Find The KEY

Find The KEY
Ep. 37



Ke esokan harinya, seperti biasa setiap ada undangan atau acara yang membutuhkan pasangan. Aby, Disil dan Rafa akan membawa pasangan mereka.


Mereka sudah sampai di loby hotel tempat acara berlangsung, tiba-tiba Keysha dan Ryza datang bersama dan mereka bertemu disana.


"Lho Key, kamu datang ke sini juga ternyata" sapa Sintia.


"Eh iya Sin, gak nyangka ternyata kita ketemu disini. hay By ketemu lagi" sapa Keysha.


"Hay Key, gak nyangka bisa ketemu kamu disini" ucap Aby.


"Kenalkan ini saudara aku Ryza. Za ini Abyasa dari ADS Corp" Keysha mengenalkan Ryza pada Aby.


"Ryza"


"Aby. Kenalkan juga, para sahabat aku. Ini Disil Wakil CEO ADS Corp, ini Rafa asisten saya. Ini Lisa pacarnya Rafa. Dan dua wanita ini sahabat saya...." ucap Aby mengenalkan teman-temannya.


"Kami sudah kenal Sintia dan Ditha" jawab Ryza sambil tersenyum.


"Lho kalian sudah saling kenal?" tanya Aby bingung.


"Panjang ceritanya By, intinya gaun yang aku pakai saat ini berasal dari Butik mereka dan rancangan dari kembaran kamu" jawab Keysha.


"Wah kamu sudah kenal rupanya sama adikku" ucap Aby terkejut.


"Kenal sih belum By tapi aku sudah dengar cerita tentangnya dan juga sudah memakai rancangannya dan aku sangat menyukainya" balas Keysha.


Ryza dan Keysha saling berjabat tangan dan berkenalan dengan teman-teman Aby.


"Kalau begitu kita bergabung saja, masuk yuk" ajak Aby.


Akhirnya mereka masuk kedalam ruangan pesta bersama-sama.


Mereka duduk di meja yang sama dan bersama-sama menikmati pesta malam itu.


"By aku baru ingat ini si Key yang dulu pernah kamu naksir saat SMU kan, lawan sekolah kita saat lomba cerdas tangkas?" tanya Disil sambil berbisik.


Aby hanya menjawabnya dengan senyuman.


"Apalagi bro udah ketemu lagi, kejar donk, pepet terus jangan kasi kendor. Mumpung lagi ada kesempatan nih" bisik Disil lagi.


"Kamu tenang aja Dis, santai" jawab Aby jaim.


"Nah gitu donk, lega aku. Rafa yang tertua udah ada calon, kalau kamu juga sudah punya calon aku kan lega bisa segera menyusul kalian. Pantang melangkahi tetua" oceh Disil.


"Sst... jangan bahas itu disini" Aby mengakhiri pembicaraan mereka. Dia tidak ingin Keysha mendengarnya.


"Kamu cantik sekali malam ini Sin" Puji Ryza sambil sedikit berbisik di dekat Sintia. Sontak Keysha yang ada di samping Ryza tersenyum mendengarnya.


"Ha... ah kamu bisa aja Ry" jawab Sintia malu-malu.


"Jadi gimana ceritanya kalian saling kenal?" tanya Aby penasaran.


"Kamu ingat gak By waktu pesta ulang tahun Barrakh Corp. Aku kan sendirian nunggu kamu di loby, nah Ryza ini yang nemani aku. Kami sempat ngobrol dan berkenalan trus seminggu yang lalu dia temani Keysha ke Butik, ketemu lagi disana" ungkap Sintia.


"Disana juga aku berkenalan dengan Ditha dan Disil. mungkin Disil lupa kali karena waktu itu dia buru-buru mau pergi sama Ditha" sambung Ryza.


"Eh iya ya aku baru ingat ternyata cowok itu kamu Ryza" sambut Disil.


Ditha menyenggol lengan Disil saat mendengar jawaban Disil.


Aku tidak akan melupakan kamu karena secara tidak langsung kamulah pembuka jalan hubungan aku dan Ditha, ternyata kamu bukan mengejar Ditha tapi sepertinya mengejar Sintia. Huh... aku sudah ketakutan kehilangan Ditha. Batin Disil.


Aby, Sintia, Disil dan Ditha terkejut mendengar perkataan Rafa. Tidak biasanya Rafa bertingkah seperti itu dan sepertinya hubungannya dengan Lisa sedang tidak baik. Biasanya Rafa dan Lisa terlihat sangat mesra. Batin mereka.


