
"Sayaaaaaang..... " panggil Rafa pada Catherine yang perlahan-lahan mengangkat tangannya. Walau sangat pelan tapi jelas tangan itu mulai terangkat.
Mata Catherine yang tertutup bergerak - gerak dan perlahan - lahan mulai terbuka.
"Subhanallah.. Alhamdulillah Kekeeeet" panggil Lidya sambil menangis tak kuasa dia menahan air mata bahagia ini.
Catherine tidak bisa bicara karena mulutnya masih tertutup masker oksigen. Tapi mata Catherine sudah terbuka dan mencari sosok suaminya.
"Sayaaaang.... My Caaaaat" panggil Rafa lembut.
Rafa menekan tombol emergency di dekat tempat tidur Catherine. Tak lama datang seorang Dokter dan dua orang perawat memeriksa Catherine.
"Alhamdulillah, kita berhasil Pak. Ibu Catherine sudah sadar" ucap Dokter tersebut.
Rafa bisa bernafas lega. Akhirnya kekasih hatinya yang sudah tidur satu hari penuh kini bisa terbangun lagi. Dengan air mata yang berlinang Rafa tak henti - hentinya mengucap syukur dan mencium lembut kening Catherine.
"Terimakasih ya Allah.. terimakasih sayaaang kamu sudah berjuang untuk bangun dan bertemu kami lagi" ucap Rafa.
"Alhamdulillah semuanya normal Pak, detak jantung, tekanan darah dan pernafasan Ibu Catherine normal. Mungkin nanti malam Ibu Catherine bisa kita pindah ke ruang rawat inap. Tapi mohon maaf Ibu Catherine jangan terlalu lelah ya Pak. Tolong batasi orang yang datang menjenguk. Atau dengan berat hati Ibu Catherine akan kami tahan di ruang ICU satu malam lagi" Dokter mengingatkan.
"Iya Dok, saya berjanji saya akan menjaganya dan mentaati semua perintah Dokter" jawab Rafa bahagia.
"Kamu dengar sayaaang... sebentar lagi kamu akan keluar dari ruangan ini. Kamu harus kuat dan bersabar ya" ucap Rafa sambil tersenyum lembut ke arah istrinya.
Catherine menatap wajah Rafa dengan tatapan lembut.
"Coba kita lepas masker oksigen nya ya Bu, kita ganti dengan selang oksigen saja" ucap Dokter.
Perawat melepas masker oksigen yang menutupi hidung dan mulut Catherine dan menggantinya dengan selang oksigen yang lengket dan menempel di bawah hidung Catherine.
"Kalau iya, anggukkan kepala ibu. Kalau tidak menggelang ya. Jangan terlalu dipaksakan untuk berbicara" perintah dokter.
Catherine menganggukkan kepalanya.
"Bagaimana pernafasannya. Apakah Ibu merasa sesak?" tanya Dokter ramah.
Catherine menggelengkan kepalanya.
"Apa Ibu sudah nyaman bernafas seperti ini?" tanya Dokter.
Catherine menganggukkan kepalanya.
Dokter memeriksa indra Catherine yang lain, mengetes apakah semua bisa berfungsi dengan normal.
Catherine bisa mengangkat kedua tangannya walau sangat lambat dan pelan gerakannya. Kemudian kakinya juga.
Catherine perlahan menarik kakinya ketika Dokter menyucuk telapak kaki Catherine dengan benda tumpul.
"Bagus refleks kakinya bu, tangannya juga tidak bermasalah. Alhamdulillah semuanya normal" ucap Dokter lega.
Rafa juga merasa sangat lega mendengar ucapan Dokter tersebut.
"Kalau Ibu mau bicara, belajar secara pelan - pelan ya. Jangan terlalu di paksakan. Nanti tenaga Ibu habis dan Ibu akan lemas. Ibu juga bisa merasa sesak nafas" Dokter kembali mengingatkan.
Catherine kembali menganggukkan kepalanya.
"Selamat datang kembali sayang... Kami menanti kamu sadar dari kemarin. Kami benar - benar tidak ingin kamu pergi" ucap Rafa sambil terus menggenggam tangan Catherine.
Catherine tersenyum membalas tatapan Rafa.
Aku juga merindukan kamu Mas. Aku mendengar suara kamu memanggil namaku. Aku lelah berlari mencari keberadaan kamu sampai aku hampir saja putus asa. Ucap Catherine dalam hati.
Rafa membantu tangan Catherine untuk menyentuh pipi Fathir. Catherine tersenyum tetapi sudut matanya meneteskan air mata.
"Hay Mommy. I am Fathir" ucap Rafa
"Nih Rafa gantian kamu gendong Fathir. Biar Mama gantian sama Mommy Catherine. Dia pasti sudah tidak sabar ingin bertemu Catherine" ucap Lidya.
