Find The KEY

Find The KEY
Ep. 73



Seminggu setelah lamaran Aby di terima.


"Sayang kamu jadi ikut?" tanya Alexa.


"Jadi donk Ma" jawab Ela.


"Tapi janji ya jangan buat kericuhan di sana" ucap Aby.


"Tenang Kak, aku akan jaga sikap. Tapi kalau Pak Tua itu buat aku kesal aku gak jamin ya" jawab Ela cuek.


"Tuh kan Maaaa" Aby mengadu.


"Elaaa" panggil Papanya.


"Eh cinta pertamaku... Aku akan selalu mencintaimu Pa" goda Ela.


"Pinter banget kamu merayu" sindir Alexa.


"Mama jangan cemburu ya, bagaimanapun Mama adalah cinta di hati Papa. Nanti kalau Ela menemukan pasangan hidupnya pasti posisi akan digantikan di dalam hatinya" ucap Aditya pura-pura sedih.


"Uuuuh Papaku tayang, sampai kapanpun cintaku pada Papa tidak akan ada yang bisa menggantikannya" Ela memeluk Papanya manja.


"Siapa aja yang ikut Kak?" tanya Ela pada Aby.


"Cuma kita-kita aja kok. Kata Papa Kevin keluarga inti saja tidak apa-apa. Ini kan hanya silaturahmi dan pengenalam keluarga lebih dalam lagi" jawab Aby.


"Ooo gitu" kepala Ela bergoyang mengangguk tanda mengerti.


Akhirnya mereka sampai juga di rumah Keysha disambut hangat oleh keluarga Keysha. Dan ternyata yang menyambut mereka bukan hanya keluarga inti tapi sepertinya keluarga besar sudah berkumpul.


Alangkah terkejutnya Aby melihat seluruh keluarga besar Keysha sudah berkumpul di rumah Keysha.


Aditya sekeluarga berjabat tangan dengan seluruh keluarga yang hadir di situ. Mereka yang hadir adalah para pejabat Barrakh Corp.


"Eh Om ketemu lagi. Ini Om saya bawain oleh-oleh dari London. Maaf kelakuan saya kemarin yang mungkin terkesan tidak sopan" ucap Ela saat berjabat tangan dengan Kevin.


"Tidak apa-apa Ela Om mengerti kok" jawab Kevin ramah.


"Silahkan duduk Aditya" ucap Kevin pada calon besannya.


"Terimakasih Mas Kevin" jawab Aditya.


"Duh panggil nama saja biar lebih akrab" balas Kevin.


"Sepertinya lebih tua Mas sedikit dari saya, saya jadi merasa tidak sopan kalau hanya memanggil nama" ungkap Aditya.


"Tidak masalah anggap saja saya sebagai teman lama kamu, biar kita bisa lebih santai ngobrolnya" sambung Kevin.


"Baiklah Kevin" balas Aditya.


"Senang bertemu Pak Omar Barrakh lagi begitu juga Pak August" sapa Aditya.


"Panggil yang sama saja Aditya. Kami juga seumuran dengan Kevin. Sebentar lagi juga kita akan jadi keluarga" sambut Omar.


Aditya tersenyum membalas ucapan Omar. Mereka duduk di sofa yang ada di ruang keluarga.


"Sudah sejauh mana persiapan pernikahan kalian?" tanya Kevin pada Aby.


"Kami sudah menemui pihak WO, kalau gedung Keysha bilang pakai Hotel Barrakh Corp saja Pa" jawab Aby.


"Iya Papa yang suruh, ngapain cari gedung lain kalau kita sendiri punya hotel yang bagus" balas Kevin.


"Gaun pesta sudah di rancang oleh Ela sendiri" ungkap Aby.


"Iya Papa dengar dari Keysha kalau Ela ini designer terkenal ya di London?" tanya Kevin pada Ela.


"Ah biasa saja Om. Hanya ketepatan saya kuliah di sana jadi sekalian di sana juga saya melebarkan sayap. Memulai karier di dunia fashion" jawab Ela.


"Jadi Ela ini seorang designer?" tanya Omar seperti ingin tau.


"Iya Om di London" jawab Ela sopan.


"Iya Om, saya dulu alumni universitas London, setelah lulus saya mencoba berkarier di sana. Alhamdulillah design saya banyak yang suka" jawab Ela merendah.


"Hebat kamu masih muda tapi berbakat" puji Omar.


