
Akhirnya Ela pulang dari rumah Fajar malam hari setelah di tahananin Fajar dan keluarganya.
Ela boleh pulang setelah selesai makan malam. Ela bersikeras menolak untuk diantar Fajar dengan alasan masih belum terlalu malam dan dia berani pulang sendiri lagian menurutnya Fajar belum sembuh sepenuhnya dari mabuk daratnya.
Padahal itu cuma alasan Ela saja karena dia kasihan melihat Fajar yang bulak balik karena harus mengantarnya. Ditambah Ela kan memang wanita mandiri jadi hal seperti itu tidak terlalu dia permasalahkan.
Jam setengah sembilan malam Ela sampai di rumahnya. Rupanya keluarganya sedang berkumpul di ruang TV termasuk si Keket dan Rafa.
"Waaah enaknya pada ngumpul semua" ucap Ela sesampainya dia di ruang keluarga dan duduk tepat di samping Mamanya.
"Gimana tadi Fajar? Keket bilang tadi siang kamu keluar Butik dengan panik karena Fajar dalam bahaya?" tanya Alexa memulai pembicaraan.
"Iya Keysha juga telepon aku dia dapat kabar dari Ryza. Gimana ceritanya bisa begitu El?" Aby juga tidak sabar untuk bertanya pada Ela.
"Ternyata si Lisa dan Bosnya yang jadi biang kerok Kak. Mak Lampir itu jebak Fajar pakai obat tidur sedangkan aku di kamar sebelahnya di jebak bosnya. Aku kira Fajar ada di situ jadi aku langsung menuju kamar yang telah dia kirimkan melalui pesan menggunakan HP Fajar" ungkap Ela.
"Kok Lisa bisa segila itu ya. Aku benar-benar tidak mengenalnya" ujar Rafa.
"Stress dia diputusin kamu" celetuk Catherine.
"Sebelum putus juga dia sudah streeeees" sambung Aby.
"Aksi kamu terlalu beresiko El, kamu ke sana sendiri tanpa bantuan siapapun. Harusnya kamu bisa hubungi Papa, Kakak kamu atau teman - teman kamu" ucap Aditya.
"Iya Pa tadi Fajar juga bilang begitu. Aku tadi panik sehingga gak ingat hubungi kalian" jawab Ela.
"Syukurlah kamu gak apa - apa sayang" sambut Alexa.
"CEOnya lembek, kena tendanganku udah KO" ujar Ela.
"Aku, Rafa dan Fajar aja yang bisa beladiri kena tendangan kamu aja kewalahan El apalagi dia ya ambruk" balas Aby.
"Iya betul itu" sambung Rafa.
"Aku rasa selamanya Mr. X nya tidak akan berproduksi lagi" ungkap Ela.
"Kamu tendang tepat di Mr. X nya El?" tanya Catherine tak percaya.
Ela menganggukkan kepalanya.
"Waaaah sadis kamu El, bisa cacat dia seumur hidup" sambung Catherine.
"Biar saja Ket, biar dia kapok. Kalau Mama ada di situ Mama ikutan sate tuh Mr. X nya" ujar Alexa.
"Mama lebih sadis lagi" ucap Catherine histeris.
"Kamu gak tau Ket Mama ini beti sama si Ela" ucap Aditya.
"Beti apa Pa?" tanya Catherine polos.
"Beda Tipis" jawab yang lainnya serentak dan mereka tertawa bersama.
"Keadaan Fajar gimana El?" Keysha bertanya.
"Gitu deh Kak. Lemas dia muntah - muntah. Mak Lampir gak percaya sama penyakit Fajar, dia main sosor aja. Ya kena muntahan Fajar lah 2 kali. Aku aja dekat dia gak enak banget bauknya" ungkap Ela.
"ueeek.. rasain tuh Mak Lampir kena muntahan, siapa suruh jadi cewek ke centilan" sambung Catherine.
"Jadi gimana penyelesaiannya?" tanya Aditya.
"Mereka dibawa petugas keamanan dan akan diserahkan ke pihak berwajib. Fajar bilang dia juga akan memutuskan kerjasama dengan perusahaan mereka" jawab Ela.
"Rasain masuk hotel prodeo" ucap Catherine.
"Betul tu Fajar, nyesal kerjasama dengan mereka. Untung aja hotel di puncak sudah tinggal finishing" sambung Keysha.
"Btw kamu kok di sini Raf? Cieee.. mau apelin Si Keket ya" goda Ela.
"Ada yang aku bahas sama Aby" jawab Rafa cepat.
"Beneran juga gak apa - apa. Siapa tau nanti Mom and Dad datang kamu bisa lamar Catherine langsung" celetuk Ela.
