Find The KEY

Find The KEY
Ep. 304



Tibalah hari Ulang Tahun Fathir dan Ryntia yang akan di rayakan di TBF Hotel.


Jimmy dibantu oleh Shaby, Fael, Fela, Elfa, Sitha dan Celine menyiapkan dekorasi pesta di sebuah ruangan yang terletak ditaman belakang TBF Hotel khusus untuk mereka dan juga orang tua mereka nanti malam.


Rencananya hanya makan malam bersama dan sebagai hiburannya mereka akan melakukan pertunjukan wayang golek yang akan dimainkan oleh Jimmy, Kepala Koki dan Elfa.


Andre selalu Kepala Koki juga mempersiapkan menu makanan spesial juga untuk di makan nanti malam. Semua anak - anak sangat antusias menyiapkan semuanya.


Mereka sangat ceria saling bercanda sambil bermain. Sedangkan Ryntia dan Fathir sedang pergi bersama Sintia dan Catherine untuk membeli pakaian yang akan mereka pakai untuk acara nanti malam.


Pentas untuk pertunjukan juga sudah selesai mereka hias. Jimmy berbincang - bincang dengan Fajar di dalam ruangan yang sudah selesai di hias.


"Kata anak - anak kamu akan membuat pertunjukan Jim?" tanya Fajar.


"Iya Bos, sebuah kejutan yang akan menghibur kalian nanti malam" jawab Jimmy.


"Aku tidak menyangka kamu bisa bekerjasama dengan baik dengan putriku yang nakal itu" ujar Fajar


"Putri anda itu tidak nakal Bos, dia hanya usil tapi dia sangat pintar mempunyai banyak ide dan satu lagi keahlian yang dia miliki. Dia sangat berbakat di dapur. Andre saja mengakui bakat dia di usianya yang baru berumur sepuluh tahun" balas Jimmy.


"Sebenarnya kita berusaha membagi kasih sayang kepada anak itu secara adil Jim tapi tiap anak memiliki kelebihan masing-masing. Mereka mempunyai daya tarik yang membuat kita merasa lebih dekat kepada mereka. Dan entah mengapa aku merasa paling dekat dengannya. Kalau bersamaku dia lebih terbuka, berbicara dan berbincang tentang hal apapun. Aku merasa punya teman yang bisa di ajak curhat jika di rumah. Dan bakatnya di bidang bisnis juga aku rasa mengalir dariku sehingga kalau membicarakan bisnis kami selalu cocok. Aku sangat takjub dengan putriku yang satu itu. Dia bisa memberikan saran - saran yang tidak aku sangka bisa keluar dari mulut anak yang berumur sepuluh tahun Jim" ungkap Fajar.


"Tapi ucapan Bos ini jangan sampai di ketahui oleh yang lain. Aku cuma takut mereka merasa Bos tidak adil dan lebih sayang kepada Elfa" balas Jimmy.


"Itu memang tidak pernah aku ungkapkan Jim. Entah mengapa perasaanku mengatakan kalau Elfa lah kelak yang akan meneruskan bisnis keluargaku ini. Karena Fael lebih tertarik dengan tekhnik sedangkan Fela lebih tertarik dengan fashion dan design" sambung Fajar.


"Aku setuju Bos karena dari kecil bakatnya di bisnis ini memang sangat terlihat. Dia sangat betah kemarin seharian menemaniku bekerja di ruanganku. Dia bertanya banyak hal yang bahkan sulit untuk aku jawab. Putrimu itu benar-benar pintar Bos" puji Jimmy.


"Maksud kamu anak - anakku yang lain tidak pintar?" sindit Fajar.


"Bukan begitu maksudku Bos. Anak - anak Bos yang lain juga sangat pintar tapi di bidangnya masing-masing. Seperti yang Bos katakan tadi, tiap anak - anak mempunyai bakat masing - masing" tegas Jimmy.


"Benar apa yang kamu bilang. Kelak jika dia sudah dewasa dan meminta sendiri kepadaku untuk sekolah dan melanjutkan bisnis keluarga kami di sini. Aku minta bantuan kamu untuk membimbing dan menjaganya di sini. Walau sangat berat berpisah dengannya tapi harus Jim demi masa depannya" ungkap Fajar dengan wajah yang terlihat sedih.


"Dengan senang hati Bos, aku akan selalu menemani Nona Muda dengan baik dan akan aku anggap seperti putriku sendiri" balas Jimmy.


