Find The KEY

Find The KEY
Ep. 200



Rafa dan Catherine buru - buru naik ke lantai atas ke kamar pengantin untuk melaksanakan shalat Dzuhur yang agak telat karena para tamu undangan yang bulak balik menghalangi mereka dan ingin bersalaman mengucapkan doa buat mereka.


Pertama kali Rafa dan Catherine shalat jamaah berdua dengan status suami istri.


Rafa mengucapkan doa yang panjang untuk rumah tangga mereka sementara Catherine mengaminkannya dari belakang dengan rasa haru. Airmatanya mengalir sampai ke pipi.


Masih ada waktu dua jam lagi untuk beristirahat sebelum berangkat ke Bandara jam empat sore dan jam 5 sore mereka akan berangkat menuju Bali dengan penerbangan VIP yang di pesan kan Ela.


Mereka berbaring di tempat tidur sambil berpelukan.


"Terimakasih ya Mas" ucap Catherine yang sudah berhasil merubah panggilannya kepada Rafa.


"Untuk apa?" ucap Rafa.


"Kamu sudah mau menjadi imam aku. Kedepannya tolong bimbing aku menjadi wanita yang lebih solehah lagi" pinta Catherine.


"Iya sayang, harusnya Mas yang mengucapkan terimakasih pada kamu karena kamu mau menerima lamaran aku" balas Rafa.


"Allah sangat baik padaku, doa - doaku dikabulkan" ucap Catherine dan airmatanya kembali mengalir.


Rafa menghapus airmata istrinya dengan lembut.


"Sudah.. kita tidur satu jam ya agar tenaga kita pulih. Setelah itu baru kita bersiap - siap pergi ke Bali" ujar Rafa sambil mengecup lembut bibir istrinya untuk yang pertama kali.


Catherine memejamkan matanya pasrah. Walau dia wanita bule tetapi dia sudah lama berteman dengan Ela. Dia tidak pernah menganut paham pergaulan bebas di London.


Beruntungnya dia mempunyai sahabat Ela, kini dia sadar mahkota satu - satunya yang dia lindungi selama ini adalah hadiah terbesar yang akan dia persembahkan untuk suaminya yang saat ini sedang memeluknya erat.


Siang ini mereka tidur saling berpelukan.


Sementara di bawah di Hall Hotel keluarga masih ramai menjamu tamu undangan yang terlambat datang. Walaupun di undangan sudah dibuat jadwal acara dari jam 11 sampai jam 2 siang tapi tamu undangan masih banyak yang berdatangan.


Dengan alasan yang beragam. Tak mungkin mereka menolaknya.


Fajar dan Ela sedang asik berbincang dengan keluarga besar Barrakh, sedangkan Aby dan Disil sedang sibuk menjamu para undangan relasi ADS Corp. Karena Rafa adalah asisten di perusahaan itu. Begitu juga dengan Reza dan Aditya yang sedang asik bercengkrama dengan para keluarga dari Medan mengingat asal mereka memang dari kota itu.


"Wajah kamu kenapa yank? Kok pucat gitu?" tanya Fajar khawatir kepada Ela.


"Gak tau Mas tiba-tiba kepalaku pusing dan perutku mual. Apa aku salah makan tadi ya" jawab Ela.


"Mungkin karena Kakak ipar terlalu semangat goyangnya tadi" sambut Shakira.


Fajar memberi Ela minum kemudian memijit kepala Ela.


"Kenapa Ela, Fa?" tanya Jasmine khawatir melihat menantunya.


"Ela pusing dan mual Ma" jawab Fajar.


Omar dan Jasmine saling pandang, apakah seperti yang mereka fikirkan.


Tiba - tiba Ela berdiri dan berlari keluar dari ruangan.


"Yank kamu mau kemana?" tanya Fajar sambil berlari menyusul Ela.


"Hati - hati Ela sayang jangan lari - lari begitu, nanti kamu jatuh" teriak Jasmine.


Alexa dan Aditya yang mendengar nama Ela disebut langsung melirik ke arah yang punya nama. Terlihat Fajar sedang mengejar Ela yang sedang berlari keluar ruangan.


"Kenapa Ela Yank?" tanya Aditya.


"Gak tau Mas, coba aku tanya sama Mbak Jasmine" jawab Alexa.


Alexa meninggalkan suaminya dan berjalan ke arah meja keluarga Barrakh.


"Ela kenapa Mbak?" tanya Alexa.


