Find The KEY

Find The KEY
Ep. 217



"Ryza.... " teriak Fajar yang terkejut karena melihat Ryza sudah berada di lantai kamar mandi.


Ryza dalam keadaan pingsan tidak sadarkan diri. Fajar mengecek keadaan Ryza kemudian meminta bantuan salah satu pelayan Restoran yang pria untuk membawa Ryza masuk ke dalam mobilnya.


Fajar kemudian pamit, izin membatalkan meeting mereka dengan client dengan alasan akan membawa Ryza yang sedang pingsan ke rumah sakit. Fajar berjanji akan menyusun ulang jadwal pertemuan mereka secepatnya.


Sesampainya di mobil Ryza langsung menyuruh supir untuk membawa Ryza ke rumah sakit terdekat. Mobil melaju dengan kencang, sesampainya di UGD Ryza segera di berikan pertolongan pertama.


Sambil menunggu Ryza di periksa, Fajar segera menghubungi istrinya.


"Assalamu'alaikum Mas" ucap Ela di seberang.


"Wa'alaikumsalam yank, kamu lagi di Butik kan?" tanya Fajar.


"Iya, ni lagi makan siang bareng Sintia, Ditha dan Catherine" jawab Ela.


"Ketepatan sekali yank, aku mau ngabari kalau Ryza pingsan di Restoran tempat kami akan meeting dengan client siang ini dan saat ini aku sedang di RS. Mitra Sehat membawa Ryza untuk di periksa" ungkap Fajar.


"Apa Mas, Ryza pingsan?" tanya Ela terkejut.


Sintia sedang makan langsung menghentikan kegiatannya.


"Iya yank, kamu cepat buruan bilang sama Sintia ya biar dia segera menyusul ke sini melihat keadaan Ryza" perintah Fajar.


"Iya Mas kami akan segera ke sana" balas Ela.


"Dah dulu ya yank. Assalamu'alaikum" tutup Fajar.


"Wa'alaikumsalam" jawab Ela.


"Mas Ryza kenapa El?" tanya Sintia panik.


"Kata Mas Fajar, Ryza pingsan di kamar mandi Restoran tempat mereka akan meeting siang ini" jawab Ela.


"Astaghfirullah Maaaaas" ucap Sintia sedih.


"Saat ini Mas Fajar sudah membawanya ke RS. Mitra Sehat, yuk Sin kita susul ke saja" ajak Ela.


"Tunggu El, biar aku yang bawa mobilnya. Kamu kan lagi hamil, Sintia juga sedang panik. Kalian berdua tidak ada yang bisa nyetir dalam keadaan seperti ini" cegah Catherine.


"Baik kalau begitu Tha kamu jaga butik ya, aku, Keket dan Sintia ke RS. Mitra Sehat dulu lihat Ryza" ucap Ela.


"Iya El, kalian hati - hati ya. Catherine pelan - pelan saja bawa mobilnya" balas Ditha.


Ela, Sintia dan Catherine langsung menghentikan makan siang mereka dan segera bergegas keluar butik menuju RS. Mitra Sehat.


Sesampainya di Rumah Sakit mereka melihat Ryza sudah sadar tapi masih memegang kepalanya.


"Maaaas" teriak Sintia menghampiri suaminya.


"Lho yank, kamu sama siapa kemari?" tanya Ryza.


"Sama Ela dan Keket. Mas kenapa, kok bisa pingsan?" tanya Sintia.


"Gak tau, kepalaku pusing sekali dan mual. Tadi aku muntah - muntah di kamar mandir Restoran. Kepalaku sakit dan aku tak sadarkan diri" ungkap Ryza.


"Mas sudah makan?" tanya Sintia penuh kasih sayang.


"Belum sempat, kejadiannya sebelum kami makan siang" jawab Ryza.


Tiba-tiba seorang perawat datang membawa kursi roda.


"Permisi Pak, Bu.. Pasiennya mau kita bawa untuk pemeriksaan CT scan. Keluhan Bapak pusing yang sangat berat sampai Bapak muntah - muntah dan berakhir pingsan, dokter memutuskan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di kepala Bapak. Takut ada sesuatu yang mengkhawatirkan" perawat menjelaskan.


"Tolong lakukan yang terbaik ya Sus" perintah Fajar.


"Baik Pak" jawab Perawat.


Ryza pindah ke kursi roda dan dibawa ke ruang pemeriksaan.


Sintia yang sangat mengkhawatirkan suaminya tiba-tiba teringat kalau sampai saat ini suaminya belum makan siang.


