
Setelah selesai berganti baju di dalam kamar mandi Ela keluar dan langsung memakai mukena untuk shalat dzuhur.
Dia melihat Fajar juga sudah berganti pakaian dan sedang santai duduk diatas tempat tidur dengan kepalanya bersandarkan dinding dan bantal.
"Mas gak wudhu biar kita shalat dzuhur berjamaah" ajak Ela.
"Iya sayang" jawab Fajar lembut. Lagi - lagi pipi Ela merona.
Fajar turun dari tempat tidur dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Setelah itu mereka melakukan shalat berjamaah pertama sebagai pasangan suami istri. Shalat kali ini terasa lebih khusyuk dan syahdu.
Fajar dan Ela tak henti - hentinya mengucapkan syukur karena acara akad nikah mereka lancar dan kini mereka akhirnya sudah menjadi pasangan suami istri.
Fajar mengucapkan doa agar rumah tangga mereka menjadi rumah tangga yang sakinah mawaddah warrahmah. Diberi keturunan anak - anak yang soleh dan solehah.
Setelah selesai shalat Ela mencium takjim tangan suaminya. Setelah itu Fajar kembali duduk bersandar di dinding tempat tidur sambil mengecek email dari hpnya.
Ela selesai melipat mukenanya kemudian menyusul Fajar naik keatas tempat tidur. Fajar merasakan pergerakan di sampingnya, secepatnya dia meletakkan hpnya di nakas dekat tempat tidur.
"Kenapa tadi ganti bajunya di kamar mandi, bukannya jadi tambah ribet. Kalau di sini kan ruangannya lebih besar?" tanya Fajar
"Gak apa - apa, aku sekalian bersih - bersih" alasan Ela.
"Kamu malu?" goda Fajar
"Mm.. nggak" balas Ela dengan wajah yang merona.
Fajar tersenyum menatap wajah istrinya.
"Ngapain malu, kan sekarang aku sudah sah menjadi suami kamu. Aku sudah boleh melihat semuanya. Ternyata istriku ini cantik sekali ya. Kamu menyembunyikan sesuatu yang indah di balik jilbab kamu sayang. Terimakasih kamu telah menjaganya selama ini hanya untuk aku" puji Fajar.
"Sudah sepantasnya kan Mas semuanya akan aku berikan hanya untuk suami aku" balas Ela.
"Berarti.. " Fajar sengaja menggantung kata - katanya.
"Katanya lebih baik kita istirahat saja untuk mengumpulkan tenaga?" ujar Ela.
"Iya.. iya.. aku masih ingat kok perkataan aku tadi. Tapi boleh donk aku dapat bonus sebelum istirahatlah?" goda Fajar.
"Bonus apa?" tanya Ela bingung.
Fajar duduk menghadap Ela. Dia meletakkan tangannya di atas kepala istrinya kemudian membacakan doa pernikahan.
Ela memejamkan matanya dan mengaminkan semua doa - doa yang diucapkan Fajar.
Setelah itu Fajar mengecup kening istrinya lembut dan kemudian turun ke pipi dan selanjutnya ke bibir Ela yang terasa begitu manis.
Benar kata Mama, semuanya begitu indah. Batin Fajar.
"Sekarang kita istirahat ya" ujar Fajar.
Ela tertunduk malu dan menganggukkan kepalanya. Mereka berbaring dan tertidur dengan saling berpelukan.
Sekitar jam empat lebih tiga puluh menit Ela tersentak dari tidurnya. Siang ini entah mengapa tidurnya sangat lelap sekali. Apakah karena siang ini dia tidur dalam pelukan suaminya untuk yang pertama kalinya?
Ela melirik ke arah jam, ternyata sudah sore. Ela menatap wajah teduh Fajar yang sedang tidur nyenyak.
Tampannya wajah suamiku. Puji Ela dalam hati. Ela membelai lembut kepala Fajar dan gerakannya tanpa sengaja membuat Fajar terbangun.
"Mmm... sudah jam berapa sayang?" tanya Fajar dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur.
Masih dalam keadaan memeluk pinggan Ela dengan erat.
"Sudah sore Mas, bangun yuk. Mandi lalu kita shalat ashar" ajak Ela.
"Eeeemmm sebentar sayang, rasanya sangat nyaman tidur seperti ini" balas Fajar.
"Kalau kita berlama-lama seperti ini waktu shalatnya habis Maaaas. Udah yuk mandi trus shalat" ulang Ela.
Fajar melepaskan pelukannya.
"Aku duluan ya Mas" ucap Ela.
"Kalau mau cepat bareng aja yank mandinya" sambung Fajar.