Tapi tidak ada yang bisa mencegah kepergian mereka karena Rafa langsung berdiri dan meninggalkan meja mereka disusul Lisa yang berjalan dibelakang mengejarnya.


Aby dan yang lainnya melanjutkan acara ngobrol mereka sambil menikmati hidangan pesta sementara Rafa dan Lisa sudah masuk ke dalam mobil dan melaju menuju arah pulang.


"Kalau kamu memang tidak mau aku ajak ke acara tadi lebih baik kamu katakan terlebih dahulu Lis, jangan pasang wajah seperti itu. Kamu terlihat sangat terpaksa. Aku kan malu dengan teman-temanku" ucap Rafa.


"Maaf Raf aku lagi gak enak badan" jawab Lisa.


"Akh kamu aneh belakangan ini. Setiap aku ajak keluar apalagi pergi menemani aku ke acara seperti ini selalu saja malas-malasan. Bukannya kamu sebagai pacar aku harusnya selalu mendukung dan menamaniku? Lihat Sintia dan Ditha saja yang hanya sahabat Aby dan Disil mau saja diajak pergi menemani mereka. Dan mereka menikmatinya tidak seperti kamu yang terlihat terpaksa" ucap Rafa kesal.


Dari awal saat dia tiba dan bertemu dengan teman-hemannya wajah Lisa terlihat sangat aneh. Dia seperti kesal di ajak Rafa pergi ke acara tersebut.


Rafa tidak suka melihat tingkah Lisa seperti itu. Dari pada mereka bertengkar di sana dan dilihat oleh teman-temannya lebih baik Rafa pamit pulang lebih dulu dari teman-temannya.


Lisa hanya diam mendengarkan perkataan Rafa.


"Jadi kamu mau kemana sekarang?" tanya Rafa.


"Kita pulang saja ya. Aku pengen istirahat, aku lagi gak enak badan" jawab Lisa.


"Ya sudah kalau begitu. Lain kali jangan terlalu dipaksakan. Kalau memang kamu gak bisa menemaniku bilang saja. Aku tidak akan memaksa kamu. Aku bisa pergi sendiri bersama teman-temanku" ucap Rafa masih kesal.


Rafa melajukan mobil menuju rumah Lisa. Karena jalanan tidak begitu padat mereka sampai dengan cepat.


"Maaf Raf membuat kamu kesal malam ini. Kamu mau singgah dulu?" ucap Lisa saat mereka sudah berada di depan rumah Lisa.


"Aku langsung pulang saja, lagian kamu kan mau istirahat. Salam sama Om dan Tante. Maaf aku gak bisa singgah" jawab Rafa.


"Aku turun ya, bye... hati-hati di jalan" ucap Lisa.


"Iya, kami juga istirahat, minum vitamin agar badan kamu terasa lebih baik" nasehat Rafa.


"Makasih Raf" balas Lisa.


Lisa segera turun dari mobil Rafa dan Rafa langsung menjalankan mobilnya menuju rumahnya.


Sebenarnya sudah lama Rafa merasa hubungan mereka sudah tidak harmonis lagi dan sepertinya memang ada yang salah dengan hubungan ini sejak awal.


Hanya saja Rafa tidak bisa mencari jawabnya. Hubungan Rafa dan Lisa terlihat baik dan mesra dari luar tapi nyatanya hubungan mereka tak lebih seperti berteman. Sebatas bertemu, makan dan datang bersama dalam acara-acara seperti malam ini.


Ini yang membuat hubungan mereka seperti jalan di tempat. Sudah lebih enam tahun tapi Rafa masih ragu untuk menuju hubungan yang lebih serius.


Padahal Mamanya selalu menasehatinya dan mengingatkannya kalau pacaran itu tidak baik. Apalagi waktunya sangat lama seperti hubungan mereka.


Mamanya selalu mendesak Rafa jika memang Rafa menyukai Lisa lebih baik disegerakan saja melamar dan menikahinya.


Itu yang tidak bisa dia penuhi dan permintaan Mamanya. Dia merasa Lisa tidak begitu mencintainya seperti awal-awal hubungan mereka. Dan dia juga merasakan hal yang sama. Tapi anehnya baik dia ataupun Lisa tidak pernah berniat untuk mengakhiri hubungan ini.


Akh..... Rafa memukul stir mobilnya karena kesal.


.


.


BERSAMBUNG