"Gak tau San, tadi kata Fajar Ela pusing dan mual. Apa Ela hamil ya" tebak Jasmine.


"Iya bener bisa juga tuh Mbak, kalau salah makan sepertinya nggak secara anak itu perut badak Mbak. Perutnya tebal banget makan makanan apa aja masuk dan cocok - cocok aja tuh" jawab Alexa.


"Kita tunggu aja nanti mereka balik ke sini trus kita suruh Fajar beli test pack ya" balas Jasmine.


Sepuluh menit kemudian tampak Ela berjalan dipegangin oleh Fajar. Wajahnya semakin pucat dan lemas.


"Kok lama banget, kalian dari mana?" tanya Jasmine.


Ternyata para orangtua mereka sudah berkumpul dalam satu meja dan terlihat sedang khawatir.


"Ya sudah kamu temani dan pegangin Ela nya jangan sampai dia jatuh kasihan tuh dia udah lemas banget" balas Jasmine.


"Hati - hati ya Fa, dan kamu harus sabar ya. Kalau Ela sakit dia akan berubah jadi anak kecil yang manja" ujar Alexa.


"Iya Ma" jawab Fajar.


Fajar dan Ela kembali ke kamar mereka untuk istirahat.


"San kita nyusul mereka yuk ke atas, aku tadi sudah suruh pelayan untuk carikan test pack. Udah gak sabar pengen tau apakah kita akan menjadi seorang Oma" ajak Jasmine.


"Ayo Mbak, aku juga penasaran apakah Ela memang hamil atau hanya kecapekan aja dua minggu mempersiapkan semua gaun pernikahan belum lagi dia baru pulang dari London" balas Alexa.


"Sebentar ya Mas kami ke kamar mereka dulu" ucap Jasmine pada Omar.


"Kabari Mas secepatnya ya yank kalau hasilnya sudah ada" pesan Omar.


"Iya tenang saja, doain semoga apa yang kita fikirkan benar adanya ya" balas Jasmine.


Jasmine dan Alexa berjalan menuju ke kamar Ela dan Fajar.


Ting.. Tong...


Suara bel kamar Fajar dan Ela. Fajar yang sedang memijit kepala Ela yang sedang tiduran harus terhenti karena suara bel.


"Siapa itu Mas, kamu lihat dulu gih" perintah Ela dengan lemah.


Saat masuk ke kamar Ela kembali muntah lagi tadi, setelah itu dia membersihkan tubuhnya dan berganti baju kemudian berbaring lemah di atas tempat tidur.


"Sebentar ya sayang, Mas lihat dulu" jawab Fajar.


Setelah mengintip dari lobang pintu Fajar kemudian membuka pintu kamarnya karena Mama dan Mama mertuanya yang datang.


"Ela mana?" tanya Jasmine langsung.


"Tiduran Ma di ranjang, tadi dia muntah lagi" jawab Fajar.


Mereka bergegas masuk ke kamar anak - anak mereka.


"Sayang masih mual?" tanya Alexa.


"Mama... " Ela bangun dan memeluk Mamanya sambil menangis.


Alexa dan Jasmine saling pandang melihat Ela yang berubah cengeng. Tebakan mereka semakin kuat.


"Sayang kamu mau tau gak apa penyebab kamu seperti ini?" Jasmine membelai kepala menantunya.


Ela menganggukkan kepalanya sambil masih terisak.


Benar kata Mama kalau lagi sakit Ela berubah jadi manja dan seperti anak-anak. Batin Fajar.


"Coba kamu ke kamar mandi tampung pipis kamu kemudian pakai ini" perintah Jasmine sambil menyerahkan test pack kepada Ela.


Ela terdiam dan terkejut menerima sebuah benda yang diberikan mertuanya.


"Apa ini Ma?" tanya Ela bingung.


"Mama dan Mama mertua kamu menebak kalau saat ini kamu sedang hamil. Coba kamu test dulu. Udah tau kan cara pakainya? Dulu kan kamu udah pernah coba waktu Keysha dan Ditha ketahuan hamil" jawab Alexa.


"Yuk Yank aku temani ke kamar mandi" ucap Fajar.


Fajar memegangi Ela berjalan ke kamar mandi dengan sabar dia menuntun istrinya untuk memakai alat tes kehamilan.


"Bismillah.. semoga tebakan Mama benar ya yank" ucap Fajar


Tak lama hasilnya keluar.


"Mamaaaaaa.... " teriak mereka bersamaaan.


.


.


BERSAMBUNG