
Sore hari di Perusahaan Barrakh Corp.
"Bagaimana Vin kamu sudah mendapatkan bukti yang kamu cari?" tanya Omar. Dia ingin segera menjalankan misinya bersama Keysha dan Aby. Membantu mereka untuk mendapatkan restu Kevin.
"Sudah, aku sudah menemukan rekaman cctv tepat pada kejadian saat itu di dekat toilet" jawab Kevin.
Kevin memberikan hpnya kepada Omar dan memutar rekaman cctv. August segera mendekat kepada Omar, mereka melihat video itu bersama-sama.
Seperti yang sebenarnya terjadi, itulah video yang mereka tonton.
"Sekarang bagaimana tanggapan kamu? Sudah terbuktikan tuduhan kamu tidak benar? Wanita itu yang berusaha menjebaknya dan dia menolak mentah-mentah wanita itu. Bahkan sahabatnya itu ada di tempat kejadian" ucap Omar.
Kevin menarik nafas panjang.
"Yah memang dia tidak bersalah dalam kejadian tersebut" jawab Kevin.
"Kalau begitu kamu akan menjadikannya kandidat paling tinggi untuk menjadi menantu idaman?" tanya August.
"Tidak akan semudah itu aku bisa mengakui dia sebagai calon kandidat pasangan Keysha. Aku akan menguji apa kelebihan yang dia punya" tegas Kevin.
"Jangan keterlaluan Kevin. Kamu saja dulu yang sudah jelas-jelas seorang casanova bisa semudah itu mendapat restu dari mertua kamu. Gak adil donk pada anak kamu, kamu bertindak seketat itu" sindir Omar.
Kevin terdiam.
"Bahkan aku masih sangat ingat perkataan kamu ketika August ingin melamar Oryza. Seandainya August pada saat itu memilih Renata dari pada Oryza dengan senang hati kamu akan merestuinya. Sekarang kata-kata kamu aku balik ya. Seandainya Keysha itu anakku akan dengan senang hati aku akan menikahkan dia pada anak muda seperti Abyasa itu. Dia pria yang pantas untuk bersanding dengan Keysha Vin. Percayalah dengan perkataanku" Nasehat Omar.
"Wah serius Bu. Kamu mengatakan itu pada Omar? Aku sangat terharu mendengarnya. Setelah 25 tahun aku baru mendengarnya sekarang" puji August
"Ya karena kamu baru mengetahuinya sekarang harusnya kamu memberiku hadiah Jin. Aku sudah sangat berjasa pada pernikahan kamu dan si Kunti. Membantu kamu agar Omar memberikan restunya dan mau menikahkan si Kunti dengan Jin Iprit seperti kamu" ucap Kevin.
"Okey... Aku beri satu kesempatan. Aku akan mengabulkan permintaan kamu" goda August.
"Waaaah kamu beneran jadi Jin ya saat ini? Gua suka gaya lo" sambut Kevin.
"Hey.. hey.. ingat umur. Kalian sudah tua. Sebentar lagi juga akan punya menantu tapi tingkah masih kayak anak remaja" ucap Omar mengingatkan.
"Santai bro.. biar gak stres" balas Kevin.
"Kamu yang stres kok lihat anak perempuan kamu di dekati pria. Kalau aku malah sedang mencari wanita yang tepat untuk menyembuhkan alergi anakku" Ucap Omar.
Dia ingat sejak anaknya lahir dan mungkin karena permasalahan keluarga mereka telah selesai dengan akhir yang baik secara perlahan alergi Omar pada wanita sembuh perlahan.
Kini alergi Omar tidak kumat lagi kalau berdekatan dengan wanita. Tapi tetap saja Omar tidak mau ataupun mengelak setiap berdekatan dengan wanita. Karena di hatinya hanya ada satu wanita yaitu Jasmine istrinya.
"Tapi Bos yang aku dengar dari Ryza katanya Lampu Aladin sudah menemukan Antimonya" lapor August.
"Antimo?" tanya Omar penasaran.
"Iya, obat anti mabok" jawab August.
"Ada-ada saja mereka" balas Omar.
"Wah kabar bagus itu Gust. Jadi sudah ketemu ya. Sudah tau siapa orangnya?" tanya Kevin penasaran.
