Find The KEY

Find The KEY
Ep. 279



"Kamu.. " ucap mereka.


"Kaliaaaaan" ucap wanita itu yang tak kalah terkejutnya dengan anggota Geng ERASADIS.


"Ka.. kamu Lisa kan?" tanya Ela sambil berusaha melindungi ke tiga anak - anaknya.


"I.. Iya, aku Lisa. Maaf putra kalian baru saja memukul putraku" ucap Lisa gugup.


"Dia putri kami hanya saja dia tomboy dan suka berpakaian seperti laki-laki" jawab Ela.


"Maaf Lisa, Putriku memiliki penyakit sepertiku. Bedanya aku alergi pada wanita sedangkan putriku alergi pada laki-laki. Dia tidak bisa dekat dengan laki-laki dan beginilah hasilnya jika dia sedang terdesak" ungkap Fajar.


"Apa maksud anda?" tanya Pria yang ada di belakang Lisa.


"Maaf anda siapa?" tanya Fajar.


"Saya ayah dari anak ini" jawab Pria itu.


"Maksudnya kamu suaminya Lisa?" tanya Catherine bingung.


Pria itu menganggukkan kepalanya.


"Bukankah suami Lisa itu Rudy?" tanya Ela.


"Maaf, aku sudah bercerai dengan Rudy tak lama setelah aku melahirkan. Dan seperti yang kalian ketahui dulu aku dirawat di Rumah Sakit beberapa bulan kemudian di Rumah Sakit aku bertemu dengan suamiku ini. Dia adalah salah satu dokter di Rumah Sakit itu, dia seorang duda dan mempunyai satu anak. Dan setelah aku sembuh satu tahun kemudian kami menikah" ucap Lisa.


"Jadi sekarang kamu sudah sembuh?" tanya Fajar.


"Sudah, maafkan aku atas perlakuan burukku dulu sehingga membuat keluarga kalian sempat menderita. Sungguh itu semua diluar akal sehatku" ucap Lisa tulus.


Fajar dan Ela saling pandang begitu juga dengan teman - temannya yang lain.


"Berulang kali aku berniat ingin menemui kalian dan meminta maaf tapi aku tidak punya keberanian. Aku sangat malu dengan semua perbuatanku dulu" ungkap Lisa dengan wajah sedih.


Pria yang mengaku sebagai suami Lisa merangkul Lisa.


"Maaf apakah mereka keluarga yang ada di masa lalu kamu sayang?" tanya suami Lisa.


"Iya Mas" jawab Lisa dengan wajah penyesalan.


Rafa dan teman-temannya merasa kali ini Lisa memang sudah benar-benar berubah dan dia terlihat seperti Lisa yang mereka kenal dulu.


"Maafkan istri saya atas perbuatannya dulu di masa lalu pada keluarga kalian" ucap pria itu membela Lisa.


"Sudahlah semua sudah berlalu. Kami juga sudah melupakannya. Yang penting sekarang kamu sudah sembuh dan bahagia Lis" jawab Ela.


"Terimakasih El" balas Lisa.


Lisa dan Ela saling berjabat tangan dan saling rangkul. Terdengar Lisa sedang menangis meminta maaf kepada Ela.


"Maafkan aku El, saat itu kamu pasti sangat terluka karena kehilangan putri kamu. Aku mengerti perasaan itu, karena itulah yang juga aku rasakan saat itu" ungkap Lisa menyesal.


"Sudahlah Lis, semua sudah berlalu. Yang penting kita semua sekarang sudah bahagia dan aku juga senang melihat kamu bahagia. Syukurlah kamu berpisah dengan Rudy. Laki-laki seperti dia tidak patut untuk kamu pertahankan" ucap Ela.


"Maaf.. tapi saya masih tidak mengerti dengan penjelasan kalian mengenai putri kalian ini?" tanya Suami Lisa.


"Begini Mas, Fajar punya penyakit. Dia alergi jika berdekatan dengan wanita kecuali Ela istrinya. Kalau dia berdekatan dengan perempuan lain dia akan merasa mual dan muntah - muntah" jelas Lisa pada suaminya.


"Itu dulu Dok, setelah saya menemukan istri saya dan menikah perlahan-lahan penyakit saya sembuh dan sekarang menurun kepada putri saya ini" jawab Fajar.


"Panggil saya Faisal" ucap Faisal suami Lisa.


"Baiklah Faisal" jawab Fajar.


"Jadi itu sebabnya putri kalian dari tadi seperti ingin muntah dan mual?" tanya Faisal tak percaya.


