Find The KEY

Find The KEY
Ep. 147



Akhirnya semua pulang untuk mempersiapkan acara lamaran resmi keluarga Fajar nanti malam di rumah orangtua Ela.


Tapi tidak dengan Fajar dan Ela mereka masih asik melepas kangen di tepi danau taman belakang hotel.


"Fa..." panggil Ela


"Hem..." jawab Fajar.


"Minggu lalu saat malam pesta Sintia dan Ryza kamu kenapa pergi begitu saja setelah mendengar aku dan Rafa berbincang berdua?" tanya Ela.


"Gak sopan donk El kalau aku mengganggu pembicaraan kalian lagian aku baru dapat kabar dari Jimmy asisten aku di London kalau ada masalah di sana dan harus segera di selesaikan esok harinya" jawab Fajar.


"Tapi kamu kan tidak mendengar keseluruhan omongan aku. Jadinya salah sangka kan?" tanya Ela lagi.


"Jujur waktu itu aku terkejut dan sangat kecewa sekali. Aku merasa perjuangan aku untuk mendapatkan kamu sudah gagal. Aku langsung pergi ke Bandara dan meninggalkan Indonesia tanpa pamitan kepada kamu. Tapi saat di London rasa rindu pada kamu tidak bisa kucegah El. Hatiku rasanya sepi tanpa kamu. Sampai aku memutuskan apapun keputusan kamu sebelum janur kuning berdisco di depan rumah kamu aku akan terus mengejar kamu. Walau kamu berulang kali menolak aku tidak akan patah semangat. Entah mengapa datang keyakinan di hatiku bahwa kamu tercipta hanya untukku begitu juga dengan aku. Kita saling melengkapi dan membutuhkan El. Kita saling menjaga dan menyembuhkan. Aku rasa itu alasan yang cukup kuat untuk aku berani kembali lagi datang kepada kamu untuk melamar kamu. Jadi pagi - pagi tadi aku sampai di Bandara langsung ke rumah kamu dan ketemu Keket" ungkap Fajar.


"Dan kamu berhasil membujuknya sama seperti saat di London ketika aku sudah pulang ke Indonesia?" tebak Ela.


"Kamu tau El apa yang membuat aku lebih yakin lagi?" tanya Fajar.


"Apa?" tanya Ela penasaran.


"Benar kata Papa kamu adalah penyembuh aku. Penyakit aku perlahan - lahan sudah mulai sembuh El. Aku sekaranh sudah bisa berdekatan dengan wanita dengan jarak dekat. Walau aku belum bisa bersentuhan" ungkap Fajar.


"Oh ya, kok bisa?" tanya Ela tidak percaya.


"Aku buktikan itu pada Keket di rumah kamu. Makanya dia mau cerita semuanya tentang kamu termasum malam pesta saat aku pergi terbang ke London juga apa yang kamu alami seminggu ini tanpa adanya aku di dekat kamu" ungkap Fajar.


"Ah kamu bisa aja buat alasan" elak Ela.


"Bener swear deh. Eh aku mau buat satu kejutan lagi untuk kamu. Kamu mau gak?" tanya Fajar.


"Apaan?" tanya Ela penasaran.


"Kalau aku kasih tau sekarang itu namanya gak kejutan lagi. Sekarang kita masuk ke dalam yuk. Kamu cuci muka dan ganti baju. Aku sudah siapkan semua keperluan kamu di sebuah kamar di dalam. Satu jam kemudian kamu turun lagi ke sini ya aku tunggu kamu di sini. Kamu mau?" tanya Fajar.


Ela berfikir sesaat kemudian dia menganggukkan kepalanya.


"Nih kunci kamarnya. Kamu lakukan semua yang aku katakan tadi. Aku tunggu kamu di sini ya" tegas Fajar.


"Okey" Ela menerima kartu pintu kamar hotel kemudian pergi meninggalkan Fajar sendirian di taman.


Ela naik ke lantai paling atas. Ke kamar khusus untuk Fajar di hotel ini karena hotel tersebut adalah milik keluarganya dan sebentar lagi Fajar akan menjadi CEO Barrakh Corp mendapatkan fasilitas terbaik di hotel ini.