"Menurut Ryza, Fajar sudah menemukan orangnya tapi dia tidak tau namanya. Mereka secara tidak sengaja bertemu. Saat itu alergi Fajar tidak bereaksi. Sayangnya dia tidak sempat melihat wajah wanita itu. Fajar hanya menemukan jejak tentang wanita itu melalui lukisan. Sejak saat itu dia terus mencari keberadaan ataupun informasi tentang Antimonya" lapor August.
"Apakah benar yang kamu katakan itu Gust?" tanya Omar penasaran.
"Benar Bos, Ryza mengatakannya kepadaku beberapa bulan yang lalu. Makanya Fajar selalu mengelak setiap di ajak pulang ke Indonesia" ungkap August.
"Aku tau cara agar Fajar mau pulang. Aku rasa kalau aku meminta satu permohonan kepadanya dia pasti akan pulang" ucap Kevin yakin.
"Seyakin itu kamu Bu. Aku aja Papanya selalu gagal menyuruhnya pulang" ucap Omar.
"Kok aku merasa anakku akan kamu manfaatkan ya untuk mengerjain Abyasa" Omar berkata sambil berfikir.
"Hahaha... tau aja kamu bro. Tenang... kan aku sudah bilang itu jalan terakhir yang akan aku lakukan kalau rencana-rencanaku semua gagal" jawab Kevin.
Omar menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Kevin. Tapi dia tetap membiarkannya. Kalau memang langkah itu bisa membuat anaknya pulang, kenapa tidak. Mamanya yang sudah semakim tua sangat merindukan kepulangan cucunya ke Indonesia.
Omar tiba-tiba ingin secepatnya pulang ke rumah. Kabar berita yang baru saja disampaikan August ingin segera dia sampaikan pada istrinya tercinta.
Jasmine pasti sangat senang mendengar berita itu. Batin Omar.
Omar segera bersiap hendak pulang.
"Mau kemana kamu Mar?" tanya Kevin.
"Aku mau pulang" jawab Omar.
"Cepat banget?" tanya Kevin penasaran.
"Aku mau menceritakan berita dari August kepada Jasmine. Pasti dia sangat senang mendengarnya" ucap Omar.
"Ya sudah kalau begitu aku juga mau pulang. Aku mau bertemu istriku juga" ucap Kevin.
"Kamu selalu saja ikut-ikutan" balas Omar.
"Siapa yang ikut-ikutan. Emangnya cuma kamu saja yang punya istri? Aku juga punya" goda Kevin.
Omar hanya menggelengkan kepalanya sedikit kesal karena tingkah Kevin.
August hanya tersenyum melihat tingkah kedua sahabatnya itu.
Omar segera memasang jasnya dan meraih tas kerjanya dan berjalan meninggalkan kedua sahabatnya itu. Omar berjalan menuju basement dan menuju mobilnya. Kemudian segera pulang menuju kerumahnya.
Sesampainya di rumah Omar Barrakh.
"Lho Mas tumben pulang cepat?" tanya Jasmine menyambut kedatangan suaminya.
"Aku kangen kamu jadi pengen cepat-cepat pulang" jawab Omar.
Jasmine menatap wajah suaminya. Omar tersenyum melihat wajah penasaran istrinya.
"Gak seperti biasanya? Dan wajah kamu juga terlihat sangat cerah. Ada apa sih?" tanya Jasmine penasaran.
"Aku bawa kabar gembira untuk kamu" jawab Omar merangkul istrinya dan mereka berjalan bersama menuju kamarnya.
"Kabar apa Mas? Melihat wajah kamu sepertinya kabar gembira?" Jasmine semakin penasaran.
"Tadi di kantor August bercerita, Ryza mengatakan bahwa anak kesayangan kita sudah menemukan wanita istimewanya di sana" lapor Omar pada istrinya.
"Ow yah...? Siapa Mas?" Jasmine sudah tidak sabaran mendengarkan cerita Omar.
"Untuk sementara putra kita belum tau siapa namanya juga belum pernah melihat wajahnya. Hanya saja Fajar pernah berdekatan dan bersentuhan dengan wanita itu dan alerginya tidak bereaksi" jawab Omar.
"Alhamdulillah.. aku senang mendengar berita ini. Mudah-mudahan Fajar bisa segera bertemu lagi dengan wanita itu ya Mas dan bisa segera berkenalan. Aku sudah tidak sabar menanti waktu itu" ucap Jasmine bahagia.
"Aamiin.. semoga secepatnya sayang. Kita doakan saja" sambung Omar.
.
.
BERSAMBUNG