"Ya seperti itulah. Itu adalah penyakit turunan dari keluarga saya. Nanti kalau dia besar dia akan menemukan penawar penyakitnya dan setelah menikah alerginya akan hilang dan berkurang" ungkap Fajar.


"Penyakit langka" sambut Faisal.


"Yah memang seperti itu. Bermula dari papaku lalu turun ke aku. Biasanya akan turun ke anak laki-laki tapi aku juga gak mengerti mengapa pada anakku malah turun ke anak perempuanku" jawab Fajar.


"Mungkin karena sifatnya yang seperti laki-laki" balas Faisal.


"Bisa jadi" sambung Fajar.


"Bukan.. Putriku yang ini" Ela menunjuk ke arah Elfa.


Lisa langsung berlutut dan mensejajarkan tubuhnya dengan Elfa kemudian memeluk Elfa.


"Maafkan Tante sayang, Tante pernah sangat bersalah dulu kepada kamu" Lisa kembali menangis.


Elfa menatap Lisa dengan wajah bingung.


"Mama.. Tante ini siapa?" tanya Elfa bingung.


"Tante ini dulu pernah menjaga kamu sayang beberapa hari setelah kamu keluar dari Rumah Sakit" jawab Ela.


"Jadi kenapa Tante menangis?" tanya Elfa bijak.


Lisa bingung harus menjelaskan apa pada anak yang baru berumur empat tahun di hadapannya ini.


"Tante menangis karena dia sayang kamu, dia kangen sama kamu karena sudah lama tidak bertemu" sambung Ela.


"Tante jangan menangis lagi ya, sekarang kan Tante sudah bisa peluk aku dan lepas kangen Tante" Elfa membalas pelukan Lisa.


"Terimakasih sayang... " jawab Lisa sambil tersenyum haru.


"Kamu pintar dan sangat cantik sekali" jawab Lisa.


"Nah sekarang kamu minta maaf sama anak Tante Lisa ya" Ela menyuruh Elfa meminta maaf.


Dari tempatnya Elfa tidak bergerak sidikitpun. Elfa tetap berdiri di tempatnya.


"Taman maafin aku ya. Bukannya aku sombong, sebenarnya aku ingin sekali berteman dengan kamu tapi aku tidak bisa. Nanti suatu saat, saat aku sudah besar dan penyakitku hilang kita pasti bisa berteman" ucap Elfa dengan bijak.


Membuat Lisa, Faisal dan anggota Geng ERASADIS tersenyum mendengar ucapan Elfa yang sangat pintar itu.


"Tapi aku mau berteman dengan kamu" jawab Putra Lisa.


"Kamu bisa berteman dengan kami" kali ini Fael yang menjawab.


"Dan kalau kamu mau berteman dengan Elfa kamu harus jaga jarak dengannya setidaknya jangan terlalu mendekatinya" ungkap Fela.


"Aku mau berteman dengan kalian semua" ucap anak kecil itu.


"Mulai sekarang kita berteman" sambut Fathir.


F3STER menjabat tangan putra Lisa bergantian kecuali Elfa tentunya.


"Itu putra kamu Rafa?" tanya Lisa tersenyum melihat ke arah Fathir.


"Iya, dia putraku dan istriku Catherine" Rafa memeluk istrinya.


"Kemarin aku tak sengaja bertemu dengannya di tempat bermain Restoran Cempaka" ucap Lisa.


"Iya kemarin kami juga makan malam disana dah aku melihat kamu berbicara dengan putraku" jawab Catherine.


"Maafkan aku, saat itu aku tidak punya keberanian untuk menemui kalian dan meminta maaf. Jadi aku pergi begitu saja meninggalkan kalian dan tidak ingin ketahuan tapi ternyata dunia ini sempit ya, sekarang kita malah bertemu lagi" ucap Lisa tersenyum ramah kepada Catherine.


Catherine memeluk Lisa.


"Maafkan atas sikap kasarku padamu dulu" ucap Catherine.


"Tidak... akulah yang bersalah pada kalian semua. Maafkan aku" jawab Lisa.


Malam itu semua ketakutan dan rasa bersalah melebur menjadi satu dan berbuah ketulusan, saling memaafkan dan kebahagiaan.


Ternyata sangat indah kalau kita bisa mengikhlaskan semuanya dan hati akan terasa ringan kalau kita bisa saling memaafkan.


Itulah yang dirasakan Lisa dan anggota Geng ERASADIS saat itu.


.


.


BERSAMBUNG