"Dia ini anak yang tomboy Omar, hanya fashionlah yang membawa dia kembali pada kodratnya sebagai perempuan satu lagi dia suka melukis. Selebihnya semua hobby laki-laki yang dia kuasai. Seperti bergitar dan taekwondo" sambung Aditya.


Ela hanya tersenyum malu-malu mendengar penjelasan Papanya pada keluarga besar Keysha.


Datanh ke sini mau cerita persiapan pernikahan Kak Aby kenapa jadi bahas tentang aku? Batin Ela tidak mengerti.


"Kamu bisa melukis juga?" tanya Omar penasaran.


"Cuma hobby Om" jawab Ela.


"Bohong Om, aku udah lihat hasil coretan tangan Ela. Dia pinter banget melukis" puji Keysha.


"Kalau begitu bisa donk nanti anak saya Fajar minta saran ke kamu. Dia sedang mencari beberapa lukisan-lukisan yang akan memenuhi hotel kami di London" ucap Omar.


"Bisa Om. Kalau saya bisa akan saya bantu" jawab Ela.


Cih sebenarnya malas banget berurusan dengan cowok pendendam itu, tapi tidak mugkin aku menolak permintaan Om tampan ini. Beda sekali dia sama anaknya, walau memang sama-sama tampan tapi sikapnya seperti bumi dan langit. Jauuuuuh banget. batin Ela.


"Nanti kalau Fajar pulang saat pesta Keysha Om bilang ya" sambung Omar.


Ela tersenyum menjawab perkataan Omar.


"Trus By apalagi persiapan kalian?" lanjut Kevin.


"Tinggal mencari cincin nikah Pa, besok kan Key kita carinya?" tanya Aby pada Keysha.


"Iya By" jawab Keysha singkat.


"Lho kamu kok panggil Aby cuma nama doank, gak sopan lho. Sebentar lagi kan mau nikah, dibiasakan dari sekarang panggil Mas gitu" ucap Sheila.


"Iya Ma, nanti pelan-pelan ya. Masih kebiasaan panggil begitu. Nanti Key rubah pelan-pelan ya" balas Keysha lembut.


"Jadi kemana nih honeymoonnya?" tanya Jasmine ikut bicara.


"Kami rencananya mau ke London Tante rame-rame. Kan sahabat Aby, Ditha dan Disil nikahnya seminggu sebelum pernikahan kami, jadi bareng aja honeymoonnya. Ketepatan Ela juga mau pulang Ke London, Ryza dan Fajar juga sama kan. Kami mau jalan-jalan ke sana rame-rame" jawab Keysha.


"Wah seru itu. Kamu minta saja sama Fajar menginap di hotel kita yang di sana. Sekalian ajakin juga dia jalan-jalan. Biar gak kerja aja taunya tuh anak sampai lupa cari jodoh, ya kan kak" sambut Oryza sambil melirik kakaknya Omar.


"Benar Key, ajak Fajar jalan bareng kalian. Sekalian biar dia bisa ketemu Ela kan bisa tanya-tanya soal lukisan" ucap Omar.


Duh mati aku, bete banget dekat-dekat cowok pendendam itu. Gak bisa di ajak asik-asik. Pasti gak seru, wong mukanya aja ketat gitu. Sayang ketampanannya gak digunakan maksimal. Batin Ela.


"Ya kan El, nanti di sana kamu ajakin aja Fajar bawa mereka jalan-jalan. Kamu kan juga tinggal di London pasti tau di mana lokasi yang bagus untuk jalan-jalan. Sekalian recokin aja Fajar di sana biar dia sedikit sibuk" suruh Omar.


"Kalau soal ngerecokin Om gak perlu sangsi, Ela ini jagoannya Om. Walaupun tidak Om suruh saya yakin dia pasti sukses buat Fajar susah di sana. Nih anak banyak maunya ni Om" oceh Aby.


"He.. he..." Ela senyum malu-malu.


Omar dan Jasmine tersenyum melihat tingkah Ela. Entah apa yang sedang mereka fikirkan yang jelas mereka punya sebuah misi untuk Fajar.


Apakah itu?????


.


.


BERSAMBUNG


Semangat pagi readers..... Happy weekend.


Tetap semangat ya bacanya.. Semoga bisa menghibur di hari libur kalian.


Jangan lupa kembang tujuh rupanya dan kopi tujuh rasanya ya 😂😂


Terimakasih