"Ada - ada aja kamu El" elak Rafa.
"Bener tuh Raf, habis Ela nikah kamu nyusul biar selesai semua" sambung Aditya.
"Gak perlu difikirin Raf tapi di jalani. Enjoy aja seperti aku, gak ada nolak kamu. Biarkan saja mengalir apa adanya. Kalau jodoh ya silakan. Nggak juga gak apa - apa. Daripada kamu berusaha ngelak rupanya kita berjodoh hayooo... tuh muka mau diumpetin di ketek aku?" goda Catherine.
Seketika wajah Rafa memerah karena malu mendengar perkataan Catherine. Dia malu menolak Catherine di depan orang ramai. Bener juga kalau apa yang Catherine bilang terjadi, mau dimana wajahnya di simpan. Batin Rafa.
"Btw kamu kok ganti baju El, tadi kan kamu gak pakai baju ini?" tanya Catherine penasaran.
"Oh ini tadi aku bantuin Mama Fajar masak cake di dapur" jawab Ela.
"Apa?" teriak Alexa dan Catherine.
"Trus?" tanya Keysha sambil tersenyum penuh arti.
"Ya seperti yang ada dalam fikiran kalian. Aku memporak-porandakan dapur Mama. Tepungnya numplek di jilbab dan wajah aku" ungkap Ela jujur.
"Dan semua melihatnya?" tanya Aby.
Ela menganggukkan kepalanya
"Ya ampuuun Maaaas, anak kamu ini buat malu aja. Mau di simpan dimana wajah kita sama besan Mas. Dikira aku gak pernah ngajarin anak masak di dapur" ucap Alexa panik.
"Tenang Ma, mertuaku wanita yang baik kok. Dia gak marah sama sekali malah aku di suruh mandi dan dipinjamin bajunya Shakira nih" balas Ela.
"Dasar kamu El gak pernah berubah urusan dapur. Sebentar lagi kamu akan menikah, kurangi kecerobohan kamu itu. Kalau kamu terus seperti itu kasihan suami dan anak - anak kamu" nasehat Aditya.
"Iya Pa, Ela akan lebih hati - hati lagi dan terus berusaha untuk belajar masak biar di sayang suami" ucap Ela.
"Aku naik ke atas ya, mau istirahat" Pamit Ela pada keluarga dan teman - temannya
"Ya sudah sana istirahat, calon pengantin gak boleh capek - capek ntar pas nikah wajahnya gak glowing" ucap Catherine.
"Benar itu El" sambut Keysha.
"Dan satu lagi mulai besok jangan ketemuan lagi sama Fajar ya, kamu di pingit" tegas Alexa.
"Dipingit, maksudnya Ma?" tanya Ela polos.
"Gak boleh ketemu Fajar sampai hari pernikahan kamu" jawab Alexa.
"Lho yang lain gak pakai acara gituan Ma, Disil, Kak Aby dan Sintia gak ada di gituin. Gak adil donk" tolak Ela.
"Karena Mama sudah sepakat sama mertua kamu. Kalau mau nikah itu cobaannya banyak termasuk kejadian tadi siang apalagi kamu anaknya ceroboh Kami takut sesuatu terjadi pada kalian sebelum menikah" ungkap Alexa.
"Trus.. ni amit - amit ya Ma, kalau terjadi hal seperti tadi siang gimana donk?" protes Ela.
"Kamu bisa hubungi Papa, Kakak, atau mertua kamu. Wong kamu dikelilingi para lelaki perkasa kok takut El" jawab Aby.
"Iya tapi masalahnya... " ucap Ela terpotong.
"Rindu?" goda Rafa.
"Apaan sih Rafa" elak Ela.
"Justru itu biar kalian saling merindu, nanti pas hari H rasanya deg - deg gimanaaaa gitu" jawab Alexa.
"Mama bilang gitu seperti pernah ngerasain aja. Padahal dulu nikahnya Papa dan Mama juga karena dijodohin Oma dan Opa" balas Ela.
"Tapi kan Papa puasa dua bulan, Mama kamu cidera" sambut Aditya.
"Sesuatu yang di tahan sebentar itu pasti akan lebih indah akhirnya karena kesabaran. Percaya deh sama Mama" ucap Alexa.
"Yaaah Mama gak asik" Ela segera meninggalkan keluarga dan teman - temannya naik ke lantai dua dan masuk ke kamarnya dengan kesal.
Sedangkan Papa, Mama, Kakak dan teman-temannya tertawa senang bisa mengerjain calon pengantin yang gak sampai satu minggu lagi akan menjadi pasangan halal.
"Rasain kalian, pembalasan dimulai" ujar Aby tertawa.
.
.
BERSAMBUNG