
"Siapa?" tanya wanita itu.
"Rafa Rahardian Tante" jawab Fathir.
"Aaah pantes saja aku seperti melihat wajahnya versi anak kecil, hanya bedanya kulit kamu lebih putih dan hidung kamu lebih mancung dari Papa kamu. Mungkin itu diturunkan dari Mama kamu yang seorang bule" ucap wanita itu
"Kok Tante tau? Tante kenal dengan Daddy dan Mommyku?" tanya Fathir ramah.
"Tante kenal dengan Papa kamu sayang, kalau Mama kamu Tante hanya melihatnya beberapa kali" jawab wanita sambil memperhatikan anak - anak yang lain.
Fathir mengayuh ayunannya dan mulai melayang.
"Mereka semua pasti anak - anak dari teman Papa dan Mama kamu kan?" tanya wanita itu.
"Iya" jawab Fathir.
"Dan si kembar triplet itu anak siapa? Mereka unik sekali. Jarang ada anak kembar tiga?" tanya Wanita itu.
"Mereka anak aunty Ela dan Uncle Fajar" Jawab Fathir.
"Apaaaaa? Mereka anak Fajar dan Ela?" wanita itu terlihat sangat terkejut dan merasa tidak nyaman.
"Kalau begitu selamat bermain ya tampan. Hati - hati awas jatuh, jangan terlalu kencang bermain ayunannya" pesan wanita itu kepada Fathir.
"Iya, terimakasih Tante" jawab Fathir.
Catherine dari tadi sibuk mencari - cari putranya. Karena enam anak lainnya bermain berpasangan. Hanya putranya yang bermain sendiri.
"Fathir, where are you?" teriak Catherine.
"I'am here Mommy" jawab Fathir sambil melambaikan tangannya.
Catherine mendapati putranya sedang bermain ayunan. Catherine seperti melihat sosok wanita dewasa yang memakai jilbab baru saja meninggalkan ayunan di sebelah Fathir.
Seeeer... jantungnya berdetak sangat kencang dan langsung merasa tidak nyaman. Dia seperti mengenali tubuh dari sosok wanita itu.
Apa mungkin dia? Aaah nggak mungkin. Batinnya langsung menolak.
Catherine segera menghampiri Fathir.
"Sayang barusan kamu bermain dengan siapa?" tanya Catherine penasaran.
"Aku bermain sendiri Mommy" jawab Fathir.
"Bukannya tadi Mommy lihat kamu sedang ngobrol dengan seseorang?" selidik Catherine.
"Ooh itu Tante cantik" jawab Fathir yang tiba-tiba teringat pada wanita yang tadi sempat berbicara dengannya
"Tante cantik?" tanya Catherine lagi.
"Iya Tante cantik baik banget. Dia bilang aku tampan mirip Daddy dan hidung serta kulitku mirip Mommy" jawab Fathir.
Catherine semakin cemas.
"Terus dia bilang apa lagi?" tanya Catherine.
"Dia tanya siapa namaku. Aku jawab Fathir Juang Rahardian. Lalu Tante itu tanya siapa nama Daddy" jawab Fathir bijak.
"Kamu jawab sayang?" desak Catherine.
"Iya donk, aku jawab nama Daddy Rafa Rahardian" jawab Fathir bangga.
"Terus dia tanya apa lagi?" Catherine terus menyelidiki wanita asing yang baru saja berbincang dengan putranya.
"Dia tanya si kembar Triplet anak siapa" jawab Fathir.
"Lalu kamu jawab apa sayang?" Catherine semakin resah.
"Aku sebutin nama aunty Ela dan uncle Fajar. Tapi setelah aku sebut nama mereka Tante itu langsung pergi dan berpesan padaku agar aku lebih hati - hati bermain" balas Fathir.
Catherine tampak semakin gusar tapi dia tidak memperlihatkannya pada Putranya.
"Ya sudah kamu lanjut mainnya ya nak. Ingat jangan berbicara lagi dengan orang asing dan jangan mengasingkan diri dari teman - teman kamu. Kamu jangan bermain sendiri. Mommy mau kembali ke tempat Daddy ya" ucap Catherine.
"Oke Mommy" jawab Fathir semangat.
Catherine bergegas kembali ke meja dimana teman-temannta berkumpul.
"Guys.. aku punya berita buruk" ucap Catherine.
