
"Lisaaaaa" teriak Farhan.
Lisa langsung berada dalam pelukan Farhan.
Tak lama beberapa polisi masuk beserta rombongan Fajar dan yang lainnya. Ela segera berjalan menuju Mama Lisa dan meminta putrinya.
Mama Lisa menyerahkan Elfa kepada Mama kandungnya.
"Terimakasih Tante, terimakasih Tante sudah menjaga anakku" isak Ela.
"Tante yang seharusnya berterima kasih karena kamu masih mau bersabar menunggu anak kamu dan tidak berbuat kasar. Tante mengerti apa yang kamu rasakan karena Tante juga seorang Ibu" jawab Mama Lisa.
"Angkat nona ini" perintah polisi kepada tim medis yang ikut bersama mereka.
Lisa dinaikkan ke ambulance dan diikat tangan dan kakinya. Takut dia meronta dan menjerit.
"Tolong Pak jangan hukum putri saya, dia tidak berniat jahat. Putri saya tidak sadar dengan apa yang dia lakukan saat ini" pinta Farhan memelas.
"Kamu tenang saja Han, kita akan mencari jalan keluar yang terbaik" ucap Reza menenangkan Farhan.
Dia merasa iba dan kasihan pada Farhan dan istrinya, bagaimana pun Reza juga sudah mengenal Lisa sekitar enam tahun. Selama ini Reza melihat Lisa adalah anak yang baik sampai kejadian di malam saat Lisa berusaha merayu Aby dan setelahnya Lisa berubah menjadi gadis liar dan ambisius.
Mereka kembali ke mobil masing-masing. Ela yang terlihat terus memeluk dan menciumi putrinya yang tidur tenang dalam buaiannya.
"Sayang Mamaaa... Alhamdulillah kamu udah ketemu. Maaf Mama gak bisa jaga kamu dengan baik ya sayaaaang" ucap Ela sambil menangis
"Sayaaaang udahan nanti Elfa terbangun" larang Fajar.
"Iya Maaas" Ela menghapus air matanya. Tak henti - hentinya Ela mengucapkan syukur kepada Allah, anaknya dengan cepat dan selamat bisa ditemukan kembali.
Mengenai Lisa biarlah pihak berwajib yang memutuskan. Bagi Ela, Elfa ditemukan itu adalah hal yang utama.
Rombongan meluncur menuju rumah Omar Barrakh. Mereka sampai di kediaman keluarga Barrakh sekitar jam sepuluh malam.
Tangis haru dan ucap syukur oleh semua orang yang menunggu Fajar dan juga rombongan sampai ke rumah dengan selamat membawa Elfa yang hampir satu hari hilang.
"Alhamdulillah sayaaaang... akhirnya Elfa di temukan" ujar Jasmine.
"Iya Ma, alhamdulillah banget" balas Ela.
"Gimana keadannya sayang? apakah Lisa memperlakukan Elfa dengan baik?" tanya Alexa.
"Menurut pengasuh yang dibayar Lisa, Lisa memperlakukan Elfa dengan baik seperti anaknya sendiri. Lisa berhalunisasi, menganggap Elfa sebagai anaknya Ma" jawab Ela.
"Alhamdulillah kalau begitu kebenarannya" balas Alexa.
"Benar - benar sudah gila si Lisa ya El. iiiih... merinding aku membayangkannya" ucap Sintia.
"Iya gak nyangka dia menjadi seperti itu" sambung Ditha.
"Begitulah kalau terlalu ambisius, dari dulu dia sudah di manjakan oleh Papa dan Mamanya, sehingga apa yang dia inginkan semuanya harus dia dapatkan. Jadi saat dia gagal mendapatkannya dia menjadi kecewa dan depresi berat" ungkap Ela.
