Find The KEY

Find The KEY
Ep. 150



"Kamu kenapa sayang?" tanya Aby.


"Gak tau Mas, tiba - tiba perasaanku mual banget" jawab Keysha.


Alexa, Aditya dan yang lainnya sudah masuk kedalam rumah dan mencoba mengecek keadaan Keysha.


"Key bulan ini kamu sudah datang bulan?" tanya Alexa.


Keysha terlihat berfikir saat mertuanya menanyakan hal itu padanya.


"Belum Ma. Terakhir aku datang bulan setelah pulang dari London" jawab Keysha.


"Lho itu sudah hampir dua bulan lho Kak Key. Masak Kak Key gak sadar?" tanya Ela terkejut.


"Iya El, belakangan ini agak sibuk di kantor" jawab Keysha.


"Sorry Key, karena ada masalah di London jadi pekerjaan kalian lebih berat di sini" ucap Fajar merasa gak enak.


"Gak apa - apa Fa. Aku ngerti kok. Kamu juga ke sana bukan untuk main - main" jawab Keysha.


"El kamu pergi dulu sama Fajar ke apotik beli testpack untuk Keysha. Mama yakin pasti cucu Mama udah otw ni" ucap Alexa.


"Siap Bos" jawab Ela sambil memberikan tanda hormat pada Mamanya.


"Ayo anak buah, lets go" Ela mengajak Fajar.


Fajar tersenyum melihat tingkah calon ibu dari anak - anaknya itu.


"Baik Ibu buah" jawab Fajar.


"Lo kok Ibu buah?" tanya Ela bingung.


"Lah kamu nyebut aku anak buah, ya aku jawab kamu Ibu buahlah" jawab Fajar.


"Hey buah - buahan, malah bertengkar di sini. Mama nyuruh kalian pergi kok kalian masih bertengkar di sini. Cepat buruan sana pergi" Aditya menegur anak dan calon menantunya.


"Hehehe.. iya Bapak buah" jawab Ela dan dia pun langsung ngacir sebelum Papanya murka.


"Dasar si Ela masih sempat - sempatnya godain om Adit" ucap Disil.


Ela dan Fajar pergi ke apotik terdekat untuk membeli testpack.


"Mbak ada testpack gak?" tanya Ela.


"Ada bu, mau merek apa?" tanya penjaga apotik.


"Yang paling akurat" jawab Ela.


"Sebenarnya semua akurat bu tergantung ibu sudah telat haidnya berapa bulan?" tanya penjaga apotik


"Saya sih belum telat haidnya. Harusnya minggu ini tapi sampai sekarang belum datang juga. Mungkin karena stres kali" jawab Ela.


"Wah bisa jadi Ibu sudah hamil kan Ibu sudah telat seminggu" sambung penjaga apotik.


"Kamu hamil El, sama siapa?" tanya Fajar terkejut.


"Siapa yang hamil? gini - gini aku masih ting - ting ya. Enak aja bilang aku hamil" jawab Ela kesal.


"Lho tadi Ibu bilang sudah telat haid harusnya sekarang sudah datang bulan tapi belum ada tanda - tandanya" jawab wanita itu.


"Eh Mbak saya ini masih gadis belum menikah, kadang kalau saya stres mau telat seminggu. Udah biasa itu" balas Ela.


"Maaf Mbak, saya kira Mas dan Mbaknya suami istri" ucap wanita tersebut sedikit takut.


Fajar tersenyum mendengar penjelasan wanita itu.


"Saya beli testpack untuk kakak ipar saya, dia lagi muntah - muntah di rumah, bisa jadi dia lagi hamil" ungkap Ela.


"Bisa jadi tuh Mbak, itu salah satu ciri - ciri kehamilan. Muntah - muntah saat hamil muda" sambut penjaga apotik.


"Ya sudah Mbak saya beli 3 sekaligus" ucap Ela.


"Banyak banget Mbak. Satu aja sudah cukup kok Mbak. Kalau memang hamil bisa terlihat jelas" jelas wanita itu.


"Dua lagi buat teman aku yang jarak nikahnya cuma sebulan - sebulan dari mereka. Jaga - jaga aja siapa tau hamilnya bisa menular" ucap Ela.


"Wah si Mbaknya baik banget, perhatian sama teman - temannya" sambut wanita itu.


Tak lama Ela membayar 3 buah testpack dan kembali ke mobil bersama Fajar.


"Kamu kenapa senyum - senyum?" tanya Ela penasaran.


"Gak apa - apa Princess, aku cuma senang aja kita tadi udah kelihatan seperti pasangan suami istri. Sampai penjaga tokonya kira kamu yang hamil" jawab Fajar.


"Ya itu wajar aja sih kan aku datangnya sama kamu trus mintanya testpack lagi jadi dia fikir kita udah nikah" ucap Ela.


