Find The KEY

Find The KEY
Ep. 212



Keesokan harinya di Barrakh Corp.


"Gara - gara kamu nih Ry, bawa oleh-oleh lampu ajaib. Istriku jadi ngidam yang aneh - aneh" gerutu Fajar pada Ryza.


"Ngidam aneh gimana Fa?" tanya Keysha penasaran.


"Istriku pengen lihat Papaku, Papa kalian, Mama dan aku memakai baju sesuai dengan julukan kami masing-masing" ungkap Fajar.


"Maksud kamu?" tanya Ryza tidak mengerti.


"Papaku pakai baju Aladin, Mama pakai baju Jasmine. Aku pakai baju replikanya lampu ajaib. Om August pakai baju Jin dan Om Kevin pakai baju Abu" jawab Fajar.


"Waaah istri kamu ngidamnya seram amat. Aku dan Mama gak boleh datang, bisa - bisa aku di suruh pakai baju tuyul dan Mama baju kuntilanak. Kan sereeem" sambut Ryza.


"Salah sendiri kenapa kamu kasi oleh-oleh lampu ajaib. Dia kan jadi punya ide aneh" celetuk Fajar.


"Husss.. itu permintaan anak kamu" bantah Keysha.


"Aku mau tanya sama kamu. Mumpung kamu juga lagi hamil. Ngidam itu sebenarnya permintaan siapa sih? Si Ibu atau emang bener anak dalam kandungan?" tanya Fajar penasaran.


"Ngidam itu sesuatu yang tiba-tiba muncul dalam fikiran kita dan kita menginginkannya walaupun bertentangan dengan logika, gak bisa di tahan Fa" ungkap Keysha.


"Iya Ela kemarin juga bilangnya begitu. Dia minta maaf padaku sambil nangis, dia tau permintaannya gak masuk akal tapi dia gak bisa mencegahnya" jawab Fajar.


"Nah berarti istri kamu beneran ngidam Fa, itu permintaan anak - anak kamu" sambut Keysha.


"Mm.. gitu ya" ucap Ryza.


"Mengapa malah kamu yang berkata begitu, harusnya kan aku yang bilang itu" protes Fajar.


"Aku kan juga mau belajar, siapa tau nanti kalau istriku hamil aku jadi sudah mengerti apa yang dinamakan dengan ngidam" jawab Ryza.


"Oh iya jadi lupa gara - gara Ela ngidam. Gimana hasil pemeriksaan kalian?" tanya Keysha.


"Alhamdulillah kamu berdua sehat dan subur tinggal masalah waktu. Usaha sudah dan juga terus berdoa semoga Allah mengabulkan permintaan kami" jawab Ryza.


"Aamiin... Alhamdulillah Ry kalau gak ada masalah dengan kalian berdua, mudah - mudahan Sintia segera menyusul hamil" balas Keysha.


"Semoga istri kamu gak ngidam aneh - aneh seperti istriku" ucap Fajar.


"Kamu gak ngidam Key?" tanya Ryza.


"Ada juga tapi kalau aku biasanya lebih sering pengen makan sesuatu aja. Alhamdulillah sampai saat ini gak ngerepotin Mas Aby" jawab Keysha.


"Btw bantu aku donk buat cari pakaian dengan bentuk lampu ajaib. Dari kemarin aku pusing mikirinnya" ujar Fajar.


"Nanti aku tanya Sintia ya siapa tau mereka bisa membuatnya. Sintia, Ditha dan Catherine kan kerjanya sama seperti istri kamu. Bidang pakaian, aku rasa mereka mau membantu. Apalagi Ela kan sahabat mereka" jawab Ryza.


"Coba kamu telepon Sintia sekarang" perintah Fajar.


"Harus sekarang bro?" tanya Ryza.


"Iya sekarang, entar kalau Papaku dan Papa kalian sudah mendapatkan baju mereka, aku bisa ketinggalan secara baju aku yang paling sulit diantara mereka" jawab Fajar.


"Iya sih, tapi baju Om Kevin yang paling menyedihkan" sambut Ryza.


"Kasihan Papa sudah tua dikerjain sama anak - anak kamu. Cucunya sendiri aja gak minta banyak seperti itu" ujar Keysha.


"Hahahaha.. tapi lucu juga ngebayangin mereka eh kalian parade pakaian seperti itu. Udah kayak mau tujuh belasan saja" sambung Ryza meledek.


"Awas kamu ya, entar aku suruh Ela minta kamu pakai pakaian tuyul" ancam Fajar.


"Hahaha... ampun bro. Kalau kamu nyuruh Ela begitu aku pastikan istriku untuk tidak ikut andil dalam membantu kamu membuat baju lampu ajaib" Ryza balik mengancam.


