Find The KEY

Find The KEY
Ep. 41



"Naaah terakhir sekarang Sintia, gimana?" tanya Ela.


Sintia hanya malu-malu.


"Sintia juga udah ada gebetan El, sama kayak Aby dri Barrakh Corp" potong Ditha.


"Barrakh Corp?" tanya Ela seperti sedang berfikir.


"Itu lho El, temenan Si Key juga waktu lomba cerdas tangkas. Kalau kamu ingat ya, Si Key itu kan selalu dikawal oleh dua cowok. Yang satu cowok gebetannya si Sintia dan satu lagi cowok pendendam. Kamu ingat?" tanya Ditha.


"Cowok pendendam? haaaa... aku ingat, cowok yang kalah waktu tanding di Dojang kan kak?" tanya Ela pada kakaknya.


"Iya" jawab Aby singkat.


"Wah selamat ya semuanya udah pada punya pasangan" ucap Ela tulus.


"Tinggal kamu nih El?" tanya Sintia.


"Tenang, nanti waktu pulang aku bawa Pangeran Charles dari sini" ujar Ela.


"Ketuaan El, mending Pangeran William" balas Ditha.


"Mending Babang Disil ajalah El dari mana-mana" jawab Disil.


"Iya deh Bambang... kamu emang yang terbaik" puji Ela.


"Babang Elaaaa, iiiih bukan Bambaaang" Teriak Disil.


Mereka pun tertawa lebar untuk melepas rindu.


*******


Sebulan berlalu...


Saat ini Aby and the geng sedang menghadiri Pesta Ulang Tahun salah satu pejabat Barrakh Corp yaitu Kevin Barrakh.


Aby dan teman-temannya mendapat undangan khusus dari Keysha. Karena pesta ini adalah pesta keluarganya.


Seperti biasanya Aby berpasangan dengan Sintia, Disil dengan Ditha dan Rafa dengan Lisa pacarnya. Walau Rafa masih dalam keadaan galau atas hubungannya dengan Lisa tapi Rafa masih belum menemukan keputusannya.


Sebenarnya rasa dihatinya semakin memuai tapi Rafa belum berani mengambil keputusan. Dia takut keputusannya akan membuat Lisa terluka. Apalagi keluarga Rafa dan Lisa sudah saling kenal karena lamanya waktu pacaran mereka.


Rafa tidak mau kedua keluarga kecewa dengan keputusannya, biarlah seperti ini dulu sampai dia benar-benar yakin untuk mengakhiri hubungannya dengan Lisa.


Aby and the geng duduk di meja istimewa yang sudah di pilihkan Keysha yang terlihat sangat antusias menyambut kedatangan mereka.


Apalagi saat ini jarak tempat duduk Keysha dan Aby berdekatan dan terlihat mereka sedang asik mengobrol.


Hubungan Keysha dan Ryza sudah semakin dekat dengan Aby dan para sahabatnya. Ryza juga semakin dekat dengan Sintia.


"Hei Bu, lihat tuh anak kamu. Feelingku sepertinya sebentar lagi kamu akan mendapatkan menantu" ucap August.


"Abyasa dari ADS Corp?" tanya Kevin.


"Iya siapa lagi. Masak kamu lupa" sambung Omar.


"Cih cowok playboy, padahal dia sedang bersama pasangannya bisa-bisanya dia ngobrol mesra dengan putriku" Kevin yang terlihat kesal.


"Santai bro, sebaiknya kamu selidiki semua info tentang anak muda itu. Jangan terlalu cepat menyimpulkan Bisa saja kenyataannya tidak seperti yang kamu fikirkan" ucap Omar.


"Betul itu Bu, apalagi yang aku lihat Keysha juga menunjukkan ketertarikan pada anak muda itu" sambung August.


"Enak saja dia mau menggoda putriku. Belum kenal Kevin Barrakh dia" ucap Kevin.


"Yup betul Kevin Barrakh si Abu titisan dari Sun Go Kong" ledek August.


"Dasar Jin Iprit. Aku adukan sama Putri Jasmine dikurung kamu dalam lampu aladin" umpat Kevin.


"Gak takut bro.. Lampu aladin lagi gak ada disini. Dia lagi cari penangkal hidupnya" balas August.


"Cih sialan kamu" Kevin terlihat semakin kesal melihat lurus kearah Keysha dan Aby.


Sepertinya aku harus bertindak cepat ini, sebelum Keysha benar-benar menaruh hati pada cowok brengksek itu. Enak saja dia mau mendekati anakku. Langkahi dulu mayatku. Umpat Kevin dalam hati.


Aby keluar menuju toilet. Setelah selesai Aby hendak kembali ke dalam ruang pesta. Tiba-tiba Lisa menghampirinya.


"By tolong donk, gelangku hilang" pinta Lisa. Terlihat wajahnya sangat khawatir.


