
Personil Geng ERASADIS sudah sampai di TBF Hotel kecuali keluarga kecil Rafa. Mereka langsung di jemput oleh Mr dan Mrs. Wolter di Bandara dan langsung menuju rumah orangtua Catherine tersebut.
Seperti biasa keluarga Fajar menempati kamar yang berada paling atas, Keysha di kamar di bawahnya, disusul Ryza di kamar di bawahnya lagi dan terakhir Disil dan keluarga yang berada di lantai empat dari atas gedung TBF hotel ini.
Triplet sangat senang sekali sudah sampai di London. Karena saat ini di London sedang musim dingin mereka tidak berenang. Biasanya setibanya di TBF Hotel mereka pasti langsung berenang.
"Papa kita kan baru kali ini liburan di London saat musim dingin. Nanti kita mau kemana aja?" tanya Fael.
"Kalian maunya kemana?" tanya Fajar.
"Kami mau belanja coklat Pa" pinta Fela.
"Boleh, mau pergi sama Mama atau samaaa... " Ela sengaja menggantung pertanyaannya.
"Uncle Jimmy.... " teriak Triplet.
"Ya sudah nanti Papa telepon Uncle Jimmy ya, agar dia membawa kalian pergi jalan - jalan" ucap Fajar.
"Tapi ingat, jangan merepotkan Uncle Jimmy" Ela memperingatkan.
"Baik Mamaaa" jawab mereka gembira.
"Sekarang kalian istirahat dulu kan kita baru sampai. Nanti malam baru pergi sama uncle Jimmy" suruh Fajar.
Triplet segera masuk ke dalam kamar mereka.
"Asiiik kita bisa pergi sama uncle Jimmy. Elfa kamu sudah bawa oleh - oleh untuk uncle Jimmy?" tanya Fael.
"Sudah kak, Kakak tenang saja. Dia pasti sangat senang kita bawain oleh - oleh" jawab Elfa.
"Hihihi udah gak sabar melihat wajah uncle Jimmy, dia pasti sangat senang sama oleh - oleh kita" sambut Fela.
Triplet menukar baju tebal mereka karena di dalam kamar sudah tidak sedingin di luar. Karyawan Hotel terlebih dahulu sudah menghidupkan penghangat ruangan sebelum mereka sampai di Hotel.
Malam harinya mereka turun ke lantai bawah untuk makan malam bersama. Jimmy sudah menunggu mereka di ruangan khusus untuk Geng ERASADIS minus keluarga kecil Rafa.
"Uncle Jimmy besok bawa kami jalan - jalan ya" ucap Fael senang.
"Baik Tuan Muda" jawab Jimmy hormat.
Mati aku, tiga anak kembar ini saja sudah membuat aku pusing, bagaimana lagi kalau aku di minta untuk membawa semua anak - anak ini. Batin Jimmy.
"Jimmy besok tolong kamu bawa anak - anak membeli coklat ya. Dari tadi mereka sudah tidak sabar untuk berbelanja coklat" perintah Fajar.
"Baik Tuan" jawab Jimmy.
"Tapi jemput Fathir dulu yank di rumah Mommy dan Daddy" sambung Ela.
"Oh iya, sekalian kamu jemput Fathir di rumah orangtuanya Catherine" ujar Fajar.
"Baik, silahkan Tuan Nyonya dan Tuan - Tuan lainnya, nikmati makan makan kalian. Semoga menu hari ini sesuai dengan lidah kalian" sambut Jimmy.
"Terimakasih Jim" balas Aby.
"Terima kasih Uncle Jimmy, senang bertemu Uncle lagi" ucap Shaby sambil mengedipkan sebelah matanya.
Jimmy tersenyum membalas sapaan Shaby.
Menu makan malam mereka malam itu adalah steak terbaik yang disajikan pihak hotel.
Triplet sangat senang makan menu itu, karena sudah lama mereka tidak berkunjung ke London. Mereka sudah kangen dengan hidangan ini.
"Uncle setelah ini, apakah Uncle akan segera pulang ke rumah?" tanya Elfa.
"Tidak Nona, saya akan kembali sebentar ke ruang kerja saya. Masih ada yang ingin saya selesaikan" jawab Jimmy sambil ikut menikmati makan malam bersama keluarga dan teman-teman pemilik TBF Hotel.
"Kalau begitu setelah makan kami akan mampir sebentar ke ruangan Uncle. Apakah Uncle keberatan? " tanya Fela.
"Tidak Nona, silahkan saja. Saya sangat senang menerima kedatangan kalian di ruangan saya. Mungkin kita bisa merencanakan keberangkatan kita besok" jawab Jimmy.