"Ket yuk tolong temani aku ke kantin rumah sakit membeli bubur untuk makan siang Mas Ryza. Dia bilang tadi dia belum sempat makan siang" ucap Sintia.


"Sebentar Sin" cegah Ela.


"Mas kamu juga belum makan?" tanya Ela pada Fajar.


"Kalau begitu gak jadi deh Sin, tadinya aku mau titip makan siang Mas Fajar. Rupanya dia sudah makan siang" ucap Ela pada sahabatnya.


"Oke El, nanti kalau Mas Fajar sudah selesai di periksa bilang aku sedang cari makanan ya untuknya" pesan Sintia.


"Iya, nanti aku sampaikan" jawab Ela.


Sintia ditemani Catherine berjalan ke kantin Rumah Sakit untuk membeli makan siang Ryza.


Tak lama setelah mereka memesan bubur ayam di kantin rumah sakit mereka kembali ke ruang tunggu. Beberapa menit kemudian Ryza sudah selesai diperiksa.


Karena kondisi Ryza yang masih lemas dan pusing akhirnya dokter memutuskan Ryza untuk di rawat di Rumah Sakit. Ryza segera di pindahkan ke kamar VVIP.


Sintia menyuapinya makan siang berupa bubur yang tadi dia beli di kantin Rumah Sakit. Tapi hanya dihabiskan setengah karena Ryza tidak selera makan.


"Kapan hasil pemeriksaannya keluar Mas" tanya Sintia.


"Tadi kata dokternya besok pagi yank akan di bacakan dokter hasilnya" jawab Ryza.


"Ya sudah jangan terlalu di fikirkan ya Mas, yang penting kamu istirahat dan makan yang cukup. Aku rasa kamu cuma masuk angin karena tadi malam begadang" Sintia mengingatkan.


Tak lama August dan Oryza sampai di ruangan Ryza.


"Assalamu'alaikum.. " ucap August dan Oryza saat masuk ke dalam kamar inap Ryza.


"Wa'alaikumsalam" jawab mereka semua yang ada di kamar.


"Mama.. Papa tau dari mana Mas Ryza di rawat di sini?" tanya Sintia.


Sintia, Fajar, Ela dan Catherine menjabat tangan August dan Oryza bergantian.


"Tadi Papa di kabari Fajar, katanya Ryza pingsan di Restoran saat meeting dan di bawa ke Rumah Sakit ini" jawab August.


"Maaf ya aku lupa kabari Papa Mama sangkin paniknya dengar Mas Ryza pingsan" sambung Sintia.


"Gak apa - apa sayang" jawab Oryza.


"Gimana kabar kamu?" tanya August pada Ryza yang masih terbaring lemah.


"Masih pusing Pa, kalau mualnya sudah mendingan. Tadi juga sudah makan walau cuma sedikit" jawab Ryza.


"Apa kata dokter tadi, sudah di periksa kan?" tanya Oryza khawatir.


"Sudah Ma, hasil CT scannya besok. Dugaan sementara Mas Ryza hanya kelelahan dan kurang tidur karena tadi malam dia begadang nyiapin bahan untuk meeting siang ini" ungkap Sintia.


"Kamu itu harus bisa bagi waktu. Ngapain coba kamu lembur sampai sakit begini, meetingnya malah batal gara - gara kamu pingsan" nasehat August.


"Iya Pa" jawab Ryza patuh.


"Om, Tante, kami pamit dulu ya. Mau balik ke Butik masih ada kerjaan yang belum kelar" ucap Ela.


"Iya sayang, kamu hati - hati ya jangan kelelahan. Kamu kan lagi hamil, anak kembar lagi" nasehat Oryza adik kandung mertuanya.


"Iya tante" jawab Ela.


"Aku juga balik ke kantor ya Om, Tante. Ry kamu fokus istirahat aja. Urusan kantor biar aku yang handle" ucap Fajar.


"Iya Fa, makasih ya" jawab Ryza.


"Santai aja bro" sambung Fajar.


"Om, Tante Keket pamit ya" ucap Catherine.


"Hati - hati ya semuanya" jawab Sintia.


Ela dan Catherine kembali ke Butik sedangkan Fajar kembali ke Barrakh Corp untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda.


Sedangkan Ryza dan Sintia malam ini harus menginap di Rumah Sakit karena Ryza belum pulih dan belum diperbolehkan pulang oleh dokter.


.


.


BERSAMBUNG