"Gak apa - apa, aku suka. Semoga semua orang berfikiran seperti itu. Siapa tau doa jadi kita bisa secepatnya menikah" balas Fajar.


"Itu kan maunya kamu" ujar Ela.


"Emangnya kamu gak mau cepat - cepat? Ngapain pacaran lagi Princess. Kata Mama aku gak boleh banyak dosanya. Mending nikah aja langsung baru kita pacaran. Pacaran halal" sambung Fajar.


"Siapa juga yang mau pacaran" balas Ela.


"Terserah kamu aja deh" jawab Ela malu.


"Cie... My Princess kalau malu pipinya kayak tomat, merah" goda Fajar.


"Apaan sih" elak Ela.


Mobil kembali menuju arah rumah Ela. Disana semua sudah menanti kedatangan mereka yang sedang membeli alat test kehamilan untuk Keysha.


"Kok lama amat sih El?" tanya Aby gak sabar.


"Sorry Kak, tadi aku adu mulut dulu sama penjualnya. Masak dia kira alat itu untuk aku. Nikah aja belum udah hamil duluan" jawab Ela.


"Ya wajar El dia mikirnya gitu. Kamu kan datangnya sama Fajar nyarinya testpack jadi dia kira kalian pasutri" celetuk Catherine.


"Nih kak testpacknya" Ela menyerahkan kantongan yang berisi 3 alat test kehamilan.


"Banyak amat sampai tiga?" tanya Aby.


"Yang dua lagi buat Ditha dan Sintia. Siapa tau mereka hamil berjamaah. Ketularan Kak Key hamilnya" jawab Ela cuek.


"Bisa jadi. Aaamiiiiin... sini By aku simpan untuk Ditha coba di rumah. Ya yank..." ucap Disil kepada Ditha.


Ditha senyum - senyum sambil menghitung - hitung masa haidnya.


Aby memberikan alat test kehamilan pada Keysha istrinya dan membawa Keysha ke kamar mandi.


"Kamu bisa sendiri atau aku temani yank?" tanya Aby lembut.


"Gak apa - apa Mas aku sendiri aja" jawab Keysha.


"Ya sudah hati - hati ya" jawab Aby.


Aby mengantar Keysha hanya sampai pintu kamar mandi saja dan menunggu istrinya dengan setia di depan pintu kamar mandi.


Lima menit kemudian Keysha keluar dengan tangis haru.


"Maaaas" ucap Keysha sambil menunjukkan hasil testpacknya.


"Garis merah dua. Apa artinya?" tanya Aby bingung.


"Alhamdulillah tandanya Keysha hamil Aby" jawab Mamanya.


"Alhamdulillah.. terimakasih ya Allah, terimakasih sayang" ucap Aby sambil memeluk Keysha dan mengecup keningnya.


Alexa, Aditya dan Ela bergantian memberikan selamat dan memeluk Keysha dan Aby karena sebentar lagi mereka akan menjadi orangtua.


"Maaas setelah aku hitung - hitung sepertinya aku juga udah telat datang bulannya" bisik Ditha pelan.


"Serius? Pantesan kamu selalu ready setiap aku ajak" balas Disil dengan berbisik juga.


"Ya sudah sana kamu ke kamar mandi ikut test juga" suruh Disil.


"Tapi aku gak ada tanda - tanda seperti Keysha. Aku gak ada mual Mas ataupun pusing" ucap Ditha.


"Kita coba aja dulu yank. Kan testpack nya di beli lebih sama si Ela" jawab Disil.


Pelan - pelan tanpa yang lain sadari Disil mengantar istrinya ke kamar mandi untuk mengetes istrinya. Lima menit berlalu Ditha keluar dari kamar mandi dengan wajah senyum penuh ceria.


"Gimana yank?" tanya Disil penasaran.


"Kita sama Mas seperti mereka" jawab Ditha.


"Alhamdulillah yuhuuuuuuu... kita berhasil" teriak Disil.


Sontak yang jadi beralih menatap ke arah Disil dan Ditha yang sedang berpelukan gembira.


"Ngapain kalian?" tanya Ela bingung.


"Kak Keysha yang hamil kok malah kalian yang peluk - pelukan?" tanya Ela curiga.


Disil menunjukkan alat test kehamilan Ditha kepada Ela.


"Lihat El, kami juga sebentar lagi akan jadi orangtua" teriak Disil.


"Lo telat juga Tha?" tanya Ela.


"Iya" Ditha menganggukkan kepalanya.


"Waaah gawat nih, aku juga harus periksa" ucap Ela.


Ela mengambil alat test pack kehamilan yang ketiga dan langsung masuk ke kamar mandi.


"Mamaaaaa" Ela keluar kamar mandi sambil berteriak.


.


.


BERSAMBUNG