti dia pasti akan bocorin rencana kita" ucap Ryza.
"Om.. " panggil Keysha kepada Omar.
"Jimmy kalau sampai rencana ini gagal kamu akan saya pecat" tegas Omar.
"Baik Mr. Barrakh. Saya tidak akan membocorkan rencana ini kepada Bos" jawab Jimmy secepatnya.
"Cihuuuuuy... " Disil dan Ryza melakukan toast karena gembira rencana mereka dapat dukungan dari para tetua.
"Dasar anak - anak ini, ada saja akal bulus mereka untuk membalas perlakuan Ela" ucap Aditya.
"Biarin aja Mas, aku suka" jawab Alexa.
"Ya karena kamu juga suka usil makanya sifat kamu itu turun ke Ela" sindir Aditya.
"Biar kita segera dapat cucu. Kan seru Mas kalau cucu kita banyak, rumah jadi ramai" balas Alexa.
Aditya menggeleng - gelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang tidak berubah.
Padahal sebelum menikah mereka sudah mengerjain Ela dengan acara pingitan ala-ala Alexa dan besannya Jasmine.
Setelah menikah Ela dan Fajar juga akan dikerjain. Tapi ya sudahlah mungkin benar kata Alexa barusan. Mudah - mudahan pulang honeymoon mereka membawa hasil yang baik satu bulan kemudian. Doa Aditya dalam hati.
.
.
BERSAMBUNG