Rafa gantian menggendong Fathir dari tangan Mamanya. Lidya segera meninggalkan ruang ICU dan menemui Mrs. Wolter.
"Bagaimana keadaan Catherine, Lidya. Mana Fathir?" tanya Mrs. Wolter tidak sabar.
"Alhamdulillah Catherine sudah sadar dan Fathir sedang di gendong Rafa. Kamu bisa masuk Mrs. Wolter. Catherine sudah menunggu di dalam" ucap Lidya tersenyum bahagia.
"Oh Tuhaaaan.... " jawab Mrs. Wolter.
"Alhamdulillah... " sambut Reza.
"Cepat honey.. waktu besuk tidak lama lagi" ujar Mr. Wolter.
Mrs. Wolter segera masuk ke ruang ICU dan memakai pakaian khusus sebelum menemui Catherine.
"Kata dokter kalau kondisi Catherine semakin membaik nanti malam dia sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat inap. Tapi Catherine belum boleh menerima banyak tamu. Takut dia kelelahan dan kurang istirahat" ungkap Lidya pada suaminya dan mertua Rafa.
"Alhamdulilah" jawab Reza.
"Syukurlah" sambut Mr. Wolter.
"Boleh saja Mas, pasti semua senang mendengar kabar gembira ini. Tapi pesan kan pada mereka besok saja kalau mau menjenguk Catherine karena Catherine harus lebih banyak istirahat malam ini" jawab Lidya.
"Baiklah, Mas akan mengabri semuanya" balas Reza.
Reza menghubungi Alexa sahabat terdekatnya.
"Ya Za ada berita apa?" tanya Alexa langsung saat menerima telepon Reza.
"Alhamdulillah San, Keket sudah sadar dan malam ini akan di pindahkan ke rumah rawat inap" jawab Reza senang.
"Alhamdulillah Kekeeeet, ya Allah terimakasih KAU telah menyadarkan Catherine, berilah dia kesembuhan segera ya Allah" ucap Alexa.
"Aamiin... Tolong sampaikan pada semua teman-teman dan anak-anak ya San. Rafa masih sibuk di dalam menjaga Keket" pinta Reza.
"Iya Za, aku akan segera memberi tahu semuanya. Kami akan segera balik kembali ke Rumah Sakit" jawab Alexa.
"Jangan San, besok saja. Kata Dokter malam ini Keket belum boleh terima tamu. Dia harus banyak-banyak istirahat dulu. Besok kalau kondisinya semakin baik baru boleh di jenguk" cegah Reza.
"Oh gitu Za. Maaf.. aku gak tau. Kami turut bahagia mendengar kabar Catherine sadar. Salam buat Catherine semoga secepatnya pulih. InsyaAllah besok saja kami datang ke sana" balas Alexa.
"Terimakasih San" ucap Reza mengakhiri teleponnya.
Alexa segera menyampaikan kabar berita ini kepada suaminya, Keysha dan Aby. Setelah itu Aby menyampaikan nya kepada teman - temannya melalui pesan group.
Aby
Guys.. Alhamdulillah Keket sudah sadar sore ini.
Ela
Serius Kak Aby? Kakak tau dari mana? Rafa kok belum kabari aku
Aby
Rafa masih di ruang ICU. Tadi Om Reza yang hubungi Mama
Ditha
Alhamdulillah, berarti berhasil rencana Rafa untuk merangsang Catherine sadar?
Keysha
Sepertinya begitu
Disil
Alhamdulillah.. Dari kemarin aku kasihan banget lihat Rafa. Udah kayak mayar hidup gak ada tenaga dan gairah hidup.
Fajar
Pasti berat Sil, kehilangan orang yang paling kita sayang.
Disil
Iya Fa
Ela
Ya udah kami siap - siap mau balik ke rumah sakit nih. Aku udah gak sabar pengen peluk Keket.
Aby
Jangan El, kata dokter Catherine dilarang terima tamu dulu. Nanti tunggu keadaan Catherine lebih baik lagi. Dia harus lebih banyak istirahat.
Ela
Oke deh Kak Aby. Kalau begitu besok aja kita janjian ketemu di rumah sakit ya
Ditha
Oke Tha, besok kabari ya jam berapa kita ke RS nya. Biar aku sediain ASI untuk Fathir untuk dibawa ke RS.
Ela
Oke Tha, sampai ketemu besok 😊😊
Semua sangat senang mendengar kabar Catherine sudah sadar kembali. Mereka serentak mengucapkan syukur atas kondisi Catherine yang semakin membaik.
.
.
BERSAMBUNG