"Eh iya kan ada Celine juga di sini. Aku rasa dia tidak akan kesepian kalau tinggal di sini" ujar Fajar.


"Iya Bos" tegas Jimmy.


"Hai sayang.. sepertinya pembicaraan kalian serius sekali" sapa Ela yang baru datang dan mendekati suaminya.


"Kami sedang membicarakan Elfa sayang" jawab Fajar.


"Elfa, apakah dia membuat masalah lagi?" tanya Ela.


"Tidak, malah sebaiknya kami sedang membahas bakatnya tentang bisnis dan masak memasak" balas Fajar.


"Yah seperti yang kita lihat dia memang berbakat di bidang itu Mas" sambut Ela.


"Kalau kelak dia meminta untuk meneruskan sekolah di sini dan melanjutkan bisnis keluargaku di sini apakah kamu mengizinkannya sayang?" tanya Fajar.


"Kalau itu semua demi masa depan Elfa aku izinkan Mas. Aku juga waktu kuliah jauh dari Papa Mama. Gak adil rasanya kalau aku malah menghalangi dan melarang Elfa kuliah ke luar negeri Mas" ungkap Ela.


"Syukurlah sayang. Akan tiba saatnya untuk kita berpisah dengan anak - anak kita. Bagaimana pun, mereka tidak bisa selama lamanya berada di dekat kita" sambung Fajar.


"Iya Mas, aku sudah pernah memikirkan hal ini makanya aku tidak ragu - ragu lagi mengatakannya" ungkap Ela.


"I love you honey" ucap Fajar.


"Love you too Mas" balas Ela.


"Sudaaaaah..." jawab mereka serentak.


"Ya sudah kalian sudah bisa kembali ke kamar masing-masing dan bersiap - siap. Jam tujuh kita sudah bisa berkumpul di sini" perintah Ela.


"Aku belakangan ya Ma. Aku bersama Uncle Jimmy dan Uncle Andre ingin mempersiapkan panggung dan kostum kami" ujar Elfa.


"Oke sayang tapi jangan kelamaan nanti kamu ketinggalan. Saat semua sudah selesai kamu malah belum apa - apa" jawab Ela.


"Baik Ma" balas Elfa.


"Papa aku bareng Fela ya, ikut naik ke kamarnya" ujar Celine.


"Oke honey. Sebentar lagi Mommy kamu juga akan sampai" balas Jimmy.


Anak-anak segera naik untuk bersiap - siap. Tak lama para orangtua bersama Fathir dan Ryntia sampai dari berbelanja.


"Anak - anak mana El?" tanya Keysha.


"Baru saja naik Kak" jawab Ela.


"Semua sudah naik?" tanya Sintia.


"Sudah. Ketemu yang kalian cari?" tanya Ela.


"Ketemu donk, London El apa yang gak ada asal kuat aja" balas Disil.


"Iya, asal kamu kuat koyak kantong kan bambang" sindir Elfa.


"Tepat sekali" puji Disil.


"Yuk naik yuk... biar kita juga bisa siap- siap. Kita kan gak boleh kalah juga sama anak-anak. Jangan sampai kelihatan tu banget. Anak-anak juga masih kecil - kecil kitanya udah mengekerut" ujar Ditha.


"Yuuuk.. " sambut Sintia.


Mereka pun naik semua, kembali ke kamar masing-masing untuk bersiap menghadiri pesta ulang tahun Fathir dan Ryntia.


Tepat jam tujuh malam mereka sudah berkumpul di dekat ruangan khusus depan taman.


Fathir dan Ryntia sudah tampil dengan gagah dan cantik.



"Waaah kalian keren sekali" puji Aby dan Keysha.


Anak-anak dan para orangtuanya juga sudah berkumpul. Tak lama Jimmy dan Andre keluar dari ruangan menyambut para tamu khusus malam ini.


"Waaaah Jimmy... Andre... kejutan sekali melihat kalian seperti ini.... "


.


.


BERSAMBUNG


Hai readers.. sudah lama rasanya gak sapa kalian. Semoga kita semua senantiasa sehat dalam situasi saat ini yang sedang PPKM.


Stay at home ditemani novel - novel saya ya. Semoga bisa menghibur kalian di rumah.


Jangan lupa like, koment, vote dan hadiahnya. Terimakasih atas dukungan kalian.