Find The KEY

Find The KEY
Ep. 293



Hari yang dinanti - nantikan oleh F3STER akhirnya sampai juga. Setelah menerima raport mereka pulang dengan wajah yang ceria karena mereka berhasil mempertahankan prestasi mereka di kelas unggulan akselerasi. Wlaupun baru berumur sepuluh tahun tapi mereka sudah duduk di kelas lima SD karena prestasi mereka yang sangat bagus.


Tidak percuma mempunyai Papa dan Mama yang pintar dalam hal pelajaran. Setidaknya gen dan darah mereka mengalir kental ke anak - anaknya.


Lusa mereka akan berangkat ke London dengan pesawat Barrakh Corp. Fajar sudah menghubungi Jimmy mantan asistennya di London yang sekarang sudah menjadi General Manager di TBF Hotel untuk menyambut mereka di London dan juga mempersiapkan semua keperluan mereka selama di London.


Jimmy sudah mempersiapkan semua sesuai dengan pesan Fajar karena memang baru kali ini Bosnya itu datang liburan beramai-ramai bersama keluarga dan teman-temannya dari Indonesia yang sudah lama Jimmy kenal.


Malam ini semua keluarga tengah sibuk mempersiapkan kebutuhan mereka selama di London.


Fajar sekeluarga sedang berada di Mall, untuk membeli pakaian musim dingin untuk keluarganya.


"Sayang ini sepatu kamu dan baju dingin kamu" ucap Ela kepada Elfa.


"Ma aku tidak mau model seperti ini. Aku mau yang seperti Kak Fael" tolak Elfa ketika mendapat baju yang mirip dengan Kakak kembarnya Fela.


"Sayang dari dulu kan kamu tau selera putri bungsu kamu itu" ujar Fajar.


"Gemes Mas lihat baju ini, cantik banget" jawab Ela.


"Tapi gak Elfa banget Ma" potong Elfa.


"Dicoba dulu sayaaang" perintah Ela.



"Udah ya Ma, aku cuma nyoba aja. Aku gak mau pakai ini di London" tolak Ela.


Elfa melihat Kakak Kembar laki-lakinya keluar memakai baju musim dingin.



"Tuh benerkan Kak Fael kereeeen. Aku mau yang seperti itu Ma" pinta Elfa.


"Oke Mama ikutin keinginan kamu, tapi warnanya Mamanya milihin" jawab Ela.


"Aku gak mau warna pink" tebak Elfa.


"Nggak, Mama gak akan pilih warna pink. Kamu kan alergi sama warna itu" balas Ela.


Ela segera memilih pakaian untuk putri bungsunya.


"Yang ini ya" ucap Ela.



Elfa terlihat sedang berfikir keras.


"Oke... aku setuju" jawab Ela akhirnya.


"Ma, aku mau juga yang seperti Elfa. Baju ini aku gak suka coraknya. Yang polos juga donk Ma warnanya" pinta Fela.


"Ini Mau?" Ela mengambil satu baju dingin lagi.



"Mau Maaaa. Kali ini kita kembaran ya Elf" jawab Fela senang.


"Heeem... " balas Elfa cuek.


"Oke udah dapat semuanya" ujar Ela pada suaminya.


"Yakin gak ada yang kurang yank?" tanya Fajar.


"Kalau ada yang kurang nanti cari di London aja deh Mas" jawab Ela.


"Terserah kamu deh yank, kamu kan Princessnya mode di London" puji Fajar.


"Elaaaa gitu loooh" balas Ela bangga.


Keesokan harinya terjadi kesibukan di Barrakh Corp dan ADS Corp. Mereka melakukan serah terima pekerjaan untuk sementara.


Serah terima pekerjaan hanya dilakukan anak kepada Bapaknya. Fajar dengan Omar, Keysah dengan Kevin dan Ryza dengan August. Begitu juga di ADS Corp ada Aby dan Aditya, Dimas dan Disil terakhir Rafa dengan Sandy karena Ditha memang tidak mau bekerja di perusahaan. Dia lebih memilih membuka Butik bersama Sintia dan Ela.


Setelah serah terima pekerjaan selesai Trio Ambisi berkumpul di ruangan Omar. Sedangkan anak - anak mereka sudah pulang untuk istirahat sebelum berangkat besok.


"Sudah lama ya kita gak seperti ini. Kangen juga" ujar Omar.


"Kok aku ngerasa jiwa mudaku muncul kembali" sambut Kevin dengan caria.


"Dan aku akan kembali mengurusi kalian berdua" sambung August pasrah.


"Itu memang tugas kamu. Makanya kamu pantas di juluki Jin. Sang pengabul permintaan" ejek Kevin.


"Sudahlah terima saja nasib kalian. Bagaimana pun juga tetap aku pangerannya" ujar Omar bangga.


