Find The KEY

Find The KEY
Ep. 270



Tepat jam sembilan malam Catherine akan dipindahkan ke ruang rawat inap. Mr dan Mr dan Mrs. Wolter, Reza, Lidya, August, Oryza, Cinta, Satria, Ryza San Sintia sudah tidak sabar menunggu kedatangan Catherine di kamar mereka.


Sedangkan Rafa menunggu Catherine di depan ruang ICU dan bersama - sama mendorong tempat tidur Catherine menuju kamar rawat inap.


Dengan bantuan para perawat Catherine di dorong sampai ke kamar rawa inapnya.


"Alhamdulillah sayang akhirnya kamu bisa keluar dari ruang ICU" ucap Rafa saat menyambut Catherine keluar dari ruang ICU.


Catherine tersenyum lemah, dia juga sudah tidak sabar ingin cepat - cepat keluar dari ruangan itu dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga dan para sahabatnya.


Malam ini demi kesehatan Catherine, Fathir belum di izinkan untuk tidur bersama Catherine. Karena takut saat malam Fathir rewel dan Catherine tidak bisa istirahat dengan tenang.


Sedikitpun Fathir tidak kekurangan ASI karena Ditha mengirimkan banyak stok ASI untuk Fathir.


Malam ini Catherine tidur di temani Rafa sendiri sedangkan Reza, Lidya, Mr dan Mrs. Wolter pulang ke rumah Reza untuk istirahat. Mumpung Fathir belum tidur bersama Catherine para orang tua di suruh Rafa pulang biar Catherine dia saja sendiri yang jaga.


Besok kalau Fathir sudah bisa tidur bareng Catherine baru para orangtua bergantian menemani Catherine di rumah sakit. Lagian malam ini Catherine belum boleh di jenguk oleh banyak orang, dia harus istirahat total.


Rafa mengelus lembut rambut istrinya.


"Sayang aku sangat merindukanmu, apakah kamu tau aku tak bisa hidup tanpamu" ucap Rafa.


Mereka menangis bersama, tapi ini adalah tangisan bahagia karena bisa berkumpul lagi.


"Istirahatlah, besok kamu bisa bertanya sepuasnya bagaimana keadaan putra kita selama kami tidur panjang" ujar Rafa.


Catherine mulai menutup matanya, rasanya sangat nyaman dan hangat tidur dengan sentuhan lembut tangan suaminya.


Mungkin karena pengaruh obat, Catherine dengan cepat bisa terlelap. Rafa memandang wajah Catherine dan tak pernah merasa puas. Seolah-olah sudah lama sekali dia tak bertemu Catherine.


Rasa syukur selalu dia ucapkan dalam hati setiap menatap wajah istrinya.


******


Esok harinya wajah Catherine terlihat lebih segar. Dia juga sudah mulai belajar duduk. Makan juga sudah mulai banyak walau masih makan bubur.


Semangat untuk sehat sangat kuat, sehingga Catherine berusaha untuk melawan rasa sakitnya.


"Mas aku ingin melihat Fathir" pinta Catherine dengan suara pelan.


"Baiklah, tapi jangan terlalu dipaksakan ya sayang. Janji, kalau kamu sudah letih kamu harus istirahat" Rafa mengingatkan


"Iya" jawab Catherine.


Rafa segera menelpon bagian ruang bayi dan meminta anak mereka di bawa ke ruang rawat inap.


Tak lama kemudian dua orang perawat datang membawa box bayi yang di dalamnya ada Fathir.


"Ibu sudah mulai bisa duduk?" tanya perawat itu ramah.


"Sudah Sus" jawab Rafa.


"Kalau begitu kita terapi memberikan ASI ya bu. Mumpung baru dua hari lahiran. Nanti kalau terlalu lama takutnya ASI nya gak mau keluar lagi kasian babynya" terang perawat.


"Iya Sus" balas Catherine.


"Istri saya sudah tujuh tahun bisa Bahasa Indonesia Sus walau dia masih di London tapi kehidupan di Indonesia dia sangat mengerti termasuk bahasanya" ungkap Rafa.


"Hebat ya Bu Catherine, pantesan juga dapat jodoh orang Indonesia" balas Perawat.


Perawat tersebut mulai melakukan terapi dengan memberikan pijatan pada payu**** Catherine.


"Alhamdulillah Bu sepertinya sebentar lagi Ibu sudah bisa menyusui putranya karena ini foremilknya sudah keluar" terang Suster.


"Apa itu maksudnya Sus?" tanya Catherine tidak mengerti.