Ela melihat sudah ada gaun cantik tergetak di atas tempat tidur, sepasang sepatu cantik, jilbab serta alat make up yang akan di gunakan Ela.


Ela masuk ke kamar mandi, dia mandi sebentar karena dia merasa gerah dari tadi berjemur di taman sambil melukis.


Tak memakan waktu lama Ela sudah selesai mandi kemudian dia keluar kamar mandi untuk memakai baju kemudian bermake up sederhana dan natural saja.


Setelah selesai semua Ela memakai sepatunya dan berjalan ke luar kamar menuju taman tempat dia dan Fajar janji bertemu tadi.


Tapi di tempat tadi sudah sepi. Tidak ada Fajar sesuai dengan janjinya tadi yang akan menunggu Ela. Ela melirik ke kiri dan ke kanan mencari Fajar.


"Faaaa... kamu di mana?" panggil Ela.


Tak lama dari kejauhan Ela melihat ada seekor kuda putih yang di tunggangi seorang pria yang memakai jas rapi dan membawa bunga dalam genggamannya berjalan menuju ke arahnya.


Ya Tuhan apakah ini mimpi? Mengapa sama seperti impian aku selama ini. Fajar? Duh ternyata kamu lebih ganteng dari Lee Min Ho (ganteng versi Ela). ucap Ela lirih.


Fajar tersenyum dan turun dari atas kuda.


"Aku datang Princess seperti impian kamu selama ini. Akan datang seorang Pangeran dengan menunggangi kuda putih membawa bunga untuk melamar kamu. Akulah pangeran itu yang ingin melamar kamu sebagai My Princess" ungkap Fajar.


Tanpa Ela sadari airmata Ela jatuh membasahi pipinya.


"Kamu sedih?" tanya Fajar bingung.


"Ih Fajar ngerusak aja. Aku kan lagi menghayati peran aku sebagai Princess yang nangis terharu karena baru di lamar seorang pangeran. Kamu nanyanya begitu ambyar jadinya konsentrasiku" ungkap Ela.


"Ya ampun lucunya kamu My Princess. Kenapa gak dari dulu ya ketemu kamu. Aku gemes banget lihat kamu jadi pengen pel..." ucap Fajar.


Ela langsung menyodorkan kedua tangannya untuk menahan Fajar yang ingin memeluknya.


"No..no..no... belum boleh" tolak Ela.


"Sorry aku kelelep eh kalap sangkin senangnya" ucap Fajar.


"Terima donk bunganya" ucap Fajar.


"Eh iya, tuh kan jadi lupa" jawab Ela sambil menerima bunga yang dibawa Fajar.


Fajar memanggil karyawan hotel untuk memotret mereka berdua berdiri di depan kuda putih yang di tunggangi Fajar tadi kemudian karyawan tersebut membawa kuda yang dia tunggangi tadi pergi.


"Cantik banget My Princess" puji Fajar.


"Terimakasih Fa, terimakasih atas semua yang kamu berikan dan lakukan hari ini. Aku benar - benar terkejut terharu menerimanya" balas Ela.


"Kamu bahagia?" tanya Fajar lembut.


Ela menganggukkan kepalanya.


"Iya... aku bahagia banget. Gak nyangka semua impian aku akan kamu kabulkan" jawab Ela.


"Nanti sampai rumah jangan marahin Keket ya, tapi ucapin makasih sama dia karena udah bocorin aku rahasia impian kamu. Kalau gak ada Keket aku pasti gak tau apa yang selama ini keinginan kamu" ucap Fajar.


"Iya aku akan mengucapkan terimakasih yang sangat banyak kepada Keket tapi sesuai dengan versi aku" balas Ela.


Lihat saja nanti kamu di rumah ya Ket. Habis semua rahasia aku kamu kupas tuntas dan kamu bocorin sama Fajar. Aku kan malu... Ucapnya kesal dalam hati.


Tapi sekaligus bahagia.. hihihi... tiba - tiba dia tertawa sendiri dalam hati.


.


.


BERSAMBUNG