"Aku juga ingin berbicara dengan Uncle mengenai bisnis Hotel saat sekarang ini. Bagaimanapun aku akan menjadi penerus Uncle nanti kalau aku sudah besar" tegas Elfa.
Fajar dan Ela saling pandang, ternyata sejak kecil Elfa sudah merencanakan masa depannya. Dia sudah mempunyai cita - cita sejak kecil.
"Dengan senang hati Nona, saya sangat senang bisa membicarakan bisnis hotel dengan Nona kecil" jawab Jimmy.
"Kita sekalian bicarakan menu terbaru Hotel kan Uncle Jimmy. Aku sudah tanya Oma Jasmine, dia sudah berjanji padaku. Akan mengajari aku membuat cake paling enaaaaak sedunia" ujar Elfa
"Wah hebat putri kalian Fa, El. Masih kecil sudah punya cita - cita besar" puji Disil.
"Siapa dulu Papanya" sambut Fajar.
"Kalau kamu cita - citanya apa Fael?" tanya Aby.
"Aku ingin bekerja seperti Papa Aby, pakai helm" jawab Fael.
"Itu helm proyek sayang" balas Aby.
"Berarti dia memilih teknik" ucap Disil.
"Dan kamu Fela?" tanya Keysha.
"Aku ingin seperti Mama membuat gaun tercantik di dunia ya kan Sit, Ryntia" ujar Fela.
"Yes" jawab Sitha dan Ryntia bareng.
"Kalau kamu Shaby?" tanya Ela.
"Aku dan Fathir udah janji Aunty, kami akan sekolah seperti Papa, uncle Disil dan uncle Rafa" jawab Shaby.
"Sepertinya kita sudah menemukan penerus" ujar Aby.
"Fael, Fathir dan Shaby di ADS Corp, Fela, Sitha dan Ryntia di ADS Butik sedangkan Fela di TBF Hotel sambil mengembangkan Toko Roti Jasmine di London" ucap Ryza.
"Semoga cita - cita besar kalian tercapai ya anak - anak" puji Sintia.
"Aamiin... Terimakasih aunty" ucap Fael, Fela, Elfa, Sitha dan Shaby.
"Amiin.. Makasih Mama" jawab Ryntia.
"Kalian memang anak - anak hebat. Dan kamu sayang, bisa berteman dengan anak uncle di London" jawab Jimmy.
"Celine uncle? Aku ingin bertemu Celine, sudah lama tidak bertemu dengannya. Aku kangen" ujar Elfa semangat.
"Dia juga sudah tidak sabar ingin bertemu kamu dari kemarin. Jauh hari uncle sudah mengatakan padanya kalau kalian akan datang" balas Jimmy sambil membelai lembut kepala Elfa.
Setelah selesai makan malam.
"Terimakasih Jimmy atas hidangan malam ini" ucap Ela.
"Sama - sama Nyonya, senang melihat kalian kembali ke negara ini" jawab Jimmy.
"Kami naik dulu ya. Aku masih jetlag" ujar Ryza.
"Silahkan Tuan" balas Jimmy dengan senyuman ramah.
"Uncle tunggu di ruangan saja ya, sebentar lagi kami akan turun. Ada sesuatu yang ingin kami ambil di kamar" ujar Fael.
"Ah kalian tidak perlu repot - repot Tuan kecil" Senyum Jimmy mulai kecut mengingat oleh-oleh terakhir yang dibawa oleh Triplet saat liburan ke London dua tahun lalu.
Tak tanggung - tanggung mereka menyuguhiku rendang jengkol satu kilo. Membuat istriku muntah selama seminggu karena mencium bau mulutku. Satu minggu juga aku jadi tidak bisa bercumbu dengan istriku. Batin Jimmy kecut ketika mengingat ke usulan Triplet padanya dua tahun yang lalu.
"Tenang Uncle.. Kami tidak membawa oleh - oleh seperti dua tahun yang lalu" sambung Elfa, sepertinya dia bisa membaca kerisauan hati Jimmy.
"Akh... Nona bisa saja. Saya tunggu di ruangan saya ya Nona. Tolong jangan terlalu lama karena saja sudah berjanji kepada Celine dan istri saya kalau saya akan pulang tepat waktu" tegas Jimmy.
"Uncle tenang saja, persiapkan jantung Uncle untuk sesuatu yang akan kami tunjukkan pada uncle" Elfa memainkan sebelah matanya ke arah Jimmy.
Mengapa senyum anak itu membuat jantungku berdebar ya? Batin Jimmy.
.
.
BERSAMBUNG