Find The KEY

Find The KEY
Ep. 132



"Ehmmm.. sepertinya ada yang sedang falling in love" goda Catherine yang membuat Ela terkejut.


"Apa sih Keket" elak Ela.


"El aku pamit pulang ya, udah gerah seharian pakai baju ini. Mau pulang dan mandi" ucap Rafa.


"Oke Raf, makasih ya sudah mau nemani kami jalan - jalan" jawab Ela.


"Dadaaaa Rafa besok - besok gantian ya kamu yang bawa Keket jalan - jalan" goda Catherine.


Rafa langsung bergegas meninggalkan Ela dan Catherine.


Bule tengil kerjanya seharian ini godain aku terus. Dasar ulat Keket.. iiiiih aku jadi merinding dekat - dekat dia. umpat Rafa.


Ela dan Catherine tertawa melihat tingkah Rafa yang berjalan dengan cepat meninggalkan mereka berdua.


Mereka masuk ke dalam rumah. Catherine mengikuti Ela sampai ke kamarnya.


"Apa sih Ket ikutin aku terus" ucap Ela risih di temepelin Keket sampai ke kemar.


"El aku mau tanya sesuatu?" tanya Catherine.


"Tanya apaan?" Ela balik bertanya.


"Kamu beneran falling in love sama cowok berpenyakit aneh itu? Trus perasaan kamu sama Rafa gimana?" tanya Catherine penasaran.


"Perasaan aku sama Rafa sepertinya sudah hilang Ket, aku sudah menganggap Rafa adalah sabahat terbaikku. Mungkin aku memang bukan jodohnya. Rafa pernah bilang padaku kalau dia menyukai wanita lain setelah dia putus sama Lisa. Tapi dia belum cerita padaku siapa wanita itu" ungkap Ela.


"Trus perasaan kamu sama Fajar?" tanya Catherine penasaran.


"Haaaah entahlah Ket" Ela merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Aku sudah merasa nyaman jalan bareng dia, kami sudah jarang bertengkar tapi aku belum bisa memastikan perasaanku padanya. Rasanya terlalu cepat untuk berpindah ke lain hati setelah perasaan aku pada Rafa sudah almarhum" jelas Ela.


"Sadis banget pakai kata almarhum" potong Catherine.


"Lebih sadis kalau aku bilang mati" balas Ela.


"Sudahlah aku turun ya, aku mau mandi dan istirahat. Capek jalan seharian" ucap Catherine.


"Lah yang nyuruh kamu nempelin aku sampai ke kamar siapa? Gak ada kan? Kamu sendiri yang mau" ejek Ela.


"Hehehe habis aku penasaran lihat tampang kamu yang mupeng liatin kepergian Fajar" sambung Ela.


"Dasar Keket" Ela melemparkan bantalnya ke arah Catherine tetapi tidak kena karena Catherine sudah lari terlebih dahulu.


Ela menatap langit - langit kamarnya.


Apa benar ya yang Keket bilang kalau wajahku tadi kelihatan banget mupeng? Batin Ela.


Ela teringat gimana ramahnya kedua orangtua Fajar tadi saat mereka main ke rumah Fajar, bahkan Papanya Fajar sempat memanggil Ela Calon mantu.


Ela menyusun rentetan - rentetan awal mula dia bertemu Fajar. Sebenarnya mereka sudah bertemu sedari kecil bahka Fajar yang membantu dan menyelamatkan Ela di lift. Saat remaja mereka bertarung setelah dewasa mereka bertarung lagi bahkan sempat jadi musuh.


Tapi setahun yang lalu mereka sempat bertemu di London walau Ela tidak ingat kejadian itu. Fajar juga melihat dia melukis di danau Windermere, mereka terjebak di lift untuk ke dua kalinya.


Mereka tanpa sengaja menyukai jam tangan yang sama dan membeli jam tangan couple tersebut. Ela melihat alergi Fajar kumat untuk pertama kalinya dan sejak saat itu ada yang berubah di antara mereka Fajar tidak lagi memusuhinya malah sikapnya berubah jadi lembut bahkan lebay kalau sedang menggombal Ela.


Wajah Ela kembali memerah. Ela ingat kembali pertandingan mereka yang ke tiga. Interaksi mereka saat bertanding, Fajar sempat mengambil kesempatan memeluknya dari belakang bahkan mereka tak sengaja jatuh di lantai. Lagi - lagi wajah Ela memerah malu.


Ela teringat pesan - pesan Saboeumnya, doa pasutri Tukang Bakso dan terakhir peristiwa mereka di atas Bianglala. Di sanalah mereka sepakat untuk berdamai dan untuk yang ketiga kali Fajar membantu Ela untuk menyembuhkan trauma Ela. Ela kini bisa mengatasi ketakutannya ketika di atas Bianglala.