Ela turun dari tempat tidur dan mengambil pakaian dari dalam kopernya. Tak lupa Ela juga menyiapkan pakaian Fajar dari dalam koper Fajar yang diantar Jimmy tadi saat sebelum mereka masuk ke kamar waktu acara akad nikah.
Ela membawa pakaiannya ke dalam kamar mandi, kemudian dia mandi dengan cepat dan segera keluar menunggu Fajar gantian mandi lalu mereka shalat ashar bersama.
"Mas cepat gantian. Sudah kesorean ini, keburu waktu shalat habis" ucap Ela.
"Oke sayang" balas Fajar.
"Nih baju kamu sudah aku siapkan" ujar Ela sambil memberikan baju Fajar.
Fajar menerima semua baju pilihan istrinya. Ini kali pertama dia pasrah menerima pakaian yang disediakan oleh orang lain. Biasanya Fajar selalu memilih sendiri pakaian yang ingin dia pakai.
"Terimakasih sayang" Fajar mencuri ciuman di pipi Ela.
"Ih mas ini modus, padahal cuma mau curi ciuman aku" protes Ela.
"Hari ini kamu akan dapat banyak bonus sayang. Ciuman dari suami kamu tercinta" ucap Fajar sambil tersenyum.
Fajar masuk ke kamar mandi kemudian mandi dan berganti pakaian. Setelah selesai barulah mereka shalat ashar bersama.
Sambil menunggu waktu shalat isya tiba Ela merapikan beberapa koper yang akan mereka bawa untuk honeymoon rahasia mereka.
Setelah mereka nanti turun ke bawah untuk melaksanakan acara resepsi pernikahan koper - koper ini secara diam - diam akan dibawa Jimmy ke dalam mobil.
Saat acara selesai nanti malam mereka akan langsung pergi. Sesuai dengan rencana dan tujuan mereka sebelumnya.
"Sudah siap semua sayang?" tanya Fajar
"Sudah Mas" jawab Ela.
"Jangan terlalu banyak bawa pakaiannya nanti kita ketahuan perginya. Bawa secukupnya saja nanti apa yang kita butuhkan di sana kan bisa kita cari" ucap Fajar.
"Iya Mas, aku jadikan satu koper saja kalau begitu ya. Biar Jimmy tidak sulit untuk membawa koper ini sembunyi - sembunyi" sambung Ela.
"Iya sayang, begitu lebih baik" jawab Fajar.
Ela kembali membongkar kopernya dan membawa beberapa perlengkapan penting saja yang mereka butuhkan.
Sementara koper yang sama sudah diletakkan Ela tak jauh dari koper yang akan mereka bawa honeymoon.
Adzan Maghrib tiba, mereka kembali menjalankan ibadah shalat berjamaah. Tak lama MUA datang untuk merias Ela.
Sekitar pukul setengah delapan malam mereka sudah bersiap - siap hendak turun ke bawah.
Dengan bantuan team WO Ela turun bersama Fajar. Fajar terus menggenggam erat tangan istri tercintanya. Di belakang mereka ada dayang - dayang yang memegang gaun Ela yang menyeret di lantai.
Seluruh keluarga dan sahabat sudah menunggu mereka di pintu masuk ruangan dimana acara berlangsung.
Mereka sudah berdiri dengan teratur, hanya dua pasangan terakhir yang masih sibuk berdebat.
"Aku ingin berpasangan dengan Catherine saja" ucap Jimmy.
"Enak saja, malam ini Catherine adalah pasanganku" sanggah Rafa.
"Aku sudah biasa jalan bersama Auza tapi dengan Catherine baru kali ini. Izinkan aku malam ini saya menjadi pasangan Catherine" pinta Jimmy.
"Tidak bisa, maaf Mr. Jimmy sejak awal Catherine adalah pasanganku jadi kamu tidak bisa minta gantian menjadi pasangannya" tolak Rafa.
"Sudah Kak Jimmy, kamu berpasangan denganku saja. Bukankah sejak awal begitu kesepakatannya" protes Auza kesal dengan sikap kanak - kanak dua pria yang ada di hadapannya.
"Baik, Catherine cuma pasangan kamu dalam pesta saja kan? Bukan pasangan sesungguhnya? Kalau begitu besar peluangku untuk menjadikannya pasangan yang sesungguhnya setelah pesta ini usai" tegas Jimmy sambil berbisik tegas di telinga Rafa.
Sontak Rafa terdiam dan terkejut, dia tidak menyangka Jimmy akan berkata seperti itu. Dan kelihatannya Jimmy tidak main - main dengan perkataannya.
Sial, apakah dia mengancamku. Batin Rafa.
"Silahkan kamu lakukan apa yang kamu mau, itu bukan urusanku. Tapi malam ini dia adalah pasanganku" tegas Rafa.
.
.
BERSAMBUNG