
"Mau kemana kita?" tanya Rafa pada Jimmy.
"TBF Hotel" jawab Jimmy singkat.
"Ngapain kita ke sana? Bukankah itu Hotel keluarga Barrakh?" tanya Rafa ingin tahu.
"Iya, kamu akan saya antar ke sana. Karena kamu baru kali ini ke London jadi saya akan menjamu kamu selama di London" ungkap Jimmy.
Entah mengapa Rafa merasa harga dirinya terganggu.
"Hey.. aku bisa sendiri. Turunkan aku di sini" perintah Rafa.
"Tenang... aku kan sudah katakan pada kamu. Kita akan bersaing dengan adil, jadi aku tidak akan berbuat curang. Kamu adalah tamu Mr. Fajar dan sahabat Mrs. Fajar jadi saya tidak akan mengecewakan mereka. Jangan menganggap saya sebagai musuh, kita kan bisa berteman" ucap Jimmy.
Mendengar perkataan Jimmy terakhir membuat Rafa sadar kalau dia tanpa sadar sudah membenci Jimmy hanya karena cemburu.
"Baiklah maafkan aku" balas Rafa.
"Kamu bisa beladiri kan?" tanya Jimmy.
"Ya, dari mana kamu tau?" Rafa balik bertanya.
"Aku pernah dengar dari Mr. Fajar kalau kamu akan menjadi lawan tandingnya saat Nona Keysha akan dilamar suaminya" jawab Jimmy.
"Kamu benar, awalnya aku yang akan bertanding dengannya tapi tiba-tiba saja Ela datang. Akhirnya Fajar bertanding dengan Ela" ungkap Rafa
"Bagaimana kalau kita bertanding? Siapa yang kalau harus mundur dari Catherine secara jantan?" ajak Jimmy.
"Kamu mengajak aku bertaruh? Catherine terlalu tinggi untuk kita jadikan barang taruhan. Aku tidak mau" jawab Rafa.
"Bukan taruhan tapi perjuangan. Kalau kita benar-benar ingin mendapatkannya, kita harus berusaha untuk menang. Anggaplah ini sebagai perjuangan cinta" balas Jimmy.
Rafa terlihat sedang berfikir keras.
"Baiklah, kapan dan dimana tempatnya?" tanya Rafa.
"Nanti aku kabari kamu ya, minta kartu nama kamu" pinta Jimmy.
Rafa meraih dompet dari saku celananya dan mengambil kartu namanya kemudian memberikannya pada Jimmy.
"Ini" Rafa menyerahkan kartu namanya.
"Okey" balas Jimmy.
Tak lama mereka pun sampai di TBF Hotel. Rafa menginap di kamar dengan fasilitas yang mewah.
Pemandangan TBF Hotel yang indah menambah kenyamanan menginap di Hotel tersebut.
"Gak percuma punya sahabat istrinya Sultan, aku dijamu seperti tamu spesial" Rafa berbicara sendiri sambil memeriksa sekeliling kamarnya.
Rafa berbaring di tempat tidur dan mengirimkan pesan kepada Ela.
Rafa
Thanks ya sob, kamu emang the best deh. Aku dapat kamar mewah seperti ini.
Ela
Kamu senang?
Rafa
Senang banget El
Ela
Ya sudah istirahat yang cukup agar kamu punya tenaga untuk berjuang melamar Keket
Rafa
Doain berhasil ya
Ela
Always..
Rafa
Thanks El 😍
Rafa tersenyum memandang ponselnya, fikirannya terbang kepada bayangan Catherine tadi saat dia datang ke rumah orangtuanya.
Catherine terlihat sangat terkejut melihat kedatangan Rafa menyusulnya sampai ke London.
Dan pada saat Rafa menceritakan apa yang dia alami saat mengejar Catherine ke Bandara. Terlihat wajah Catherine yang merona.
Walau dia belum berhasil melamar Catherine secara langsung entah mengapa Rafa merasa sedikit lega. Bagaimanapun dia masih punya peluang untuk mengejar Catherine.
Bisa saja Jimmy sudah mengantongi restu orangtua Catherine tapi kalau hati Catherine tidak menyukai Jimmy tentu Catherine tidak akan mau menerimanya.
Rafa memikirkan ajakan Jimmy tentang pertandingan taekwondo mereka. Benar katanya, cinta harus diperjuangkan. Aku harus menang agar aku bisa mendapatkan Catherine.
Dari pada menyesal kemudian hari tiada guna dan aku akan merasa menjadi pria yang pengecut. Kalau begitu aku harus meminta kepada Jimmy tempat khusus untuk latihan sebelum pertandingan.
Lebih baik aku istirahat sekarang agar badanku segar kembali. Batin Rafa.
Malam harinya Jimmy menghubungi Fajar. Dia mengirimkan pesan kepada Rafa.
Jimmy
Hai Mr. Rafa, bagaimana dengan rencana pertandingan kita. Apakah kamu setuju kalau kita bertanding dua hari dari hari ini?