Ya Allah... aku berserah padamu. Siapa yang terbaik datang, semua adalah karena petunjukMU. Aku ikhlas, tunjukilah aku jalan yang lurus dan jauhkan semua dari dosa.


Ela tersadar malam semakin larut dia belum mandi dan berganti pakaian. Dia bangkit dan segera beranjak menuju kamar mandi.


Setelah selesai mandi Ela berganti pakaian dan shalat isya kemudian kembali berbaring di atas tempat tidur. Rasa lelah dan ngantuk mulai menghampiri. Mungkin karena dia sudah mandi badannya baru terasa letih dan butuh istirahat.


Ela pun terlelap dalam mimpi indahnya.


Ke esokan harinya masih libur weekend. Ela dan Catherine lagi santai di rumah membantu Mamanya memasak di dapur.


"Iya Tante dessertnya juga ueenak banget bahkan katanya Mamanya punya toko kue apa ya namanya kemarin El, aku lupa?" tanya Catherine.


"Apa ya aku kok lupa namanya" jawab Ela sambil berfikir.


"Toko kue Jasmine" jawab Keysha dari belakang.


"Eh anak Mama satu lagi sudah datang rupanya. Apa kabar kalian sayang? Mama kangen, sejak pindah kalian belum pernah main lagi ke sini" tanya Alexa pada menantunya.


"Maaf ya Ma aku lagi sibuk persiapan pergantian jabatan CEO di kantor" jawab Keysha.


"Oh ya? Papanya Fajar mau turun jabatan?" tanya Alexa.


"Iya Ma, digantikan sama Fajar. Sudah saatnya Fajar yang menggantikan Papanya. Sebenarnya sudah lama Om Omar memintanya tapi baru kali ini Fajar menerimanya dan dia setuju untuk kembali dan menetap di Indonesia" ungkap Keysha.


"Hai Kakak Ipar?" sapa Ela.


"Hai El, siapa teman kamu ini? Sepertinya aku pernah melihatnya dimana ya?" tanya Keysha.


"Di London Miss.. aku managernya Princess" jawab Catherine.


"Eh iya, aku Keysha kakak iparnya Ela" Keysha memperkenalkan dirinya.


"Catherine" balas Catherine.


"Kamu sangat fasih ya bahasa Indonesianya?" puji Keysha.


"Berkat guru sablengku ini" Catherine melirik Ela yang sedang nyengir kuda.


"Btw tadi ceritain Tante Jasmine, ada apa dengan Tante Jasmine Ma?" Keysha bertanya pada mertuanya.


"Kata Ela Mamanya Fajar pinter banget masak dan punya toko kue" jawab Alexa.


"Iya, Tante Jasmine dan mamaku membuka toko kue itu sejak mereka masih gadis sampai sekarang toko tersebut punya beberapa cabang di Jakarta ini" ungkap Keysha.


"Waah ternyata Mama Kak Key juga temenan sama Mamanya Fajar? Pasti pinter juga masak cake. Apa Kak Key bisa masak juga?" tanya Ela.


"Lumayan ada beberap cake yang suka aku buat" jawab Keysha.


"Kalau begitu kita buat sekarang yuk Kak? Aku juga pengen belajar" ajak Ela.


"Ket sepertinya kita harus keluar dari dapur ini. Kamu lihat nanti dapur ini pasti akan porak poranda kalau Ela sudah turun gunung" ucap Alexa.


"Benar Tante, di London juga seperti itu. Ujung - ujungnya aku yang di suruh beresin dapur apartemennya" jawab Catherine.


"Eh tapikan kamu dapat bonus masakan ala Indonesia. Kalau tidak mana mungkin kamu ketagihan masakan Indonesia" sindir Ela.


"Oke.. oke.. masakan kamu emang enak sih" puji Catherine.


"Ow yah..? Tante kok baru tau ini Ela bisa masak? Sejak dulu dia jarang banget mampir di dapur untuk masak" ucap Alexa terkejut.


"Namanya di London susah banget cari masakan Indonesia Ma, saat aku kangen aku belajar masak dari youtube. Lumayan deh rasanya, buktinya si Keket ketagihan" jawab Ela.


"Yuk kita buat cake" ajak Keysha.


"Oke kak..." balas Ela.


Alexa dan Catherine diam - diam keluar dari dapur saat Ela dan Keysha sedang serius memasak.


Setengah jam kemudian alangkah terkejutnya mereka melihat keadaan dapur.


"Elaaaaaaaa"


.


.


BERSAMBUNG