"Jadi pelajaran buat kita semua terlebih kalian para ibu muda dan calon ibu. Ajarkan saja anak - anak kalian kesederhanaan. Kalau hidup mewah itu tak perlu di pelajari. Dengan sendirinya bisa langsung kita jalani. Tapi kalau hidup susah butuh perjuangan. Lihatlah orang-orang yang berhasil di muka bumi ini tidak semuanya kaya sejak kecil. Mereka pasti merasakan pahitnya perjuangan menuju kesuksesan. Dan satu hal tidak semuanya dalam hidup ini bisa kita capai. Saat kita tidak bisa meraihnya banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan. Pertama jangan putus ada dan kecewa. Kedua terus berusaha dan berdoa yang ketiga ikhlas. Kalau memang sudah berdoa dan berusaha tidak juga kita dapatkan itu berarti memang bukan hak kita, bukan rezeki kita jadi kita harus ikhlas menerimanya. Jangan melakukan segala cara yang tidak halal untuk mendapatkannya dan jangan juga merebut sesuatu yang memang bukan hak kita. Seperti Lisa itu karena dia ingin mendapatkan segalanya berupa harta dia meninggalkan Rafa, mencoba mendekati Aby kemudian pindah ke Fajar. Malah Fajar saat itu tinggal hitungan hari menikah dengan Ela dia melakukan cara kotor untuk mendapatkannya dan ternyata memang bukan haknya. Akhirnya dia kecewa sampai depresi seperti itu" nasehat Oma Zahra.
"Iya Oma, akan kami ingat semua nasehat Oma dan InsyaAllah akan kami ajarkan kelak kepada anak - anak kami" jawab Ela.
"Nah sekarang kalian istirahat, pasti semua pada capek kan?" ucap Oma Zahra.
"Kalau begitu kami pamit dulu ya Oma, sudah malam Besok kami kembali lagi" ucap Reza.
Begitu juga Satria, Dimas dan Sandy pulang bersama istri mereka masing-masing.
Sedangkan Disil dan Rafa menyusul kedua orangtuanya pamit pulang.
"Kami juga pulang Tante, Mama masih mau di sini?" tanya Kevin pada Mamanya.
"Biarkan Mama kamu di sini Vin, Tante masih mau ngobrol sama Mama kamu" pinta Oma Zahra.
"Iya Vin, Mama menginap di sini sama Mbak Fath" jawab Oma Sena.
"Boleh tapi ingat jangan begadang. Kalian kalau sudah ketemu kayak anak ABG. Gosip sampai lupa waktu" sindir Kevin.
"Ah dasar kamu Bu" umpat Zahra.
"Demi kesehatan kalian lho Tantee.. Ingat umur, kalau mau lihat cicit - cicit sampai besar kalian harus sehat terus" nasehat Kevin.
"Sen, semakin tua kok anak kamu ini semakin cerewet. Berasa aku dimarahin Emak Tiri" ledek Oma Zahra.
"Iya Mbak, syndrom udah punya cucu. Cerewenya bertambah. Kalau Keysha datang dan nginap di rumah habis kami semua jagain Shaby. Banyak aturan dari Opanya" sindir Oma Sena.
"Sudah Mas, kita pulang ya. Udah malam. Mama biarkan aja nginap di sini" sambut Sheila.
Kevin akhirnya pulang ke rumahnya bersama Aby yang malam itu juga memilih pulang ke rumah mertuanya. Sedangkan Augustus dan Ryza menginap di rumah keluarga besar Barrakh. Karena mereka memiliki kamar masing-masing di sini.
Ela membawa anak bungsunya ke kamar bayi yang terhubung dengan kamarnya. Dia meletakkan Elfa dengan sangat hati-hati. Elfa tidur sangat nyenyak setelah kenyang menyusu dengan Mamanya.
Ela meletakkan Elfa di box bayi disamping ke dua saudara kembarnya yang sudah lebih dahulu terlelap. Tak lama Fajar menyusul masuk ke kamar putra - putri mereka.
Ela dan Fajar memandangi ketiga anak mereka yang sedang terlelap.
"Kini kamu sudah bisa bersama kakak - kakak kamu ya sayang... Jadilah anak yang kuat karena dari bayi kamu sudah berhasil melewati kesulitan" ucap Ela.
"Dia pasti akan tumbuh menjadi gadis yang kuat seperti Mamanya sayang. Lihat cantiknya saja seperti kamu. Dia sangat mirip seperti kamu" puji Fajar.
"Fael mirip kamu Mas, Fela perpaduan kita dan Elfa mirip aku. Adil kan?" ucap Ela.
"Iya. Kelak mereka akan tumbuh menjadi anak - anak yang sehat, ceria, pintar, soleh dan sholehah. Saling menyayangi, saling bela dan saling menjaga" doa Fajar.
"Aamiiiiin" sambut Ela.
.
.
BERSAMBUNG