"Berita buruk apa Ket?" tanya Ela penasaran.
"Apa, Lisa???" tanya yang lain kompak.
"Yup. Barusan dia berbincang dengan Fathir dan bertanya ini itu" jawab Catherine.
"Terus dimana anak - anak sekarang?" tanya Fajar khawatir.
"Mereka di sana sedang bermain dan Lisa sudah pergi ketika dia bertanya pada Fathir dia anak siapa dan juga bertanya tentang si Kembar" balas Catherine menjelaskan semuanya.
"Maaas kita pulang yuk" Ela langsung khawatir dengan keselamatan anak - anaknya.
"Gak mungkin yank, kita sudah pesan makanan di sini. Gak enak kan kita batalin" jawab Fajar.
"Ya sudah panggil anak - anak" perintah Aby.
Para emak - emak sejati langsung bergegas memanggil anak mereka masing-masing.
"Fael, Fela, elfaaaa" panggil Ela.
"Fathir" panggil Catherine.
"Sitha" ucap Ditha.
"Shaby" teriak Keysha.
"Ryntia" panggil Sintia.
"Ada apa Ma, kenapa cepat sekali kami di panggil. Kami kan masih baru bermain?" protes Elfa.
"Waktu mainnya sudah cukup sayang sekarang kita berkumpul dan makan. Setelah itu kita akan kembali ke Hotel" ucap Ela
"Yaaah gak asik cepat banget" jawab Fael.
"No.. jangan ada yang protes. Cepat kembali ke meja" tegas Ela.
Dengan berat hati semua anggota F3STER kumpul dan kembali ke meja mereka.
Suasana makan malam jadi terasa tegang, mereka merasa seperti sedang di perhatikan seseorang.
Semua sibuk dengan fikiran masing-masing. Apa selama ini mereka lengah ya.
Fajar yang paling merasa bersalah, selama ini dia merasa keluarganya sudah aman sehingga dia tidak meminta anak buahnya untuk berjaga - jaga di sekeliling keluarganya.
Ternyata bahaya itu masih terus mengintai keluarganya. Dia menatap wajah istrinya yang terlihat memucat. Pasti saat ini Ela sangat tegang.
Dia tau betul bagaimana Ela sangat trauma dan takut kehilangan salah satu anaknya lagi.
Walau Elfa dan Fael sudah dibekali ilmu beladiri tapi Fela tetap saja tidak aman. Akh.. mereka semua masih anak-anak. Tetap saja berbahaya membiarkan mereka bermain tanpa penjagaan yang ketat apalagi Lisa sekarang masih berkeliaran.
Fajar kembali teringat Lisa yang stres karena kehilangan anaknya. Bisa saja penyakitnya belum sembuh dan dia melakukan sesuatu yang sangat membahayakan.
Atau Lisa memang sudah sembuh tapi dia berencana balas dendam karena menyalahkan mereka atas nasih yang dia derita.
Fajar semakin resah melihat keluarganya berada dalam bahaya.
"Ayo makan dengan lahap dan cepat ya, setelah ini kita akan balik ke Hotel" perintah Fajar.
Ela juga tak kalah khawatir dibanding Fajar. Dia sangat ngeri membayangkan Lisa masih bebas berkeliaran.
Rasa takutnya menjadi beribu kali lipat karena rasa trauma atas kehilangan Elfa dulu.
Bagaimana bisa wanita gila itu bebas? Apakah dia sudah sembuh? Atau masih gila seperti dulu? Oh ya Allah.. lindungi anak - anak dan keluargaku. Aku tak sanggup kalau harus kehilangan mereka lagi. Batin Elfa.
Sementara anggota Geng ERASADIS memikirkan hal yang sama di benak mereka masing-masing.
Pertanyaan yang sama sedang bermain di dalam fikiran mereka semua.
Mengapa Lisa bisa bebas berkeliaran? Apakah dia sudah sembuh atau masih sakit seperti dulu? Atau dia pura - pura sembuh untuk melakukan rencana yang lebih jahat lagi. Atau dia berencana mendekati mereka untuk balas dendam lagi atas apa yang dia alami?
Tak ada yang berani berkata-kata, semua menyimpan pertanyaan itu di dalam hati.
Yang penting saat ini mereka harus segera kembali ke Hotel karena di sanalah tempat yang paling aman saat ini.
.
.
BERSAMBUNG