"Begini Bu, ASI itu terbagi dua jenis yaitu Foremilk dan hindmilk. Foremilk adalah ASI pertama yang dihisap bayi saat menyusui atau biasa disebut ASI depan. Foremilk terlihat encer dan berwarna jernih. ASI foremilk kaya akan karbohidrat, vitamin, dan protein serta tinggi laktosa, yang mampu membantu perkembangan otak bayi, memberi energi, dan mengatasi rasa haus, sedangkan hindmilk adalah ASI yang ada pada bagian belakang sel atau disebut juga ASI belakang. Hindmilk akan keluar saat sesi menyusu hampir berakhir. Tekstur hindmilk kental dan mengandung lemak sehingga membuat bayi merasa kenyang" Suster dengan sangat sabar menjelaskan.


"Oh begitu ya. Bagian mana yang lebih bagus?" tanya Catherine.


"Kedua jenis ASI tersebut sama pentingnya. Bisa diibaratkan bahwa foremilk itu adalah minuman sedangkan hindmilk itu adalah makanan" jawab Suster.


"Sebaiknya apa yang harus saya lakukan terlebih dahulu Sus?" tanya Catherine ingin tau.


"Bayi harus mendapatkan kandungan kefuanya, foremilk yang tinggi laktosa dan hindmilk yang tinggi lemak. Untuk memperoleh keduanya, ibu harus memerhatikan frekuensi dan cara menyusui yang benar. Foremilk dan hindmilk tidak diproduksi sendiri-sendiri, melainkan sebuah proses yang berkelanjutan. Itu sebabnya, saat menyusui ibu disarankan untuk “menghabiskan” satu payudara terlebih dahulu sebelum berganti ke sisi sebelahnya.


"Berapa lama saya menyusui bayi saya Sus agar bisa mendapatkan dua kandungan ASI tadi?" tanya Catherine lagi


"Selama bayi sering disusui dan dapat menyusu selama 20 menit per payu**** maka ia akan mendapat cukup kalori untuk menunjang tumbuh kembangnya" jelas perawat.


"Baiklah akan saya ingat. Terimakasih Sus atas informasinya" jawab Catherine.


"Sama-sama Bu, Ibu sudah siap untuk menyusui putranya?" tanya Perawat.


"InsyaAllah siap, saya sudah kangen pengen gendong dan menyusui putra saya" jawab Catherine.


"Jangan terlalu dipaksakan ya Bu, Ibu juga kan sedang dalam masa pemulihan. Kalau tidak kuat berlama - lama duduk Ibu bisa bilang kepada Bapak. Atau diganti posisinya agar punggung Ibu tidak pegal atau kram" jelas perawat.


"Iya Suster, aku tidak akan memaksakan diri. Sebisa dan semampuku saja" balas Catherine.


"Satu lagi, saat awal - awal menyusui adalah hal yang wajar kalau puti** Ibu nanti lecet, karena menyesuaikan diri dengan lidah si bayi. Jadi jangan terkejut ya Bu" ungkap Perawat.


"Baik Sus, akan saya ingat dalam memory saya semua yang Suster terangkan" ucap Catherine.


Rafa tersenyum melihat istrinya sudah mulai banyak bicara, itu artinya istrinya sudah semakin sehat. Karena kalau Catherine tidak sakit dia pasti akan banyak bicara. Pada dasarnya Catherine sama seperti Ela. Tidak bisa dia baik mulut ataupun tingkah lakunya. Bahkan pesablengan mereka juga sebelas duabelas lah kalau di ukur. Bedanya Catherine lebih feminim aja sedikit dari pada Ela dan Catherine tidak bisa bela diri.


Rafa rindu Catherine yang seperti ini, banyak tanya tentang hal - hal yang tidak dia mengerti. Saat Catherine baru menjadi muallaf dia juga sering bertanya kepada Rafa tentang agama Islam. Bahkan terkadang pertanyaan Catherine hampir tidak bisa terjawab Rafa karena Catherine sangat pintar. Dia sering bertanya hal yang sulit.


Begitu juga setelah menikah, Catherine tidak malu bertanya hal yang vulgar kepada Rafa karena menurutnya itu semua adalah ilmu pengetahuan. Dan salutnya Catherine tidak pernah bertanya hal Vulgar dengan nakal. Dia memang benar- benar menunjukkan keinginan tahuannya.


Terimakasih ya Allah, KAU telah mengembalikan My Catku seperti dulu lagi. Walau masih secara perlahan tapi aku pastikan aku akan dengan sabar menemani dan membantunya untuk sehat.


Tuntun aku menjadi imam yang baik untuk istri dan anak- anakku ya Allah. Doa Rafa dalam hati.


.


.


BERSAMBUNG