Find The KEY

Find The KEY
The End



"Halo El, Keysha mau melahirkan. Saat ini kami sedang menuju ke rumah sakit" jawab Kevin dengan suara panik dari seberang.


"Apa? Kenapa Om baru bilang sekarang?" tanya Ela terkejut.


"Namanya Om lagi panik El" jawab Kevin.


"Jadi Om sama siapa ke rumah sakit?" tanya Ela.


"Sama Tante, Aby, Keysha dan Shaby" balas Kevin.


"Oke Om, aku dan Mama akan segera menyusul ke rumah sakit" tegas Ela.


Ela hendak menutup ponselnya.


"El.. eeeel" panggil Kevin.


"Ya Om, ada apa lagi?" tanya Ela heran.


Kenapa setiap Keysha mau melahirkan selalu dia yang bertengkar dengan Kevin. Dulu waktu Shaby mau lahir juga Ela uang bertengkar dengan Kevin. Ela menepuk jidadnya.


"Kamu tau kan rumah sakitnya?" tanya Kevin.


Hello..... jangankan nama Rumah Sakitnya Om, nama Dokter yang akan membantu persalinan Kak Key pun aku tau. Jawab Ela kesal di dalam hati.


"Tau Om, Rumah Sakit tempat kami melahirkan dulu kan Ooooom" jawab Ela geram.


"Bagus, pinter kamu. Udah ya Om tutup" balas Kevin.


Eugh... kesalnya lihat Om Kevin ini. Kalau gak dosa udah gue gebukin nih Om - Om satu ini sangking kesalnya.


"Kenapa yank, kok kayak kesal gitu?" tanya Fajar penasaran.


"Nih Om Kevin baru telepon katanya Kak Key mau lahiran dan saat ini mereka semua sedang menuju Rumah Sakit" Jawab Ela.


"Kalau begitu kita juga harus ke sana El. Kamu kok malah diam saja" ucap Fajar.


"Eh iya, gara - gara Om Kevin nih aku jadi lupa bilang Papa Mama. Ya udah Mas kamu siapkan mobilnya biar aku panggil Papa dan Mama. Anak - anak tunggal aja di sini dulu. Nanti kita jemput lagi" balas Ela.


"Oke.. Oke.. cepetan ya. Aku tunggu di mobil" sambut Fajar.


Fajar langsung berjalan menuju mobilnya sedangkan Ela memanggil Mama dan Papanya serta menyuruh anak - anaknya untuk tetap tinggal di rumah Opa Omanya.


Sepuluh menit kemudian mereka sudah berada di mobil Fajar dan sedang menuju Rumah Sakit.


"Yank, kabari yang lain" perintah Fajar.


"Oke Mas" Ela segera meraih ponselnya.


Ela


Guys... cepat ke Rumah Sakit. Kak Key udah mau lahiran.


Ditha


Oke El


Sintia


Meluncur


Catherine


Bentar El, aku nitip Thifa dulu sama Mama ya baru nyusul


Ela


Oke.. Ketemu di Rumah Sakit ya Guys


Ela langsung menutup dan menyimpan ponselnya. Satu jam kemudian mereka sudah sampai di RS.


"Akhirnya kalian sampai juga. Aku sudah sangat tegang dari tadi" sambut Kevin.


"Tenang Vin, ini kan bukan pengalaman pertama Keysha melahirkan. Sebelumnya dia sudah pernah melahirkan Shaby" ujar Aditya menenangkan Kevin.


"Iya tapi entah mengapa aku malah lebih tegang menanti kedatangan baby twins" balas Kevin.


"Aby sudah masuk di dalam Om?" tanya Fajar.


"Sudah Fa. Sudah lebih tiga puluh menit. Kata Dokter proses lahiran si kembar sepertinya lebih cepat" ungkap Kevin.


"Iya Om. Kan ini anak ke dua dan tiga Kak Key. Istilahnya sudah pernah dulu buka jalan pas lahiran Shaby" sambut Ela.


"Mudah - mudahan sesuai prediksi Dokter" balas Kevin.


"Minum dulu Om, sepertinya Om sangar haus menunggu dari tadi" Ela memberikan satu minuman botol.


"Makasih El, kamu sangat perhatian sekali" jawab Kevin.


"Dia yang lebih tegang dari pada Aby" sambung Sheila.


Tak lama kemudian Keysha keluar di dorong menggunakan tempat tidur dan di susul Aby di belakangnya.


"Mau ke ruangan bersalin Kak?" tanya Ela.