"Ehm.. gak salah dengar" ledek Kevin.


"Emang gak salah" balas Omar.


Tak lama sekretaris Fajar masuk ke dalam ruangan.


"Pak hanya mengingatkan kalau - kalau para Bapak sudah lupa. Ini hari sabtu dan jam kerja cuma setengah hari. Dan Hari senin kita ada jadwal meeting dengan client Pak. Semua bahannya sudah di siapkan Pak Ryza di ruangannya" lapor sang sekretaris.


"Terimakasih informasinya Desy" jawab Omar.


"Kamu boleh pulang, masih ada yang ingin kami kerjakan. Sebentar lagi baru kami pulang. Kamu tidak perlu menunggu kami" sambung Kevin.


"Iya Pak, saya pamit pulang duluan" Desy dan sekretaris pamit pulang dengan sopan.


Desy kembali keluar dari ruangan Omar dan bersiap untuk pulang.


"Aku sampai lupa kalau hari ini hari Sabtu saking semangatnya kembali bekerja di kantor. Setelah selesai semua urusan kita aku mau ke rumah anakku, melihat cucuku sekalian mereka pamit pergi besok ke London" ucap Omar terkejut karena lupa.


"Kalau begitu aku juga mau ke rumah besan ah. Aku mau bawain sesuatu untuk Shaby cucuku satu - satunya" sambut Kevin.


"Sebentar aku ambil bahan dulu ya di ruanganku. Biar kalian bisa memeriksanya di rumah untuk bahan meeting kita hari senin" ujar August.


August berjalan ke ruangannya dan mengambil bahan meeting di meja kerja Ryza. Kemudian membawanya kembali ke ruangan Omar.


Setelah mempelajari bahan meeting sebentar, mereka pulang untuk melihat cucu mereka masing-masing sebelum berangkat ke London.


Satu jam kemudian Omar sudah sampai di rumah Fajar dan Ela. Jasmine juga sama sampainya di situ karena Omar dan istrinya sudah janjian untuk melihat cucu - cucu mereka sebelum pergi.


"Opaaaaaa, Omaaaa.... " teriak Fela.


"Waaah Oma bawa cake... " teriak Elfa si jago makan.


"Iya sayang, ini Oma bawa cake untuk kita makan sekarang dan ini Oma bawain cake untuk besok kalian makan bersama teman-teman di pesawat ya" jawab Jasmine penuh kasih sayang.


"Asiiiiiik... " teriak F3STER.


"Mama.. Papa.. baru datang?" tanya Ela.


Ela mencium tangan kedua mertuanya dengan hormat.


"Iya. Nih kamu simpan buat besok makanan di perjalanan" Jasmine memberikan beberapa bungkusan yang berisikan makanan yang baru saja dia bawa dari Toko Rotinya.


"Terimakasih ya Ma" jawab Ela.


"Suami kamu mana?" tanya Omar.


"Ada di ruang kerjanya Pa. Sebentar ya aku panggil" ucap Ela.


Ela berjalan menuju ruang kerja suaminya. Dan kini hanya tinggal F3STER dan Opa Omanya saja yang ada di ruang keluarga.


F3STER segera merapat mendekat ke Opa dan Oma mereka.


"Opa.. terimakasih ya Opa udah mau bantuin kami. Akhirnya Papa dan Mama mau ajak kami liburan ke London" ucap Fael.


"Iya sayang... Sekarang Opa tanya siapa yang punya ide untuk kalian mogok makan?" tanya Omar.


"Aku Opa, habis Papa Mama gak mau kami ajak liburan, alasannya karena pekerjaan mereka. Akhirnya aku buat ide seperti itu" jawab Elfa jujur.


"Kamu memang persis banget seperti Mama kamu. Ada saja ide usilnya tapi pintar" puji Jasmine tersenyum.


"Tapi lain kali jangan lakukan itu lagi ya. Itu sangat berbahaya untuk kalian. Apalagi kalian nasib anak - anak butuh makan makanan bergizi. Kalau kalian mogok makan gimana coba bisa cepat gede" nasehat Omar.


"Tapi kan Opa. Opa jangan bilang sama Papa Mama ya.. Kami mogok makannya cuma di rumah. Di sekolah Ryntia dan Fathir bawain bekal untuk kami dari rumahnya, jadi kami bisa sarapan pagi dan saat istirahat kami jajan di kantin sekolah" aku mereka sambil berbisik.


Jasmine dan Omar saling pandang lalu tersenyum melihat kejujuran tiga cucunya.


"Oooooh begitu rupanya ceritanya ya.. Ternyata kalian berbohong pada Papa Mama ya" ucap Ela yang datang tiba-tiba.


Sontak Triplet tegang mendengar suara Mamanya.


"Gawat.... "


.


.


BERSAMBUNG