"Hilang dimana Lis?" tanya Aby.


"Sepertinya di lorong itu By, tadi aku mau ke toilet gak sengaja aku tersandung. Saat keluar dari toilet aku baru tersadar kalau gelangku hilang" jawab Lisa.


"Ya sudah ayo aku bantu cari" ucap Aby.


Lisa membawa Aby ke lorong yang agak sepi menuju toilet wanita. Saat mereka hanya tinggal berdua dan tidak ada siapapun disana tiba-tiba Lisa memeluk Aby.


Aby begitu terkejut dengan apa yang dilakukan Lisa padanya.


"Apa yang kamu lakukan Lisa?" Bentak Aby dan dia segera melepaskan pelukan Lisa.


"Bangsat apa yang mereka lakukan" ucap Rafa yang marah melihat Aby dan Lisa berpelukan ditempat yang sepi.


Disil segera menahan Rafa.


"Sabar Raf jangan emosi dulu. Mending kita lihat dan dengar apa yang terjadi. Aku yakin ada yang salah disini. Aku tidak percaya kalau Aby akan melakukan itu" cegah Disil.


Rafa dan Disil tadi juga hendak ke toilet. Mereka berjalan bersama menuju toilet pria, tiba-tiba mereka melihat Lisa dan Aby berjalan menuju suatu tempat bukan menuju gedung tempat berlangsungnya pesta.


Disil dan Rafa mengikuti mereka dari belakang dan menyaksikan semuanya. Alangkah terkejutnya Rafa melihat Aby dan Pacaranya berpelukan.


Walau saat ini perasaannya sedang galau pada Lisa tapi tetap saja dia marah dan merasa di khianati oleh pacar dan sahabatnya.


Disil masih tetap memegang Rafa dengan sangat kuat, mencegah Rafa untuk berbuat sesuatu. Mereka diam dan mencoba mendengarkan pembicaraan antara Aby dan Lisa.


Lisa menangis karena penolakan Aby.


"Aku sudah lama menyukai kamu By" jawabnya sambil terisak.


"Gila kamu Lis, kamu itu pacar Rafa sahabat aku. Bisa-bisanya kamu mengatakan itu padaku" ucap Aby marah.


"Maaf By, awalnya aku memang menyukai Rafa tapi semakin sering kita bertemu aku merasa lebih tertarik padamu. Selama ini aku mencoba mendekati dan memberikan perhatian pada kamu tapi kamu tidak menyadarinya. Sekarang aku sudah tidak dapat membendung perasaanku lagi By. Aku sangat mencintai kamu. Aku harap kamu mengerti" ungkap Lisa.


"Maaf Lis, aku hanya menganggap kamu teman. Pacar dari sahabat aku tidak lebih. Aku tidak mempunyai perasaan apapun pada kamu" tolak Aby.


"Tolong By terimalah cintaku. Aku sudah sangat lama memendamnya dan aku sangat tersiksa terus bersama dengan pria yang tidak aku cintai" Lisa masih terus menangis.


"Bangsat, dasar jalan*. Bisa-bisanya dia mengkhianatiku dan malah merayu sahabatku sendiri. Harus kuberi pelajaran wanita iblis itu" umpat Rafa.


Lagi-lagi Disil menahannya.


"Sabar Raf belum saatnya kita keluar, kita tunggu saat yang tepat" bisik Disil.


"Aku tidak bisa menerima kamu Lisa, aku mencintai orang lain. Aku tidak bisa membalas perasaan kamu. Mengertilah, kamu juga fikirkan perasaan Rafa. Bagaimana sakitnya hatinya jika mengetahui perbuatan kamu ini" tolak Aby halus.


"Tidak By, aku tidak peduli. Aku tidak mencintai Rafa, asalkan bersama kamu aku siap melewati apapun rintangannya" Lisa masih saja berusaha merayu Aby dengan tangisannya.


"Maaf Lis aku tidak bisa. Aku mencintai orang lain" ucap Aby tegas.


Aby berbalik dan hendak meninggalkan Lisa sendirian.


"Jangan pergi By, kalau tidak aku akan berteriak" ancam Lisa.


"Apa yang akan kamu lakukan Lisa? Jangan gila kamu. Asalkan kamu mau merubah sikap kamu, aku akan memaafkan perbuatan kamu dan aku akan menganggap apa yang kamu lakukan tadi tidak pernah terjadi" ucap Aby menahan emosi.


"Tidak.. aku tidak mau. Aku sangat mencintai kamu. Kalau kamu tetap menolakku aku akan berteriak kalau kamu berusaha memperkosaku" ancam Lisa.


Aby geram mendengar ancaman Lisa, dia mengepal erat tangannya menahan emosi.


"Berteriaklah...."


.


.


BERSAMBUNG