"Iya sudah bukaan tujuh, sebentar lagi baby twins akan lahir" jawab Aby.


"Sayang kamu yang semangat ya. Ada Papa di sini" ucap Kevin memberi semangat.


Sheila mencubit suaminya.


"Emangnya Papa bisa bantu apa? Yang ada juga nambah repot dan lama jadinya" ucap Sheila.


Keysha meringis sambil tersenyum.


"Iya Pa, Ma. Doain Key kuat ya" balas Keysha.


"Mama yang kuat ya. Kami menunggu di sini" ujar Shaby.


"Iya sayang. Kamu terus doakan Mama ya sayang" jawab Keysha pelan.


Keysha kembali meringis.


"Ayo Pak, Bu kita masuk ke ruang bersalin" ucap Perawat.


Semua menunggu dengan tegang. Masih terbayang dua bulan yang lalu mereka semua berkumpul di rumah sakit menunggu Catherine melahirkan.


Saat itu lebih menegangkan karena Catherine harus melahirkan secara operasi dan putrinya lahir prematur.


Setelah satu jam menunggu akhirnya apa yang mereka nantikan keluar juga. Dengan wajah bahagia Aby keluar dari ruang bersalin.


"Bagaimana By keadaan Keysha?" tanya Kevin langsung begitu melihat menantunya datang.


"Alhamdulillah sehat Pa, Keysha udah melahirkan baru saja dan putri kami keduanya juga sehat sedang di bawa ke ruang bayi untuk dibersihkan" jawab Aby


"Alhamdulillah... " sambut semua dengan lega.


"Aku ke ruang bayi dulu ya mau mengadzankan baby twinsku. Keysha sedang istirahat pacsa melahirkan. Satu jam lagi baru bisa dipindahkan ke kamar rawat inap" ucap Aby.


"Papa aku boleh ikut" teriak Shaby.


"Boleh... ayo sayang.. " ajak Aby.


Mereka berdua berjalan menuju ruangan bayi di susul yang lain yang hanya bisa melihat dari luar melalui dinding kaca.


"Cucu kembar kita yank" ujar Kevin.


"Iya Mas, cantik - cantik ya" sambut Sheila.


"Siapa dulu Opanya" jawab Kevin.


"Iya Opa yang hampir saja menghambat kelahiran mereka karena kepanikannya. Aku kira penyakit lama kamu sudah sembuh Mas tapi ternyata semakin parah. Untung saja ketuban Keysha tidak kering tadi Mas" balas Sheila.


"Namanya aku panik yank, Keysha kan putri kesayanganku" sambut Kevin.


Setelah menunggu selama lebih satu jam di kamar rawat inap Keysha akhirnya Keysha diantar oleh para perawat ke dalam ruangannya. Tak lama baby twins mereka juga diantar untuk belajar ASI.


"Duh gemasnya lihat adik kembarku" ucap Shaby yang tak berhenti menyentuh pipi kedua adiknya.


"Kamu senang sayang?" tanya Keysha.


"Senang Mama... Akhirnya aku punya dua adik perempuan sama seperti Fael walau adik - adikku sangat jauh lebih kecil dari aku" jawab Shaby.


"Tidak apa kan, yang penting sekarang kamu sudah punya teman di rumah. Dan kamu sudah jadi seorang kakak laki-laki. Harus bisa menjaga adik - adik kamu" ujar Keysha.


"Iya Ma, aku akan menjaga mereka sekuat tenaga. Ma.. siapa nama mereka?" tanya Shaby.


"Tanya Papa saja sayang. Papa sudah simpang nama adik - adik kamu" jawab Keysha.


"Siapa Pa nama Baby Twins?" tanya Shaby penasaran.


"Yasha Zahra Gunadi dan Sasha Zahra Gunadi" jawab Aby.


"Waaah jadi ini adik Yasha dan ini adik Sasha" Shaby menunjuk kedua adiknya bergantian.


Semua bahagia dengan kehadiran keluarga baru di keluarga mereka. Akhirnya anggota Geng ERASADIS menemukan kunci kehidupan mereka masing-masing dan bahagia bersama.


Walau berbagai cobaan dan rintangan yang mereka jalani dengan sabar dan saling bantu semua akan bisa dilalui.


Dukungan keluarga dan sahabat sangat berperan karena manusia pada dasarnya tidak bisa hidup sendiri. Dimana pun kita pasti akan saling membutuhkan.


.


.


BERSAMBUNG