
Malam harinya di kamar Royal Penthouse TBF Hotel.
"Yank kamu lupa kesepakatan ya sama kesepakatan kita kemarin malam?" tanya Fajar.
"Yang mana?" tanya Ela pura-pura lupa.
"Iisssh kamu itu jangan pura-pura. Aku tau kamu pasti ingat. Kamu itu kan bukan pelupa. Tadi malam karena kita terlalu larut pulangnya dan aku lihat kamu juga udah ngantuk banget, aku gak tega bicarain kesepakatan kita. Ayo donk yang laksanakan hukuman buat aku" bujuk Fajar.
"Ih Mas ini aneh, baru kali ini ada orang dapat hukuman malah maksa minta dihukum" sindir Ela.
"Ya karena hukumannya pasti enak" jawab Fajar yakin.
"Baik, jangan nyesal ya kamu" ucap Ela.
Fajar sudah bersiap - siap pasrah di atas tempat tidur. Apapun yang akan dilakukan istrinya malam ini dia akan pasrah menerimanya. Herannya Fajar sangat yakin kalau hukuman itu sangat menguntungkannya.
Ela keluar kamar mandi dengan memakai lingerie sexy yang kemarin dia beli bersama Catherine tapi yang jelas bukan yang bulu - bulu karena itu hadiah untuk Catherine.
Fajar sudah senyum - senyum memandang istrinya. Tiba - tiba Ela mengeluarkan cambuk dari tangannya.
Sontak Fajar duduk dan khawatir.
"Yank jangan pakai kekerasan donk" ucap Fajar takut.
"Lupa hukuman kamu apa?" Ela memainkan cambuk yang dia pegang dan melibaskannya ke lantai.
Seketika nyali Fajar menciut. Dia tidak menyangka istrinya bisa berbuat seperti ini. Apa ini sebuah penyakit ya? Fikirnya dalam hati.
Wajah Fajar memucat, mau di lawan mereka sudah sepakat sebelumnya bahwa yang kalah harus pasrah. Tapi kalau menyakitkan bagaimana? Fajar merinding ngeri membayangkannya.
Ela tersenyum jahil. Rasain kamu mas aku kerjain. Ela mengikat tangan Fajar dengan tali cambuk yang dia pegang ke sudut tempat tidur. Kakak Fajar juga dia ikat dengan jilbabnya
Fiuh... Fajar bernafas lega, dia kira istrinya akan berbuat kejam malam ini. Fajar sudah mulai rileks dan pasrah menerima hukuman dari istrinya.
"Terimalah hukuman kamu Mas" ucap Ela.
Fajar tersenyum pasrah dengan tingkat kemesuman level tinggi.
Ela mengangkat kedua tangannya dan duduk diatas perut suaminya kemudian dia menggelitik dua ketiak Fajar.
Sontak Fajar menjerit karena kegelian.
"Yaaaank geli yank, aku gak tahan. Aduh ampun yank. Toloooong" teriakan campur tawa Fajar menggema di dalam kamar. Sampai akhirnya dia lemas tak bertenaga.
Hukuman istrinya memang sangat kejam malam ini.
"Lemas kan? Nah sekarang aku mau tidur, kamu di larang menyentuh aku malam ini kalau tidak aku tambahin lagi hukuman kamu. Mau di gelitik lagi?" ancam Ela.
"Nggak yank, ampun aku lemas. Gak kuat lagi yank" ucap Fajar lemah.
Ela membuka tali yang mengikat tangan dan kaki suaminya kemudian mereka tidur dengan saling berpelukan.
******
Tak terasa sudah sampai hari Rabu, itu artinya waktu honeymoon mereka sudah selesai.
Jam enam pagi mereka sudah berangkat dari Bandara London Heathrow. Fajar, Ela, Rafa, Catherine, Mom and Daddynya Catherine.
Dengan pesawat Barrakh Corp mereka terbang ke Indonesia dengan lama perjalanan 15 jam. Diperkirakan mereka akan sampai di Indonesia malam hari.
Untung saja pesawat Barrakh Corp sangat nyaman dan banyak hiburan jadi mereka tidak bosan berada di dalamnya. Mereka juga bisa istirahat dan tidur dengan nyaman.
Jam sembilan malam Fajar dan Ela sudah sampai di rumah keluarga Barrakh. Mom dan Daddynya Catherine menginap di rumah Ela dan Rafa sudah kembali ke rumahnya yang tak jauh dari rumah Ela lebih tepatnya mereka masih dalam komplek yang sama.