Rafa
Setuju, tapi tolong beri aku tempat untuk bisa latihan sebelum kita bertanding.
Jimmy
Baik, besok pagi kamu turun di loby hotel. Akan ada salah satu pegawai hotel yang akan mengantar kamu kemanapun tujuan kamu di London ini termasuk tempat kamu untuk latihan.
Rafa
Terimakasih Mr. Jimmy
********
Ke esokan harinya sesuai dengan pesan Jimmy tadi malam. Jam delapan pagi Rafa sudah turun ke lantai dasar hotel dan melihat ada seseorang sedang menunggunya di loby hotel.
"Mr Rafa?" tanya pria itu.
"Ya benar" jawab Rafa mendekat.
"Kenalkan saya Mike, saya ditugaskan Mr. Jimmy untuk mengantar Bapak kemanapun Bapak inginkan. Termasuk mengantarkan Bapak ke salah satu Dojang di kota ini" ucap pria yang bernama Mike.
"Baiklah, terimakasih Mike. tolong antarkan saya ke Dojang. Saya ingin latihan pagi ini" perintah Rafa.
"Baik Pak" jawab Mike singkat.
Rafa masuk ke dalam mobil dan membawa Rafa menuju tempat yang Rafa inginkan.
Sesampainya di Dojang yang direkomendasikan Jimmy Rafa memulai latihannya. Dia melakukan pemanasan dan mulai mengeluarkan jurus - jurus bela dirinya.
Satu jam lebih Rafa latihan, peluh membasahi tubuhnya pagi itu. Setelah latihan selesai Rafa mandi dan berganti baju.
Setelah selesai Rafa kembali menemui Mike dan minta diantar ke suatu tempat.
"Mike ada tidak di sini jual buku - buku dari semua negara?" tanya Rafa.
"Tunggu sebentar Pak" jawab Mike.
Mike mencari informasi yang dibutuhkan Rafa melalui ponselnya. Tak lama kemudian Mike menemukan apa yang dia cari.
"Ada Pak dan letaknya juga tidak jauh dari sini" balasnya kemudian.
"tolong antarkan aku ke toko buku itu. Aku ingin mencari sesuatu di sana" perintah Rafa.
"Baik Mr. Rafa" jawab Mike.
Mobil meluncur ke sebuah toko buku besar di pinggir jalan. Rafa mencari buku yang ingin dia berikan kepada Catherine.
Setelah mencari beberapa judul buku akhirnya Rafa tersenyum lebar dan matanya berbinar.
"Haaaa... akhirnya aku menemukan buku yang tepat untuk si ular Keket calon imamku" gumamnya sendiri.
Rafa meraih buku yang berjudul 'KUPINANG KAU DENGAN HAMDALAH'
"Gak nyangka ternyata ada juga buku seperti ini di sini" ucapnya pelan.
Rafa berjalan menuju kasir kemudian dia membayar buku yang dia pegang.
Alangkah senangnya Rafa menemukan buku seperti ini. Dia sungguh sangat senang sekali. Buku ini sangat cocok dengan keadaan saat ini.
Dengan erat dia bawa buku yang sudah masuk dalam kantong plastik kemudian dia kembali ke dalam mobil.
"Kemana lagi kita setelah ini Mr?" tanya Mike.
"Aku ingin pergi ke Toko perhiasan" ucap Rafa.
"Baik" balas Mike.
Mobil kembali berjalan menuju toko perhiasan. Sesampainya di sana Rafa mencari perhiasan yang dia inginkan.
"Ahaaaaa.. cincin yang unik. Cincin ini sangat pas untuk Keket. Biar saja aku beli cincin ini untuk melamarnya. Nanti kan saat menikah kami akan membeli cincin pernikahan berdua. Kali ini cukup ini saja dan aku sangat menyukainya. Karena saat melihat ini aku jadi teringat dirinya" gumamnya pelan.
Rafa membayar cincin unik berbentuk kucing dengan permata berwarna pink. Hari ini dia sangat bahagia. Apa yang dia inginkan dengan mudahnya dia dapatkan. Semoga perjuangannya besok untuk mendapatkan Catherine juga semudah usaha dia hari ini.
Rafa kembali ke mobil dan meminta Mike untuk balik ke TBF Hotel. Biarlah hari ini dia istirahat di hotel saja dan sebelum pasti apa hasil pertandingan dia tidak ingin menemui Catherine.
Bukan karena tidak ingin bertemu, jangan di tanya rasa rindu yang meladanya. Padahal baru satu hari dia tidak bertemu Catherine. Dia berusaha sabar sampai esok dia memenangkan pertandingannya dengan Jimmy.
Rafa sangat yakin esok dia akan menang. Rafa menyimpan buku dan cincin yang dia beli tadi di lemari disamping tempat tidurnya. Setelah itu Rafa pun istirahat.
.
.
BERSAMBUNG