"Cih... bisa ya sekarang kamu ngancam aku. Awas kalau ada kesempatan lain aku akan membalasnya" ucap Fajar.


"Hahaha kalian ada - ada saja. Cepetan Ry telepon istri kamu" ujar Keysha mengingatkan.


"Oh iya, sebentar" jawab Ryza sambil meraih ponselnya dan menghubungi istrinya.


"Halo sayang... "sapa Ryza lembut.


"Yank sepertinya ada tugas baru buat kamu, Ditha dan Catherine tapi jangan sampai Ela tau ya" ucap Ryza.


"Apaan Mas, kok pakai rahasiaan sama Ela?" tanya Sintia penasaran.


"Kemarin kan kita bawain para lelaki oleh-oleh lampu ajaib, tiba - tiba si Ela ngidam pengen lihat Om Omar pakai baju Aladin, Om Kevin pakai baju Abu dan Papa pakai baju Jin. Dia juga meminta Fajar pakai pakaian yang berbentuk lampu ajaib. Dia minta tolong pada kalian untuk merancang baju tersebut. Bisa gak yank?" tanya Ryza.


"Ya ampun Mas, Ela ngidam begituan?" tanya Sintia tak percaya.


"Iya yank, dan perintah Om Omar semua keinginan Ela harus di kabulkan. Jadi Fajar bingung mau cari busana replikanya lampu ajaib. Bisa gak kalian bantu buatkan? Tapi jangan sampai Ela tau, gimana?" tanya Ryza.


"Sebentar Mas aku tanya Catherine dan Ditha dulu ya, nanti aku kabari Mas lagi" jawab Sintia.


"Oke sayang, aku tunggu ya" balas Ryza.


Sintia menutup ponselnya dan segera menghampiri Catherine dan Ditha yang sedang ada diruang jahit sedangkan Ela masih ada di dalam ruang kerjanya.


"Guys aku punya misi untuk kita bertiga tapi jangan sampai Ela tau" ucap Sintia membawa kabar berita.


"Misi apa Sin?" tanya Ditha penasaran.


"Fajar minta kita buatin pakaian untuknya tapi bentuknya replika lampu ajaib" ungkap Sintia.


"Apa?" tanya Catherine dan Ditha karena terkejut.


"sssst... jangan ribut nanti Ela dengar" ucap Sintia.


Ditha dan Catherine langsung menutup mulut mereka.


"Ada - ada saja permintaan Fajar. Aku yakin itu pasti Ela yang minta kan sama Fajar?" tebak Catherine.


"Iya, kata Mas Ryza, Ela ngidam pengen lihat Om Omar pakai baju Aladin, Om Kevin pakai baju Abu dan mertuaku pakai baju Jin. Dia juga ingin lihat Fajar pakai baju lampu ajaib" jawab Sintia.


"Sableng tuh anak. Minta begituan, orangtua dikerjain" celetuk Ditha.


"Katanya Ela ngidam minta begituan" balas Sintia.


"Ngidamnya kok nyiksa begitu, mana orangtua lagi yang di kerjain" ucap Catherine.


"Aku kok kasihan sama Om Kevin ya, dikerjain pakai pakaian monyet begitu" ucap Ditha dengan wajah prihatin.


"Tapi sebenarnya aku juga pengen ada di acara tersebut. Pengen lihat mertuaku pakai baju Jin, lucu kali ya hehehe... " ucap Sintia.


"Yeee lo lagi mantu durhaka" celetuk Ditha.


"Kalau aku kasih tau Mama mertuaku, dia pasti sepaham dengan aku dan aku pastiin dia juga pengen hadir di acaranya si Ela" balas Sintia.


"Jadi gimana guys, kalian mau gak kita bantuin Fajar buat baju lampu Aladin? Mereka nunggu jawab kita nih" tanya Sintia.


"Ya sudah kita buatin deh, kasihan di Fajar di kerjain sama anak - anaknya dari dalam perut, belum juga lahir udah ngerjain Papa dan Opanya" jawab Ditha.


"Ya udah, kalian buat sketsanya ya dan fikirkan bahannya dari apa. Aku mau hubungi suamiku dulu" ucap Sintia.


Sintia segera balik ke ruang kerjanya dan menghubungi suaminya.


"Halo yank" sapa Sintia.


"Ya yank, gimana hasilnya" tembak Ryza langsung.


"Oke Mas, kami akan bantu Fajar buatin bajunya. Catherine dan Ditha sedang buat sketsa dan cari bahannya" jawab Sintia.


"Alhamdulillah.... "


.


.


BERSAMBUNG