"Selamat datang di rumah ini sayaaaang" sambut Jasmine.
"Terimakasih Ma" Ela membalas pelukan mertuanya.
"Kalian pasti lelah, kamar mereka sudah kamu siapkan kan yank?" tanya Omar.
"Sudah Mas, setelah mereka menikah kamar Fajar sudah aku sulap dari kamar lajang menjadi kamar nyaman untuk mereka berdua" jawab Jasmine.
"Kalian sudah makan?" tanya Jasmine.
"Sudah Ma tadi di Bandara" jawab Ela.
"Ya sudah istirahat saja langsung ke kamar" suruh Omar.
"Iya Ma, Pa. Kami ke kamar dulu ya.. " Fajar pamit.
Fajar menggandeng istrinya dan menuntunnya ke kamar. Benar kata Mamanya kini kamar Fajar sudah berubah.
Tempat tidurnya sudah diganti dengan ukuran king size dan suasana kamar juga berganti dulu terlihat sangat maskulin kini sudah family.
Fajar tersenyum melihat hasil karya Mamanya. Dia sangat puas melihat kamar yang akan dia tempati bersama istrinya malam ini.
"Bagus ya Mas kamar kamu. Lebih luas dari kamar aku dan Kak Aby. Kalau di gabung baru imbang deh luasnya sama kamar ini" puji Ela.
"Sekarang ini menjadi kamar kita sayang bukan kamar aku. Kamu kan sudah menjadi istriku" balas Fajar.
Ela tersenyum lembut pada suaminya.
"Hari sabtu kita jemput semua barang - barang kamu di rumah Mama dan Papa ya, tapi yang penting - penting aja sayang. Yang lainnya biar saja tinggal di sana. Nanti kalau kita tidur di sana kan gak susah lagi. Untuk di sini nanti kamu beli yang baru saja ya" perintah Fajar.
"Ih sayang lho Ma, mubazir" jawab Ela.
"Gak mubazir kok kan nanti bisa kamu pakai kalau kita main ke rumah Mama" Fajar memeluk istrinya dan mengecup keningnya mesra.
"Kalau begitu aku bersih - bersih dulu ya" balas Ela.
Ela mandi sebentar karena tubuhnya terasa lengket setelah itu dia berganti baju dan keluar dari kamarnya.
"Mandi sana Mas, biar baju kamu aku siapkan" ucap Ela.
Fajar yang baru saja mengecek emailnya dari ponselnya segera menutup hpnya dan berjalan menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi dia sudah mendapati pakaian tidurnya lengkap di atas tempat tidur. Tentu saja istrinya yang sudah menyiapkannya.
Aaah ternyata begini ya indahnya menikah, istri yang sudah menyiapkan semuanya. Tidur juga tidak sendirian lagi dan tidak kedinginan sendiri. Ada selimut dan bantal guling hidup yang bisa dipeluk sepanjang malam. Batin Fajar sambil tersenyum.
Ela yang sudah berbaring di atas tempat tidur keheranan melihat suaminya senyum - senyum sendiri.
"Kamu kok senyum - senyum gitu sih Mas, serem tau ih" ucap Ela.
Fajar yang sudah selesai memakai baju tidurnya segera menyusul istrinya naik ke tempat tidur.
"Aku tadi mikir enaknya menikah, habis mandi pakaian sudah di siapkan istri. Mau tidur ada guling hidup yang bisa aku peluk dan membuat tubuhku hangat sampai pagi" jawab Fajar sambil memeluk istrinya.
"Yaaaah kalau sudah menikah semua akan menjadi ibadah Mas" Ela membalas pelukan suaminya.
Fajar menepuk-nepuk lembut tubuh istrinya.
"Ya sudah sekarang kita istirahat ya, besok kita mulai kerja kembali. Jaga kondisi kamu ya sayang. Jangan sampai sakit" ujar Fajar.
"Iya Mas juga ya, goodnight Mas" balas Fajar.
"Goodnight My Princes" Fajar menutup matanya dan mereka tidur bersama.
.
.
BERSAMBUNG
Semangat pagi readeeeers...
Selamat liburan, walau libur jangan lupa baca kelanjutan novel ini ya. Jangan lupa juga like dan komentar, trus kopi, vote dan bunganya.
Banyak amat ya mintanya 🤣